Satu Malam Menjadi Ayah Muda

Satu Malam Menjadi Ayah Muda
BAB 67


__ADS_3

Yuri masuk ke dalam kamarnya, Dirga pun mengikuti Yuri.


"Ahh, capek sekali." Yuri duduk bersandar di sofa.


"Baby, mandi dulu."


"Kakak saja duluan, aku lelah sekali Kak, tamu Kakak dan Papa Robi banyak sekali." Jawabnya sambil memejamkan mata.


Dirga tertawa, tentu saja begitu banyak tamu yang datang, karena semua relasi perusahaan Dirga maupun Robi datang untuk memberi restu.


Dirga duduk di samping Yuri sambil menatap wajah imut Yuri, semenjak Dirga membelikan salon Vincent untuk Yuri, Yuri semakin senang mengeksplore dirinya dalam hal kecantikan. Dan Dirga begitu di manjakan dengan wajah cantik Yuri.


Yuri membuka matanya saat merasakan sentuhan di wajahnya. Yuri melihat wajah Dirga dengan tatapan penuh damba.


"Kamu cantik sekali, Baby." Ucap Dirga berbisik.


"Apa karena aku cantik, Kakak jadi mencintaiku?"


"Tidak, hatimu jauh lebih cantik dari wajahmu." Kata Dirga.


Yuri tersenyum. Dirga mendekatkan wajahnya ke wajah Yuri, mengusap bibirnya kemudian mengecupnya sekilas.


"Kamu lelah?" Tanyanya dengan suara berat.


Yuri mengangguk kemudian menggelengkan kepalanya.


"jadi??"


"Aku lelah. Tapi jika Kakak meminta hak Kakak, aku akan melayani Kakak."


Dirga meskipun sangat ingin, namun ia tidak mau memaksakan kondisi Yuri yang memang terlihat lelah. "Bersihkan tubuhmu, malam ini kita istirahat." Ucapnya sambil tersenyum.


Yuri merasa bersyukur sekali karena Dirga begitu pengertian padanya, beribu kata syukur Yuri slalu ucapkan dalam hatinya karena mendapatkan pendamping sebaik Dirga.


Yuri menyegarkan dirinya dengan berendam air hangat di dalam bathtub, hanya setengah jam, Yuri segera membilas tubuhnya di guyuran shower dan keluar dari dalam kamar mandi dengan pakaian yang sudah lengkap.


Dirga yang melihatnya pun tersenyum, dirinyapun segera membersihkan dirinya karena sudah merasa lelah.


"Baby, tolomg ambilkan bajuku." Kata Dirga sambil mengeringkan rambutnya yang masih basah.


Yuri segera membuka koper Dirga dan mengambil satu kaos dan celana boxer untuk Dirga. Namun saat memberikannya pada Dirga, Dirga menarik tangan Yuri dan menahan tengkuknya. Dirga mencium Yuri dengan lembut namun semakin lama ciuman itu semakin menuntut. Dirga membawa Yuri ke tepian ranjang pengantin mereka tanpa melepas pagutannya.


Tangan Dirga bahkan kini berani menelusup ke dalam baju tidur Yuri, ini pertama kalinya Dirga memberanikan diri menyentuh Yuri lebih dalam.


Tubuh Yuri menggeliat saat Dirga bermain di area leher dan telinganya, membuat Yuri melenguh merasakan sensasi aneh.


"Baby, aku sudah coba meredamnya, tapi tidak bisa, bolehlah aku meminta hakku sekarang? Aku janji akan pelan pelan." Pinta Dirga.


Yuri memegang kedua pipi Dirga. "Lakukanlah, Kak. Aku milikmu, selamanya aku hanya milikmu." Jawab Yuri dengan yakin.

__ADS_1


Yuri akan melepas mahkotanya pada pria yang ia cintai, pria baik hati dan memperlakukan Yuri bak seorang putri raja.


Dirga kembali mencumbui tubuh Yuri, perlahan melepas semua yang melekat di tubuh putih Yuri, Dirga pun semakin bersemangat saat melihat sesuatu menyembul dari dalam pembungkus. Satu kata, indah terucap dari bibir Dirga.


Dirga bermain main di area dua buah yang menyembul itu, menenggalamkan wajahnya dan menggigit gemas.


"Akhh Kak, sakit." Kata Yuri sambil menahan kepala Dirga.


"Maaf Baby, aku terlalu gemas." Ucapnya bersalah.


Dirga pun membuka kedua paha Yuri, menurunkan segitiga pengaman dan kembali menenggalamkan wajahnya disana, meraup dengan rakus dan mengobrak abrik isinya.


"Kak stop, kak." Kata Yuri merasa malu namu. Dirga tidak menggubrisnya.


"Kak..." Sesuatu keluar dari bagian inti, Yuri merasakan pelepasan pertamanya. Bagaimana tidak terbuai jika Dirga begitu lihai memainkannya.


