Satu Malam Menjadi Ayah Muda

Satu Malam Menjadi Ayah Muda
BAB 109


__ADS_3

Zivana dan Samudra keluar dari kamarnya saat mendekati waktu sarapan, mereka bergandengan tangan mesra dan Samudra tersenyum begitu bahagia. Bagaimana tidak bahagia, pagi ini saja Samudra sudah mendapatkan jatahnya sebanyak dua kali, dan Zivana slalu saja bisa mengimbangi hasrat Samudra yang tengah memuncak itu.


"Pagi, Mom." Samudra mencium pipi Nadlyn kemudian beralih ke pipi Nanda sang Oma.


"Wajahmu berseri sekali, Sam." Ledek Nanda.


"Ya, karena sekarang aku memiliki bidadari pribadi, Oma." Jawab Samudra membuat wajah Zivana merona merah.


Nanda tersenyum, ia mengingat betul jika Samudra memang menuruni sifat Pras, Opa nya.


"Harusnya dari dulu saja kalian berjodoh, tidak perlu menunggu putrinya Ryu dan Keiina hingga kamu jadi telat menikah."


"Ya itu benar." Sahut Pras.


"Sudahlah, Mom jangan membicarakan masa lalu Samudra, tidak enak dengan Zivana." Kata Ocean menengahi.


"Tidak apa, Dad. Aku tidak apa apa koq, lagian kan itu hanya masa lalu, yang penting sekarang Kak Sam sangat mencintaiku." Bela Zivana.


"Hem kalian berdua itu so sweet sekali." Kata Nadlyn.


"By the way, dimana Baby Love?" Tanya Samudra yang melihat kursi Lova kosong.


"Lova tadi berpamitan pada bibi ke tempat gym."


"Diantar supir?"


"Tidak, Sam. Lova menyetir mobil sendiri. Lagi pula hanya ke tempat gym."


Samudra menganggukan kepalanya, meski ia merasa ada yang di tutupi oleh adiknya itu. Samudra akan lebih ekstra lagi memyuruh sang supir juga asistennya memantau terus kegiatan Lova diluar rumah dan diluar kantor.


**


Dirumah keluarga Wiguna, Kevin terbangun dan memijat pangkal hidungnya, ia masih merasakan pusing sisa dari ulahnya yang mabuk.


Audrey sang ibu masuk begitu saja ke dalam kamar Kevin untuk membawakan Kevin air jeruk hangat.


"Kamu sudah bangun, Kev?" Tanya Audrey dengan begitu lembut dan duduk di sisi tempat tidur Kevin.


"Sudah, Ma.." Kevin mengambil gelas air jeruk hangat dan meminumnya hingga tandas.


"Apa kamu sedang putus cinta hingga bermabuk mabukan seperti semalam?"


Kevin menatap wajah keibuan Audrey, sedari dulu Kevin memang lebih dekat dengan Audrey ketimbang dengan Kaisar, ayahnya. Berbeda dengan saudara kembarnya Kenzo dan Keysha yang lebih dekat dengan Kaisar.


"Tidak, Ma.."


"Jangan bohongi Mama, Kev. Ada apa?"


Kevin menunduk kemudian kembali menatap wajah Audrey. "Ma.. Didunia ini apa yang paling ingin Mama hindari?" Tanya Kevin hati hati.


"Hemm, apa ya?" Tanya Audrey seolah berpikir. "Mungkin Mama ingin menghindari jika suatu saat Mama bertemu dengan ibu kandung Mama."

__ADS_1


"Apa ibunya Mama orang yang jahat?" Tanya Kevin karena Kevin tidak pernah tau tentang hal ini.


Audrey balas menatap wajah sang putra. "Mama tidak tau, Kev. Hanya saja yang Mama tau, Ibu nya Mama adalah seorang perusak rumah tangga Kakekmu dulu. Membuat Mama lahir kedunia dan membuat Mama juga menutup diri Mama dari orang orang sekitar Kakekmu dulu."


"Apa termasuk menutup diri dari keluarga Oma Nanda, Ma?"


Audrey mengernyitkan dahinya. "Kamu mengenal Oma Nanda?"


Kevin diam, ia lupa jika Audrey tidak pernah menceritakan siapa wanita mantan istri Kakeknya itu.


"Jawab Mama Kev."


"Kev tau, Ma. Oma Nanda adalah mantan istri Kakek yang Kakek selingkuhi dengan wanita lain."


Audrey terkejut mendengar hal itu.


"Apa Mama juga menghindari Oma Nanda?" Tanya Kevin.


Audrey mengagguk, "Mama tidak ingin mengganggu ketenangan Oma Nanda. Oma Nanda adalah wanita yang baik, Mama hanya takut jika Oma Nanda melihat Mama ataupun anak anak Mama, membuat Oma Nanda teringat kelakukan jahat Kakekmu, Kev."


