
Menjelang tujuh malam peringatan hari kematian eyang saka , rumah keluarga besar tuan Gunawan tampak sibuk . Pengusaha sukses itu mengadakan Tahlilan untuk almarhum sahabatnya tersebut di rumahnya . Beberapa karyawan hotel dan swalayan miliknya nampak hadir , begitu juga rekan bisnisnya .
Acara tahlilan di mulai setelah shalat Maghrib dan selesai sebelum Isya' . Setelah para tamu pulang tuan Gunawan memerintahkan seluruh anggota keluarga berkumpul di ruang kerjanya .
Seluruh anggota keluarga keheranan saat mengetahui pengacara keluarga ikut berkumpul di ruangan tersebut .
Jordi yang duduk berdampingan dengan Tania dan Rizky mulai memiliki firasat yang tidak baik . Akankah ia di paksa menikah dengan gadis pilihan kakeknya . Semua anggota keluarga menunggu dengan rasa penasaran .
Tak lama Tuan Gunawan muncul di dampingi pak Nurdin sebagai pegawai kepercayaannya .
" Baiklah..semua sudah berkumpul kecuali satu orang , aku anggap orang tuanya mewakilinya " tuan Gunawan berbicara dengan nada datar sambil bersandar di kursinya .
Tuan Aditya yang tau orang yang di maksud adalah putranya Jidan hanya menghela nafas .
" Ada apa ini pa... ? , Kenapa ada pengacara keluarga ? " Tanya nyonya Kirana.
" Hari ini aku akan membacakan wasiat ku " ucap tuan Gunawan sambil menatap ekspresi wajah anak dan cucunya .
" Baiklah ...karna semua anggota keluarga berkumpul , saya sebagai pengacara keluarga akan membacakan surat wasiat tuan Gunawan " pak Rudi membuka pembicaraan .
" Papa masih sehat , kenapa harus di bacakan sekarang ? " Tanya tuan Juan .
" Sehat tidak menjamin seseorang berumur panjang " jawab tuan Juan santai .
" Bacakan saja pak Rudi " ucap tuan Gunawan sambil menatap pak Rudi .
" Baiklah pak " ucap pak Rudi .
pengacara itu membuka sebuah map berisi sebuah berkas .
Dengan tenang ia mulai membacakan isi berkas yang di pegangnya .
*****
" Dengan ini saya Gunawan Aji Prayoga menulis surat wasiat untuk anak cucu saya sebagai dasar dalam pembagian harta yang saya miliki .
Pertama .
Untuk anak pertama saya , Aditya Aji Prayoga , setelah saya meninggal akan mendapatkan sebuah rumah tinggal di perumahan Beverly estate yang bersertifikat atas nama beliau , sebuah mobil Lexus , dan sebuah mobil Range Rover sport .
untuk anak kedua saya Juanda aji Prayoga akan mendapatkan sebuah rumah yang kini telah beliau tempati bersama keluarganya .
Sebuah mobil Porsche , dan sebuah Toyota Alphard .
Untuk anak ke tiga saya Kirana Saraswati akan mendapatkan sebuah rumah yang kini di tempati beliau . Sebuah mobil Mercedes-Benz dan sebuah mobil BMW .
Dan untuk masing masing cucu saya akan mendapatkan sebuah mobil mewah yang kini telah mereka gunakan .
Kedua
Untuk saham milikku di perusahaan jaya group yang bergerak di perhotelan dan resort sebesar enam puluh persen , aku membagikannya kepada anakku Aditya dan Juanda masing masing sebesar sepuluh persen saham , serta kepada Jordi dan Jidan masing masing lima persen .
__ADS_1
Untuk perusahaan Happy swalayan aku juga akan membaginya menjadi lembar saham .
Aku akan memberikan kepada putriku Karina sebesar dua puluh lima persen .
Dua cucuku lainnya Rizki dan Tania masing masing sepuluh persen .
