
Keesokan harinya, Zivana dan Lova turun bersama untuk sarapan bersama Nadlyn dan Cean. Tak lama dari itu, Samudra pun turun dan terlihat tidak bersemangat.
"Pagi Mom." Samudra mencium pipi Nadlyn.
"Pagi, Sam." Balas Nadlyn. "Kamu tidak tidur semalam? Terlihat sekali lingkar matamu menghitam."
Zivana segera melihat ke arah Samudra dan memang terlihat sekali Samudra begitu tidak bersemangat.
"Aku memeriksa beberapa pekerjaan, Mom. Jadi kurang tidur." Jawab Samudra beralasan.
Zivana mengambilkan nasi goreng untuk Samudra namun Samudra menolaknya. "Aku sedang tidak ingin sarapan, Ziv."
"Tapi Kakak harus sarapan." Kata Zivana. "Aku oleskan roti saja ya." Kata Zivana lagi dan Samudra mengangguk.
Zivana megoleskan roti dan memberikannya pada Samudra. "Terimakasih." Ucap Samudra sambil tersenyum tipis.
Seperti biasa, Zivana berangkat bersama Samudra dan di perjalanan mereka hanya saling diam saja dan tidak ada yang memulai pembicaraan.
Hingga mereka tiba di kantor dan mereka masuk ke dalam ruangan mereka masing masing. Samudra menghela nafas beratnya saat duduk di kursi kebesarannya, ia memijat pelipisnya yang terasa pusing dibagian kepalanya.
"Zivana..." Gumam Samudra kembali.
Tokk tokk tokk..
"Masuk."
Jimmy masuk dan memberitahu jadwal Samudra.
"Siapa yang mewakili WG grup datang untuk meeting dengan kita?" Tanya Samudra.
"Tuan Kevin dan Tuan Kenzo."
"Kakak beradik datang sekaligus?" Tanya Samudra dengan heran.
"Iya Tuan, kebetulan Tuan Kenzo baru masuk kembali ke perusahaan dan mempelajari perusahaan bersama saudara kembarnya, Tuan Kevin."
Samudra mengangguk. "Baiklah. Ajak Zivana juga untuk ikut meeting, aku sedang tidak fokus pada berkas berkas, biarkan Zivana yang menyiapkan berkas berkasnya."
"Baik Tuan."
Menjelang siang, Kevin dan Kenzo sudah berada di gedung ARDA KARYA, pemimpin perusahaan WG Grup itu terlihat begitu mempesona. Meski mereka kembar, namun mereka tidak identik dan mempunyai pesonanya masing masing. Kevin yang begitu cool, sementara Kenzo yang menebar pesona mempunyai ciri khas nya masing masing. Namun di dunia bisnis, mereka begitu disegani meski mereka masih sangat muda. Itu semua berkat didikan Kaisar, sang ayah.
Jimmy menyambut dan mengantarkannya ke ruangan rapat. Tidak lama dari itu, Samudra dan Zivana juga memasuki ruangan itu.
Mereka memulai rapat setelah sedikit berbasa basi. Baik Samudra dan Kevin memang tidak suka berbasa basi jika sedang berbisnis, karena itu mereka sekedar menyapa kabar dan langsung masuk ke dalam bahasan inti.
Namun Samudra terlihat tidak konsentrasi saat melihat Kenzo terus menatap ke arah Zivana, membuat dada Samudra bergemuruh dan ingin cepat cepat mengakhiri meeting nya.
"Baiklah, Tuan Kevin, saya akan mempelajari proposal kerjasama ini dan mempertimbangkannya bersama ayah saya." Kata Samudra sambil mengulurkan tangannya seraya berjabat tangan dan Kevin menyambutnya.
"Tidak ingin memelukku?" Suara Kenzo mengalihka perhatian.. Pertanyaan Kenzo di tunjukan pada Zivana.
__ADS_1
Zivana menonjok pelan bahu Kenzo, "Ish nyebelin."
"Biarin, udah lama gak lihat kamu kesal." Balas Kenzo.
"Siapa suruh sibuk dengan wanita wanita gak pentingmu itu."
"Udah engga, udah pensiun sekarang."
"Gak percaya." Balas Zivana.
Dari interaksi Kenzo dan Zivana terlihat jika mereka begitu akrab.
Ekhemm..
Samudra berdehem agar mereka tidak lagi asik berbicara.
Kenzo melihat ke arah Samudra. "Maaf Tuan Sam." Kata Kenzo lalu merangkul pundak Zivana dan membuat Samudra sedikit kesal namun masih bisa menyembunyikannya.
"Asisten anda ini, dulunya adik kelas kami di universitas." Sahut Kevin lalu tersenyum ramah pada Zivana.
"Hai Kak Kev." Sapa Zivana.
