Satu Malam Menjadi Ayah Muda

Satu Malam Menjadi Ayah Muda
BAB 122


__ADS_3

Axelle membawa Lova masuk ke dalam mobilnya, ia sendiri bingung ingin membawa Lova kemana, rasanya tidak mungkin jika Lova ia bawa pulang ke rumah orang tuanya Lova, pasti keluarga Lova akan mencecarnya. Axelle juga tidak berani bilang pada Samudra karena takut semua akan menjadi kacau.


"Jangan bawa aku pulang, Kak." Lirih Lova yang seolah mengerti kebingungan Axelle.


"Aku harus bawa kamu kemana?" Tanya Axelle, Axelle takut jika dirinya salah di hadapan Lova.


"Apa Kakak punya rumah yang lain selain rumah orang tua Kakak?"


Axelle mengangguk samar, kemudian Lova tidak bertanya lagi dan Axelle mengerti jika kini Lova butuh waktu di tempat yang asing.


Axelle membawa Lova ke Apartemennya. Apartemen ini memang ia beli jika dirinya sedang jenuh dengan pekerjaan dan akan menginap disini, bahkan Allea pun dulu sering menginap disini, Allea juga suka tinggal di apartement ini saat Allea belum menikah dulu.


Apartemen ini memiliki tiga kamar, satu kamarnya Axelle, satu kamar yang suka dipakai oleh Allea dan satu lagi ia jadikan ruang kerja. Meski jarang di tempati, namun apartemen itu cukup bersih dan terawat.


Axelle mempersilahkan Lova untuk masuk ke dalam apartemennya. "Dimana kamar mandinya?" Tanya Lova.


Axelle mengantar Lova ke dalam kamar yang dulu sering di pergunakan oleh Allea. "Istirahatlah disini." Kata Axelle dengan lembut sambil membelai lembut pipi Lova.


"Di dalam lemari ada pakaian Allea, kamu bisa memakainya." Kata Axelle dan Lova mengangguk.


"Jika butuh sesuatu aku ada diluar." Axelle meninggalkan Lova seorang diri di kamar Allea.


Lova segera membersihkan diri dengan shower, ia merasa jijik karena tadi Kevin mencumbuinya dengan paksa. Bahkan sepertinya rasa cinta Lova untuk Kevin meluap begitu saja, rasa itu kini berganti dengan benci yang teramat mendalam. Memang benar apa kata orang, benci dan cinta beda tipis dan kini Lova merasakan perasaan itu telah berganti.


"Kamu jahat sekali, Kak. Aku tidak akan mau berteman denganmu sekalipun." Lova menangis di bawah guyuran shower. Hatinya cukup sakit di lecehkan seperti itu oleh pria yang di cintainya yang kini ia benci.


Axelle merasa khawatir karena sudah satu jam Lova belum juga keluar dari kamar Allea. Axelle perlahan mengetuk pintu kamar Allea namun tidak ada suara, Axelle memberanikan diri membuka pintu namun tidak melihat keberadaan Lova disana.


"Love.." Panggil Axelle dengan pelan.


Axelle masih mendengar suara shower dari dalam kamar mandi, ia mengetuk pintu kamar mandi. "Love, are you okay?"


Dari dalam kamar mandi, Lova mendengar panggilan Axelle, seketika membuat Lova tersadar jika dirinya sudah cukup lama berada di dalam kamar mandi.


"Iya, Kak. Sebentar lagi." Teriak Lova.


Axelle menghela nafasnya, ia cukup tenang setelah mendengar suara Lova. Axelle kembali keluar dari kamar Allea dan menuju dapur untuk membuatkan Allea minum. Axelle juga mencoba memasak sesuatu karena dirinya belum makan siang dan Axelle juga membuatkan lebih khawatir jika Lova juga ingin makan kembali.

__ADS_1


Lova keluar dari kamar dan segera memilih pakaian milik Allea. Ukuran tubuh yang sama membuat pakaian Allea pas di tubuh Lova. Lova memilih pakaian santai untuk dipakainya saat ini, Lova juga mengeringkan rambutnya menggunakan hairdryer yang berada di kamar Allea.


Lova menatap dirinya di cermin, tiba tiba saja ia mengingat lagi kejadian tadi yang hampir saja merenggut kesuciannya.


"Apakah Kak Axelle akan jijik padaku?" Tanya Lova pada dirinya sendiri.


Lova menghela nafas kemudian segera keluar dari dalam kamar Allea dan mencari keberadaan Axelle. Lova ke arah dapur karena mencium aroma wangi khas masakan dan melihat Axelle yang ternyata tengah memasak spaghetti. Lova menghentikan langkahnya karena tiba tiba saja menjadi tidak percaya diri di depan Axelle yang menurutnya begitu sempura.


