Satu Malam Menjadi Ayah Muda

Satu Malam Menjadi Ayah Muda
BAB 75


__ADS_3

Samudra tengah tersenyum saat memilih cincin di sebuah toko perhiasan. Sore ini Samudra akan menjemput wanita yang ia cintai. Wanita yang sudah Samudra sukai sejak kecil meski mereka berstatus sebagai sepupu.


"Rill.." Gumam Samudra sambil menatap cincin itu.


Raellyne atau yang biasa di panggil Rill adalah sepupu jauh Samudra. Entah mengapa Samudra begitu terhipnotis oleh kecantikan Rill dan semakin menyukainya saat melihat kepribadian Rill.


Rill meneruskan study S2 nya di paris dan menjadi perancang busana, kemudian ia memilih bekerja di Paris untuk menggali potensinya. Kini kontrak kerja Rill sudah berakhir dan Rill akan kembali ke tanah air dan membuka butiknya sendiri.


Samudra akan menjemput Rill dan akan melamar Rill saat bertemu dengannya nanti. Selama ini Rill belum memberi jawaban pada Samudra karena ingin fokus dengan karirnya sebagai perancang busana. Dan kali ini Samudra tidak ingin menunggu lama lagi, mengingat usianya sudah memasuki usia matang yang cukup untuk menikah.


Samudra mengemudikan mobilnya menuju bandara, wajahnya tampak ceria mengingat akan bertemu dengan wanita yang dicintainya karena sudah empat tahun mereka tidak bertemu.


"Kak Sam..." Panggil seorang wanita yang semakin terlihat cantik.


Samudra merentangkan tangannya dan Rill masuk ke dalam pelukan.


"Kak Sam makin tampan aja." Puji Rill dan Samudra tersenyum.


"Kamu juga semakin cantik." Balas Samudra.


"Ayo pulang." Ajak Samudra.


"Tunggu dulu, Kak. Koperku masih di dalam."


"Kenapa tidak di ambil sekalian?"


"Ada yang mengambilkannya." Jawab Rill dengan tersenyum.


Rill melambaikan tangannya saat melihat seorang pria mendorong trolly berisikan koper koper besar milik Rill dan juga miliknya.


Samudra mengernyitkan dahinya saat melihat Rill tersenyum ke arah pria itu.


"Maaf merepotkanmu." Kata Rill tidak enak.


"Untung sama pacar, coba sama cewek lain, udah aku tinggal kopernya." Balas pria itu sambil mengacak ngacak rambut Rill.


Deg....


"Dylan..." Kesal Rill.


Pria bernama Dylan itu tertawa, lalu melihat ke arah Samudra.


"Ini sepupu mu?" Tanya Dylan dan membuat Rill tersadar.


"Ah ya, aku sampai lupa mengenalkannya." Balas Rill.


"Kak Sam, ini Dylan, pacarku." Ucap Rill membuat hati Samudra bergemuruh.


"Dylan, ini Kak Samudra, Papaku dan Daddynya Kak Sam sepupuan, jadi kami juga masih sepupuan." Ucap Rill.


Dylan mengulurkan tangannya dan Samudra menerimanya, mereka berkenalan.


"Dylan."


"Samudra."


Samudra mencoba menetralisir perasaannya meski hatinya tengah bergemuruh.


"Kak.." Panggil Rill dan membuat Samudra tersadar dari lamunannya.

__ADS_1


"Ayo..." Ajaknya.


Samudra tersenyum dan mengangguk. "Ayo."


"Dimana mobil Kakak?" Tanya Rill.


"Disana." Samudra melangkah dan diikuti oleh Rill dan juga Dylan.


Dylan membantu memasukan koper Rill ke dalam mobil Samudra.


"Kopermu kenapa tidak dimasukan sekalian?" Tanya Samudra pada Dylan.


"Orang tuaku menjemputku, Kak." Jawab Dylan.


"Dylan, sampaikan salam maafku pada Mama dan Papamu." kata Rill.


Dylan tersenyum. "Iya nanti aku sampaikan. Lagian nanti lusa kan Papa dan Mama juga kerumahmu."


"Sudah?" Tanya Samudra yang sepertinya tidak nyaman berada di posisinya.


Rill masuk ke dalam mobil Samudra kemudian Samudra segera mengemudikannya tanpa berbasa basi dengan Dylan.


Diperjalanan, Samudra memilih diam, ia tau jika selama ini mereka tidak mempunyai hubungan lebih kecuali sebagai saudara sepupu.


"Kak..." Panggil Rill pada akhrinya.


"Hem..." Jawabnya masih dengan fokus mengemudi.


"Maafkan aku.. Aku...."


"Tidak usah di teruskan." Sahut Samudra dengan cepat.


Samudra menepikan mobilnya di sebuah rest area. Kemudian ia menunduk dan kedua tangannya meremmass setiran.


"Sejak kapan, Rill?" Tanya Samudra. "Aku menunggu jawabanmu selama empat tahun." Ungkapnya.


"Aku dan Dylan merasa cocok, Kak, dua tahun kuliah dan dua tahun kami bekerja bersama setiap hari dan hal itu membuat kami terbiasa bersama."


"Lalu kamu tidak memikirkan perasaanku, Rill?" Tanya Samudra. "Aku mencintaimu, Rill. Bahkan sejak dulu." Lirih Samudra.


