Satu Malam Menjadi Ayah Muda

Satu Malam Menjadi Ayah Muda
BAB 115


__ADS_3

Axelle mengantar Lova hingga kerumahnya, selama diperjalanan, Axelle terus saja mengajak Lova berbicara agar Lova tidak larut dalam pikirannya yang sedang galau itu.


"Kak, mau mampir dulu?" Tanya Lova sambil membuka seatbeltnya."


"Tentu saja, bukankah aku ingin memberikan Mommy mu kue?"


Lova tersenyum, Axelle bisa membuatnya mengalihkan pikirannya dan membuatnya tersenyum.


"Ayo turun kalau begitu." Ajak Lova dan Axelle mengikutinya sambil membawa goodie bag berisikan kue yang tadi ia beli.


Cean yang kebetulan baru selesai menerima tamu pun melihat heran pada putrinya itu. "Love..."


"Dad... Dia..."


"Selamat malam, Uncle." Sapa Axelle dengan santun.


"Selamat malam."


"Lho ada cucunya dokter Sasha disini?" Sahut Pras yang mendengar ada suara dari ruang tamu.


"Daddy kenal dia?" Tanya Cean.


"Tentu saja, dia Axelle, cucu kembarnya dokter Sasha dan pemilik Rivano Group."


"Anda putranya Fazel Rivano?" Tanya Cean yang memang sedikit mengenal Fazel.


Axelle mengangguk, "Iya, Uncle."


"Ah ternyata kamu sudah sedewasa ini. Duduklah." Ajak Cean lalu mereka berempat duduk bersama di sofa.


"Dimana saudari kembarmu?" Tanya Pras.


"Ada Dok, Allea bekerja bersamaku di perusahaan."


"Hebat sekali, cucu cucu dokter Sasha memang hebat hebat." Puji Pras.


"Ya karena dokter Sasha adalah ibu yang hebat, Dad." Sahut Cean menyetujui.


Lova tidak menyangka jika ternyata keluarganya bisa menyambut baik kehadiran Axelle.


"Kalian pulang bersama?" Tanya Pras menyelidik.


"Tadi kami habis meninjau proyek, Opa. Kak Sam juga ikut, hanya saja tadi Kak Sam menjemput Ziv di rumah Papi Dirga." Jelas Lova.


"Kalian sudah makan malam?" Kali ini Cean yang bertanya.


"Sudah, Dad. Tadi Kak Axelle mengajakku makan malam diluar dan membelikan kue untuk Mommy." Lova menunjuk goodiebag berisikan kue yang berada di atas meja.


Lama mereka berbincang, hingga Axelle pamit untuk pulang. Lova mengantarnya hingga ke dekat mobil Axelle.


"Terimakasih?"


"Untuk?"


"Untuk semua hal di hari ini."


Axelle tersenyum, "Besok aku akan mengajakmu olah raga, bukankah besok libur."

__ADS_1


Lova tampak berpikir, "Baklah, kita janjian dimana?"


"Tentu saja aku yang akan menjemputmu, lalu akan mengantarmu kembali. Jangan bosan." Axelle masuk ke dalam mobil lalu membuka kaca jendelanya.


"Love..."


"Hemm..."


"Sepertinya aku menyukaimu." Kata Axelle lalu menjalankan mobilnya meninggalkan Lova yang masih mematung.


"Secepat itu dia memyukaiku?" Gumam Lova lalu mengerdikan bahunya.


"Baby Love." Panggil Cean saat Lova ingin menaiki anak tangga.


Cean merangkul pundak Lova dan mereka sama sama naik menelusuri anak tangga hingga tiba di dalam kamar Lova.


"Daddy menyukai Axelle." Kata Cean tiba tiba.


"Dan Kak Axelle bilang, di juga menyukaiku, Dad. Menurut Daddy?" Tanya Lova dan kini mereka duduk di atas sofa.


"Kamu menyukainya?" Cean ingin tau perasaan Lova.


Lova tampak berpikir, "Biasa aja sih, Dad. Tapi aku akui jika Kak Axelle memang tampan." Lova menyandarkan kepalanya di lengan Cean.


"Lupakan dia, Love." Ucap Cean pada akhirnya.


Lova tetap dengan posisinya, yakni bersandar di lengan Cean.


"Keluarga kita, dengan keluarga mantan suami Oma, cukuplah sebagai teman saja. Jangan berhubungan lebih dengannya.


Mata Lova mengembun dan seketika menetes membasahi pipinya.


Cean menghela nafas sejenak. "Meskipun Daddy tau, Aunty Audrey membesarkan Kevin dengan baik, tapi tetap saja bayang bayang Kakeknya Kevin yang mengkhianati Oma selalu ada dalam pikiran Daddy dan mungkin jika Oma tau pun Oma akan shock."


