
Sudah seminggu sejak surat wasiat kakeknya di umumkan .
Jordi kembali pada aktivitasnya mengurus perusahaan .
Pria 26 tahun itu memang terkenal sangat serius dengan pekerjaannya . Sejak berusia 22 tahun ia sudah mulai membantu pekerjaan sang ayah yang mengurus perusahaan keluarga .
Perusahaan bernama jaya group bergerak di bidang perhotelan dan resort , selain itu keluarga Prayoga juga memiliki beberapa swalayan yang merupakan anak usaha jaya group .
Karena di tinggal beberapa hari banyak berkas dan kesepakatan kerja yang menunggu untuk ia periksa dan ia setujui .
Jordi baru saja selesai memeriksa beberapa berkas , ia merebahkan tubuhnya di sandaran kursi untuk melepas penat .
" Ting "
Suara notifikasi diteleponnya berbunyi menandakan sebuah pesan masuk .
Dengan malas Jordi meraih handphonenya , nama pengirim pesan dalam chat aplikasi WhatsApp yang tertera di layar handphonenya membuat Jordi membuka matanya lebar .
" Sayang...bisakah kita bertemu ? , Saat ini aku ada di tempat pertama kali kita berlibur bersama " pesan singkat dari Clarisa membuat Jordi terdiam beberapa saat .
Setelah hampir dua bulan tidak bertemu sejak Clarisa ingin merenungkan kembali hubungan mereka , dan mendengar kabar tentang kedekatan gadis itu dengan seseorang , kini ia menerima pesan seperti itu .apa sebenarnya yang di inginkan oleh wanita yang belum resmi berpisah dengannya itu .
Tok tok tok , suara ketukan di pintu membuat Jordi tersadar dari lamunannya tentang Risa .
" Maaf pak.., saya baru menerima laporan tentang rencana pembukaan swalayan kita di suka bumi " lapor Adam sang asisten .
" Ada apa ? " Tanya Jordi santai .
" Sepertinya ada kendala dalam perijinan , saya akan kesana satu jam lagi dengan tim legal pak ' jawab Adam tenang .
" Sebaiknya kita pergi kesana bersama " ucap Jordi santai . Adam nampak heran dengan keputusan sang atasan , biasanya hal tersebut selalu di serahkan padanya .
" Baiklah pak.." jawab Adam tanpa banyak bertanya .
Sebenarnya itu hanya alasan Jordi , tentu alasan sesungguhnya adalah karena dia ingin menemui Risa yang ada di sebuah resort di Sukabumi .
" Oh ya Dam..., Kita naik mobil sendiri saja , tidak perlu membawa sopir " ucap Jordi sebelum Adam meninggalkan ruangannya .
Adam hanya menjawab perintah itu dengan anggukan kepalanya .
Jordi dan Adam tiba di sebuah hotel milik perusahaan mereka menjelang jam makan siang . Mereka sampai lebih dulu dari pada tim legal yang naik mobil yang terpisah .
" Dam ..kau urus kamarku , aku akan pergi ke suatu tempat " ucap Jordi begitu mobil mereka berhenti di halaman hotel .
" Ach ..Bapak mau kemana ? " Tanya Adam
" Hanya sebentar , kau urus semua jika aku terlambat " ucap Jordi sambil turun dari mobil . Adam hanya terdiam mendengar jawaban sang atasan .
Jordi kembali masuk ke mobil dan duduk di belakang kemudi , setelah Adam keluar dari mobil dan menurunkan koper Mereka dari bagasi mobil .
__ADS_1
Pemuda itu mengendarai mobilnya meninggalkan hotel .
Adam hanya memandang tuannya yang pergi sambil menggeleng gelengkan kepalanya . hanya ada satu kemungkinan kemana bosnya pergi tanpa memberitahukan tujuannya padanya , menemui sang kekasih .
Kini ia mengerti kenapa sang bos mau ikut dengan dirinya ke Sukabumi , bukan karna ingin mengurus pekerjaan , tapi karena urusan pribadinya . Dengan begitu kepergiannya tidak akan di pertanyaan oleh ayah atau kakeknya .
*****
Jordi langsung menuju sebuah resort yang terletak di daerah Cikidang . Tak perlu waktu lama bagi dirinya untuk mencari di mana sang kekasih berada .
Seorang gadis berkulit putih bersih dengan rambut berwarna coklat asik menikmati gemericik air sungai yang jernih .hutan dan sungai adalah view yang di tawarkan resort tersebut .
Suara langkah berat Jordi yang berjalan perlahan membuat perhatian gadis tersebut teralihkan .dia segera berbalik ke arah dirinya .