"Hati aku tidak bisa, Kak. Aku tidak mau memaksakan sesuatu yang aku tidak bisa, itu hanya akan membuat aku dan juga Kakak tersakiti."


"Tapi sekarang hanya aku yang tersakiti, Rill." Samudra menghela nafasnya. "Kamu tega sekali. Aku berharap empat tahun menunggumu membuat hatimu luluh, dan ternyata kamu pulang bersama pria tadi." Samudra mengusap wajahnya dengan kasar.


"Kak...."


Samudra tertawa. "Terimakasih, Rill." Ucap Samudra. "Semoga kamu bahagia bersamanya." Ucapnya lagi kemudian kembali menjalankan mobilnya kembali.


Rill hanya diam karena merasa dirinya salah, empat tahun yang lalu sebelum Rill berangkat ke Paris, Samudra sudah menyatakan cinta padanya. Namun Rill tidak memberi jawaban dan hanya mengakatan ingin fokus di karirnya dulu. Samudra dengan setia menunggu Rill kembali, namun ternyata Rill bukan memberi jawaban, tetapi sebuah kejutan yang membuat hari Samudra hancur.


Samudra mengantar Rill hingga depan rumahnya. Kemudian ia membantu menurunkan koper koper Rill.


"Kak mampir dulu."


"Tidak bisa, aku harus ke rumah Papi Dirga untuk mengantarkan berkas."


Rill merasa bersalah pada Samudra. "Kak, maafin aku, ya."


Samudra menatap mata Rill dengan lembut, rasa cinta itu masih ada meski hati Samudra sudah hancur. "Jaga dirimu." Ucap Samudra kemudian masuk kembali ke dalam mobilnya dan meninggalkan rumah Rill.

__ADS_1


Samudra memutuskan untuk pergi ke rumah Dirga, biasanya Dirga selalu saja bisa menenangkan hati Samudra, mungkin karena Dirga yang dekat dengan Samudra sedari kecil bahkan saat masih berada di dalam kandungan Nadlyn, Dirga lah yang selalu mengajak Samudra berbicara.


Samudra turun dari mobilnya dan melihat sebuah mobil yang Samudra kenali karena sering melihat Zivana diantar oleh mobil itu.


Samudra masuk ke dalam rumah Dirga dan melihat Zivana tengah bersama kekasihnya, Daniel.


"Hai Kak Sam." Sapa Zivana.


"Hai juga Ziv. Dimana Papi?"


"Ada di taman belakang."


"Aku lihat Papi dulu, ya." kata Samudra tanpa menyapa Daniel.


"Kakak sepupumu itu menyebalkan sekali, masa tidak menyapaku." Kesal Daniel.


"Kak Samudra orangnya gak suka basa basi. Abaikan saja." Balas Zivana.


"Dia CEO ARDA KARYA?" Tanya Daniel ingin tau.


Zivana mengangguk.


"Aku bisa mengajukan kerjasama dengannya?"


"Aku tidak bisa menjaminnya, Kak. Kak Samudra susah sekali percaya dengan orang lain."


Daniel mengangguk, pikirannya berkelana mencari cara untuk bisa bekerja sama dengan ARDA KARYA, meski harus menjilatnya sekalipun.


"Bukankah Kakekmu masih aktif di ARDA KARYA? Bukankah itu artinya kau juga ada hak yang sama dengan dia?" Tanya Daniel menunjuk Samudra dengan sebutan dia.


"Papi dan Mommy nya Kak Sam memang adik Kakak, tetapi berbeda ibu. Dan ARDA KARYA itu milik Oma dari Mommynya Kak Sam, tidak ada kaitannya dengan Papiku."


"Jadi kalian saudara sepupu tiri?"


Zivana mengangguk.


"Lalu perusahaan Ayahmu, kenapa kamu tidak memegang kendalinya?"


"Karena aku anak perempuan, dan aku malas mengurusi perusahaan, biarkan saja Ziel yang akan mengurusinya nanti, dia anak laki laki harus memegang perusahaan."


"Mana bisa begitu, kamu juga anaknya, kamu ada hak nya juga."


Zivana menatap heran pada Daniel, "Kenapa aku harus memegang perusahaan Papi? Aku tidak berminat dan kenapa Kak Daniel memanas manasi aku soal perusahaan?"


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Dear Readersku tersayang.. Aku sedih karena ada yang memberiku nilai ⭐️1 yg artinya Novel ini buruk.


Jujur, aku down sekali ya saat melihatnya, aku yang sedang semangat semangatnya jadi hilang semangatnya.


Aku nulis novel ini gak mudah lho, 1-2 bab aja udah bikin tanganku pegal dan akhir akhir ini aku sedang berusaha crazy Up, bergadang demi menyelesaikan bab selanjutnya untuk besok, demi menaikan nilai dari novelku.


Terimakasih untuk kamu yang sudah memberikanku ⭐️1 dan membuat Novelku menurun.


Bukan aku baper, tapi jujur aku kena mental banget. Aku slalu menerima kritik dan komentar yang membangun, tapi jika seperti ini jujur aku langsung down.


Please jangan di nilai kalau cuma ⭐️1-3.


😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭

__ADS_1



__ADS_2