Satu Malam Menjadi Ayah Muda

Satu Malam Menjadi Ayah Muda
BAN 64


__ADS_3

Dirga dan Yuri menyusul ke resort tempat dimana Robi membawa Samudra.


"Papiiii." Samudra berteriak dan berhambur memeluk Dirga.


"Hai, Boy. Kamu terlihat senang sekali." Kata Dirga dengan mengusap kepala Samudra.


"Kakek menangkap ikan yang besar sekali." Jawab Samudra antusias.


"Tadi kamu naik kapal?" Tanya Dirga dan Samudra mengangguk.


"Papi terlalu siang datang kesini." Samudra mencebik.


"Sam. Tidak ingin memeluk Mami?" Suara Yuri membuat Samudra mengalihkan perhatiannya.


"Mamii." Samudra menghampiri Yuri. "Mami cantik sekali.. Puji Samudra.


"Benarkah?" Tanya Dirga.


Samudra mengagguk, "Mami cantik sekali."


Dirga menarik pinggang Yuri. "Samudra aja tau kalau kamu cantik jika menjadi diri sendiri." Ucap Dirga dan membuat Yuri tersenyum.


"Ayo Pi, Mi, masuk." Ajak Samudra.


Yuri menggandeng lengan Samudra. "Dimana Nenek El dan Kakek?"


"Mereka sedang memasak di dekat kolam renang." Jawab Samudra yang kini berjalan ke arah yang di maksud.


Rencanya, Robi dan Hellena akan menikah di resort milik keluarga Nanda minggu depan. Karena itu sebelum hari itu tiba, Robi dan Hellena akan tinggal disini.


"Hmm sepertinya akan ada yang menyusul juga." Ledek Robi.


"Pa, setidaknya jika Mami menikah dengan Papa harus ada yang mengurus aku, bukan?" Balas Dirga.


"Ya, kau benar." Jawab Robi kemudian memeluk Dirga.


"Sini, Pa. Biar aku teruskan." kata Yuri yang kini mengambil alih pekerjaan Robi yang tengah menggrill ikan.


"Terimakasih." Ucap Robi.


Robi pun mengobrol bersama Dirga dan menjelaskan tentang masu lalu hingga Dirga bisa ada di dunia ini. Dirga yang memang memiliki hati seluas samudra pun memaafkan kesalahan Robi. Bagi Dirga kini yang terpenting ayah dan ibu kandungnya bersama kembali tanpa harus menyakiti siapapun. Jika Nadlyn saja menerima dan mau berdamai dengan masa lalu ayahnya, mengapa Dirga tidak bisa berbuat seperti itu. Apa lagi sudah jelas jika kesalahan itu bukan karena di sengaja, Robi memang tidak pernah mengetahui keberadaan Dirga dulu karena Hellena yang menyembunyikan rahasia besar itu.


"Papa dan Mami akan menikah disini?" Tanya Dirga.


"Hem, lusa kami menikah."


"Bukankah minggu depan?" Tanya Dirga lagi.


"Kelamaan, Mami mu harus segera di jinakkan dan Papa lah yang hanya bisa menjinakannya." Robi dan Dirga tertawa.

__ADS_1


"Kamu, jadi mau meneruskan pertunanganmu dengan Yuri, atau mau membatalkannya? Papa bisa bicara pada mami mu untuk hal itu. Tapi.. Papa rasa Yuri adalah wanita yang baik dan tepat untukmu."


Dirga tersenyum dan menunduk, "Ternyata aku jatuh cinta padanya, Pa.."


"Really?" Robi menaikan satu halisnya.


"Selama ini aku menyelami perasaanku. Rasaku ke Nadlyn ternyata terhubung oleh ikatan batin antara kakak pada adiknya. Dan kini perasaanku pada Yuri begitu berbeda, aku begitu merasa nyaman dengannya."


Robi menepuk bahu Dirga. "Ya, ternyata perasaan itu memang ikatan batin. Dan ternyata kita dulu begitu dekat tanpa saling mengenali. Maafkan Papa, Son."


"Aku sudah memaafkan Papa."


**


Hari pernikahan Robi dan hellena pun tiba. Pernikahan itu diadakan begitu sederhana mengingat usia mereka yang tidak lagi muda.


Pernikahan itu hanya di hadiri oleh keluarga Nanda dan juga keluarga Ayla. Hellena sendiri sudah mengundang kedua anak tirinya tetapi mereka menolak untuk datang. Ocean dan Nadlyn pun datang untuk menyaksikan Robi menikahi wanita yang katanya dulu di cintainya.


"Daddy.. Katanya mau mengajari Sam berenang?" Tanya Samudra saat acara pernikahan itu sudah selesai dan kini mereka duduk bersantai.


