Sayembara Cinta

Sayembara Cinta
91. kisah lainnya # Aisyah Nurani " pernyataan palsu "


__ADS_3

** Masih dalam ingatan Aisyah *"


Suara bell pintu hotel membuat Aisyah menghentikan kegiatannya berkemas . Dengan lesu ia membuka pintu kamar hotel .Ia terdiam sejenak melihat seorang wanita cantik dengan penampilan elegan tengah berdiri dengan tenang di depan pintu .


" maaf cari siapa ya..? " tanya Aisyah yang merasa tak mengenalnya .


" dengan Aisyah...." tanya wanita itu dengan tenang .


" ya..." jawab Aisyah ragu sembari mencoba mengingat wajah di hadapannya .


" Saya kinanti Ayunda .., boleh kita bicara " wanita itu menatapnya sambil tersenyum hangat .


Aisyah terdiam , seketika ingatannya berhasil mengenali wajah di hadapannya . Ya , wanita itu adalah wanita yang sama yang ia lihat dua hari lalu di sebuah klinik bersalin bersama Prasetyo . Aisyah melihat ke arah perut wanita itu , meski belum begitu buncit , tetapi jelas terlihat Ia tengah hamil muda .


" Tidak ada yang perlu kita bicarakan..." jawab Aisyah seraya membalikkan badan .


" Tolong ceraikan mas Pras..., biarkan kami hidup bahagia tanpa harus merasa bersalah padamu " ucapan wanita itu sontak membuat Aisyah membalikkan badannya kembali .


" Apa maksud perkataanmu ? " Tanya Aisyah sembari menatap wanita di hadapannya .


" Sekarang bisa kita bicara...? " Wanita itu menatapnya dengan pandangan tanpa dosa .


Aisyah hanya mematung saat wanita itu berjalan melewati tubuhnya dan segera masuk ke kamarnya . Ia pada akhirnya mengikuti wanita itu setelah terdiam cukup lama di depan pintu tanpa berkata apapun .


" Kami sudah cukup lama berhubungan , meski pernah putus aku tidak menyangka dia akan menikah denganmu karena sebuah perjodohan . Pernikahan kalian hanyalah pelariannya saat putus denganku " ucapan wanita bernama Kinan hanya di dengar oleh Aisyah dalam diam . Keduanya telah lama duduk dalam kebisuan tanpa mengucapkan sepatah kata hingga Kinan mulai berbicara .


" Kalian berpacaran ? " Tanya Aisyah sembari menatap wajah di hadapannya .


" Ya...jauh sebelum kalian menikah . Aku adalah kekasihnya . Kami putus karena tadinya aku hendak pergi ke luar negeri . Lalu beberapa bulan lalu aku menyadari bahwa aku tidak bisa hidup tanpa Pras..., saat itu aku sangat kecewa ketika tahu Pras memilih menikahimu "


" Di antara kita berdua akulah yang dia cintai..., Pernikahan tanpa cinta yang kalian bina tidak akan membuat Pras bahagia . Jadi lepaskan dia...aku dan anak dalam kandunganku lebih berhak atas dirinya " Perkataan Kinan bagaikan sembilu yang menghujam jantung Aisyah .

__ADS_1


" Pras tidak akan pernah menceraikan kamu , karena kamu adalah pilihan ibunya..., Jadi aku sengaja datang meminta padamu sebagai sesama wanita . Kalau kamu benar-benar mencintai mas Pras...biarkan dia bebas dari pernikahan kalian .


" Pernikahan karena sebuah perjodohan tetaplah pernikahan . Bagaimana bisa seorang wanita menginginkan suami wanita lain ? , Kecuali kamu bukan wanita baik baik " Aisyah menatap wajah Kinan dengan sisa ketegaran yang ia miliki .


" Itu terserah padamu..., Kita sama sama tahu Pras sangat menghormati orang tuanya . Dia hanya akan diam dan dia juga tidak akan tega menyakiti kamu yang telah ia anggap seperti adiknya sendiri . Tapi apakah kamu tega membuat dia berada pada posisi seperti ini di sepanjang hidupnya ? . Itu sebabnya aku datang padamu...tolong lepaskan Pras , biarkan kami memiliki hidup yang seharusnya memang milik kami . Tidak ada lagi yang ingin aku katakan... , Aku berharap pertemuan kita bisa membuat Pras bebas dari himpitan batinnya . Kalau kamu tidak bisa melakukan hal itu untuk kami , setidaknya lakukan itu untuk anak dalam kandunganku "


" Aku pergi dulu Aisyah..." Kinanti Ayunda melangkah pergi meninggalkan Aisyah yang masih membeku di tempatnya .


Aisyah tidak menyangka jika ia hanya wanita kedua di hati Prasetyo . Pernikahan mereka hanyalah pelarian Pras karena patah hati , itu berarti pengakuan cinta Prasetyo kemarin malam hanyalah palsu . Pengakuan yang ia ucapkan hanya untuk menghibur dirinya .


