
Pagi hari di dalam Villa bersar itu. Lova bangun pagi untuk sekedar berolahraga, namun ia melihat Nanda sang Oma tengah minum teh herbal sambil menikmati pemandangan laut di pagi hari. Lova menghampiri sang Oma dan berbincang hangat dengannya.
"Lov... Bagaimana dengan pekerjaanmu?" Tanya Nanda pada cucunya yang sudah beranjak dewasa itu.
"Baik, Oma." Jawab Lova.
"Oma dengar, kamu memutasi pegawai nakal yang selama ini tidak jujur?"
Lova mengangguk. "Aku memberinya dua pilihan, Oma. Mutasi atau mengundurkan diri secara terhormat."
Nanda tersenyum, ternyata Lova mewarisi sikap tegas seperti mendiang Ayahnya dulu, yaitu Aryo Darmawan, pendiri ARDA KARYA.
"Jangan bekerja terus, Lov. Ziv saja sudah menikah, kamu juga harus segera menikah." Nanda berusaha mengajak berbicara Lova karena Lova adalah wanita yang tertutup meski terlihat ceria dan Nanda memahami karakter Lova.
"Nanti saja, Oma. Aku masih ingin menjadi anaknya Daddy dan bermanja manja pada Daddy."
"Ya kamu benar. Oma juga pernah menyesal karena dulu di masa lalu, Oma menikah muda dan meninggalkan mendiang Papanya Oma." Nanda terlihat menerawang masa lalu. "Saat Oma di sakiti oleh mantan suami Oma, Mendiang Papa Oma lah yang memeluk Oma dan menguatkan Oma." Nanda tersenyum saat mengingat mendiang Aryo. "Dan cinta pertama seorang anak perempuan itu, adalah Ayahnya sendiri. Right?" Tanya Nanda dan Lova mengangguk.
"Oma benar, cinta pertamaku juga Daddy Cean." Balas Lova dan tersenyum.
"Dan sepertinya, Daddy mu akan sangat possesif sekali padamu jika ada pria yang mendekatimu." Nanda tertawa.
"Bukan hanya Daddy, Oma. Kak Sam juga seperti itu." Lova mencebik.
"Kak Sam memang cucu Oma yang sangat manis. Apa kamu lihat jika Kak Sam sekarang begitu bucin pada Zivana, Lov?"
Lova mengangguk cepat, "Iya, Oma. Aku juga tidak menyangka jika Kak Sam jadi seperti Opa." Lova tertawa.
Nanda menghela nafas, "Oma berharap, kamu juga akan bahagia bersama pria yang tepat, yang akan bucin sekali padamu hingga membuat kamu slalu dicintai setiap waktu."
Lova memeluk Nanda yang duduk di sebelahnya itu. "Oma, Oma harus sehat selalu agar bisa melihat aku bahagia ya, Oma."
Nanda mengusap lengan Lova yag tengah memeluknya itu. "Oma menyayangimu, Baby Love."
Sementara itu, Zivana kembali ke kamar Samudra karena sedari semalam suami bucinnya itu terus saja mengiriminya pesan untuk kembali ke kamar mereka namun Zivana mengabaikannya.
"Kak Sam masih tidur." Gumam Zivana saat masuk ke dalam kamar mereka.
Zivana melihat jam dan masih terlihat sangat pagi, bahkan sebagian orang masih tertidur di kamarnya masing masing. Hanya Nanda dan Lova yang sudah bangun dan mereka berbincang bersama sambil menikmati pemadangan laut pagi.
Zivana tersenyum usil, ia mengunci pintu dan segera menuju kamar mandi, membersihkan diri dengan cepat dan segera memakai lingeri seksinya yang lain.
Zivana menggelung rambutnya keatas hingga memperlihatkan lehernya yang jenjang dan bahunya yang terekspos, bahkan lingerinya sangat tipis juga pendek, dan membuat pahanya terbuka jelas.
Zivana berjalan ke arah Samudra yang tertidur tertelungkup, Zivana duduk di sisi tempat tidur dan tangannya terulur mengusap lembut kepala Samudra. "Dia tampan sekali." Gumam Zivana.
"Aku harus ekstra merawat diriku dan slalu memuaskannya agar dia tidak selingkuh." Gumama Zivana lagi.
__ADS_1
Samudra menggeliat lalu merubah posisinya menjadi terlentang dan masih terlihat lelap. Zivana tanpa berpikir panjang naik ke atas Samudra dan menciumi wajah Samudra bertubi tubi.
"Bangun tuan pelitku.." Zivana bahkan menjilatt pipi hingga bibir Samudra dan membuat Samudra terkesiap.
"Sweety...." Katanya dengan suara serak khas bangun tidur.
