Sayembara Cinta

Sayembara Cinta
26 . kekacauan di rumah besar


__ADS_3

Sesaat setelah Dila pergi tuan Gunawan yang biasa sarapan pagi memanggil seorang pelayan yang kebetulan tengah ada di dekat ruang makan .


" Apa anak anak belum bangun ? " Tanyanya pada Rani , pelayan yang baru dua bulan bekerja di rumah itu .


" Ehm...nona Tania , tuan muda Rizky dan tuan muda Jordi belum bangun tuan besar " jawab Rani .


" Oh..lalu apakah Dila sudah bangun ? " Tanya tuan Gunawan .


" Nona Dila sudah pulang tuan , dia pulang setelah bertengkar dengan Tuan muda Jidan " jawab Rani takut takut .


" Apa...? Jidan sudah pulang ? " Tanya tuan Gunawan dengan terkejut .


" I iya tuan " jawab Rani takut .


Di saat yang bersamaan pak Nurdin masuk untuk mencari informasi .


" Ku dengar Jidan telah pulang dan mengusir Dila dari rumah ini apa begitu ? ! " Pak Nurdin yang baru muncul langsung di cerca dengan pertanyaan oleh tuan Gunawan .


" Bukan begitu tuan , Jidan yang meminta untuk menggantikan saya mengantarkan Dila pulang , sepertinya sesuatu telah terjadi , tapi saya tidak tahu apa " jawab pak Nurdin dengan tenang .


" Rani kau melihat mereka bertengkar " tanya pak Nurdin pada Rani .


" Sebenarnya saya tadi pagi di minta nyonya untuk membersihkan kamar tuan Jidan , tapi saat saya masuk nona Dila ada di sana " cerita Rani .


gadis itu lalu menceritakan kejadian di kamar dengan Dila hingga ia melihat Jidan pergi dengan marah dari ruang gym kekamarnya saat tahu Dila tidur di sana .


" Lalu apa lagi yang kau dengar ? " Tanya tuan Gunawan


" Saat saya kembali dengan tuan Aditya , saya melihat nyonya sedang menguping di pintu kamar tuan muda , lalu saya juga


Mendengar Suara tangis nona Dila , karna penasaran saya menguping dari jauh " lanjut Rani .


" Apa yang kau dengar ? " Tanya pak Nurdin .


" Saya tidak mendengar apapun , tapi tak lama kemudian saya melihat nona Dila keluar sambil menangis . Ia mengatakan sesuatu pada tuan Aditya " jawab Rani


" Apa katanya ? " Tanya tuan Gunawan .


" Sesuatu tentang hukuman dan meminta agar tuan besar tidak tahu yang terjadi , lalu nona Dila pergi dan tuan Jidan mengejarnya " jawab Rani dengan jujur .


Tuan Gunawan dan pak Nurdin menarik nafas panjang bersamaan .


Setelah Mendengar semua hal yang Rani ceritakan keduanya merasa sangat cemas .


" Kenapa tidak ada yang mencegah Jidan masuk ke kamar itu ? " Tanya Tuan Gunawan pada pak Nurdin .


" Saya tidak tahu kalau Nona Dila tidur di kamar Jidan tuan " jawab pak Nurdin .


" Ada begitu banyak kamar kenapa dia harus tidur di kamar anak durhaka itu ? ! " Tuan Gunawan menjadi gelisah , ia takut jika Jidan menyakiti perasaan Dila dan mengungkit soal perjodohan yang telah ia batalkan .


" Kau panggil keduanya kemari Daan cari tau siapa yang menyuruh Dila tidur di kamar itu " perintah tuan Gunawan pada pak Nurdin .


Pak Nurdin segera menuruti perintahnya . Lelaki berumur hampir lima puluh tahun itu segera menuju ke ruang kerja tuan Aditya .


Tok ! tok ! tok !


Ketukan di pintu kamar membuat tuan Aditya yang tengah duduk sambil berfikir terkejut .

