Satu Malam Menjadi Ayah Muda

Satu Malam Menjadi Ayah Muda
BAB 68


__ADS_3

Cean dan Nadlyn memeriksakan kehamilan Nadlyn, Pras sendiri yang memeriksa menantunya itu.


"Enam minggu, jika apa yang dikatakan Cean semalam benar, ini cocok dengan hitungannya." Kata Pras sambil melihat ke arah layar USG.


"Apa bayinya sehat, Dad?" Cean terlihat begitu antusias.


"Sehat, sejauh ini normal. Apa kau ada keluhan?" Tanya Pras pada Nadlyn.


"Hanya mual saja, Dad." Ucap Nadlyn


"Sama seperti dulu saat mengandung Samudra?"


Nadlyn mengangguk. Sementara itu hati Cean bagai tercubit mengingat saat dulu perlakuan Cean ke Nadlyn. Bahkan Cean mengacuhkan Nadlyn yang sedang mengalami morning sickness pada saat mengandung Samudra.


"Daddy memberikanmu vitamin dan obat pereda mual. Jangan lupa banyak makan buah dan perhatikan pola makanmu. Jika muntah, isi lagi perutmu meski sedikit, dan harus rutin." Kata Pras memberi nasihat.


"Terimakasih Daddy." Ucap Nadlyn dengan santun.


Di perjalanan pulang, Cean hanya diam dan tidak berkata apapun, Nadlyn yang tengah hamil muda pun memiliki perasaan sensitif dan merasa jika Cean berubah pikiran menjadi tidak menyukai jika dirinya sedang hamil kembali. Sekelebat ingatannya di masa lalu pun teringat kembali, bagaimana Cean mendiamkan Nadlyn bahkan tidak memperdulikannya di saat Nadlyn sedang mengandung.


Perasaan yang sensitif itu membuat Nadlyn meneteskan air matanya lalu dengam segera menghapusnya. Namun hal itu terlihat oleh Cean.


Cean dengan segera menepikan mobilnya di sebuah parkiran mini market. "Honey, ada apa?" Tanya Cean sambil membuka seatbelt nya kemudian menangkup kedua pipi Nadlyn.


Nadlyn hanya menggelengkan kepalanya.


"Hei, ada apa? Katakan padaku."


"Kamu mau ninggalin aku lagi ya? Kamu gak suka kan aku hamil? Buktinya dari tadi kamu diam terus." Kata Nadlyn lalu menangis semakin kencang.


Cean terkejut mendengar apa yang Nadlyn katakan, Cean bertanya tanya mengapa Nadlyn menjadi sesensitif ini? Apakah ini karena hormon kehamilannya.


"Sayang, dengarkan aku." Kata Cean dengan lembut. "Aku sangat bahagia sekali kamu mau mengandung lagi anakku, anak kita, adiknya Samudra."


"Tapi kamu dari tadi diam terus, Cean!!" Ucap Nadlyn yang kini memanggil kembali nama Cean tanpa menyebut kata Dad atau Hubby seperti biasanya.


Cean mencium lembut kening Nadlyn. "Aku diam karena aku teringat perlakuanku dulu yang sangat menyakitimu, acuh pada saat kamu sedang mual mualnya dan tidak memperdulikanmu." Cean menghela nafasnya sejenak. "Aku marah, aku sangat marah pada diriku yang dulu, Sayang. Andai waktu bisa diputar kembali, aku pasti akan menjadi suami yang sangat siaga untukmu."


"Benarkah?"


Cean mengangguk lalu mengusap pipi Nadlyn yang basah. "Iya Sayang, aku berani bersumpah."


"Jangan menangis lagi ya, aku sedih jika melihatmu menangis, aku ingin kamu selalu bahagia di kehamilanmu yang sekarang." Kata Cean dengan begitu perhatian.


Nadlyn mengangguk dan tersenyum.

__ADS_1


**


Cean menepati janjinya untuk memperbaiki diri dan membuktikan menjadi suami yang siaga untuk Nadlyn. Bahkan Cean rela bekerja dari rumah hanya untuk menemani masa masa kehamilan Nadlyn.


Dikehamilan sekarang, Nadlyn memang ingin sekali selalu dekat dengan Cean bahkan bermanja manja padanya.


Bahkan di saat Nadlyn muntah muntah di pagi hari, Cean dengan setia memijat tengkuk leher Nadlyn, membantu membasuh mulutnya, mengelap keringatnya, bahkan Cean selalu mengingatkan Nadlyn untuk sering makan meskipun sedikit demi sedikit, yang penting perutnya terisi dan tidak kosong.


Nadlyn bangun di malam hari, dirinya merasa lapar sekali. Nadlyn ingin membangunkan Cean, namun merasa tidak tega karena seharian tadi Nadlyn melihat Cean sangat sibuk memeriksa berkas pekerjaannya yang dibawakan oleh Rama, asistennya Cean. Bahkan Cean pun melakukan meeting virtual membahas beberapa proyek di berbagai tempat.


Nadlyn turun dari tempat tidur dan menuju ke dapur.


"Honey, mau kemana?" Tiba tiba saja suara berat Cean mengejutkan Nadlyn yang sudah memegang handle pintu.


Nadlyn membalikan tubuhnya dan melihat Cean berjalan ke arahnya.


