
** Masih dalam ingatan Aisyah *"
Suara bell pintu hotel membuat Aisyah menghentikan kegiatannya berkemas . Dengan lesu ia membuka pintu kamar hotel .Ia terdiam sejenak melihat seorang wanita cantik dengan penampilan elegan tengah berdiri dengan tenang di depan pintu .
" maaf cari siapa ya..? " tanya Aisyah yang merasa tak mengenalnya .
" dengan Aisyah...." tanya wanita itu dengan tenang .
" ya..." jawab Aisyah ragu sembari mencoba mengingat wajah di hadapannya .
" Saya kinanti Ayunda .., boleh kita bicara " wanita itu menatapnya sambil tersenyum hangat .
Aisyah terdiam , seketika ingatannya berhasil mengenali wajah di hadapannya . Ya , wanita itu adalah wanita yang sama yang ia lihat dua hari lalu di sebuah klinik bersalin bersama Prasetyo . Aisyah melihat ke arah perut wanita itu , meski belum begitu buncit , tetapi jelas terlihat Ia tengah hamil muda .
" Tidak ada yang perlu kita bicarakan..." jawab Aisyah seraya membalikkan badan .
" Tolong ceraikan mas Pras..., biarkan kami hidup bahagia tanpa harus merasa bersalah padamu " ucapan wanita itu sontak membuat Aisyah membalikkan badannya kembali .
" Apa maksud perkataanmu ? " Tanya Aisyah sembari menatap wanita di hadapannya .
" Sekarang bisa kita bicara...? " Wanita itu menatapnya dengan pandangan tanpa dosa .
Aisyah hanya mematung saat wanita itu berjalan melewati tubuhnya dan segera masuk ke kamarnya . Ia pada akhirnya mengikuti wanita itu setelah terdiam cukup lama di depan pintu tanpa berkata apapun .
" Kami sudah cukup lama berhubungan , meski pernah putus aku tidak menyangka dia akan menikah denganmu karena sebuah perjodohan . Pernikahan kalian hanyalah pelariannya saat putus denganku " ucapan wanita bernama Kinan hanya di dengar oleh Aisyah dalam diam . Keduanya telah lama duduk dalam kebisuan tanpa mengucapkan sepatah kata hingga Kinan mulai berbicara .
" Kalian berpacaran ? " Tanya Aisyah sembari menatap wajah di hadapannya .
" Ya...jauh sebelum kalian menikah . Aku adalah kekasihnya . Kami putus karena tadinya aku hendak pergi ke luar negeri . Lalu beberapa bulan lalu aku menyadari bahwa aku tidak bisa hidup tanpa Pras..., saat itu aku sangat kecewa ketika tahu Pras memilih menikahimu "
" Di antara kita berdua akulah yang dia cintai..., Pernikahan tanpa cinta yang kalian bina tidak akan membuat Pras bahagia . Jadi lepaskan dia...aku dan anak dalam kandunganku lebih berhak atas dirinya " Perkataan Kinan bagaikan sembilu yang menghujam jantung Aisyah .
__ADS_1
" Pras tidak akan pernah menceraikan kamu , karena kamu adalah pilihan ibunya..., Jadi aku sengaja datang meminta padamu sebagai sesama wanita . Kalau kamu benar-benar mencintai mas Pras...biarkan dia bebas dari pernikahan kalian .
" Pernikahan karena sebuah perjodohan tetaplah pernikahan . Bagaimana bisa seorang wanita menginginkan suami wanita lain ? , Kecuali kamu bukan wanita baik baik " Aisyah menatap wajah Kinan dengan sisa ketegaran yang ia miliki .
" Itu terserah padamu..., Kita sama sama tahu Pras sangat menghormati orang tuanya . Dia hanya akan diam dan dia juga tidak akan tega menyakiti kamu yang telah ia anggap seperti adiknya sendiri . Tapi apakah kamu tega membuat dia berada pada posisi seperti ini di sepanjang hidupnya ? . Itu sebabnya aku datang padamu...tolong lepaskan Pras , biarkan kami memiliki hidup yang seharusnya memang milik kami . Tidak ada lagi yang ingin aku katakan... , Aku berharap pertemuan kita bisa membuat Pras bebas dari himpitan batinnya . Kalau kamu tidak bisa melakukan hal itu untuk kami , setidaknya lakukan itu untuk anak dalam kandunganku "
" Aku pergi dulu Aisyah..." Kinanti Ayunda melangkah pergi meninggalkan Aisyah yang masih membeku di tempatnya .
Aisyah tidak menyangka jika ia hanya wanita kedua di hati Prasetyo . Pernikahan mereka hanyalah pelarian Pras karena patah hati , itu berarti pengakuan cinta Prasetyo kemarin malam hanyalah palsu . Pengakuan yang ia ucapkan hanya untuk menghibur dirinya .
Aisyah memang pernah mendengar Prasetyo dekat dengan seseorang saat kuliah , tapi karena Prasetyo berkuliah di Jakarta jadi Aisyah tidak tahu banyak tentang kehidupan Pras .