__ADS_1


" Masuk.." ucap tuan Aditya Sambil beranjak dari duduknya .


Sesuai dugaannya , pak Nurdin masuk ke ruang kerjanya .


" Apa ayah tahu yang terjadi ? " Tanya tuan Aditya pada pak Nurdin .


" Rani tidak sengaja menceritakan yang ia lihat dan dengar , sebenarnya ada apa tuan ? " Tanya pak Nurdin .


Tuan Aditya menarik nafas panjang .


" Apa dia memanggilku ? " Tanya tuan Aditya , tanpa menjawab pertanyaan pak Nurdin .


" Ya tuan " jawab pak Nurdin .


Dengan langkah berat lelaki setengah baya itu keluar dari kamar kerjanya .


Tuan Gunawan telah menunggu tuan Aditya di ruang keluarga . Lelaki tua itu duduk dengan khawatir di kursinya .


Tak lama tuan Aditya masuk keruangan itu di ikuti oleh pak Nurdin .


" Ceritakan padaku apa yang terjadi ? " Perintah tuan Gunawan tanpa menunggu tuan Aditya duduk .


Tuan Aditya menarik nafas dalam-dalam . Ia sendiri tidak yakin dengan kesimpulannya .


" Sebaiknya kita menunggu Jidan dan mendengar penjelasan darinya " jawab tuan Aditya seraya duduk .


" Apa kau bilang...?!! , Kalau dia memang tidak menginginkan Dila jangan buat Dila malu !! " Bentak Tuan Gunawan .


" Bukan begitu ayah..." Sanggah tuan Aditya dengan cepat .


" Ku rasa ada sesuatu di antar mereka " lanjutnya dengan ragu .


" Mungkin Dila adalah alasan Jidan Tiba tiba memutuskan untuk menolak perjodohan waktu itu " jawab tuan Aditya .


Tuan Gunawan terdiam sambil memandang putra pertamanya .


" Kita memberi tahu Jidan begitu dia lulus SMA bahwa dia telah di jodohkan , namun kita tidak pernah memberi tahu Jidan siapa calon istrinya , tapi dia diam saja dan tidak berkata apapun " ucap tuan Aditya .


" Itu karena kita belum berbicara dengan serius " tuan Gunawan menimpali .


" Entahlah aku tidak bisa menebak hal pastinya , tapi kurasa Dila dan Jidan memiliki sebuah hubungan tanpa tahu bahwa mereka memang sudah di jodohkan " jawab tuan Aditya .


" Jadi apakah Dila menangis karena mendengar dia telah menikah ? , Apakah dia tahu anak durhaka itu mengkhianati cintanya ? " Tanya tuan Gunawan cemas .


" Jika itu yang terjadi aku tidak tahu apa yang harus aku katakan pada Dila " lanjut tuan Gunawan sambil mengelus dada .


" Tuan sebenarnya tuan muda Jidan belum menikah , ia hanya menyelamatkan gadis itu " ucap pak Nurdin tiba tiba .


" Apa...? " Tuan Gunawan memandang pak Nurdin .


" Relawan dari Belanda itu adalah gadis keturunan Indonesia , ia kehilangan pasport dan barangnya , ia juga korban human traffic terselubung , lalu untuk menyelamatkan gadis itu agar tidak di penjara karna di tuduh sebagai pendatang ilegal ia mengaku sebagai suami gadis itu , saat itu ia tengah berada di Turki " pak Nurdin menjelaskan .


" Dari mana kau dapat informasi itu , itu adalah informasi rahasia yang tidak boleh keluar " bentak Tuan Aditya .


Pak Nurdin terdiam sambil menundukkan wajahnya , ia telah salah mengatakan hal itu di depan tuan Aditya .


" Kalian para tentara selalu punya misi rahasia " ucap tuan Gunawan Tidak peduli dengan keterkejutan tuan Aditya .

