
Dila sibuk membereskan pakaian dan bawaannya . Ia memutuskan untuk pulang ke Bandung lebih cepat dari rencananya karna diam di rumah membuat ia justru lebih merindukan kakeknya .
" Sudah semua neng...? " Tanya mang Karman sambil membawa koper ke mobil .
Dila mengangguk , gadis itu lantas memeluk Mak Asih dan Lilis yang telah berdiri di teras dengan wajah sedih .
" Dila titip rumah ya Mak..., Rawat seperti saat eyang ada " ucapnya pada Mak Asih .dan hanya di jawab anggukan Mak Asih yang berlinang air mata .
" Aku akan selalu mengabari masalah kebun dan pabrik " ucap Lilis sambil memeluk Dila .
Dila Memang menyerahkan masalah keuangan kebun jeruk dan pabrik padi pada Lilis , seperti mana sang kakek . Sementara untuk perawatan dan mengurus para buruh di serahkan pada mang Karman .
Setelah berpamitan dengan beberapa pekerja yang bekerja di kebun jeruk , sawah , dan pabrik padi Dila segera naik ke mobilnya .
Mang Karman sudah berada di balik kemudi , dengan sedih gadis itu meninggalkan rumah .
Dila menatap ke luar jendela , Perkebunan jeruk dan bentangan sawah peninggalan sang kakek membuat ia menghela nafas panjang . Gadis itu bertekad menyelesaikan kuliahnya tepat waktu dan kembali ke desa untuk melanjutkan usaha sang kakek .
Sebenarnya hidup sederhana yang di pilih kakeknya bukan tanpa alasan , bagi eyang Saka itu membuat ia bisa membantu orang lain meski tidak besar , sekaligus menikmati kehidupan tanpa harus berjuang terlalu keras .Ia ingat benar ucapan sang kakek .
" Hidup itu bukan tempat berlomba lomba untuk membuktikan siapa yang terbaik tapi berlomba lomba berbuat baik , jangan serakah , karna hanya butuh sepiring nasi dan sebutir telur untuk bertahan hidup satu hari , jadi jangan terlalu terobsesi terhadap harta benda " dengan prinsip itulah sang kakek menjalani hidup sederhananya .
Ia sendiri tidak tau seberapa banyak aset sang kakek , namun prinsip yang di pegangnya membuat ia tidak ingin tahu .
Menikmati hidup dan berusaha berbuat baik di manapun itulah yang ingin ia lakukan . Dengan begitu ia akan senantiasa bersyukur dengan nikmat sekecil apapun .
Tak terasa sudah tiga jam dirinya dalam perjalanan . Ia sampai di kota Bandung tepat tengah hari , karena bertepatan dengan jam makan siang Dila mengajak mang Karman mampir di warung mie ayam favoritnya selama dua setengah tahun di kota Bandung . Setelah itu mereka pun segera ke rumah kontrakan Dila . Mang Karman langsung pulang kembali ke Sukabumi setelah istirahat satu jam .
" Dila.......aku kangen ..." Seru ocha yang baru kembali dari kuliah . Dila yang tengah asyik membereskan pakaiannya terkejut .
" Kok aku gak dengar kamu masuk " tanya Dila .
" Makanya jangan serius banget sih.., oh ya..kamu udah ngerasa baikan.., aku turut berdukacita ya.." ucap ocha sambil menepuk lengan Dila .
Dila tersenyum masam . Ia hampir selesai membereskan pakaiannya .
" Aku bawa oleh oleh , ku taruh di meja makan , terus yang di lantai...tolong bagikan ke tetangga " ucap Dila sambil beranjak dari duduknya di depan lemari .
" Wah makasih...pasti bawa beras sama jeruk kan ? " Ucap Ocha senang .
" Tau aja...., Yang lain kemana ? , nggak pulang ? " Tanya Dila sambil memandang keluar .
" Kan ini jum' at , biasa..." Jawab ocha seraya berbaring di kasurnya .
Dila ikut berbaring di samping Ocha . Mereka terdiam sesaat .
" Cha... Jalan yuk..! " Ucap Dila tiba tiba .
" Ha...kemana ? " Tanya Ocha .
" Kita ngemall " ucap Dila membuat Ocha langsung duduk . Namun ia tidak berani berkata apapun , ia sadar mungkin Dila ingin mencari hiburan dengan pergi ke tempat yang ramai .