"Aku mengerti, Dad."


"Maafkan Daddy, ya Love.. Daddy egois."


"Tidak, Dad. Aku tidak menilai Daddy egois, yang aku lihat Daddy yang begitu menyayangi aku sehingga menginginkan yang terbaik untukku."


"Kamu anak yang dewasa sekali, Daddy menyayangimu, Daddy tidak bisa membayangkan jika ada pria yang menyakitimu." Kata Cean.


"Jangan khawatir, Dad. Aku bisa menjaga diriku sendiri." Lova mencoba menenangkan Cean agar tidak khawatir.


Setelah obrolan yang agak serius itu, Cean kembali ke kamarmya dan melihat Nadlyn yang baru saja menaruh cucian di keranjang.


"Sudah bicara dengan Love?" Tanya Nadlyn.


Cean menghampiri Nadlyn dan memeluknya dengan erat.


"Hei, kenapa?" Tanya Nadlyn pada Cean.


"Aku merasakan apa yang dulu Papa Robi rasakan, Sayang."


Nadlyn mengendurkan pelukannya, "Apa?"


"Khawatir karena takut putrinya di sakiti."

__ADS_1


Nadlyn tersenyum. "Kamu sudah berubah, lagi pula kamu dulu hanya butuh waktu. Dulu kita sama sama salah hingga menghadirkan Samudra di usia kita yang masih sangat muda, tapi kamu sudah menebusnya dengan menjadi Daddy yang sempurna untuk Sam dan Lova."


Cean terdiam, pikirannya berkecamuk karena takut jika Kevin akan nekat mendekati Lova. Cean berencana akan mendatangi Audrey untuk membicarakan hal ini agar hubungan kedua nya tidak menjadi renggang.


Sementara itu, Axelle kembali ke rumahnya dengan perasaan yang cukup senang, "Dia menarik sekali." Gumam Axelle lalu mengambil ponselnya dan mengirim Lova sebuah pesan.


"Hai, aku baru sampai rumah." -Axelle-


Lova yang menerimanya mengernyitkan dahinya saat membaca pesan masuk yang belum ia beri nama.


"Apa mungkin dia Kak Axelle?" Gumam Lova lalu segera membalas pesan Axelle.


"Gak nanya." Balas Lova yang terkikik geli.


"Aku gak minta di tanya, cuma mau ngabarin calon pacar." -Axelle-


Lova tertawa, "Dia lucu sekali." Ucapnya lalu manaruh ponselnya di atas nakas.


Namun sebuah pesan masuk kembali dan Lova membacanya. Ternyata Kevin yang mengiriminya pesan.


"Apa karena dia kamu tidak pernah menghubungiku?" -Kevin-


Dan seperti biasa Lova tidak akan menjawabnya, ia memilih mengabaikannya lalu menghapus pesannya dsn memilih untuk memejamkan matanya untuk tidur.


Pagi hari, Zivana masuk begitu saja ke kamar Lova.


"Lov. Lov, bangun Love..." Zivana menggoyang goyangkan tubuh Lova.


"Apa sih, Ziv..." Gumam Lova masih memejamkan matanya.


"Siapa pria tampan yang menjemputmu olahraga itu?" Tanya Zivana antusias.


Mendengar hal itu, Lova segera membuka kedua matanya. "Pria tampan?"


Zivana mengangguk cepat, "Kamu tidak cerita padaku, oh dia tampan sekali, Lov.."


Lova mentoyor kepala Zivana, "Nanti di dengar Kak Sam kamu bisa di hukum."


"Gak apa apa dihukum Kak Sam, enak koq hukumannya, bikin aku ketagihan." Zivana mengedipkan satu matanya pada Lova.


"Oh my god." Lova memegang kedua kepalanya.


"Makanya cepat menikah, Love. Menikah itu banyak enaknya."


"Lebih enak juga jadi anak Daddy." Cibir Lova.


"Hem tapi gak tau kan sensasi tidur dalam pelukan suami itu kayak gimana. Belum lagi soal bercinta, ah pasti kamu akan ketagihan, Lov."


"Diam Ziv, aku masih perawan, tidak baik bercerita begitu pada perawan sepertiku." Lova mencebik.


"Aku kan sengaja, Lov. Biar kamu cepat menikah dengan pria tampan dibawah itu."


Lova kembali mengingat ucapan Zivana tentang seorang pria yang tengah menunggunya di bawah. "Apa dia Axelle Rivano?"


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


__ADS_1


Lova bangun tidur, sama sama cantik dengan Zivana kan?


__ADS_2