Satu Malam Menjadi Ayah Muda

Satu Malam Menjadi Ayah Muda
BAB 66


__ADS_3

Nadlyn asik berbincang dengan Yuri, hingga suara Samudra memanggil namanya.


"Mommy....." Samudra berlari ke arah Nadlyn dan memeluknya.


Tak lama kemudian Cean juga menghampiri meja Nadlyn dan mencium puncak kepalanya.


"Terimakasih sudah menjemput Sam, Hubby.." Ucap Nadlyn pada Cean dan Cean membalasnya dengan tersenyum.


Cean melihat ke arah Yuri, "Hai Yuri, apa kabarmu?" Tanya Cean sambil duduk disebelah Nadlyn.


"Baik, Kak."


"Mami, dimana Papi?" Tanya Samudra.


"Papi sedang bekerja, Sayang." Jawab Yuri dengan gemas pada Samudra yang duduk di depannya.


"Itu Papiii." Teriak Samudra saat melihat Dirga datang dengan tergesa gesa.


Yuri mengernyitkan dahinya dan melihat ke arah yang di tuju oleh Samudra, sementara Cean dan Nadlyn hanya saling melirik dan tersenyum.


"Mana ponselmu?" Tanya Dirga dengan wajah yang panik, bahkan Dirga sudah melonggarkan dasinya seolah agar bisa bernafas lega.


Yuri menyerahkan ponselnya pada Dirga.


"Pi, Papi tidak menyapaku." Samudra mencebik kesal karena Dirga terlihat mengacuhkannya.


Dirga baru tersadar jika Yuri bersama Nadlyn dan juga ada Cean dan Samudra.


"Hai, Boy. Maafkan Papi. Bagaimana sekolahmu?" Tanya Dirga yang kini duduk di sebelah Yuri dan tidak jadi melihat ponsel Yuri.


"Kenapa Papi terlihat lelah?" Tanya Samudra.


Dirga menghela nafas. "Tidak apa apa." Jawab Dirga.


"Sayang, bermainlah dulu disana." Kata Cean pada Samudra sambil menunjukan arena bermain yang terdapat Lego di pojokan cafe.


Samudra mengangguk patuh dan menuju arena bermain.


"Rena membuat ulah, Right?" Tanya Cean pada Dirga.


Dirga mengangguk.


"Rena juga mengirimkan foto yang sama pada Nadlyn, tapi Nadlyn mengacuhkannya." Ucap Cean.


"Kak Nadlyn tidak marah?" Tanya Yuri.


"Untuk apa? Aku tau foto itu rekayasa, atau Meskipun jika foto itu benar juga aku tidak akan marah, karena foto itu terjadi jauh sebelum aku dan Cean memutuskan untuk memperbaiki diri bersama." Jawab Nadlyn sambil melirik ke arah Cean yang berada di sampingnya.


"Thankyou Honey." Ucap Cean sambil mengecup sekilas bibir Nadlyn.


"Jangan terkecoh dengan Rena, dia hanya iri pada yang kita sudah bahagia. Terlebih foto itu adalah editan." Ucap Nadlyn dengan bijak.


Dirga tersenyum mendengar apa kata Nadlyn. "Thanks Nad."


"Sepertinya kamu sekarang sangat bucin pada Yuri." Ledek Cean.

__ADS_1


"Tentu saja, dia calon istriku." Jawab Dirga sambil menarik pinggang Yuri agar menempel pada dirinya.


"Hmm so sweet sekali sihh." kata Nadlyn sambil menopang dagunya dan membuat wajah Yuri merona.


**


Akhirnya pesta pernikahan Dirga dan Yuri pun di gelar dengan sangat mewah. Dirga terus saja memuji kecantikan Yuri yang kini berstatus sebagai istrinya.


Hellena dan Robi yang mendampingi Dirga pun bahagia melihat putra mereka akhirnya menyadari perasaannya. Begitupun dengan Hermawan yang merasa berdosa pada Yuri karena hingga kini belum melegalkan status Yuri sebagai putrinya.


"Kak, terimakasih." Ucap Yuri pada Dirga.


"Untuk?"


"Karena Kakak menikahiku dan menyelamatkan hidupku."


Dirga mengangguk, "Kalau begitu kamu harus mengabdikan dirimu seumur hidupmu. Jangan pernah berani beraninya meninggalkanku dan lahirkan anak anak yang lucu, tampan dan cantik untukku."


Yuri mengangguk. "Iya Kak." Jawabnya menurut.


"Istriku yang pintar." Kata Dirga sambil menoel hidung mancung Yuri.


Nadlyn merasakan tubuhnya yang sedikit berkeringat, wajahnya pun terlihat pucat. Namun Nadlyn enggan meninggalkan acara pernikahan Dirga dan Yuri untuk menghormatinya.


"Sayang, kamu gak apa apa?" Tanya Cean melihat wajah Nadlyn yang sedikit berkeringat.


"Cean, aku mual banget, perutku tidak enak." Ucap Nadlyn.