" Jo....." Suara gadis itu seraya berjalan pelan ke arahnya , mereka bertatapan beberapa saat . Risa tersenyum dengan kaku , dan Jordi hanya memandang gadis dengan wajah sempurna dengan kerinduan yang dalam , ia ingin berlari dan memeluk Risa , namun ego dan harga dirinya menahannya melakukan hal itu .
Risa adalah cinta pertamanya . Sebesar apapun keinginannya untuk berpisah atau mencoba melupakan gadis itu , cukup sekali bertemu dan bertatapan , cinta itu akan tumbuh kembali . Mereka telah berkali kali ingin berpisah , namun akhirnya kembali bersama . Entah sudah berapa kali mereka putus nyambung , sudah sering Risa mengajak berpisah , namun Jordi selalu menerima kembali gadis itu saat ia meminta kembali padanya .
Jordi yang angkuh , sombong , dan acuh tak acuh akan menjadi tak berdaya di depan Risa . Ia seakan menjadi pria bodoh .Bahkan sahabat sahabatnya merasa heran dengan perlakuan Jordi pada Risa .
Jordi seakan menjadi orang lain saat ada di sisi Clarisa . Dia yang cuek dan tidak perduli akan penilaian orang lain , akan selalu berusaha menjadi yang terbaik untuk Clarisa .
Keluarga Clarisa dulunya sangat kaya bahkan lebih kaya dari keluarga Prayoga . namun ternyata keluarga itu menjalankan bisnis ilegal . Perusahaan ayahnya hanya kedok untuk menutupi bisnis tersebut . Setiap bisnis ilegalnya terungkap keluarganya kini hidup biasa saja , walaupun tidak jatuh miskin .
Sejak mengetahui keluar tersebut melakukan bisnis ilegal keluarga Jordi melarangnya berhubungan dengan Clarisa .
Namun tentu saja Jordi menentang hal itu .
Sebenarnya Jordi tidak takut pada sang kakek , bahkan pernah mengajak Clarisa untuk menikah tanpa restu keluarganya , namun Clarisa tidak ingin Jordi meninggalkan keluarganya .
" Apa kau baik baik saja..? " Risa memulai percakapan setelah keduanya saling menyapa . Mereka berdua duduk berdampingan di tepi sungai .
" Apa itu yang ingin kau katakan ? " Tanya Jordi sambil menatap Risa tajam . Risa tersenyum masam , ia tahu Jordi masih marah kepadanya karna peristiwa dua bulan lalu , saat dirinya minta putus .
" Baiklah....," Gadis itu mengambil sebuah amplop dan menyerahkan padanya .
" Ku rasa hubungan kita tidak akan berhasil ..., " Ucap Risa sambil menatap Jordi dengan wajah sendu .
Jordi membuka amplop pemberian Risa dengan tenang . Ternyata sebuah surat undangan . Jantung Jordi seakan berhenti , tertera nama Risa dalam undangan pernikahan tersebut , juga nama Reihan lelaki yang menurut kabar , dekat dengan Risa karna sebuah perjodohan .
Risa nampak menghela nafasnya dalam
" Maaf Jo... , aku tidak ingin ada yang belum selesai sebelum aku menempuh hidup baru . Tapi aku ingin kamu tahu bahwa aku hanya mencintaimu..hanya kamu di dalam hatiku selamanya hanya....
" Jangan.....jangan pernah mengatakan bahwa hanya aku yang kau cintai , kenyataannya kini kau sudah membaginya " Jordi memotong kalimat Risa sambil menatapnya penuh kekecewaan .
" Kau tidak akan pernah bisa meyakinkan orang tuamu , dan aku ...aku tidak punya pilihan " jawab Risa sambil terisak .
" Selalu ada pilihan...kau tau itu , selalu ada pilihan tapi aku tidak menyangka ini adalah pilihanmu ?! " Jordi menyeringai penuh kekecewaan . Ia bangkit dari duduknya dan berjalan meninggalkan Risa .
__ADS_1
" Lalu aku harus bagaimana....memilih hidup denganmu ? lalu kau akan di campakkan oleh keluargamu ? , Bagaimana kita akan hidup ? , Kau tidak tahu kejamnya dunia di luar kehidupan yang kau jalani " Risa menatap kepergian Jordi dengan mata sendu .
Jordi tersenyum masam mendengar kata kata Risa barusan . Lelaki itu berbalik ke arahnya .
" Kau bukan hanya tidak yakin pada cinta kita , kau bahkan....meragukan kemampuaku . Itukah alasanmu sesungguhnya ? , Itu sebabnya kau tidak ingin aku meninggalkan keluargaku ? , Kau sama sekali tidak percaya padaku " ucap Jordi dengan nada tinggi , meluahkan rasa kecewanya .