Kedua menantuku akan mendapatkan masing masing lima persen .
Aku juga akan memberikan lima persen saham kepada orang yang selama ini membantuku dan aku percaya yaitu Nurdin .
Ketiga
Untuk kekayaan pribadiku lainnya berupa sebuah rumah di Bandung , sebuah rumah di Jakarta , sebuah rumah di Bogor , serta Villa keluarga di Lembang , serta tiga mobil mewah aku akan mewariskannya kepada cucu sahabatku Wulandari Ratnadila .
Apabila orang yang di maksud tidak bersedia menerima pemberian ku aku akan menyerahkan aset tersebut ke badan amal .
Ke empat
Untuk sisa saham yang aku miliki di kedua perusahaan yang aku pimpin .
Aku akan menyerahkan empat puluh persen saham Happy swalayan kepada wulandari Ratnadila . jika yang bersangkutan tidak mau menerima aset tersebut , maka saham yang di maksud akan di kelola oleh badan amal .
Tiga puluh persen saham jaya Group yang aku miliki akan aku serahkan kepada cucuku yang menikahi Wulandari Ratnadila atas keinginan gadis tersebut tanpa paksaan .
Dan jika Dila tidak menikah dengan cucuku , maka aset tersebut menjadi milik sebuah badan amal yang telah aku tunjuk .
Kepemimpinan kedua perusahaan akan di pantau oleh pengacaraku , siapapun bisa menjadi Dirut jika ia memang mampu , meski itu adalah pemegang saham selain kerabatku .
Pemindahan nama dan pemilikan aset akan berlaku saat aku meninggal dunia , selama waktu yang tersisa aku adalah pemilik sah seluruh aset , kecuali aset pribadi yang ku berikan kepada Wulandari Ratnadila , ia mulai berlaku saat yang bersangkutan bersedia menerimanya . Dan hal itu telah ku serahkan sepenuhnya kepada pengacaraku .
Keputusan ini mutlak dan sah secara hukum . Di tandatangani oleh saksi saksi dan di lakukan di depan notaris .
*****
Pak Rudi menarik nafasnya setelah pidato yang panjang .
Semua yang ada di ruangan itu terdiam . tidak satupun yang bersuara atau mengeluarkan pendapatnya .
Namun tuan Gunawan bisa tau kekesalan dari wajah cucu cucunya dan juga anak anaknya .
" Jika ada yang ingin kalian katakan , katakan sekarang karna setelah aku keluar dari ruangan ini aku tidak ingin mendengar apapun " tuan Gunawan menatap anak anaknya satu persatu .
" Papa....ini agak berlebihan , dia bukan siapa siapa tapi dia mendapatkan separuh yang keluarga kita miliki " nyonya Karina memberanikan diri untuk berbicara .
Tuan Gunawan menarik nafas panjang .
" Kau tau saat ayahku pulang dari perang ia hanya memiliki dua lembar baju , sepotong biskuit dan satu kantong beras serta uang sebesar seratus rupiah , itupun ia dapat dari saku celana seragam sahabatnya .
Lalu ia menumpang hidup pada istri orang yang telah menyelamatkan nyawanya hingga ia menikah . Ia mendirikan perusahaan karena janda sahabatnya rela memberikan separuh hartanya untuk memulai bisnis .
milik kita yang mana yang kau sebutkan ??!! " Tuan Gunawan bertanya dengan lantang .
__ADS_1
" Mungkin maksud Karin , semua pemberian itu tidak akan bernilai sebesar ini tanpa usaha dari papa , jadi itu terlalu berlebihan " tuan Aditya menyela dengan sopan .
" Kau pikir siapa yang memberi ayah suntikan dana saat ayah hampir bangkrut saat kalian semua masih kuliah ?! " Tanya tuan Gunawan
" Kakeknya menjual sebagian asetnya untuk membantuku dan mengenalkan aku pada mertua Juan , serta orang orang yang punya pengaruh .
