
Hellena tengah termenung di atas kursi kebesarannya hingga saat ini Hellena masih memegang penuh perusahaan hingga Dirga menikah dan menerima jabatan tertinggi di perusahaan dengan tanggung jawab sepenuhnya.
Hellena menghembuskan nafasnya kasar saat mengingat Robi. "Pengaruhmu masih sangat besar di hatiku, Mas." Lirih Hellena.
Hellena beranjak dari kursi kantornya, siang ini ia akan meninjau restoran yang bekerjasama dengan salah satu resort di sisi pantai. Butuh waktu dua jam perjalanan dan Hellena di antar oleh asistennya.
Lagi lagi Hellena harus bertemu dengan Robi yang kebetulan sedang meninjau proyeknya. Resort yang bekerjasama dengan restoran milik Hellena juga tengah melebarkan lahannya dan ARDA KARYA lah yang menangani pembangunannya.
"Sepertinya dunia ini sempit sekali." Sindir Robi yang bertemu Hellena di tempat yang sama.
"Mungkin bukan dunia yang sempit, tapi kita yang masih berjodoh." Balas Hellena.
Robi menyeringai, "Kau ingin sekali berjodoh denganku? Apa karena kau begitu kesepian dan merindukan sentuhan di atas ranjang?" Tanya Robi dengan menggoda.
Hellena hanya diam tidak menjawab. Beruntung sang asisten tidak bersamanya, jika iya mau di taruh dimana wibawa Hellena yang selama ini ia pertahankan.
"Resort ini memiliki sebuah cottage pribadi, perlukah aku membookingnya untuk menghangatkan ranjangmu malam ini?" Bisik Robi di telinga Hellena membuat darahnya berdesir.
"Hentikan, Mas." Lirih Hellena.
Robi menghela nafas kemudian duduk di restoran dan Hellena mengikutinya.
"Restoran ini milikmu?" Tanya Robi.
Hellena mengangguk. "Mendiang suamiku memberiku usaha restorannya. Dan kedua anak tiriku mendapatkan usaha eksport import makanan laut.
"Kau gigih sekali, aku tau perusahaanmu dulu tak sebesar ini." cibir Robi.
"Semua aku lakukan demi Dirga."
"Dirga tidak cocok jadi anakmu." Ucap Robi dengan sinis.
Hellena menajamkan matanya, "Lalu Dirga cocok menjadi anak siapa? Bahkan mendiang suamiku pun bukanlah ayah kandungnya." Kata Hellena yang sudah terpancing emosinya.
Dirga mengernyitkan dahinya. "Apa maksudmu? Bukankah kau menikah dengannya karena kau hamil duluan dengannya?" Tanya Robi.
Hellena menggigit bibir bawahnya. "Aku butuh bicara berdua denganmu, Mas. Tapi tidak di tempat seramai ini." Lirih Hellena.
__ADS_1
Perasaan Robi tiba tiba saja tidak enak. Robi memang mencurigai sesuatu dari Hellena, Hellena yang saat itu baru menikah enam bulan dengan bos nya sendiri sudah melahirkan seorang anak. Robi mempercayai jika sebelum menikah, Hellena sudah lebih dulu mengkhianatinya dan hamil duluan. Karena itu Hellena meninggalkannya dan memilih bersama mendiang suaminya dulu.
Robi berdiri dan menarik tangan Hellena, Robi membawa Hellena ke cottage pribadi yang ada di wilayah resort itu, Robi memang berencana akan menghabiskan weekend nya selama tiga hari disini karena rumahnya terasa sepi setelah Nadlyn dan Samudra menginap untuk sementara di rumah Nanda untuk menjaga Cean.
"Mas, sakitt..." Helena melepaskan cengkraman tangan Robi di pergelangan tangannya saat mereka sudah berada di dalam cottage.
"Apa yang kau rahasiakan?" Tanya Robi dengan tatapan tajam.
Hellena menatap dalam mata Robi. "Dirga bukan anakku dari mendiang suamiku." Ucapnya masih dengan menatap mata Robi dengan dalam.
Robi juga membalas tatapan itu dan masih menunggu Hellena mengatakan hal lainnya.
"Aku memang sedang hamil saat menikah dengan mendiang suamiku, tapi bukan mendiang suamiku yang menghamiliku, dia terlalu baik bahkan tidak pernah menyentuhku baik sebelum menikah sampai aku melahirkan Dirga." Tekan Hellena dengan tatapan tak lepas menatap bola mata Robi.
"Dirga adalah anakmu." Kata Hellena.
Jeddarr... Robi diam mematung.
"Aku hamil anakmu saat aku akan menikah dengan mendiang suamiku. Dan mendiang suamiku begitu menerimaku bahkan menjadi Papi yang baik untuk Dirga." Ucapnya lagi.
"Tidak mungkin." Kata Robi tidak terima.
"Tidak mungkin itu, Hellena. Kau tidak mungkin menikah dengan dia jika tau mengandung anakku." Ucap Robi dengan tegas.
"Awalnya iya, aku ingin membatalkan sebelum hari pernikahanku dengannya. Tetapi mendiang suamiku memohon agar aku tidak membatalkannya dan menerima Dirga sebagai putranya sendiri."
