Satu Malam Menjadi Ayah Muda

Satu Malam Menjadi Ayah Muda
BAB 62


__ADS_3

Pesta resepsi itu akhirnya selesai. Kini mereka makan bersama di atas meja bundar yang besar. Dalam kesempatan ini, Robi pun mengenalkan Hellena pada Nanda juga Ayla, dan memberitahu jika mereka akan menikah dalam waktu yang cepat.


"Sam, ayo kita ke kamar." Ajak Nadlyn saat melihat Sam seperti sudah lelah.


"Sayang, Sam akan ikut Papa ke resort. Dirga juga akan menyusul kesana nanti." Sahut Robi.


"Apa tidak merepotkan Papa?" Tanya Nadlyn.


"Tentu saja, tidak. Lagi pula ada Mami El yang akan membantu Papa menjaga Sam."


Wajah Nadlyn kini melihat ke arah Hellena, "Mi, makasih ya."


Hellena tersenyum, "Iya Nadlyn. Kamu tenang saja, Mami akan menjaga Samudra."


"Mom, aku akan ikut Kakek dan Nenek El, Kakek bilang mau mengajakku memancing." Ucap Samudra.


"Iya tapi Sam tidak boleh nakal ya." Kata Cean dan Samudra mengangguk.


Kini Nadlyn dan Cean masuk ke dalam kamar hotel yang sudah disiapkan untuk malam pengantin mereka. Nadlyn tampak gugp karena malam ini ia akan menunaikan kewajibannya untuk Cean.


"Cean.. Aku mandi duluan ya." Kata Nadlyn.


"Iya, Sayang." Jawab Cean.


Nadlyn menuju kamar mandi dan berendam di dalam bathtub yang sudah diberikan aromateraphy.


"Koq degdeg an ya." Kata Nadlyn sambil memegang dadanya.


Setelah merasa tubuhnya relax, Nadlyn membilas tubuhnya dengan shower, kemudian ia keluar dengan memakai bathtrub nya.


Cean melihat ke arah Nadlyn yang kini terlihat segar dan mendekatinya lalu memeluknya dengan mesra. "Hemm wangi banget, istri siapa sih ini." Kata Cean sambil mencium aroma tubuh Nadlyn di ceruk lehernya.


"Cean, bersih bersih dulu." Kata Nadlyn mendorong dada Cean.


"Ck, Cean Ceon Cean Ceon. Gak ada mesranya banget manggil suami tuh." Cean mencebik.


Nadlyn tertawa, "Menikah dengan sahabat sendiri, seumuran pula, ya pasti terbiasa manggil nama."


Cean menarik hidung mancung Nadlyn. "Awas ya."


"Udah sana bersih bersih dulu." Kata Nadlyn lagi.


Cean pun beralih ke kamar mandi, sementara Nadlyn ia membuka kopernya dan mengambil sesuatu dari sana. Sebuah lingerie berwarna nude. Nadlyn segera memakainya sebelum Cean selesai dari ritual bersih bersihnya.


Nadlyn menatap dirinya di depan kaca, "Haishh ini seperti wanita nakal." Gumam Nadlyn sambil melihat dirinya sendiri di pantulan cermin.

__ADS_1


"Tetapi aku harus melakukannya, Cean tidak boleh tergoda oleh wanita lain, aku harus menjadi istri yang bisa memenuhi hasrat suami agar Cean tidak macam macam di luar sana." Ucapnya lagi bermonolog.


Cean keluar dari kamar mandi dengan handuk melingkar di pinggangnya, hingga memperlihatkan dada dan perut Cean yang terlihat macho. Tangan cean memegang handuk kecil untuk mengeringkan rambutnya. Cean masih belum menyadari jika penampilan Nadlyn sangat menggoda dirinya.


Nadlyn menghampiri Cean dan mengambil handuk kecil di tangan Cean. "Sini aku bantu." Ucapnya dan Cean terpukau oleh penampilan Nadlyn.


"Sayang... Kamu..." Kata Cean menggantung kalimatnya. Cean bahkan hampir tidak bisa menelan salivanya sendiri.


Nadlyn berjinjit membantu Cean mengeringkan rambutnya.


"Jangan lihat aku seperti itu, aku malu." Kata Nadlyn dengan wajah yang sudah bersemu merah.


Cean merebut handuk kecil di tangan Nadlyn dan melemparnya ke sembarang arah. Kemudian Cean mengangkat tubuh Nadlyn ala bridal dan menidurkannya perlahan di atas ranjang pengantin mereka.


Cean menyelusuri wajah Nadlyn dengan jari jarinya, "Kamu cantik sekali, aku suka dengan kejutanmu." Ucapnya dengan suara berat menahan hasratnya.


"Kamu suka aku seperti ini?" Tanya Nadlyn.


"Suka sekali. Kamu harus seperti ini saat sedang berdua bersamaku. Hanya denganku."