Dirga mensejajarkan kembali wajahnya dengan wajah Yuri, membuka handuk dan membuangnya secara asal. Yuri dapat merasakan sesuatu mengganjal di bagian bawahnya.


"Kak, tadi itu jorok sekali. Aku takut Kakak ilfeel sama aku." Ucap Yuri dengan lirih.


"Justru aku suka." Bisik Dirga.


Wajah Yuri merona, nafasnya masih tersengal sengar karena merasakan sensasi aneh.


"Aku mulai ya."


"Sakit tidak, Kak?"


Yuri mengangguk,


"Katanya akan sakit sedikit saja. Tapi aku janji akan melakukannya dengan selembut mungkin."


Yuri mengecup sekilas bibir Dirga, tanpa mengijinkan Dirga untuk berbuat lebih.


Dirga mengecup kening Yuri dengan dalam, sambil mengarahkan pusakanya untuk menembus mahkota Yuri. Namun Yuri meringis sambil menahan pinggang Dirga.


"Kenapa, hem?" Tanya Dirga.


"Sakit, Kak. Perih."


Dirga tersenyum, ia sulit sekali menerobos milik Yuri. Dirga kembali mencium bibir Yuri dengan lembut sambil berusaha menerobosnya, di hentakan ke tiga, Dirga berhasil masuk dan merasakan ada aliran hangat yang keluar dari bagian inti Yuri.


"Kaaakkkkk."


"I love U, Baby.. Aku sangat mencintaimu." Bisik Dirga membuat Yuri sedikit melupakan rasa sakit itu.


Dirga mengikuti instingnya, ia mulai memompa tubuh Yuri, membuat Yuri mengeluarkan suara indah dan kamar pengantin itu dipenuhi dengan suara dessahan dari keduanya.


Hingga Dirga menemukan puncaknya setelah melihat Yuri mendapatkan pelepasannya kembali.

__ADS_1


"Baby, aku sampai." kata Dirga dengan mempercepat gerakannya.


"Yuriza, i love u so much." erang Dirga di saat pelepasannya tiba.


Yuri memeluk erat tubuh Dirga yang dipenuhi peluh, sementara Durga terus saja menciumi seluruh wajah Yuri.


"Aku baru merasakan kenikmatan ini, sepertinya aku akan memintanya setiap hari." Kata Dirga.


Yuri tersenyum, "Aku akan selalu ada untukmu, Kak."


Dirga menggulirkan tubuhnya kesamping dan ingin menarik selimut, namun terhenti saat melihat noda bercak merah di sprei putih itu.


Yuri pun melihatnya. "Ya ampun Kak, bagaimana ini?" Tanya Yuri sedikit panik.


Dirga tertawa melihat kepolosan Yuri. "Tidak apa, sayang. Bagian hotel sudah mengerti akan hal ini." Ucap Dirga.


Dirga membawa Yuri ke dalam kamar mandi, "Tunggu disini, aku akan telpon resepsionist untuk mengirimkan room boy kesini."


"Tapi aku malu, Kak."


"Sstt.. Biar aku yang hadapi ya. Tunggu saja disini." Kata Dirga dan Yuri mengangguk.


Dirga memakai pakaiannya dan menunggu room boy untuk mengganti sprei mereka, Dirga juga meminta restoran hotel mengirimkan makanan yang disukai oleh istrinya itu.


Setelah room boy selesai mengganti seprai dan makanan pun datang, Dirga kembali masuk ke dalam kamar mandi dan menghampiri istrinya yang sudah selesai membersihkan diri untuk ke dua kalinya.


"Sudah Kak?" Tanya Yuri.


"Sudah, ayo makan, kamu lapar kan?"


Yuri mengangguk.


"Masih sakit tidak? Mau aku gendong?" Tanya Dirga yang khawatir pada Yuri. Melihat noda darah di seprai tadi membuat Dirga menjadi bersalah karena takut terlalu kasar pada Yuri. Meskipun Dirga sendiri bangga karena ia lah yang pertama kali menyentuh Yuri.


"Masih sedikit perih, Kak."


"Aku gendong, ya?" Kata Dirga namun tanpa menunggu persetujuan, Dirga mengangkat tubuh Yuri dan menggendongnya ala bridal.


"Ya ampun Kakak." Pekik Yuri sambil mengalungkan tangannya di leher Dirga.


"Tubuhmu ringan sekali." Ucap Dirga.


"Aku terlalu kurus ya Kak?" Tanya Yuri.


"Nanti juga gendut, kalau ada anakku di rahimmu." Ucap Dirga penuh harap.


Yuri mencium pipi Dirga. "I love u, Kak."


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

__ADS_1


Dikasih yang hot nih, jangan lupa like, vote dan hadiahnya ya..


Please bantu dukungannya, like, Vote dan hadiah. Biar Novelku naik karena sedang ikut lomba 🥺


__ADS_2