Satu Malam Menjadi Ayah Muda

Satu Malam Menjadi Ayah Muda
BAB 118


__ADS_3

Disinilah mereka berada, di dalam ruangan Presdir, yaitu di ruangan Ocean. Cean memerintahkan Damar, asistennya untuk memanggil Lova juga Samudra. Bahkan Axelle juga ikut karena Kevin dengan percaya dirinya meyakini jika Lova akan memilihnya sehingga mau tak mau Axelle harus mundur, begitulah dalam pikiran Kevin.


Samudra dan Zivana datang karena merasa khawatir pada Lova, sementara Lova masih belum datang.


"Ada apa ini, Dad?" Tanya Samudra saat melihat keberadaan Kevin, Kenzo dan juga Axelle di dalam ruangan Cean.


Namun Cean hanya memilih diam hingga Lova datang ke dalam ruangan Cean.


Lova langsung mendekat ke arah Axelle dan bertanya dengan suara berbisik, "Ada apa?"


Axelle menjawab nya dengan senyumnya yang begitu menenangkan, "Tidak ada apa apa, hanya salah paham."


Melihat hal itu, dada Kevin bergemuruh, ia tidak menyukai sifat lembut Axelle pada Lova.


Lova menghampiri Cean dan duduk di sebelah Cean. "Ada apa, Dad?" Tanya Lova.


"Lov, Daddy tidak sengaja melihat keributan di parkiran tadi, Kevin ingin memukul Axelle dan mengancam Axelle untuk tidak mendekatimu." Kata Cean memulai cerita.


Lova diam dan menunggu cerita dari Cean selanjutnya.


"Kevin bilang pada Daddy jika Kevin mencintaimu." Kata Cean dan Lova masih belum bereaksi.


"Daddy ingin bertanya padamu, apa kamu juga mencintai Kevin?" Tanya Cean langsung.


Lova yang sedari tadi menunduk kemudian mengangkat kepalanya. Ia melihat ke arah Axelle dengan wajah tenang dan juga melihat ke arah Kevin dengan wajah tegang.


"Dad.." Panggil Lova. "Aku memang pernah mencintai Kak Kevin." Ucap Lova dengan tatapan mata menatap mata Cean. "Tapi rasa cinta itu harus aku akhiri karena dua keluarga yang tidak mungkin pernah bersatu." Kata Lova lagi.


"Kamu tidak boleh menyerah begitu saja, Lov. Kita masih bisa memperjuangkannya." Sahut Kevin yang tidak terima dengan jawaban Lova.


Lova menatap wajah Kevin. "Kak Kev, maaf. Tapi aku sudah terlanjur kecewa karena di saat Kak Kev dulu tau aku menyukai Kakak, Kakak malah menyatakan cinta pada wanita lain."


"Semua itu aku lakukan agar kamu menjauh dariku, Lov."


"Dan aku sudah menjauh, Kak. Aku juga ingin menurut pada orang tuaku, mereka tau yang terbaik untukku."


"Tidak, kita masih bisa berjuang Lov. Berjuang untuk menggapai restu."


"Maaf Kak Kev. Karena aku sudah tidak ingin lagi berjuang. Dan...." Lova menggantung kalimatnya kemudian menatap ke arah wajah Axelle. "Aku sudah menerima Kak Axelle di hidupku, dan kami menjalani hubingan kami dengan serius."


"TIDAK MUNGKIN!" Sentak Kevin.

__ADS_1


"Kevin, kendalikan dirimu." Kenzo menahan Kevin saat Kevin ingin mendekat ke arah Lova.


Samudra pun mendekat ke arah Lova, "Kamu serius?" Tanya Samudra karena tidak ingin adiknya mengambil keputusan yang salah.


Lova menatap mata Samudra, "Aku serius, Kak. Apa Kakak merestuiku?"


Samudra menoleh ke arah Zivana dan Zivana menganggukan kepalanya samar. Kemudian Samudra menatap kembali mata Lova. "Kakak hanya tidak ingin kamu menyesalinya."


Lova tersenyum, "Kakak bisa percaya padaku."


"Kevin..." Cean memanggil nama Kevin. "Uncle mohon Kevin, jangan merusak hubungan dua keluarga antara keluarga Uncle dengan Mamamu yang sudah berjalan dengan baik. Mamamu sudah banyak tertekan karena rasa bersalahnya di masa lalu, jangan menyakitinya lagi, Kevin." Pinta Cean membuat amarah Kevin sedikit mereda.


Kenzo mengajak Kevin untuk pulang, urusan pekerjaan kerjasama dengan ARDA KARYA terpaksa di tunda karena ulah Kevin sendiri.


Cean melihat ke arah Axelle yang sedari tadi bersikap tenang, Axelle memang mewarisi sifat dari Fazel, sang ayah. Begitu tenang dan tidak banyak bicara kecuali dengan pawangnya.