__ADS_1


" Ayah ku mohon jangan selidiki kehidupan Jidan , jika salah langkah itu akan membahayakan nyawanya atau bahkan nyawa keluarga kita " ucap tuan Aditya dengan serius .


Ketiga pria itu terdiam sesaat .


" Lalu apa yang sebenarnya terjadi ? ! " Tanya tuan Gunawan sambil menatap kedua pria dihadapannya .


" Sebaiknya kita menunggu Jidan pulang " jawab tuan Aditya seraya melangkah keluar dengan kesal karena tindakan pak Nurdin .


*****


Di lantai dua Jordi terbangun dari tidurnya , pria itu hampir tidak dapat tidur semalaman , menjelang dini hari barulah ia bisa terlelap .


Setelah mandi dan berganti pakaian Jordi keluar dari kamarnya . Lelaki muda itu segera menuju ruang makan . Dilihatnya Tania tengah asik menikmati Roti isi sebagai santapan sarapannya .


" Morning kak Jordi.." sapa Tania .


" Good morning..." jawab Jordi .


Jordi segera meraih cangkir kopi lalu menuangkannya pada cangkir yang telah tersedia di atas meja .


Setelah meneguk kopi beberapa kali pemuda itu melihat sekeliling .


" Kok sepi..., Apa kita yang kesiangan ? " Tanya Jordi pada Tania .


" Rizky belum bangun , lalu mama bilang dia sedang tidak enak badan , papa tengah berbicara dengan kakek di ruang kerjanya " jawab Tania .


" Sepagi ini ? " Tanya Jordi sambil mengernyitkan keningnya .


" Begitu kata pelayan tadi " jawab Tania seraya bangkit dari duduknya . gadis itu membawa minumannya .


" Kau mau kemana ? " Tanya Jordi .


" Aku ingin berenang " Tania menyahut sambil berlalu .


Jordi terdiam , tidak ada kabar tentang Dila yang ia dengar , apakah gadis itu masih tidur . Dengan langkah cepat pria itu segera menuju ke kamar Jidan , ia berniat membangunkan gadis itu .


Setelah mengetuk pintu beberapa kali dan tidak ada jawaban Jordi berniat membuka pintu , namun seorang pelayan yang kebetulan baru saja selesai membersihkan kamar Tania memberitahu dirinya bahwa Dila telah pulang .


Dengan gontai Jordi kembali ke ruang makan . Ia kehilangan nafsu makannya . Setelah meneguk segelas air putih Jordi melangkah keluar rumah , pria itu ingin tahu kenapa Dila pulang begitu pagi .


Sebuah panggilan telepon membuat Jordi berhenti sejenak dari langkahnya yang menuju garasi . Pemuda itu kembali berjalan setelah mengetahui identitas penelpon .


" Morning ma..ada apa ? " Tanya Jordi sembari melangkah pelan .


" Morning sayang , kau sedang apa ?" Tanya nyonya Nisa di telepon .


" Aku mau keluar , ada apa ? " Tanya Jordi


" Oh...apakah kau akan pergi dengan Dila ? " Tanya nyonya Nisa


" Tidak...dia sudah pulang pagi pagi " ucap Jidan seraya masuk ke mobil .


" Kenapa ? , apa ada seseorang yang terjadi ? " Tanya nyonya Nisa .


" Entahlah...aku kesiangan hari ini , ma sudah dulu jo harus pergi " ucap Jordi yang sudah menghidupkan mesin mobilnya .


" Ya.. baiklah , hati hati di jalan , jangan lupa ajak Dila membeli gaun untuk pergi ke pesta " ucap nyonya Nisa mengingatkan .

__ADS_1


" Ya ...bye ma " Jordi segera mengakhiri percakapan mereka . Jordi segera meninggalkan rumah besar , ia sendiri tidak tahu kemana tujuannya saat itu . ia ingin langsung ke rumah Dila namun rasa gengsi menahannya .


__ADS_2