Aisyah memang pernah mendengar Prasetyo dekat dengan seseorang saat kuliah , tapi karena Prasetyo berkuliah di Jakarta jadi Aisyah tidak tahu banyak tentang kehidupan Pras .


Mereka hanya bertemu saat hari Raya ataupun acara acara keluarga . Tapi meski dekat Pras tidak pernah bercerita tentang kehidupan nya di Jakarta .


Itulah sebabnya saat Pras mengajaknya untuk menikah , Aisyah tidak berfikir jika Pras memiliki janji pada wanita lain .


Pernikahan apa sebenarnya yang ia jalani ?


# flash back off #


Dengan berat ia menarik nafas panjang , mencoba memejamkan mata yang tiba tiba kehilangan rasa kantuk , menatap wajah seorang wanita yang telah menghancurkan mimpinya . Entah berapa lama pikiran Aisyah melayang ke masa lalu bersama dengan Pras , ia juga teringat pada Abimayu , lelaki yang menjadi pengobat lukanya setelah kepergian Pras.., namun lagi lagi ia harus mencoba ikhlas untuk memilih jalannya sendiri , demi kehidupan damai yang ia impikan . lama ia terdiam hingga larut dalam alam mimpi .


Aisyah terbangun dari tidurnya karena alarm handphonenya berbunyi tanpa henti , dengan lesu ia menutup alarmnya lalu Berjalan dengan berat menuju kamar mandi . Ia harus mengantar Anto ke Rumah sakit hari ini .


setelah menjemput Anto di rumah Teguh , Aisyah memacu mobilnya menuju Rumah sakit .


keduanya segera mendaftarkan diri di pendaftaran . Aisyah sengaja menggunakan identitas diri Teguh saat mendaftarkan Anto , karena Anto tidak memiliki KTP .


" kak..masih lama .., kita cari sarapan di dekat sini yuk.." ajak Aisyah setelah selesai melakukan pembayaran di kasir .


" dokternya jam 10 baru datang " lanjutnya saat menyadari Anto masih terdiam .

__ADS_1


" oh..baiklah..." jawab Anto seraya berdiri dari kursinya . keduanya berjalan menuju keluar rumah sakit .


keduanya berjalan menuju sebuah toko Roti , Aisyah memesan segelas Milo dingin dan Roti lapis . sementara untuk Anto ia memesan segelas teh hangat dan sebuah Roti lapis .


" dokter terlihat lelah " ucap Anto setelah ia ikut duduk di hadapan pria itu selesai mengambil Roti mereka dari etalase .


" hanya kurang tidur " jawab Aisyah sembari melihat sekeliling .


" ada apa ? " tanya Anto melihat Aisyah yang tidak nyaman . sejak berada di RS tadi Aisyah memang terlihat tidak nyaman .


" tidak apa apa .." jawab Aisyah sembari tersenyum lembut .


saat itu di halaman kafe terlihat sekelompok orang berpakaian seragam Rumah sakit . Aisyah tiba tiba berdiri dari duduknya .


" kak Anto saya ke toilet sebentar ya.." ucap Aisyah seraya melangkah menuju Toilet tanpa menunggu jawaban dari Anto .


Anto hanya terdiam sambil menatap kepergian Aisyah yang seperti tengah menghindari seseorang . tak lama sekelompok perawat memasuki cafe . tanpa sengaja Anto mendengar percakapan mereka saat melewati mejanya .


" kamu salah lihat tak ? " ucap seorang perawat bertubuh gemuk .


" aku kurang yakin sih ..soalnya orangnya pakai hijab...tapi wajahnya betul" seperti dokter Aisyah..." jawab seorang perawat lelaki yang berjalan di belakangnya . kelompok itu berjalan menuju kasir , dan etalase Roti sembari memilih beberapa Roti .


mendengar nama Aisyah di sebutkan , Anto memasang telinganya lebar lebar .


" Apa kita bilang mas Bima aja ya..." ucap perawat gemuk sambil membawa nampan berisi beberapa potong Roti .


" untuk apa.. kudengar dia sudah menikah dengan seorang keturunan bule " jawab perawat lelaki di belakangnya .


" itu tidak benar , beberapa hari yang lalu mas Bima masih menanyakan padaku apa ada kabar dari Dokter Ais " sanggah seorang perawat wanita lainnya di depan kasir .


" benarkah ? " perawat lelaki itu terlihat kurang yakin . tiba tiba perawat lelaki tersebut menatap ke arahnya . tatapan mereka bertemu sesaat , perawat itu terlihat terkejut .

__ADS_1


Anto hanya tersenyum sembari memalingkan wajahnya , ia tidak ingin ketahuan tengah memperhatikan kelompok tersebut . dilihatnya kelompok tersebut berbicara berbisik bisik sambil sesekali menatap ke arahnya . lalu setelah membayar di kasir ketiganya segera pergi meninggalkan cafe .


Aisyah muncul tak lama setelah kelompok itu pergi , Anto dapat menebak Aisyah menghindari mereka karena ada hubungannya dengan seseorang bernama Bima . mereka menghabiskan minuman dan makanan mereka dalam diam .


__ADS_2