"Axelle..." Panggil Cean dan Axelle menatap wajah Cean yang duduk di sebrangnya. "Maafkan kejadian tadi." Kata Cean tidak enak, mengingat jika Axelle adalah cucu dari dokter Sasha yang begitu Cean hormati.


"Tidak apa, Uncle." Jawab Axelle begitu santun.


"Jadi sekarang kalian memiliki hubungan?" Tanya Cean mulai tertarik dengan kejujuran Lova dan Axelle.


Cean melihat ke arah Lova yang duduk di sampingnya, "Sudah yakini hatimu, Lov?" Tanya Cean. "Daddy tidak ingin kamu menyakiti dirimu sendiri dan juga Axelle."


"Aku sudah memikirkan ini baik baik, Dad. Aku merasa nyaman di dekat Kak Axelle, dan aku yakin hubunganku dengan Kak Axelle berjalan dengan baik." Jawab Lova dengan yakin.


"Iya, Uncle.. Meski di hati Lova belum ada cinta, tapi aku yakin dengan memberi banyak cinta pada Lova, lambat laun akan membuat Lova mencintaiku juga." Sahut Axelle. "Jadi kami mohon, restui kami Ucle, Kak Sam."


Mendengar hal itu, Lova begitu terharu, Axelle meskipun bersikap tenang dan santai namun ternyata begitu gentle dan Lova menyukai hal itu.


"Ya, Uncle menerimamu. Uncle harap hubungan kalian lancar kedepannya." Ucap Cean yang tidak dapat berkata kata lagi. Siapa yang tidak ingin berbesan dengan keluarga Rivano, keluarga yang memmiliki budi pekerti dari hasil didikan dokter Sasha yang Cean kagumi. Cean meyakini jika Lova masuk ke dalam keluarga Rivano, Lova akan begitu di terima dan di sayangi oleh keluarga dari Axelle.


"Lov, untuk hari ini, jam kerjamu sudahi sampai disini, terserah kamu mau pulang atau berkencan dengan Axelle." Kata Samudra pada Lova.


"Aku juga pulang ya Kak." Sahut Zivana.


"Tidak Bee, kamu tetap disini." Kata Samudra dengan lembut tetapi Zivana mengerucutkan bibirnya.


Lova akhirnya permisi untuk kembali ke ruangannya dulu dan di ikuti oleh Axelle.


"Sini tas nya aku bawakan." Kata Axelle saat melihat Lova membawa tas jinjing laptop dan juga tas pribadi miliknya.

__ADS_1


"Terimakasih, Kak." Ucap Lova dan Axelle hanya tersenyum.


Mereka berjalan bersama menuju parkiran mobil, "Kita kemana?" Tanya Lova.


"Maunya kemana?"


Lova tampak berpikir kemudian menggelengkan kepalanya. "Tidak ada tujuan."


Axelle dan Lova sama sama tertawa.


Sementara itu Kevin membanting semua barang barang yang berada di atas meja kerjanya.


"Kev, hentikan." Kata Kenzo.


"Aku kalah, Ken."


"Cinta bukan berarti kalah dan menang, Kev."


"Kenapa kita harus mempunyai Kakek yang bejat, Ken? Membuat seluruh keturunannya terlihat jelek dimata semua orang." Ucap Kevin berteriak.


"Kev... Tidak kah kau berpikir. Karena kebejatan Kakek, Mama terlahir ke dunia ini dan bertemu Papa lalu melahirkan kita?" Kata Kenzo mencoba membuka pikiran Kevin.


Kevin menggusar rambutnya dan menopang kepala dengan kedua tangannya, "Aku mencintainya, Ken."


"Lepaskan Kev. Takdir kita bersama keluarga Lova hanya sebatas berkerabat. Masih untung keluarga Lova tidak pernah menyalahkan Mama atas kelakukanya Kakek."


Kevin hanya terdiam, di hatinya yang terdalam ia belum bisa melepas Lova apa lagi jika harus menerima kekalahannya. Kevin cukup berambisius, sebagai anak yang paling di tuakan, Kevin selalu merasa jika apa yang di maunya haruslah ia dapat.


Seegois itukah Kevin?


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Please aku minta bantuan Votenya mumpung senin ya. Novel ini akan tamat di hari Rabu, jadi ini senin terakhir novel ini. Bantu Vote ya karena Novel ku ini sedang ikut Lomba.


Yang tidak bisa kasih Vote bantu Like dan hadiah, bantu juga ramein komentar biar Novelku naik.


Kalau Vote ku naik drastis seperti senin di minggu lalu, aku akan Up 1 bab lagi hari ini.


Kamis ini aku akan rilis novel baru setelah Novel ini Tamat di hari rabu.


Terimakasih Raeders 🤗

__ADS_1


__ADS_2