Zivana memang memanggil Kevin dengan sebutan Kak, sementara pada Kezo hanya memanggil nama karena Kenzo tidak suka Zivana ataupun Lova memanggilnya dengan sebutan Kak.
"Hai Zii.. Kamu kerja disini?" Tanya Kevin yang heran karena setau Kevin, Ayah Zivana memiliki bisnis yang berkembang di bidang restoran.
"Iya Kak." Jawab Zivana.
"Boleh, aku telpon Lova ya." Kata Zivana dan seketika membuat Kevin menoleh ke arah Zivana.
Belum sempat Zivana menelpon Lova, Lova sudah lebih dulu menyusulnya ke ruangan rapat.
"Tuh anaknya datang." Kata Zivana dengan tersenyum.
"Hai Ken, hai Kak Kev." Sapa Lova dengan manis.
"Lov, kita mau makan siang bareng, ikut kan?" Tanya Zivana.
Lova mengangguk, "Boleh." Lalu Lova melihat ke arah Samudra. "Kak Sam mau ikut?" Tanya Lova.
"Tidak, aku sudah ada janji dengan orang lain." Jawab Samudra meredam rasa kesalnya.
"Sayang sekali Tuan Sam." Sahut Kevin.
"Mungkin lain kali." jawab Samudra berbasa basi.
"Ya sudah, ayo kita jalan." Ajak Kenzo yang belum melepaskan rangkulannya pada Zivana.
Sementara itu, Kevin berjalan dibelakangnya bersama Lova.
Samudra menatap nanar kepergian Zivana bersama Kenzo, hatinya memanas dan entah mengapa ada perasaan tidak rela namun Samudra tidak bisa berbuat apapun.
__ADS_1
"Jimm.. Cari tau sejak kapan Zivana dekat Kenzo Wiguna."
"Saya sudah tau Tuan."
Samudra menyipitkan matanya. "Aku belum memberi perintah dan kamu sudah tau duluan?" Tanyanya curiga.
"Maaf Tuan, informasi itu tidak sengaja saya dapat sewaktu anda memerintahkan saya untuk menyelidiki siapa saja yang dekat dengan Nona Lova."
"Maksudnya? Ada keterkaitannya?" Tanya Samudra.
Jimmy mengangguk, "Iya Tuan, mereka satu universitas, Tuan Kenzo dan Tuan Kevin kakak kelas Nona Lova dan Nona Zivana. Mereka akrab tapi hanya sekedar berteman dekat saja. Setelah Tuan Kenzo dan Tuan Kevin lulus, mereka tidak lagi berkomunikasi dan sepertinya baru bertemu barusan disini."
"Apa Kenzo menyukai Zivana?" Tanya Samudra ingin tau.
"Setau saya, Tuan Kenzo hanya dekat saja dengan Nona Zivana karena dulu Nona Zivana sudah bersama Tuan Daniel, mantan tunangan Nona Ziv."
Samudra menganggukan kepalanya.
"Tuan, ada informasi yang ingin saya sampaikan." Kata Jimmy.
"Katakan."
"Nona Zivana, menghubungi pengacara untuk berkonsultasi masalah perceraian." Ucap Jimmy hati hati.
"Apa?" Pekik Samudra sambil memijat pelipisnya.
"Maaf Tuan. Itu yang saya tau."
Samudra segera kembali ke ruangannya, bahkan Samudra melewati makan siangnya karena terlalu banyak pikiran.
Sementara itu, Zivana bersama tengah menikmati makan siang bersama. Kevin terus memperhatikan Lova yang jelas tidak memperhatikannya. Lova terlihat asik berbicara bersama Zivana dan Kenzo, sementara Kevin hanya memperhatikannya.
"Lagi nikah gak mikir panjang." Omel Kenzo pada Zivana.
"Namanya juga bucin, Ken. Nasihatku aja di anggapnya angin lalu." Sahut Lova.
"Mending aku dong, playboy tapi hati hati." Balas Kenzo.
Zivana berdecak, "Gak usah pada menghakimi aku deh, yang penting aku udah terbebas dari kudaniel itu."
Kenzo tertawa, "Lepas dari kudaniel dan masuk ke perangkap beruang kutub."
"Ish jangan sebut Kakakku beruang kutub, Kak Sam itu asik koq, cuma memang terlalu dewasa pikirannya." Sahut Lova membela Samudra.
"Dewasa mana dengan Kak Kev." Ledek Zivana membuat Lova hanya tersenyum tipis.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Sam-Ziv terusin apa jangan nih?
Antara deket deket mau tamat atau ada season 3.
__ADS_1
Bantu Vote nya ya mumpung senin. Yang tidak punya Vote bisa bantu klik hadiah/Like dan bantu ramein komentar.