
Hellena tengah melihat laporan yang diberikan detektif kepercayaannya. Sebuah laporan yang melaporkan perjalanan Robi dari saat dirinya meninggalkan Robi dan memilih menikah dengan seorang duda yang kaya raya.
"Jadi Mas Robi menikah dengan wanita yang di jodohkan oleh Kakaknya setelah enam bulan aku meninggalkannya?" Gumam Hellena. "Dan istrinya meninggal saat anak mereka berusia dua tahun, Mas Robi memilih tidak menikah lagi dan fokus pada pekerjaan dan putrinya." Imbuhnya lagi.
"Berarti Dirga dan wanita itu hanya berselisih sekitar tujuh atau delapan bulan. Dan mereka....." Hellen tidak meneruskan kembali perkataannya dan menutup mulutnya sendiri.
**
Sepulangnya Dirga dan Yuri, Samudra tengah terlelap dengan posisi kepala di pangkuan Nadlyn, sementara Cean duduk di kursi roda di dekat sofa di ruang keluarga.
"Apa kakimu bisa di sembuhkan?" Tanya Nadlyn pada Cean memecah keheningan.
Cean mengangguk, "Bisa jika aku rutin mengikuti teraphy. Tapi kemungkinannya hanya 50:50." Balas Cean.
"Apa kau rajin ikut teraphy?"
Cean mengangguk, "Aku mengikuti teraphy sesuai jadwalku."
"Nad..." Panggil Cean dan Nadlyn menatap wajah Cean.
"Kenapa tidak menandatangani surat hak otoritas perusahaan?" Tanya Cean.
"Untuk apa? Kamu masih hidup, untuk apa memberikan warisan pada Samudra, lagi pula bukankah kamu tidak mengakui Samudra sebagai putramu." Kata Nadlyn dengan sedikit berani.
Cean terdiam, namun ia segera berbicara kembali. "Tidak adakah kesempatan untukku memperbaiki semuanya?"
"Dengan cara memberikan warisan pada Samudra?" Tanya Nadlyn menyelidik. "Samudra tidak membutuhkan itu." Tekan Nadlyn.
"Aku ingin memperbaiki semuanya, apakah kamu akan memberiku kesempatan?" Tanya Cean membuat Nadlyn mengernyitkan dahinya.
"Kesempatan yang mana? Kesempatan untuk menjadi Daddy nya Samudra? Kalau iya, bukankah berapa hari ini kamu dan Samudra sudah saling dekat? Tapi kamu sendiri kan yang belum mengatakan pada Samudra jika kamu adalah Daddy nya." Balas Nadlyn.
Cean tertunduk. "Aku tidak percaya diri."
"Lalu untuk apa meminta kesempatan?" Tanya Nadlyn.
"Aku ingin sembuh dulu, Nad. Kemudian mengatakan pada Samudra jika aku adalah Daddynya."
"Ck kelamaan." Cibir Nadlyn. "Jangan salahkan aku jika aku memberi Daddy pengganti untuk Samudra." Kata Nadlyn yang membuat Cean membolakan kedua matanya.
"Kamu akan menikah lagi?" Tanya Cean tak percaya.
__ADS_1
"Bisa saja, kan?" Balas Nadlyn. "Aku wanita bebas dan tidak terikat dengan pernikahan."
Cean hanya diam sambil mengepalkan tangannya demi meredam emosinya, mendengar Nadlyn mengatakan bisa saja menikah lagi membuat Cean tersulut emosi namun sekuat tenaga meredamnya.
"Apa kamu sedang dekat dengan pria?" Tanya Cean seolah tak rela.
"Aku dekat dengan banyak pria, rata rata rekan kerjaku juga banyaknya pria, lagi pula aku juga dekat dengan Dirga." Jawab Nadlyn.
"Dirga sudah bertunangan, tidak mungkin menikah denganmu."
Nadlyn mengerdikan bahunya, "Siapa tau?" Ucapnya dengan cuek. "Kamu kan tidak tau jila Dirga bahkan rela melepas kekayaannya demi untuk menikah denganku meski kami harus memulainya dari nol."
Cean tak percaya jika Nadlyn bicara seperti itu.
"Kamu tega menyakiti tunangan Dirga?" Selidik Cean.
"Nanti juga lama lama Yuri move on. Lagian mereka juga masih tahap saling mengenal, jika tidak cocok tidak akan diteruskan."
Cean menatap tajam Nadlyn. "Kamu belajar tega dari mana?"
"Tentu saja dari pengalaman hidup."
Cean diam seketika.
"Maaf...." Kata Cean dengan lirih namun dapat terdengar oleh Nadlyn. "Maaf jika aku dulu begitu menyakitimu." Ucapnya lagi.