Nadlyn mengangguk sebagai jawaban. Sementara Cean mulai mengikis jarak mendekatkan wajahnya ke wajah Nadlyn dan mencium bibirnya dengan lembut. Tangan nya mulai mengeksplore tubuh Nadlyn yang terlahan Cean lepaskan penutupnya satu demi satu.


"Ceann.. Akhhh." Nadlyn mendessyahh saat Cean menggigiti leher dan juga dadanya yang terlihat padat.


Nadlyn mengangguk. "Ini awal baru untuk rumah tangga kita?"


Cean mengangguk sambil merapihkan anak rambut Nadlyn dan menyelipkannya di belakang telinga Nadlyn. "Awal yang baru untuk rumah tangga kita." Cean mencium kembali bibir Nadlyn.


Nadlyn memberanikan diri membuka handuk Cean yang masih melingkar di pinggan Cean dan membuangnya asal. Terasa sesuaty yang mengeras berada di kedua pangkal intinya.


"Dia rindu rumahnya." Bisik Cean dengan suara berat.


"Aku gugup." Kata Nadlyn.


Tangan Cean meraba bagian inti Nadlyn dan memainkan jarinya disana. Membuat Nadlyn merasakan sesuatu akan meledak.


Cean pun menikmati saat melihat wajah sayu istrinya itu.


Ciuman Cean kini beralih kembali ke bagian dada yang mungkin akan menjadi tempat favoritnya. Puas bermain disana dan banyak meninggalkan jejak merah, Cean pun turun ke bagian perut Nadlyn dan ciuman itu seketika terhenti saat Cean berada di atas perut Nadlyn.


"Maafkan Daddy, Sam." Ucapnya lirih dan tak terdengar oleh Nadlyn.


Cean menyesali sikapnya di masa lalu yang tidak menemani tumbuh kembang Samudra selama di dalam kandungan Nadlyn dan malah memilih menjauh untuk menghindari dengan alasan tidak siap menjadi seorang ayah di usianya yang masih sangat muda.


Cean tidak melihat garis di perut Nadlyn, Cean yakin jika ternyata Nadlyn melahirkan Samudra dengan cara normal.

__ADS_1


Cean kembali mensejajarkan wajahnya dengan wajah Nadlyn. "Aku mulai ya." Ucapnya setelah yakin Nadlyn telah dapat pelepasan pertamanya saat Cean bermain di bawah sana.


Nadlyn mengangguk pasrah. Tangannya melingkar di leher Cean.


"Pelan ya, Cean. Aku takut." Ucap Nadlyn.


Meski bukan yang pertama untuk Nadlyn, dan Nadlyn pun sudah memiliki Samudra, namun rasa sakit masih terngiang di ingatannya.


Perlahan namun pasti, Cean mengarahkan pusakanya ke tempat yang ia sebut sebagai rumah, karena hanya bersama Nadlyn lah hasratnya bangkit seolah minta di tuntaskan.


"Akhh.." Pekik keduanya saat milik Cean sudah tertanam sempurna di dalam milik Nadlyn.


Mata mereka saling bersiatatap, dan Cean memulai memompa tubuh Nadlyn perlahan kamar itu di penuhi suara indah dari keduanya. Cean yang begitu ingin membuktikan kepada dirinya sendiri jika ternyata ia adalah pria normal dan bisa memuaskan pasangannya yang berstatus sebagai istrinya.


"Cean, terus Cean.."


Cean menyeringai dan semakin bersamangat saat melihat Nadlyn menikmati permainannya.


"Sebut namaku, sayang." Kata Cean terdengar lembut.


"Faster, Cean."


Cean mempercepat gerakannya sesuai yang Nadlyn minta.


"Akhh Cean, aku ingin..."


"Bersama, Sayang..."


Cean semakin mempercepat dan memperdalam gerakannya saat ingin menuntaskan hasratnya.


"Nadlyn, I love u so much." Erang Cean dan kata kata itu membuat Nadlyn merasa terbang tinggi.


Baginya ini seperti mimpi indah yang tidak akan pernah berakhir.


"Me too." Balas Nadlyn dengan nafas tersengal sengal.


Cean segera menggulingkan tubuhnya ke sebalh Nadkyn dan membawa Nakdyn ke dalam pelukannya sambil menutupi tubuh mereka dengan selimut. Tak henti hentinya Cean mencium puncak kepala Nadlyn. Cean merasakan begitu besar rasa cintanya pada wanita yang dulu menjadi sahabatnya, wanita yang telah rela melahirkan putranya, dan wanita yang memaafkannya untuk semua kesalahannya.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Part spesial Malam minggu dari Cean dan Nadlyn..


Ayo cari pasangan halalnya ya 🤭


Jangan lupa Like n Komentarnya ya 😉

__ADS_1


__ADS_2