Satu Malam Menjadi Ayah Muda

Satu Malam Menjadi Ayah Muda
BAB 58


__ADS_3

Cean dan Nadlyn tiba di gedung perusahaan ARDA KARYA. Dengan mesranya, Cean menggandeng tangan Nadlyn dan tidak melepaskannya. Hal itu membuat Nadlyn begitu merasa di cintai oleh Cean.


Cean masuk dan menuju resepsionis untuk menanyakan di lantai berapa ruangan Robi. Jujur saja, Cean tidak pernah menginjakan kakinya di ARDA KARYA dan ini pertama kalinya ia datang kesini bersama Nadlyn.


"Dimana ruangan Pak Robi." Tanya Cean dengan tidak melepaskan genggaman tangannya dari tangan Nadlyn.


"Anda sudah ada janji bertemu dengan Pak Robi?" Tanya resepsionist itu.


"Saya tidak perlu buat janji." Jawab Cean dengan angkuh.


"Maaf Pak, tidak sembarang orang bisa bertemu dengan Pak Robi."


"Kamu tidak tau saya siapa? Mau saya pecat dari sini?"


"Cean, udah.. Mereka kan tidak tau kamu, kamu juga kan gak pernah kesini." Ucap Nadlyn menahan Cean yang sudsh terlihat emosi.


Resepsionist yang mendengar Nadlyn menyebut nama Cean langsung mengetahui jika Cean adalah anak dari pemilik ARDA KARYA yang akan memegang perusahaan dalam waktu dekat. Mereka juga tidak menyangka jika Cean masih muda dan begitu tampan.


"Maaf, apa anda Tuan Ocean anak dari Nyonya Nanda Alifia?" Tanya resepsionist


"Iya, dan ingat baik baik saya bisa kapan saja masuk ke dalam sini dan menemui petinggi perusahaan tanpa harus membuat janji terlebih dahulu. Dan juga satu hal, Pak Robi adalah Papa mertua saya dan ini adalah istri saya." Kata Cean dengan tegas.


Resepsionist hanya menunduk karena takut melakukan kesalahan.


"Mari tuan saya antar." Kata Resepsionist.


"Tidak perlu, tunjukan saja di lantai berapa dan saya akan kesana."


"Baik Tuan, ruangan Pak Robi ada di lantai 20, nanti disana ada asisten Pak Robi yang akan menjemput Tuan."


Cean segera menarik tangan Nadlyn untuk menuju kift khusus petinggi yang sebelumnya di tunjukan oleh resepsionis.


"Cean, kamu galak sekali." Kata Nadlyn saat mereka berada di dalam lift.


"Yang penting ke kamu aku tidak galak." Jawabnya dengan lembut dan tersenyum. "Memangnya kamu mau aku ramah dengan wanita lain, nanti mereka bisa baper kalo aku baikin."


"Ya sudah, galak saja sama mereka, aku suka kamu yang seperti itu." Balas Nadlyn dan membuat Cean tersenyum.


Cean dan Nadlyn tiba di lantai 20, dan mereka di sambut oleh Andre, asisten kepercayaan Robi.


"Selamat datang Tuan Cean, Nona Nadlyn.. Pak Robi sudah menunggu anda di ruangannya."


Mereka pun mengikuti Andre menuju ke dalam ruangan Robi. Robi menyambut kedatangan Cean dan Nadlyn. Nadlyn segera berhambur memeluk Robi.


"Papa...."

__ADS_1


Robi menerima pelukan itu dan memeluk erat putri yang sangat Robi sayangi itu.


"Maafkan Papa, Sayang.. Papa tidak bermaksud untuk mengecewakanmu." Ucap Robi pada Nadlyn.


Nadlyn mengangguk di dalam pelukan Robi. "Maafkan Nadlyn juga yang tidak bisa mengerti Papa."


Mereka melerai pelukannya, Robi membawa mereka untuk duduk di sofa.


"Kalian sengaja mengunjungi Papa kesini?" Tanya Robi. "Apa kalian akan berencana menikah kembali dan memberitahu Papa?" Tebak nya Robi.


Cean tersenyum, "Kami memang sengaja kesini untuk menemui Papa, tapi bukan untuk memberitahu Papa rencana menikah kembali."


"Lho kenapa? Kalian tidak ingin rujuk demi Samudra?"


"Tenang, Pa.. Kami belum bercerai, karena itu kami tidak akan menikah lagi." Jawab Cean.


"Bagaimana bisa?"


"Tentu saja bisa jika Mommy Nanda yang sudah merencanakannya, tidak ada surat gugatan cerai, semua rekayasa Mommy Nanda, Pa.." Jawab Cean lagi sambil tertawa.


"Oh My God, Nandaa...sedari dulu Mommy mu itu memang slalu aneh aneh saja." Kata Robi sambil menghela nafas, "Tapi Papa lega karena kalian sekarang sudah bersama kembali."


