
Lova masuk ke dalam ruangan Samudra untuk mengajak Zivana makan siang bersama. Namun ia merasa heran karena meja Zivana kosong dan hanya ada Samudra yang sedang memeriksa email di laptopnya.
"Kak, dimana Ziv?"
"Di kamar, Ziv sedang istirahat."
"Memang Ziv tidak bekerja?" Tanya Lova dengan heran.
"Ziv sudah Kakak bebas tugaskan."
"Terus kenapa masih ke kantor?"
"Karena Ziv harus mengurus Kakak." Jawab Samudra dengan santai.
"Ya Tuhan, Kak Sam...." Lova menghela nafasnya sejenak. "Sejak kapan Kakakku yang mandiri menjadi manja seperti ini?"
Samudra menutup laptopnya dan tersenyum ke arah Lova, "Sejak Kakak jatuh cinta pada Zivana."
Lova membulatkan matanya, bahkan Samudra menjawab pertanyaan bodoh dari Lova, membuat Lova bergidik ngeri karena Samudra kini terlihat bucin sekali.
"Sudah ah, aku malas melihat kebucinan Kakak, aku mau ajak Ziv makan siang. Kakak mau ikut tidak?"
"Tidak bisa, Kakak sebentar lagi harus menemani Daddy ada pertemuan dengan klien, jadi kamu ajak Ziv makan dan pastikan Ziv makan dengan baik ya, Baby Love."
Lova semakin menggelengkan kepalanya ketika melihat lagi lagi Samudra memperlihatkan kebucinannya itu.
Samudra berdiri dari duduknya lalu menghampiri Lova, "Selesai makan siang, pergilah belanja dengan Zivana."
"Aku boleh bolos, Kak?" Tanya Lova tak percaya.
Samudra mengangguk, "Pergilah bersama Ziv, jika kalian lelah mampir saja ke salon Mami Yuri untuk relaksasi disana dan langsung pulang makan malam di rumah." Samudra mencium puncak kepala Lova lalu meninggalkan Lova di ruangannya.
"Zivana keren sekali, bisa merubah Kak Sam sampai segitunya." Gumam Lova lalu masuk ke dalam kamar yang berada di dalam ruangan kerja Samudra.
Mata Lova membola saat melihat Ziv tertidur dengan memakai kemeja Samudra yang kebesaran di tubuhnya.
"Ya Tuhan, apa mereka melakukanya tadi di dalam kantor?" Tanya Lova pada dirinya sendiri.
Lova mendekat ke arah tempat tidur, "Ziv, bangun Ziv." Kata Lova sambil menggoyang goyangkan tubuh Zivana.
"Apa sih, Kak? Mau tambah lagi, nanti ya Kak lima menit lagi." Jawab Zivana tanpa sadar jika yang membangunkannya adalah Lova.
"Ternyata kalian benar habis melakukan disini." Zivana menepuk b*k*ng Zivana membuat Zivana terkesiap.
"Lova!!" Zivana seketika duduk menghadap Lova.
"Kalian habis melakukan disini?"
Zivana mengangguk begitu saja.
"Memang semalam kalian tidak melakukannya di rumah?"
"Semalam dua kali malah, Lov. Tadi pagi juga di rumah satu kali. Tapi Kak Sam tadi minta juga disini." Jawab Zivana tanpa bersalah.
Lova menepuk keningnya sendiri, Zivana terlalu buka bukaan membahas soal ranjang. Tak taukah Zivana jika Lova menjadi penasaran akan hal itu?
"Sudah, ah. Jangan diteruskan." Lova mencebik.
"Kan kamu yang bertanya."
__ADS_1
"Tapi jangan terlalu jujur juga, Ziv."
"Kamu mau mengajariku berbohong?"
Lova menghela nafasnya, "Sudah, ayo kita makan siang. Aku sudah lapar."
"Kamu tidak ingin menanyakan hal lain?"
"Bertanya soal apa?" Tanya Lova bingung menghadapi kegilaan Zivana.
"Soal sensasi bercinta di kantor?" Zivana mengedipkan satu matanya.
"Gila." Kata Lova.
"Tapi enak, Lov. Ah sayang sekali tadi aku belum mencoba di atas sofa. Pasti sensasinya lebih seru."
Lova mentoyor kepala Zivana. "Pantas saja Kak Sam jadi tergila gila padamu, rupanya kamu pintar memanjakan bawah perut Kak Sam."
Zivana tertawa lalu turun dari tempat tidur dan membuka kemeja Samudra begitu saja di depan Lova.
"Ya Tuhan, Ziv. Itu dada dan punggungmu merah semua." Kata Lova yang mendekat ke arah Zivana.
Zivana melihat kiss ma*rk yang diberikan oleh Samudra sebagai tanda cinta. "Kak Sam buas ya? Kak Sam terlalu gemas padaku, Lov."