"Aku lapar, Hubby. Ingin makan." Kata Nadlyn.


Cean tersenyum sambil mengusap pipi lembut Nadlyn. "Kenapa tidak membangunkanku?"


"Kamu terlihat lelah sekali, aku tidak tega membangunkanmu."


"Aku tidak akan pernah lelah jika itu untukmu, Samudra, dan Baby. Jadi jangan berpikir seperti itu lagi. Ayo aku temani turun." Cean menggandeng tangan Nadlyn menuju dapur dan mendudukan Nadlyn di kursi meja bar.


"Salad buah. Tadi aku sudah minta Bibi buatkan aku salad buah untuk didinginkan."


Cean membuka lemari es dan mengambil satu kotak tempat makan berisikan salad. Cean juga mengambilkan piring dan sendok untuk Nadlyn.


Nadlyn tersenyum melihat Cean yang begitu perhatian padanya. "Makasih Daddy." Lalu makan dengan lahapnya.


"Aku perhatikan kamu senang sekali makan buah dan sayur." Kata Cean yang melihat Nadlyn begitu lahap makan salad berisikan aneka buah segar.


Nadlyn mengangguk. "Kehamilanku kali ini, aku begitu senang makan sayur."


Cean terdiam, kemudian berkata. "Dulu, sewaktu kamu mengandung Samudra. Aku sering terbangun malam karena melihatmu turun ke dapur untuk mencari makanan." Cean tersenyum miris. "Aku jahat sekali ya waktu itu."


Nadlyn menoleh ke arah Cean. "Yang penting sekarang kamu begitu baik padaku, pada Samudra, dan Baby."


Cean menghela nafasnya. "Bahkan sewaktu aku pergi ke luar negri, aku terbangun di jam malam, di jam yang sama setiap kamu bangun untuk mencari makanan, dan setiap pagi, telingaku slalu mendengar suara kamu saat memuntahkan isi perutmu di kamar mandi, dan semua itu slalu terngiang ngiang di ingatanku."


"Apa karena itu kamu membiarkan Rena tinggal bersamamu?" Tanya Nadlyn meski dengan berat namun sungguh Nadlyn ingin tau.


Cean mengangguk, "Aku seperti berlindung dari kesalahanku padamu dulu. Padahal jelas jelas dulu aku memang salah."


"Kamu merasa nyaman dengan Rena?" Nadlyn menguatkan diri untuk menanyakan hal ini meski hatinya merasa ketar ketir sendiri.

__ADS_1


Cean diam sesaat, kemudian menjawab apa yang di tanyakan oleh Nadlyn. "Tidak, saat itu aku hanya memanfaatkan Rena dan aku pun tau Rena memanfaatkanku. Aku seolah berlindung dari rasa bersalahku, padahal rasa bersalah itu slalu ada."


Cean menoleh ke arah Nadlyn. "Maafin aku, ya?"


Nadlyn tersenyum, "Tidak usah di bahas lagi."


**


Waktu terus berlalu, tidak terasa kini bahkan usia kandungan Nadlyn sudah memasuki usia lima bulan.


"Daddy... Lihat aku." Teriak Samudra yang kini lebih mahir berenang.


Tentu saja Cean yang mengajarinya, bahkan Samudra sering ikut beberapa lomba berenang dan menjuarainya.


"Bagus sekali Kakak Sam." Puji Cean yang terus memperhatikan putranya.


Mereka rutin berenang di setiap weekend. Cean selalu meluangkan waktu untuk anak dan istrinya jika sedang weekend. Tak jarang Dirga meminjam Samudra untuk diajaknya jalan jalan dan hal itu Cean manfaatkan untuk menjadi quality time berdua dengan Nadlyn.


"Bulan depan aku ikut lomba lagi, Dad. Daddy akan menemaniku?"


"Tentu saja Daddy akan selalu menemani setiap moment berharga untukmu." Samudra memeluk Cean karena kini mereka duduk di tepi kolam renang.


"Papi bilang juga akan datang untuk memberi semangat padaku, Dad."


"Kalau begitu, Kakak Sam harus berusaha semaksimal mungkin."


Nadlyn yang melihat hal itu sungguh merasakan kebahagiaan, Cean benar benar menjadi sosok Daddy idaman untuk Samudra. Dan juga menjadi suami idaman untuk Nadlyn.


"Besok mau melihat adik bayi?" Tanya Cean.


Samudra diam seolah berpikir. "Ingin sekali Dad, tapi aku sudah berjanji akan ikut Papi bermain game di mall."


Cean mengusap rambut Samudra. "Baiklah, Sam ikut Papi, dan daddy akan ke rumah sakit dulu. Nanti kita ketemu untuk makan siang, bagaimana?" Tanya Cean agar sang putra tidak merasa bersalah.


Cean sangat tau, jika Sam begitu menyayangi Dirga, dan Cean pun tidak ingin egois untuk membatasi pertemuan antara Dirga dan Samudra. Cean membebaskan sang putra untuk berinteraksi dengan Dirga.


"Oke Dad." Jawab Samudra dengan patuh.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Bantu naikkan Novelku ini yang sedang ikut lomba ya, dengan cara Like, Vote, Hadiah dan beri komentar biar rame..


Jangan lupa juga beri nilai bintang 5 nya ya..


Makasih Readers.. 🤗

__ADS_1


__ADS_2