"No, Daddy tidak mau Sam mendekat kembali ke area kolam tenang. Daddy masih trauma." Jawab Cean.


"Daddy ingkar janji." Samudra memberengut kesal.


"Daddy hanya takut, Son. Daddy tidak bisa melihatmu terluka lagi." Cean mendudukan Samudra di pangkuannya.


"Tapi kan Sam ingin sekali belajar berenang, Dad. Sam ingin jago dalam berenang."


"Cean ini sama seperti Mommy nya, Nadlyn. Sangat protektif dan hasilnya manja." Sahut Pras.


Nadlyn hanya tersenyum, ia memang sangat tau jika Nanda begitu memanjakan Cean dan juga Disya meski Disya hanya anak tirinya namun Nanda tidak pernah membeda bedakannya.


"Itu bukan over protektif, Dad. Tetapi itu bukti sayang seorang ibu pada anaknya." Jawab Nanda membela diri.


"Tapi tidak begitu juga Nan, lihatlah kemarin Cean menjadi pria tidak bertanggung jawab karena selalu merasa di lindungi olehmu." kali ini Regan yang berkata.


"Ck, kalian kompak sekali." Kesal Nanda.


"Tapi Mommy itu hebat, buktinya Mommy bisa membesarkan Samudra dengan sangat baik. Aku banyak berhutang pada Mommy." Kali ini Nadlyn memuji Nanda karena tidak ingin melihat Nanda kecewa seolah tidak ada yang membelanya.


"Itu sudah kewajiban Mommy, Sayang. Dan sekarang Mommy berharap Samudra segera memiliki adik."


"Adik? Sam akan memiliki adik bayi seperti adik bayi Aunty Sya dan Aunty Keii?" Tanya Samudra penuh harap.


Nanda mengangguk. "Sam mau?"


Nadlyn dan Cean pun menunggu reaksi Samudra.


Samudra menatap wajah Cean. "Apa jika Mommy hamil lagi. Daddy akan meninggalkan Mommy lagi?" tanya Samudra dan membuat semua orang terkejut mendengar pertanyaan dari Samudra.

__ADS_1


"Waktu Mommy hamil Sam, Daddy meninggalkan Mommy. Sam tidak mau Daddy pergi lagi jika Mommy hamil lagi." Kata Samudra dengan wajah tidak bisa di artikan.


Cean membeku, kini ia meyadari jika Samudra pun merasakan rasa trauma yang besar. "Daddy sudah jadi milik Sam dan Mommy. Daddy tidak akan kemana mana lagi." Jawab Cean dengan menatap yakin wajah Samudra.


"Daddy akan tetap sayang Sam jika Mommy memberi adik?" Tanya Samudra lagi.


"Daddy memiliki hati yang cukup banyak untuk memberi sayang Daddy pada Mommy, Sam dan adik Sam nanti." Jawab Cean lagi.


Nanda dan Pras melihat sisi lain Cean. Cean menjadi lebih dewasa dan tidak mudah emosi dalam menghadapi masalah. Pengaruh Samudra begitu besar dalam hidup Cean.


"Kalau begitu, Sam ingin punya adik, baby girl biar sama seperti Baby Rill anaknya Aunty Keii." Kata Samudra dengan wajah berbinar.


"Tidak ingin baby boy, Sam?" Sahut Regan.


"No, Opa Re. Baby boy sudah ada Archi baby nya Aunty Sya." Jawab Samudra lagi.


"Anak pintar, kamu pintar sekali, Sam. Kamu bisa memahami situasi sekitar dan tau apa keinginanmu." Ucap Regan.


"Cucuku tidak pernah ada yang gagal, Re." Sahut Pras dengan jumawa.


**


Kini Samudra berada satu kamar dengan Cean dan Nadlyn.


"Dad..."


"Hemm..."


"Daddy menyayangiku?" Tanya Samudra.


"Tentu saja, Son."


"Kalau begitu ajari Sam berenang, aku ingin seperti Daddy yang pandai berenang. Please.."


Cean diam tidak menjawab.


"Bisa saja Sam minta ajari Papi, tapi kan Daddy Sam itu Daddy, Sam ingin Daddy yang mengajari Sam."


Cean tersenyum. "Baiklah, tapi ikuti semua apa yang Daddy katakan."


Samudra mengangguk patuh.


"I love U, Daddy."


"I love u too, Son."


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Season satu udah mau tamat, tinggal beberapa Bab lagi yang sedang aku kerjakan.

__ADS_1


Lanjut Season 2 (Cerita Samudra) atau mau di tamatin aja?


Bantu Vote nya ya, sudah mau tamat tapi masih minim Vote 🥺


__ADS_2