Robi memegang kedua bahu Hellena. "BOHONG!! KATAKAN JIKA ITU BOHONG HELLENA!!" Teriak Robi frustasi.
"Kau bisa tes DNA jika kau mau, aku berani bersumpah jika Dirga adalah putramu."
Robi mendorong Hellena hingga satu langkah kebelakang, kemudian Robi merremmas rambutnya dengan frustasi. "Tidak mungkin." Robi tertawa. "Ternyata aku tidak jauh berbeda dari Cean."
"Mas..." Hellena merasa bersalah karena menyembunyikan hal ini dari Robi.
Robi menatap nyalang pada Hellena yang berusaha mendekatinya. "Kau jahat sekali Hellena, kau tidak memberitahuku, KAU MEMBUATKU MENJADI PRIA YANG SANGAT JAHAT UNTUK PUTRAKU SENDIRI, HELLENA!!" Teriak Robi.
"Maafkan aku, Mas. Aku terpaksa melakukannya karena tidak ingin merusak kebahagiaanmu bersama keluarga barumu. Aku tidak berniat menyembunyikan ini, aku sangat ingin memberitahumu setelah Dirga lahir, namun aku melihatmu sudah menikah dan kalian sedang memeriksakan kandungan istrimu di rumah sakit yang sama saat aku sedang ingin mengimunisasi Dirga saat itu. Aku tidak bisa merusak kebahagiaan istrimu, Mas. Itu yang aku pikirkan."
__ADS_1
"Bulshitt!!" Sentak Robi. "Kau hanya memikirkan dirimu sendiri Hellena, kau tidak memikirkanku, kau tidak memikirkan perasaan Dirga, kau hanya memikirkan perasaanmu sendiri!!" Tubuh Robi merosot dan menopangnya dengan kedua lututnya.
"Kenapa kau melakukan hal ini padaku, Hellena. Kau jahat sekali padaku." Robi menangis menyesali apa yang terjadi. Ia teringat pada Nadlyn yang ditinggalkan begitu saja oleh Cean dan kini Robi menganggap jika apa yang terjadi pada Nadlyn adalah karena karma dari kesalahannya dulu.
"Kau jahat Hellena, karena Kau, putriku harus menanggung karma atas kesalahanku." Lirih Robi di dalam tangisannya.
"Maafkan aku, Mas." Hellena mendekati Robi dan bersimpuh bersama, Hellena bahkan memeluk Robi yang masih sesenggukan menangisi kesalahannya.
Tanpa sadar Robi pun menerima pelukan itu. "Kenapa kau tega sekali padaku, El. Kau jahat sekali menyembunyikan hal ini dariku."
Hellena menangkup wajah Robi dan mendekatkan wajahnya, Hellena menempelkan keningnya di kening Robi. "Aku masih mencintaimu, Mas. Aku membesarkan putra kita, buah cinta kita dulu. Aku melahirkannya tanpa berpikir untuk mengugurkannya, itu semua karena aku mencintaimu, itu semua karena aku ingin memiliki sesuatu yang berharga darimu, Mas. Meski aku tersiksa sendiri menahan rindu padamu setiap melihat wajah Dirga.
Robi mendengarkan smua ucapan Hellena, tanpa sadar Robi mengecup bibir Hellena, Hellena yang begitu merindukan Robi dan masih sangat mencintainya pun memberikan kesempatan pada Robi untuk menciumnya lebih dalam.
Dengan penuh rasa rindu dan juga cinta yang tersisa pada diri Robi untuk Hellena, Robi mulai kehilangan akal. Robi terbuai dengan Hellena dan seolah olah mereka kembali menelusuri masa lalu di mana mereka tinggal bersama meski tanpa ikatan pernikahan.
Robi membawa Hellena ke dalam kamar dan mereka bercumbu di atas ranjang besar, perlahan namun pasti, Robi membuka seluruh pakaian Hellena begitupun Hellena yang membuka kancing demi kancing kemeja yang di kenakan Robi.
"Kamu harus menebus kesalahanmu." Lirih Robi sambil mengusap lembut wajah Hellena.
"Aku akan menebusnya jika kamu masih mencintaiku." Balas Hellena dengan lembut dan mengusap bibir bawah Robi.
Robi menatap dalam mata Hellena, sebagai pria dengan usia matang, mungkin Robi tengah mengalami puber kedua hanya saja rasa yang ia rasa masih dengan orang yang sama dari masa lalunya. Mungkin seperti istilah cinta lama bersemi kembali atau mungkin cinta lama yang belum selesai.
"I Love U, El..." Lirih Robi memanggil Hellena dengan nama El, nama panggilan Robi untuk Hellena.
Air mata Hellena keluar begitu saja, ia tak menyangka jika Robi masih mencintainya.
"Aku berjanji, Mas. Aku akan mengabdikan sisa hidupku untuk menebus kesalahanku padamu."
"Itu harus, El.. Jangan mencoba menghentikanku." Kata Robi dan mulai mencumbu kembali Hellena.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Silahkan traveling sendiri ya.. Kalau di terusin takut gak lulus review atau lama review nya.
Yang mau tau hot nya cerita puber kedua bisa mampir di novelku berjudul TAKDIR CINTA (Ghea&Tristan) Disana ada cerita puber kedua Ayah Erick dan Mama Diana.
__ADS_1