" Baiklah...aku ganti baju dulu , kamu siap siap ya.. Awas aja kalau minta pulang ' ucap Ocha seraya melangkah keluar kamar .
*****
Ocha terkejut melihat penampilan Dila yang lain dari biasanya . sahabatnya itu tampil sangat feminim , rambutnya yang biasa di kuncir kuda tergerai rapi , ia mengenakan pakaian yang selama ini hanya tergantung di lemarinya , blus tanpa lengan berwarna ungu dan celana jeans di tubuh Dila membuat ia tampil beda . Gadis itu juga merias wajahnya meski hanya samar samar .
" Waw..." Ucap Dila sambil tertawa .
" Apa aku aneh ? , Apa riasanku terlalu tebal? " Tanya Dila .
__ADS_1
" Nggak kok...kamu cantik banget , kalau kamu dandan gini terus pasti banyak yang antri untuk jadi kekasihmu " ucap Ocha penuh kekaguman .
" Beneran ? " Tanya Dila yang di jawab anggukan sahabatnya .
Mereka segera pergi meninggalkan rumah menggunakan layanan taksi online menuju Braga Citywalk . keduanya berjalan jalan sambil bercanda , seperti biasa Dila selalu mudah ceria , apalagi bila bersama ocha yang bawel .
Ocha akan sibuk mencari parfum , gadis itu memang penggila parfum , begitu mereka masuk pusat perbelanjaan .
" Coba yang ini deh..., " Ucap Ocha sambil mencium sample parfum yang ia semprotkan di lengannya .
Dila menciumnya , gadis itu terdiam sesaat . Aroma yang ia hirup mengingatkan ia pada seseorang .
" Bukannya ini parfum cowok ? " Tanya Dila .
" Ya...aku mau kasih ke Chiko ! , Bentar lagi kan valentine " ucap Ocha .
" Oh.., jangan yang itu ah..gak enak tau " ucap Dila seraya mencoba aroma lain .
Bunyi Telepon membuat Ocha membuka tasnya .
" Ya Halo sayang..., Apa ? " Ucap Ocha panik
" Ya udah aku kesana ya sekarang " Ocha menutup teleponnya . Dila memandang wajah Ocha yang nampak sungkan .
" Kenapa..?? , Dia sakit lagi ?" Ocha mengangguk mendengar pertanyaan Dila .
" Nggak apa apa , aku jalan sendiri aja "ucap Dila sambil tersenyum .
" Sorry..gua janji lain kali kita jalan sampai puas " ucap Ocha sambil memeluk Dila .
Dila melepas pelukan Ocha seraya menyuruh pergi gadis itu . Ocha pun segera berlari meninggalkan dirinya .
Dila kembali memegang sample parfum yang tadi di pilih oleh Icha , gadis itu memanggil SPG toko tersebut .
Dila meninggalkan toko tersebut sambil geleng-geleng kepala . Ia memandang bungkusan kecil di tangannya .
" Untuk apa mengeluarkan banyak uang hanya untuk aroma menyebalkan " gumamnya sambil berjalan .
Ia kembali berjalan mengelilingi mall , pajangan baju branded menarik perhatiannya , Gadis itu ingat akan janjinya untuk menemani Jordi pergi ke pesta pernikahan mantannya , iapun masuk kedalam .
Di dalam stand baju khusus wanita itu seorang wanita tengah asik memilih milih baju . Di dampingi seorang lelaki yang , mungkin kekasihnya . Mereka tampak mesra bahkan terkesan mengumbar kemesraan . Karena risih dengan tingkah keduanya Dela memilih untuk ke pajangan sepatu . Gadis itupun mulai melihat lihat . Tak selang beberapa saat pasangan tadi tiba tiba sudah ada di dekatnya , kali ini sang pria duduk saja di kursi , sedangkan sang wanita asik memilih sepatu .
"Sayang ini bagaimana ? " Tanya wanita itu sambil mencoba sebuah sepatu .
" Wah..apa saja selalu indah jika kau kenakan ! " Jawab si pria sembari memberi tanda hati kepada perempuan yang memang sangat cantik bak model itu .
Wanita itu tersenyum manja . mereka asik mengobrol sambil sesekali tertawa bahagia .
Beberapa SPG nampak memperhatikan mereka dengan wajah iri , toko itu kebetulan sepi pengunjung . Dila kembali memilih Model sepatu , berusaha tidak menghiraukan pasangan bahagia itu .