Kini giliran Nadlyn yang diam saat mendengar ucapan maaf dari diri Cean.
Kini mereka sama sama diam tanpa ada satupun yang berbicara, hingga Cean menggerakan kursi rodanya untuk mundur dan berbalik untuk meninggalkan Nadlyn di ruang keluarga.
"Cean..." Panggil Nadlyn yang membuat Cean menghentikan kursi rodanya.
"Sejauh mana hubunganmu dengan Rena?" Tanyanya tanpa melihat ke arah Cean.
Cean menoleh ke arah Nadlyn, dari mana Nadlyn bisa mengetahui hubungannya dengan Rena selama ini, pikirnya.
"Rena sudah kembali, aku tidak sengaja bertemu dengannya dan dia mengatakan jika selama di London kalian tinggal bersama." Kata Nadlyn seolah membaca pikiran Cean.
"Rena kembali?" Tanya Cean tak percaya.
"Jadi selama ini kalian tinggal bersama?" Tanya Nadlyn dengan hati yang bergemuruh.
__ADS_1
Cean terdiam, ia merasa kecolongan karena tenyata Rena sudah kembali dan bahkan menceritakannya pada Nadlyn tentang mereka yang tinggal bersama meski Cean tidak permah menyentuh Rena sekalipun.
"Cean, aku kira dengan perginya kamu ke London, itu bisa membuatmu berpikir dan pada akhirnya menerima pernikahan kita juga Samudra dalam hidupmu. Ternyata yang selama ini aku pikirkan salah." Nadlyn berkata setegar mungkin. Rasa lelah di hatinya sudah membuatnya menjadi wanita yang kuat meski kenyataannya Nadlyn masih sedikit rapuh.
"Nad...."
"Kamu meninggalkan aku dan Samudra, tidak pernah memberi kabar bahkan menanyakan kabar kami sekalipun. Ternyata kamu bersenang senang bersama Rena di London, kamu tidak berpikir jika ada seorang anak kecil yang menunggu kepulangan Daddy nya, berharap ada seorang pria yang mengatakannya jika dia adalah Daddy nya dan memberikan keluarga yang utuh pada Samudra." Nadlyn bicara seolah mengeluarkan isi hatinya.
"Kamu jahat, Cean. Kamu jahat." Lirih Nadlyn.
"Aku berharap selamanya kamu tidak pernah mengakui siapa dirimu di depan Samudra. Aku berhafap selamanya Samudra hanya menganggapmu orang asing yang Samudra panggil Uncle."
"Nad, aku bisa jelaskan semuanya." Kata Cean mencoba mencairkan suasana panas ini.
"Tidak perlu, Rena sudah mengatakan semuanya padaku."
"Aku tidak ada hubungan apa apa dengan Rena."
Nadlyn tersenyum mengejek. "Tidak ada hubungan tetapi tinggal bersama." Nadlyn menghela nafasnya sejenak. "Bagaimana bisa dua orang dewasa berlawan jenis bisa tinggal bersama tanpa sebuah status sementara pria dan wanita yang mempunyai status jelas malah tidak tinggal bersama."
"Aku tidak pernah menyentuhnya sama sekali, Nad." Kata Cean pada akhirnya.
"Yakin tidak menyentuhnya?" Tanya Nadlyn.
Cean mengangguk, "Meski Rena melemparkan tubuhnya ke hadapanku, aku tidak pernah menyentuhnya."
Nadlyn tertawa, "Lebih baik kamu cari Rena dan temui dia."
"Aku sudah tidak ada urusan lagi dengannya!!"
"Benarkah? Tapi sepertinya akan ada urusanmu yang panjang dengannya. Dan aku hanya ingin bilang padamu, jangan pernah mengaku Daddy pada Samudra jika urusanmu dengan Rena belum selesai." Kata Nadlyn dengan penuh penekanan.
"Apa maksudnya, Nad?"
Nadlyn enggan menjawabnya. Tadinya ia tidak akan mengatakan jika beberapa waktu lalu dirinya bertemu dengan Rena. Hanya saja Nadlyn tidak ingin membuat Samudra nantinya kecewa jika mengetahui bahwa Cean adalah Daddy nya tetapi Samudra harus menerima jika Cean dan Nadlyn tidak bisa bersama kembali bahkan harus bisa menerima kahadiran Rena di sisi Cean. Sungguh Nadyn tidak ingin Samudra ikut terluka seperti dirinya.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Note:
Novel ini sebelumnya berjudul "Ocean Samudra" dan aku mendapatkan saran dari editor untuk berganti judul menjadi "Satu Malam Menjadi Ayah Muda"
__ADS_1
Menurut kalian bagus gak?
Doakan semoga Novel ini banyak pembaca dan juga banyak yang memberi dukungan Like, komentar, hadiah dan Vote juga ya.