Mereka hanya bertemu saat hari Raya ataupun acara acara keluarga . Tapi meski dekat Pras tidak pernah bercerita tentang kehidupan nya di Jakarta .
Itulah sebabnya saat Pras mengajaknya untuk menikah , Aisyah tidak berfikir jika Pras memiliki janji pada wanita lain .
Pernikahan apa sebenarnya yang ia jalani ?
# flash back off #
Dengan berat ia menarik nafas panjang , mencoba memejamkan mata yang tiba tiba kehilangan rasa kantuk , menatap wajah seorang wanita yang telah menghancurkan mimpinya . Entah berapa lama pikiran Aisyah melayang ke masa lalu bersama dengan Pras , ia juga teringat pada Abimayu , lelaki yang menjadi pengobat lukanya setelah kepergian Pras.., namun lagi lagi ia harus mencoba ikhlas untuk memilih jalannya sendiri , demi kehidupan damai yang ia impikan . lama ia terdiam hingga larut dalam alam mimpi .
Aisyah terbangun dari tidurnya karena alarm handphonenya berbunyi tanpa henti , dengan lesu ia menutup alarmnya lalu Berjalan dengan berat menuju kamar mandi . Ia harus mengantar Anto ke Rumah sakit hari ini .
setelah menjemput Anto di rumah Teguh , Aisyah memacu mobilnya menuju Rumah sakit .
keduanya segera mendaftarkan diri di pendaftaran . Aisyah sengaja menggunakan identitas diri Teguh saat mendaftarkan Anto , karena Anto tidak memiliki KTP .
" kak..masih lama .., kita cari sarapan di dekat sini yuk.." ajak Aisyah setelah selesai melakukan pembayaran di kasir .
" dokternya jam 10 baru datang " lanjutnya saat menyadari Anto masih terdiam .
__ADS_1
" oh..baiklah..." jawab Anto seraya berdiri dari kursinya . keduanya berjalan menuju keluar rumah sakit .
keduanya berjalan menuju sebuah toko Roti , Aisyah memesan segelas Milo dingin dan Roti lapis . sementara untuk Anto ia memesan segelas teh hangat dan sebuah Roti lapis .
" dokter terlihat lelah " ucap Anto setelah ia ikut duduk di hadapan pria itu selesai mengambil Roti mereka dari etalase .
" hanya kurang tidur " jawab Aisyah sembari melihat sekeliling .
" ada apa ? " tanya Anto melihat Aisyah yang tidak nyaman . sejak berada di RS tadi Aisyah memang terlihat tidak nyaman .
" tidak apa apa .." jawab Aisyah sembari tersenyum lembut .
saat itu di halaman kafe terlihat sekelompok orang berpakaian seragam Rumah sakit . Aisyah tiba tiba berdiri dari duduknya .
" kak Anto saya ke toilet sebentar ya.." ucap Aisyah seraya melangkah menuju Toilet tanpa menunggu jawaban dari Anto .
Anto hanya terdiam sambil menatap kepergian Aisyah yang seperti tengah menghindari seseorang . tak lama sekelompok perawat memasuki cafe . tanpa sengaja Anto mendengar percakapan mereka saat melewati mejanya .
" kamu salah lihat tak ? " ucap seorang perawat bertubuh gemuk .
" aku kurang yakin sih ..soalnya orangnya pakai hijab...tapi wajahnya betul" seperti dokter Aisyah..." jawab seorang perawat lelaki yang berjalan di belakangnya . kelompok itu berjalan menuju kasir , dan etalase Roti sembari memilih beberapa Roti .
mendengar nama Aisyah di sebutkan , Anto memasang telinganya lebar lebar .
" Apa kita bilang mas Bima aja ya..." ucap perawat gemuk sambil membawa nampan berisi beberapa potong Roti .
" untuk apa.. kudengar dia sudah menikah dengan seorang keturunan bule " jawab perawat lelaki di belakangnya .
" itu tidak benar , beberapa hari yang lalu mas Bima masih menanyakan padaku apa ada kabar dari Dokter Ais " sanggah seorang perawat wanita lainnya di depan kasir .
" benarkah ? " perawat lelaki itu terlihat kurang yakin . tiba tiba perawat lelaki tersebut menatap ke arahnya . tatapan mereka bertemu sesaat , perawat itu terlihat terkejut .
__ADS_1
Anto hanya tersenyum sembari memalingkan wajahnya , ia tidak ingin ketahuan tengah memperhatikan kelompok tersebut . dilihatnya kelompok tersebut berbicara berbisik bisik sambil sesekali menatap ke arahnya . lalu setelah membayar di kasir ketiganya segera pergi meninggalkan cafe .
Aisyah muncul tak lama setelah kelompok itu pergi , Anto dapat menebak Aisyah menghindari mereka karena ada hubungannya dengan seseorang bernama Bima . mereka menghabiskan minuman dan makanan mereka dalam diam .