"Apa karna semalam?" Tanya Cean yang mengingat semalam Cean dan Nadlyn lama bermain di dalam kamar mandi.


Hingga pulang ke rumah, Pras melihat Nadlyn dengan wajah pucat.


"Nad, biar Daddy memeriksamu." Kata Pras.


"Gak usah Dad, Aku hanya masuk angin." Jawab Nadlyn.


"Tidak Sayang, kamu memang harus di periksa Daddy, bahkan tadi pagi kamu mual mual kan." Sabut Nanda yang juga mencurigai sesuatu.


Nadlyn pun mengikuti kemauan ke dua mertuanya, karena Nadlyn pun membutuhkan obat yang tepat untuknya, entah obat masuk angin atau asam lambung. Cean pun menemani setelah memindahkan Samudra ke kamarnya karena tertidur.


Pras memeriksa Nadlyn dan sedikit menyungingkan senyum. Kemudian Pras membuka stetoskopnya.


"Apa ada yang serius, Dad?" Tanya Cean sedikit cemas.


"Kalian besok datanglah ke rumah sakit, prediksi Daddy, Nadlyn sedang mengandung kembali. Namun besok dipastikan lagi dengan USG." Kata Pras dengan tersenyum.


"Aku hamil, Dad?"


Pras mengangguk, "Daddy yakin itu, tapi besok tetap harus di cek melalui USG."


"Kapan terakhir kamu datang bulan, Nad?" Tanya Nanda.


"Dua minggu sebelum resepsi pernikahan kami, Mom." Bukan Nadlyn yang menjawab melainkan Cean yang menjawabnya.


"Hapal sekali kamu." Ledek Nanda.

__ADS_1


Cean hanya nyengir, "Karna waktu itu aku gagal mendapatkan jatahku, Mom. Dan dilanjut setelah resepsi pernikahan." jawabnya sedikit absurd dan tentu saja Nadlyn yang mendengarnya pun merasa malu.


Namun tidak dengan Pras, sebagai dokter Obgyn, Pras sudah terbiasa dnegan obrolan seperti ini. "Berarti saat pembuahan, kamu sedang di masa subur, Nad. Dan inilah maha karya Cean yang kedua." katanya dengan cuek.


Nadlyn menggeleng gelengkan kepalanya karena malu. Jika ada kata like father like son, itulah gambaran Pras dan Cean.


Cean memeluk Nadlyn. "Terimakasih, aku akan menebus kesalahanku di masa lalu dan terus mendampingimu di masa kehamilan ini."


"Dan kau, Cean." Kata Pras yang membuat Cean melerai pelukannya lalu melihat ke arah Pras. "Kehamilan Nadlyn masih sangat rentan, jangan terlalu sering meminta jatah pada Nadlyn, pikirkan juga adiknya Samudra."


Samudra hanya menggaruk keningnya yang tidak gatal itu.


Kini, Cean dan Nadlyn berada di kamar mereka. Cean tak henti hentinya mencium wajah Nadlyn.


"Habby, aku ganti baju dulu." Kata Nadlyn yang merasa risih dengan Cean yang terus saja menciuminya terus.


"Sini aku gantikan, kamu cukup duduk aja." Jawab Cean sambil membuka gaun Nadlyn.


"Aku mau bersihin muka dan pipis juga."


Cean mengambil kapas dan pembersih wajah lalu dengan telaten Cean mebersihkan wajah Nadlyn.


Nadlyn tertawa melihat hal itu, "Kamu lebay." Ucapnya geli.


"Biarin, pokoknya selama kamu hamil, aku akan terus melayani mu." Jawab Cean.


Nadlyn melingkarkan tangannya di pinggang Cean. "Makin cinta aku tuh."


Cean yang mendengarnya pun merasakan kehangatan yang slalu Nadlyn berikan. "Terimakasih, Honey."


Cean mengangkat tubuh Nadlyn ke dalam kamar mandi untuk membersihkan sisa make up dengan air. Cean pun terus membantunya padahal dirinya sendiri belum mengganti pakaiannya.


"Cean aku bisa sendiri."


"Biar aku aja sih." Kata Cean keras kepala.


"Aku akan menjadi Daddy lagi, Honey." Kata Cean saat membantu Nadlyn mengelap tubuhnya.


"Kamu bahagia?"


Cean mengangguk. "Aku bahagia. Aku akan menebus semuanya."


"Apa Samudra akan bahagia mendengar hal ini?" Tanya Nadlyn.


Cean mengangguk. "Aku rasa iya."


Nadlyn pun mengusap perutnya yang masih rata, semoga dengan adanya bayi di dalam kandungan Nadlyn, membuat rumah tangganya semakin harmonis. Terlebih kini mereka akan memiliki anak dengan usia yang sudah cukup matang.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Next Malam panjang nya Dirga Yuri, Spill jangan?


Semoga lulus review ya, pasti agak lama terbitnya 😅


Cobalah kasih dukungannya dulu 😄

__ADS_1


__ADS_2