" Honey...di sini kamu rupanya " sebuah suara yang ia kenal tiba tiba berada di belakangnya . Dila membalikkan tubuhnya , Jordi berdiri di sana sambil tersenyum bahagia , lelaki itu tiba tiba memeluknya .
" Maaf aku tadi sangat sibuk , kau pasti sangat marah aku tidak bisa menemanimu berbelanja , maaf ya sayang " ucap Jordi seraya mengecup keningnya .
Dila terkesiap , karena terkejut gadis itu hanya terdiam sambil kebingungan .
" Kau sudah dapat sesuatu ? " Tanya Jordi seraya melepas pelukannya .
" Jo...." Panggil perempuan yang tadi tengah asik berbelanja dengan kekasihnya , ia menatap mereka berdua dengan wajah terkejut . Jordi dan Dila menoleh sesaat ke arah mereka .
" Oh..Risa..., Kau sedang berbelanja ? kebetulan yang aneh ? " Tanya Jordi dengan ramah .Dila menatap keduanya bergantian .
__ADS_1
" Oh..." Serunya dalam hati , ia mengerti kenapa lelaki di sampingnya bersikap begitu .
" Ah..emh ya...." Jawab gadis cantik yang tak lain adalah clarisa .
" Sayang...kau kenal ?" Tanya pria yang dari tadi memperhatikan mereka .
" Oh ya..." Jawab Risa gugup .
" oh...itu calon suamimu ? , Aku juga kebetulan sedang mencari kekasihku yang sedang merajuk , kenalkan ini Dila.." ucap Jordi sambil memeluk pinggang Dila .
" Dila.." ucap Dila sambil tersenyum ramah ,
" Sayang siapa dia ? " Tanya Dila berakting .
" Teman lama " jawab Jodi yang terkesiap melihat sikap manja Dila .
" Oh...sayang aku lapar..bisakah kita pergi makan dulu ? " Tanya Dila sambil tersenyum manja .
" Oh..baiklah.., Risa maaf kami pergi dulu , kekasih ku ini tidak tahan lapar , oh hai..bro selamat ya atas rencana pernikahan kalian " ucapnya sambil melambai pada kekasih Risa .
Keduanya kemudian berjalan meninggalkan Risa yang nampak linglung . Baru beberapa langkah Jordi sudah beraksi lagi .
" Sayang apa itu " tanya Jordi sambil meraih bungkusan kecil yang di bawa Dila .
" Oh aku membelikan itu khusus untukmu " jawab Dila manja mau tak mau .
Jordi membuka paper bag kecil yang berisi parfum yang tadi Dila beli tanpa tahu harus di apakan .
" Thanks you honey.." ucapnya manis , pria itu kembali mengecup keningnya dan memeluknya .
" Sekali lagi kau kecup aku , ku robek bibirmu " bisik Dila dalam pelukan Jordi .
" I love you to " ucap Jordi sembari melepaskan pelukannya . Ia menggandeng tangan Dila sembari meninggalkan stand tersebut .
Sementara Risa melihat keduanya sambil terdiam kaku .
" Sayang kau tidak apa apa ? " Tanya Raihan .
" Oh..aku hanya merasa sedikit pusing " ucap Risa seraya duduk di dekat sang calon suami .
Di tempat lain Dila melepas genggaman tangan Jordi setelah keduanya berjalan cukup jauh , gadis itu memukul lengannya seraya mencibir .
" Kau beraninya mengecup keningku , ini cuma milik seseorang " bentaknya .
" Siapa ? , Orang yang mencampakkan dirimu " tanya Jordi mengejek .
Buk !!
Sebuah tinju mendarat di perutnya , Jordi meringis kesakitan . Pukulan Dila benar benar kuat .
" Apa kau atlit gulat ?! " Tanya Jordi sambil meringis .
" Karate bung..bukan gulat , kalau gulat kau sudah ku lempar kesana " jawab Dila kesal sambil menunjuk ke lantai di bawahnya .saat itu mereka sedang berdiri dan dekat eskalator .
Dila berjalan menuju eskalator , Jordi masih berdiri mengusap usap perutnya .
" Kenapa kau diam saja ?! , Cepatlah aku lapar " teriak Dila yang sudah turun .
Dan entah kenapa Jordi mengikutinya .
" Jadi kau sungguh lapar " ? tanya Jordi yang telah berada di sampingnya .
__ADS_1
" Tidak terlalu , tapi kau harus membayarku dengan makanan mahal " jawab Dila sambil berjalan mendahuluinya .