Lova menepuk kembali keningnya sendiri sementara Zivana segera memakai pakaiannya yang sedikit tertutup untuk menutupi bekas gigitan gigitan gemas dari suaminya.
Lova dan Zivana pergi ke sebuah Mall terbesar di kota itu, mereka akan makan siang sekalian berbelanja di satu Mall untuk menghemat waktu.
Mereka memutuskan untuk makan Ramen dan sushi makanan favorit Lova.
"Kamu tidak ingin bercerita padaku, Lov?"
"Aku tau kamu sempat bertemu dengan Kenzo saat di tempat Gym."
Lova tersedak kuah ramen dan Zivana segera memberikan Lova air minum.
"Apa Kenzo yang memberi tahumu?" Tanya Lova.
Zivana menggelengkan kepalanya, "Tidak, Ken belum lagi menghubungiku."
"Lalu kenapa kamu bisa menebak seperti itu?"
"Aku tidak sengaja melihat story di media sosial Ken, dia Gym di hari yang kebetulan kamu juga sedang Gym. Aku menyimpulkan kalian berjanjian."
Lova menghela nafas kemudian mulai bercerita.
"Kenzo bilang padaku, jika Kak Kev mencintaiku."
"Lalu?"
Lova mengerdikan bahunya, "Entahlah. Ini rasanya rumit sekali, Ziv."
"Kalian bisa berjuang untuk mendapatkan restu dari kedua keluarga?"
"Tidak bisa, Lov. Keluargaku pasti tidak akan melepasku pada keturunan Kakeknya Kak Kev. Mereka pasti akan beranggapan jika Kak Kev sama seperti Kakeknya."
"Lalu, apa yang akan kamu lakukan, Lov?"
"Melupakan Kak Kev, memang apa lagi yang bisa aku lakukan?"
__ADS_1
"Dengan cara?"
"Belajar mencintai pria lain." Lova menopang dagunya. "Tapi siapa prianya?"
Sedari dulu Lova memang tidak pernah dekat dengan pria, Lova memang gadis pemalu dan hanya bisa dekat jika Zivana yang mendekatkannya. Kevin adalah cinta pertamanya, namun Kevin juga merupakan cinta terlarang menurut versinya sendiri.
"Aku mencoba mengikuti kencan buta, tapi aku takut, Ziv."
"Jangan coba coba, Lov!! Bagaimana jika kamu mendapatkan pria jahat?"
Lova mengangguk. "Aku juga takut."
"Kebetulan sekali kalian disini." Tiba tiba saja suara Kenzo memecah ketegangan diantara Lova dan Zivana.
"Ken, kamu disini?" Tanya Zivana.
Kenzo mengangguk, "Aku dan Kevin habis melihat Mall ini, rencananya Mall ini akan di perluas dan aku baru meninjau proyeknya."
"Lalu dimana Kak Kev?" Tanya Zivana lagi.
Kenzo menunjuk ke arah pintu masuk restoran dengan dagunya. "Itu dia, tadi ke toilet dulu."
Kenzo melambaikan tangannya ke arah Kevin saat melihat Kevin yang tengah mencari keberadaannya.
Kevin yang melihatnya pun segera menghampiri Meja Lova bersama Zivana dan Kenzo.
Kevin duduk di sebelah Lova karena Kenzo sudah duduk di sebelah Zivana.
"Kebetulan sekali kalian disini. Makan siang ini kalian yang membayarnya." Kata Zivana yang mencairkan suasana kaku diantara Kevin dan Lova.
Kenzo menyenggol bahu Zivana, "Hanya Ramen saja pasti bisa aku bayar. Bahkan Kevin mampu membeli restoran ini untuk kalian agar bisa makan sepuasnya."
"Lah kenapa jadi aku?" Tanya Kevin.
"Ya jelas kamu, diantara kita berempat Lova lah yang paling suka makan Ramen dan Sushi, pasti kamu bisa membeli restoran ini untuk Lova."
Kevin menoleh ke arah Lova, semakin hari Lova semakin cantik saja, apalagi Lova tampil dengan tampilan baru, yakni rambut sebahunya yang membuat Lova menjadi semakin dewasa.
Lova Aegean Sea
Kevin King Wiguna
Kenzo King Wiguna
*Note:
Kevin Kenzo itu kembar tiga atau Triplets ya, satunya lagi cewek namanya Keysha Queen Wiguna. Mereka bertiga kembar tapi tidak identik.
Keysha tidak ada ceritanya disini. Kenzo juga cuma sebagai pelengkap nya Kevin aja, ga ada cerita asmara Kenzo disini.
Kevin juga belum tentu jodohnya Lova ya.
Readers yang baca di harap sabar sabar ya ngadepin kegesrekannya Zivana 😄
__ADS_1
Bab selanjutnya, Ziv semakin gesrek 😆