Axelle melihat ke arah Lova, setelah menyajikan spaghetti di piring, Axelle segera menghampiri Lova.


"Hai, kenapa diam disini?" Tanya Axelle dengan lembut.


"A.. Aku ingin pulang." Lirih Lova tanpa melihat wajah Axelle.


Axelle menangkup ke dua pipi Lova, sehingga mata mereka saling bersitatap. "Apa yang kamu pikirkan?"


Lova diam dan Axelle memberanikan diri mengecup sekilas bibir Lova, Axelle tau apa yang ada dalam pikiran Lova.


"Aku mencintaimu, jangan ragukan itu." Ucapnya berbisik tepat di wajah Lova.


Axelle mengusap pipi Lova, "Kamu adalah wanita paling cantik yang aku cintai. Jangan berpikiran macam macam dan lupakan hal tadi walaupun itu tidak mudah."


Lova mengangguk. Jantungnya merasakan debaran yang sangat kencang, membuat Lova merasa aneh dengan perasaannya sendiri. Terlebih saat tadi Axelle mengecup bibirnya, membuat Lova merasakan ada desiran di hatinya.


"Kakak masak apa?" Tanya Lova.


Axelle tersenyum kemudian menggandeng tangan Lova untuk menuju meja bar dan duduk di kursinya.


"Aku membuat spaghetti, kamu sudah makan belum?"


"Sudah, tapi aku lapar lagi saat mencium aroma wangi ini." Jawab Lova.


Axelle tertawa, "Kalau begitu makanlah." Kata Axelle sambil memberikan sebuah juice kemasan untuk Lova.


"Terimakasih, Kak."


Lova memakan masakan Axelle dengan sangat lahap. Hingga mereka selesai dengan makanannya masing masing.

__ADS_1


"Kak, jangan ceritakan ini pada keluargaku, ya." Kata Lova tiba tiba.


Axelle masih menunggu Lova untuk mengatakan hal berikutnya lagi.


"Bukan karena aku ingin melindungi dia, hanya saja aku kasihan pada Aunty Audrey jika sampai keluargaku memperkarakan hal ini. Aku mengerti kesedihan Aunty Audrey karena perbuatan ayahnya dulu pada Omaku." Lova menjeda kalimatnya sejenak. "Aku hanya tidak ingin dua keluarga yang sudah baik baik saja, kembali bersitegang karena masalah ini, aku hanya menjaga itu saja, Kak." Jelas Lova.


Axelle merasa takjub pada kedewasaan dan pola pikir Lova. Menurutnya, Lova adalah gadis yang unik dengan karakter lembut percis seperti sang Oma.


Axelle menggenggam tangan Lova. "Kamu bisa percaya padaku, Love."


Mereka sama sama terdiam, hingga Lova bertanya, "Bagaimana Kakak bisa ada disana bersama Kenzo?" Tanya Lova yang begitu penasaran.


Tadi saat kamu menelponku, aku sedang rapat dan ponselku tertinggal di ruanganku. Setelah aku selesai rapat, aku melihat pesanmu dan segera menyusulmu. Tapi aku tidak menemukan keberadaanmu di restoran hotel itu, kemudian aku berpapasan dengan Kenzo yang terlihat panik, ia mengajakku untuk kekamar Kevin setelah mendapatkan kunci dari resepsionist hotel. Sepertinya Kenzo tau dan ingin mencegah rencana Kevin padamu." Jelas Axelle.


"Aku akan menghubungi Kenzo nanti, aku juga takut Kenzo akan menceritakan hal ini pada Kak Sam." Ucap Lova.


Mereka kembali diam dengan pikirannya masing masing.


"Kak.."


"Hem..."


"Terimakasih sudah menolongku."


Axelle hanya diam dan mencoba mengatakan sesuatu. "Kita menikah saja, ya Love?"


Lova langsung melihat ke arah Axelle yang duduk di sampingnya.


"Mungkin dengan kita menikah, Kevin tidak berani lagi mengganggumu, meski kamu belum mencintaiku, tapi aku yakin akan membuatmu segera jatuh cinta padaku, dan aku....." Belum sempat Axelle menyelesaikan perkataannya, tiba tiba saja Lova mengecup bibir Axelle.


"Jangan bicara lagi." Kata Lova membuat Axelle terus menatap wajah Lova.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Jangan kecewa ya kalau Lova gak sama Kevin. Selesai Tamat novel ini, aku udah bikin jodohnya Kevin dan Rilis besok 😉


Masih ada 2 Bab lagi untuk hari ini karna hari ini Novel ini Tamat ya 😊🙏

__ADS_1


__ADS_2