"Tapi perusahaan keluarga kita sudah bekerjasama dnegan perusahaan milik Uncle Cean, Ma.."


Audrey tambah terkejut mendengar hal itu. "Bagaimana bisa? Siapa yang mengajukannya? ARDA KARYA atau WG GRUP duluan?"


Kevin terdiam.


"Jawab Mama, Kev. Siapa yang mengajukannya duluan?"


Audrey menghela nafasnya. "Kenapa harus dengan ARDA KARYA, Kev?"


"Karna Uncle Cean masih kerabat kita juga kan. Ma? Uncle Cean adalah sepupu Uncle Ryu."


Audrey berdiri dari duduknya.


"Ma..." Panggil Kevin.


"Jangan membuat masalah, Kev. Jauhi ARDA KARYA."


"Kev mencintai Lova. Anak gadis Uncle Cean. Ma.."


Jeddarrr..


"Keviinn."


"Ma.. Maafkan Kev. Kev butuh restu Mama."


"Tidak, Kev. Kamu boleh menikah dengan wanita manapun tapi jangan cucu dari Oma Nanda. Mama tidak bisa berhadapan dengan Oma Nanda dan meminta cucu kesayangannya untuk mu. Cucu dari mantan suaminya Oma Nanda dulu."


"Bantu Kev, Ma."


Audrey menggelengkan kepalanya. "Jauhi dia, Kev. Kamu tidak pernah tau sekuat apa Mama menanggung dosa Kakekmu dan sekuat apa Mama menahan malu jika harus berhadapan dengan Oma Nanda."

__ADS_1


"Ma..."


"Kev, Mama akan memberikan isi seluruh dunia untukmu bahkan Mama rela jika menukarnya dengan nyawa Mama sekalipun. Tapi tidak dengan keluarga keturunan Oma Nanda. Tolong hargai keputusan Mama. Jika kamu masih tetap pada pendirianmu, bunuh saja Mama sekalian." Audrey mengeluarkan air matanya dan menangis.


Kevin segera berdiri dan memeluk sang Mama. "Maafkan Kev, Ma. Maafkan Kev. Tolong jangan menangis."


**


Menjelang siang, Lova kembali ke rumahnya, ia segera menghampiri Zivana yang tengah mengobrol santai bersama Nanda dan Nadlyn.


"Sudah pulang?" Tanya Nadlyn.


"Sudah Mom." Jawab Lova lalu mencium pipi Nadlyn, kemudian mencium pipi Nanda, dan duduk disebelah Zivana.


"Ishh olah raga gak ngajak ngajak aku." Cibir Zivana.


Lova tertawa, "Bukannya tiap pagi kamu selalu olah raga di ranjang bersama Kak Sam?" Ledek Lova membuat Zivana segera membekap mulut Lova.


"Baby Love, jaga bicaramu, Sayang." Kata Nadlyn dengan lembut.


"Love sepertinya harus segera dinikahkan, Nad." Sahut Nanda.


"Tidak Oma, aku hanya bercanda, aku hanya senang saja menggoda Zivana."


Samudra bergabung dan duduk di lengan sofa dengan merangkul bahu Zivana.


"Ishh, gak bisa apa sebentar aja Ziv biar ngobrol sama aku." Cibir Lova yang melihat kebucinan Samudra pada Zivana.


"Biarin, kamu iri saja." Balas Samudra.


Lova memutar malas bola matanya sementara Nanda dan Nadlyn tersenyum.


"Masih siang, Kak. Jangan ajak Ziv ke kamar dulu."


Samudra tersenyum. "Tau aja sih Baby Love pikiran Kakak."


"Sudah pasti tau, karena akal sehat dan logika orang yang lagi bucin akan hilang begitu saja jika sedang bucin."


"Lova betul sekali." Sahut Nanda. "Oma melihat Samudra sama seperti melihat Opa saat masih masih muda dulu."


"Ya, karena Opa begitu mencintai Oma." Sahut Pras yang berjalan ke tempat istri, menantu dan cucu nya berkumpul. "Pria jika begitu mencintai wanita, akan melakukan hal apapun."


"Benarkan seperti itu Opa?" Tanya Lova yang ingin tau masa muda kedua Oma dan Opa nya itu.


"Tentu saja. Jadi pria itu harus penuh perjuangan."


"Bagaimana jika tidak direstui dari kedua keluarga Opa? Apa Opa akan tetap berjuang?" Tanya Lova yang membuat semua mata tertuju pada Lova.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Ada yang kangen Sam-Ziv?

__ADS_1


Bab satunya lagi aku kasih bab enak enak dari Sam-Ziv kalo komentarnya rame, yang like banyak, ada yang kasih hadiah dan juga Vote 😁


__ADS_2