"Maafkan Cean yang dulu, Pa.. Mulai sekarang Cean berjanji akan bertanggung jawab penuh pada Nadlyn dan Samudra, akan menyayangi dan mencintai mereka hingga akhir hayat Cean, Pa."


Robi mengangguk, "Papa titip Nadlyn dan Samudra, Cean."


Robi menoleh ke arah Nadlyn yang duduk percis disebelahnya. "Benarkah, Sayang?" Tanyanya tak percaya.


Nadlyn mengangguk, "Semoga Papa bahagia, dan Nadlyn berharap meski Papa sudah menikah dan hidup bahagia bersama istri dan anak kandung Papa, Papa tetap tidak melupakanku dan Samudra." Nadlyn mengusap pipinya yang basah terkena air matanya.


Robi menarik Nadlyn ke dalam pelukannya, "Selamanya kamu tetap anak Papa, anak dari wanita yang Papa cintai juga, tidak akan ada yang berubah, Nad. Kamu dan mendiang Mamamu selalu ada di hati Papa."


"Papa harus bahagia ya." Kata Nadlyn.


Robi melerai pelukannya, "Seperti kamu yang bahagia bersama Cean?"


Nadlyn melihat ke arah Ocean dan menatap matanya. "Nadlyn bahagia Pa, Nadlyn bahagia karena akhirnya Cean mencintai Nadlyn dan menjadi Daddy yang sempurna untuk Samudra."


Mendengar kata kata Nadlyn, membuat Cean semakin mencintai Nadlyn. Entah mantra cinta apa yang Nadlyn buat hingga membuat Cean semakin mencintai Nadlyn.


Lama mereka berbincang, hingga Robi juga membawa mereka ke ruangan kerja yang akan di tempati oleh Cean sebagai pengganti Nanda.


"Pa, asisten dan sekertarisnya Cean pria atau wanita?" Tanya Nadlyn.


"Asistennya Pria bernama Rama, tetapi sekertarisnya wanita bernama Mia." Jawab Robi.

__ADS_1


Seketika membuat Nadlyn cemberut.


"Hei jangan cemburu, Papa rasa Cean tidak akan tergoda oleh sekertarisnya." Kata Robi.


"Mana tau lah, Pa.. Cean itu kan dulu playboy." Jawab Nadlyn.


"Sekarang udah ada pawangnya, mana bisa playboy." Sahut Cean dan menarik pinggang Nadlyn agar menempel padanya.


"Siapa tau kambuh." Kata Nadlyn lagi.


Cean tertawa. "Lucu banget sih kalo lagi cemburu." Kata Cean sambil menoel ujung hidung Nadlyn yang membuat Nadlyn mencebik.


Cean masuk ke dalam ruangan yang akan menjadi tempat kerjanya dan mengedarkan pandangannya untuk melihat sekelilingnya


"Mau ada yang dirubah?" Tanya Robi pada Cean.


Cean mengangguk, "Lukisan itu nanti diganti dengan foto keluarga. Fotoku bersama Nadlyn dan Samudra, Pa.."


"Baiklah, sudah ada fotonya?"


"Belum, Pa.. Nanti saja saat kami menggelar resepsi pernikahan."


"Ya itu ide yang bagus." Kata Robi.


Dua orang masuk ke dalam ruangan Cean, seorang wanita yang ternyata jauh dari kata seksi dan seorang pria yang sepertinya bernama Rama.


"Cean ini Rama asistenmu dan ini Mia sekertaris senior di divisi keuangan dan kini menjadi sekertarismu karena Mia sudah sudah bekerja disini selama 12 tahun." Kata Robi sambil melirik ke arah Nadlyn.


Cean hanya bersikap datar dan biasa saja, sementara Nadlyn terlihat lega karena sekertaris Cean tidak seperti yang ia bayangkan.


Setelah sesi perkenalan itu, Cean berbicara serius dengan Robi.


"Papa, aku harap Papa jangan dulu pensiun dan tetap disini bersamaku." Ucap Cean. "Lagi pula usia Papa kan belum terlalu tua, masa iya pensiun dini sih, Pa." Kata Cean lagi.


Robi menghela nafasnya. "Ya, kamu benar, Papa tidak bisa pensiun karena nanti Papa harus menafkahi istri Papa."


Nadlyn tersenyum, "Kapan Papa akan melamar Maminya Dirga?"


"Setelah resepsi pernikahan kalian saja."


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Aku lagi galau nih, antara tamat di Bab 70an lalu buat novel baru terusan dari anaknya Fazel Rachel di Novel MENIKAH DENGAN KAKAK SAHABATKU. (Sudah aku siapkan ceritanya hanya belum di publish)


Atau... Terusin cerita ini dengan cerita tentang jodohnya Samudra di bagian Season 2 dan tetap di novel ini?

__ADS_1


Masih ada yang inget Fazel Rachel, anak istimewanya dokter Sasha dan mantan cassanova Reyvan Rivano di novelku MENIKAH DENGAN KAKAK SAHABATKU.



__ADS_2