Zivana sengaja menempelkan bagian intinya ke bagian pusaka Samudra dan menggoyankan tubuhnya pelan.
"Ayo bangun, katanya mau coba gaya baru." Ucap Zivana sensual.
"Oh my God, Ziv... I like it." Samudra menggulingkan tubuh Zivana dan gantian. mengungkungnya.
"Ishh Kakak..sikat gigi dulu." Zivana menutup hidunya.
"Gak bau, Ziv."
"Tetap saja itu jorok, sikat gigi dulu." Zivana mendorong dada Samudra.
"Nanggung, Ziv, dia sudah turn on."
"Gak mau, minimal skiat gigi dulu biar aku nya juga bergairah, Kak." Zivana tersenyum semanis mungkin.
Samudra menghela nafasnya, "Susah sekali ingin bercinta denganmu." Umpatnya dan Zivana tertawa.
Samudra segera beranjak, ia membasuh wajah dan bersikat gigi, setelahnya Samudra meminum air mineral yang ada di meja dekat sofa dan segera kembali ke atas ranjang untuk kembali mengungkung Zivana yang telah menatapnya sedari tadi.
"Benar kata Mami, kamu itu manis sekali, Kak." Zivana menangkup pipi Samudra dan mencium bibirnya sekilas.
Tangan Zivana terulur menggusap dada bidang Samudra yang tidak tertutup pakaian, "Bagaimana jika aku memuaskan Kakak."
Samudra memejamkan matanya menahan hasrat yang sudah berada di ubun ubunnya.
"Ziv.."
Zivana mendorong pelan dada Samudra agar Samudra kembali terlentang.
"Aku masih penasaran ingin coba di atas."
Samudra tergelak, ia baru mengetahui jika Zivana mempunyai sisi liar yang membuat Samudra menyukainya.
"Kak..." Kini Zivana berada di atas Samudra dan mencium sensual wajah Samudra.
"Sayang.. Kamu luar biasa." Samudra dengan segera menarik ke atas lingerie yang digunakan oleh Zivana hingga kini jelas terpampang tubuh polos Zivana.
Zivana pun berusaha menurunkan boxer yang dipakai Samudra dan membuangnya secara asal.
Namun saat Zivana ingin duduk kembali di atas Samudra, Samudra malah menggulirkannya kembali dan menindihnya lagi. "Aku dulu, baru kamu."
__ADS_1
"Ish curang." Zivana tertawa.
Samudra segera meraup bibir Zivana dan pagi itu mereka kembali mengulang kegiatan panas mereka, sebagai pengantin baru membuat mereka seolah tidak cukup melakukannya satu kali.
"Akk.. Akhh..." Kini Zivana berada di atas Samudra dengan mencengkram erat kedua bahu Samudra.
"Ini enak sekali, Sweety." Racau Samudra sambil membantu Zivana bergerak di atas Samudra.
"Kakak suka?"
"Suka sekali, Sayang." Samudra menggigit gemas dagu Zivana.
Hingga Zivana merasa lelah dan Samudra segera merubah kembali posisinya.
"Sayang, aku percepat ya, semua pasti sudah akan bersiap akan sarapan." Kata Samudra dengan lembut.
"Tapi nanti lagi ya, Kak."
"Iya, Sayang. Tentu saja." Samudra mempercepat gerakannya dan membuat Zivana merasakan pelepasannya kembali.
"Bersama, Sayang." Kata Samudra sambil menghentakan dengan cepat hingga Samudra juga merasakan pelepasannya.
Nafas mereka saling memburu, Samudra merapihkan anak rambut Zivana yang terurai karena pergerakan liar mereka.
"Kak..."
"Hem..."
"I love you."
Samudra mencium sekilas bibir Zivana, "Love u too, Sweety."
"Mandikan aku, Kak."
Samudra tertawa, "Dengan senang hati." Kemudian Samudra mengangkat tubuh Zivana dan membawanya ke dalam kamar mandi.
Samudra dengan telaten memandikan Zivana, menyabuninya bahkan membilasnya kembali, Zivana benar benar di manjakan oleh Samudra dan Zivana merasa bahagia akan hal itu.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Namanya juga Bab edisi Honeymoon, isinya ya enak enak semua 😆
Jangan enek sama kelakuan Sam-Ziv ya.
Kencengin Like nya dan kasih sapaan di kolom komentar.
Terusin jangan nih enak enaknya? 😆
__ADS_1
Harusnya nanti di Season 3 udah bahas jodohnya Lova, tapi Sam-Ziv masih mau tampil karna senin kemarin banyak Readers yang udah kasih aku Vote.
Terimakasih untuk dukungannya 🥰🫰