Itu sebabnya Bisnisku bisa bertahan .
Jika bukan karena dia kalian hanya akan punya ayah pemilik toko kelontong " Ada lagi yang ingin kalian pastikan ??!" Tanya tuan Gunawan .
" Aku hanya ingin mengembalikan apa yang aku pinjam " tuan Gunawan berkata dengan tenang .
" Tapi kek...apakah itu harus mengorbankan diriku ? , Kenapa aku harus menikahi orang yang bahkan tidak aku ketahui karakternya "Jordi yang dari tadi terdiam membuka suara .
" Apa kau tuli ?! , Siapa bilang itu harus kamu ? " , Kau bukan satu satunya cucuku ! " Jawab tuan Gunawan membuat semua anak dan menantunya terkejut .
" Pak Rudi jelaskan dari maksud poin empat dari surat wasiatku " ucap tuan Gunawan sambil menatap pak Rudi .
" Jadi maksud dari point' empat adalah semua cucu dari Tuan Gunawan yang laki laki tentunya , akan mendapatkan tiga puluh persen saham atau separuh dari total saham yang di miliki di Jaya Group jika menikah dengan nona Dila . Dengan catatan pernikahan itu adalah atas keinginan yang bersangkutan "
Pak Rudi menjelaskan dengan hati hati .
" Papa sudah gila....?!" Tuan Juan yang sedari tadi diam tiba tiba bersuara .
" Papa tahu itu sama saja seperti sebuah sayembara yang akan memecah belah keluarga ini " lanjutnya .
Tuan Gunawan menarik nafas panjang , badai yang ia ciptakan di rumahnya telah di mulai .
" Kalian bertiga keluar dari ruangan ini " tuan Juan menatap ketiga cucunya yang duduk di satu sofa . Dengan langkah berat , Jordi , Rizky dan Tania keluar dari ruangan itu .
" Pa....sumbangkan saja harta papa itu , aku tidak akan membiarkan anakku memperebutkan seorang perempuan sebagai jalan untuk mendapatkan kekayaan " tuan Juan berkata lemah .
" Kenapa ? Karna kau pernah melakukannya ? " Tanya tuan Gunawan .
" Aku tidak akan ada pada posisi ini jika kau mau menyelesaikan semuanya waktu itu .
kau pikir ini keinginanku ? , Kau melupakan sebuah pepatah " forgive but not forget " , kurasa saka tidak melupakan atas apa yang di lakukan seseorang pada putrinya ' ucap tuan Gunawan sambil menatap kedua putranya .
" Kali ini akan berbeda , keputusan itu hanya akan di ambil oleh tuan putri , bukan oleh peserta sayembara . Pastikan anak anak kalian tidak melakukan hal memalukan yang sama seperti yang kalian lakukan " Tuan Gunawan berkata seraya beranjak dari kursinya .
" Nurdin antar aku ke kamar dan panggilkan dokter untukku " tuan Gunawan berkata pada pak Nurdin yang duduk di belakangnya .
" Terimakasih banyak pak Rudi , pastikan bapak mengurus semuanya dengan pengacara eyang Saka " tuan Gunawan menyalami pak Rudi , lalu meninggalkan ruangan kerjanya .
" Saya juga ingin pamit , terimakasih " pak Rudi berpamitan .
" Oh..biar saya antar " tuan Aditya menawarkan diri . Kedua pria itu juga beranjak pergi .
Tak selang berapa saat tuan Juan juga mengajak istrinya untuk pulang .
Tinggallah nyonya Irma dan Karina yang masih duduk di ruangan itu .
__ADS_1
" Sebenarnya..apa maksud perkataan ayah dengan hal memalukan yang pernah kalian lakukan ? " Tanya nyonya Irma pada iparnya .
" Sesuatu yang tidak ingin kami bahas " jawab nyonya Karina seraya sibuk dengan handphonenya .