" Bukan begitu..aku hanya..., Aku hanya.." Risa terdiam air mata mengalir dari matanya yang indah kecoklatan .
" Selamat..., Aku akan Datang ke pernikahanmu , semoga kau bahagia dengan lelaki mapan pilihanmu , " Jordi menatap tajam Risa yang masih terisak
" dan jangan khawatir..kini kau hanya masa lalu bagiku . Kita sudah selesai " ucapnya seraya melangkah pergi tanpa menoleh ke arah Risa lagi . Ia tidak menghiraukan teriakan Risa yang memanggilnya .
Jordi melangkah dengan cepat menuju ke mobilnya , dia tidak menyangk gadis yang sangat ia cintai mengajaknya bertemu di tempat mereka memulai ikatan cinta hanya untuk mencampakkan dirinya .
Hatinya sangat kesal dan di penuhi kekecewaan . Ia muak pada dirinya sendiri yang selama ini begitu mempercayai sang kekasih . Ia meninggalkan tempat itu dengan sejuta kekecewaan .
Jordi menyetir mobilnya dengan kecepatan tinggi meski jalanan kurang bagus dan berkelok . Pemuda itu menyetir mobilnya tanpa tujuan .hingga di sebuah tikungan tajam , Jordi terlambat menyadari ada mobil Jeep dari arah berlawanan yang muncul .
Tabrakan hampir tak terhindari kedua mobil sama sama berbelok tajam .Jordi mengerem mobilnya dengan mendadak hingga suara berdecit menggema di jalanan yang sepi kendaraan itu . sementara mobil Jeep yang berpapasan dengan mobil yang ia kendarai menerobos kebun pisang hingga beberapa meter . mobil yang di kendarai Jordi hampir saja menabrak sebuah rumah yang berada beberapa meter dari tikungan mungkin jika remnya tidak berfungsi dengan baik mobilnya telah ringsek karna menabrak rumah tersebut .
Jordi terdiam sesaat di dalam mobil sambil menenangkan diri karna keterkejutannya .
Ia lalu segera keluar dari mobil dan berlari menuju mobil yang hampir bertabrakan dengan mobil yang ia kendarai .
Tampak mobil Jeep tersebut terjebak di area kebun pisang di pinggir jalan tersebut . Beberapa pohon pisang nampak tumbang dan berserakan . Kap mobil juga mengeluarkan asap .
Jodi berlari ke arah mobil dan segera membuka pintu di dekat kemudi . Seorang wanita tampak tak sadarkan diri di balik kemudi . Ia segera membopong wanita itu .
Beberapa warga yang tinggal di sana segera menghampiri Jordi yang membopong pengemudi Jeep itu .
" Kenapa tadi tuan..? " Tanya seorang lelaki yang sepertinya sebaya dengannya .
" Oh...saya juga kurang tau , maaf boleh tolong bukakan pintu mobil saya ? " Ucap Jordi sambil berjalan ke arah mobilnya yang berjarak dua puluhan meter .
Lelaki itu mengiringi Jordi menuju mobilnya dan membantunya membuka pintu mobil .
" Ada bawa identitas tidak , sap Tulung di cek dalam mobil yang itu " ucap lelaki itu menyuruh rekannya mengecek mobil Jeep yang terdampar di kebun pisang dengan logat kas sundanya .
Jordi membaringkan wanita tersebut di kursi belakang , ia menyingkapkan rambut wanita tersebut yang acak acakan . Jordi terkejut mendapati siapa pengemudi mobil tersebut .
" Dila..." Ucap Jordi setengah bergumam . wajah gadis itu nampak sangat pucat , dan keningnya juga memar .
" Pak..tidak ada identitas " ucap pemuda yang tadi mengecek mobilnya .
" Oh..tidak apa apa pak , saya kenal wanita ini , dia sepupu saya " Jordi segera menjawab dengan berbohong .
" Beneran sepupunya ? , Kok gak hafal mobilnya " tanya lelaki yang tadi mengantarkan Jordi ke mobilnya .
" Ada klinik di dekat sini pak ? " Tanya Jordi tanpa menghiraukan lelaki tersebut .
__ADS_1
" Tidak ada , tapi satu kilo dari sini ada sebuah RS " seorang ibu muda memberi tahu .
Jordi segera menelpon Adam untuk mengirimkan seseorang ke tempat kejadian . Ialu ia pun meyakinkan lelaki yang mencurigai dirinya . Setelah berdebat beberapa saat akhirnya lelaki itu percaya .iapun segera membawa Dila ke Rumah Sakit .