
pagi hari saat Risa terbangun , Reihan Sudah tidak ada di kamar . ia bahkan tidak tahu apakah suaminya tidur di kamar tersebut atau tidak . semalam ia tahu pria itu masih saja bekerja di ruang kerjanya setelah mereka bertengkar di rumahnya . dengan malas Risa turun dari ranjang dan segera membersihkan diri . ia ingin menemui seorang sahabatnya yang tengah memulai bisnis desain , Ia ingin memanfaatkan ilmunya saat kuliah untuk mengisi waktu .
Setelah siap Risa segera turun untuk segera pergi keluar rumah , ia sengaja menghindari sarapan agar tidak mendengar kata kata sang mertua yang setajam silet . dengan penampilan sangat menarik ia meninggalkan Rumah , Ia juga tidak melihat sosok Reihan di rumah itu .
Setelah melakukan perjalanan hampir setengah jam dengan mobilnya Risa sampai pada sebuah kantor di kawasan bisnis center . Dengan langkah ringan ia berjalan memasuki kantor tersebut .
Seorang resepsionis menyapa Risa yang memasuki lobby kantor perusahaan properti tersebut .
" Selamat pagi ibu ada yang bisa saya bantu ? " Tanya resepsionis cantik itu ramah .
" Pagi ...saya ingin bertemu dengan Nabila " jawab Risa ramah .
" Ibu Nabila manager desaign ? " Tannya mbak resepsionis .
" Iya..saya sudah ada janji dengan beliau " jawab Risa singkat .
' Mohon tunggu sebentar Bu , boleh tahu nama ibu ? "
" Clarisa " jawab Clarisa datar .
Sang resepsionis lalu menghubungi orang yang di maksud lewat interkom . beberapa saat kemudian ia meminta Clarisa menunggu dan mempersilahkan Risa untuk duduk di sofa .
" Hai..Ris..ayo ke ruangan ku .." Sapa Nabila yang datang menemui Risa di lobby .
Keduanya meninggalkan lobby kantor dan menuju lantai 2 di mana ruangan Nabila berada . Setelah sampai di ruangannya Nabila mempersilahkan Risa duduk dan menawarinya minuman .
" Aku air putih saja " jawab Risa singkat .
Keduanya duduk di sofa di ruang kerja Nabila yang lumayan luas .
" Jadi gini aku lagi cari team interior desaign tapi ya..nggak untuk selamanya , kebetulan aku lagi ada job yang kayaknya cocok dengan gaya desain kamu " ucap Nabila memulai percakapan .
" Untuk mendesain apa ? " Tanya Risa .
" Desain kamar resort dan hotel tapi..." Nabila tak melanjutkan kata-katanya , Ia menatap wajah Risa .
" Apakah milik Jaya Group ? " Risa memcoba menebak kelanjutan kalimat Nabila karena melihat raut wajah Nabila yang ragu .
" Ya... " Jawab Nabila pelan .
" Jordi meminta aku untuk mencari team desain yang bisa mengerti keinginannya " lanjut Nabila .
" Apa tidak apa apa , kamu tahu aku dan dia..., Aku sih tidak masalah tapi dia..."ucap Risa gamang .
" Itu sebabnya kalau kamu mau , tunjukkan dulu contoh desainmu , ku rasa dia tidak akan mencampuri urusan kerja dengan masalah pribadi , kalau kamu di terima itu akan bagus , Jordi bersedia mengontrak perusahaan yang akan ku rintis sebagai team desain tetap Hotelnya " ucap Nabila .
" Kenapa tidak kau kerjakan sendiri ? " tanya Risa .
" Aku sedang mengerjakan proyek dengan perusahaan ayahku , tidak ada waktu , jadi bisakah kau membantuku ? . " tanya Sahabatnya Itu dengan wajah memohon .
" aku harus memikirkannya " Jawab Risa dengan berat .
" Aku ingin kabar secepatnya " Nabila berucap Sambil menerima teleponnya yang berdering .
" Ya Dam...." jawab Nabila .
" hem....ya aku tahu , "
" Oh baiklah akan ku kabari dua hari lagi " Ucap Nabila sambil menatap Risa .
" aku akan memberikan contohnya Lebih dulu padamu dan Jordi "
__ADS_1
" Kita bertemu dua hari lagi.., oke bye...." Nabila menutup teleponnya .
" Adam..." ucap Nabila sambil berdiri dari duduknya .
" Mereka ingin tahu jawabanku , aku akan mengirimkan konsep yang mereka inginkan ke e mail mu , dari konsepnya sepertinya kau pernah punya desain konsep seperti itu deh "Nabila bicara sambil berjalan ke meja kerjanya .
Gadis itu lalu mengirim Email kepada Risa melalui komputernya lalu kembali duduk di dekat sahabatnya saat Kuliah .
" Sekarang lagi sibuk apa ? , enak nggak rasanya nikah ? " tanya Nabila sambil membawa sebotol air Mineral .
" Ya....begitulah .." Jawab Clarisa sambil tersenyum .
" kalian belum berencana punya momongan ? " Tanya Nabila
" kami tidak terlalu memikirkannya " Jawab Risa dengan malas .
" Oh ya kau Tahu Jordi dekat dengan seseorang ? " pertanyaan Risa membuat Nabila yang sedang minum tersedak .
" Dari mana kau tahu ? " tanya Nabila setelah berhenti dari batuknya .
" aku bertemu dengan mereka di RS , Pacarnya lumayan cantik tapi aku heran bagaimana Gadis polos itu bisa membuat Jordi mencintai dia ? " ucap Risa sambil Tersenyum .
" gadis polos ? , siapa yang kau maksud ? , Selama ini aku tidak pernah mendengar ada yang dekat dengan Jordi ...., Tapi aku justru heran dengan kelakuannya belakangan ini " Ucap Nabila .
" Kamu tahu...dia sekarang itu lebih sering senyum , terus nggak suka lagi kumpul kumpul dengan kita di Resto atau pub , katanya membosankan . Pokoknya beda....tapi dia lebih asyik sih..." cerita Nabila panjang lebar .
Clarisa hanya terdiam . Jordi adalah sosok dingin dan angkuh , bahkan terkesan sombong . Jika Nabila berkata begitu berarti Jordi telah menjadi sosok yang tidak lagi Ia kenal .
" kamu yakin Dia gak punya pacar ? " Tanya Risa .
" Setahuku Nggak " Nabila menggeleng . Ia merasa heran bagaimana bisa Risa berkata Jordi telah punya kekasih , sementara ia yang sering bersama Jordi tidak mengetahuinya .
Gadis itu di antar Nabila hingga ke lobby kantor . kemudian Nabila kembali ke ruangannya . sedangkan Risa memilih untuk pergi ke sebuah restoran untuk menikmati sarapan pagi yang tertunda .
Setelah berkendara beberapa menit Clarisa tiba di sebuah Cafe yang menyiapkan menu Sarapan pagi . gadis itu memandang ke area cafe , tanpa sengaja matanya menangkap sesosok yang ia kenal , tanpa ragu ia menghampiri seorang gadis yang tengah sendirian .
" Halo Tania...." Sapa Risa dengan lembut . sosok yang di sapanya menoleh ka arahnya dan menatapnya sesaat .
" Oh.... Hai kak Risa apa kabar? " jawab gadis itu yang tak lain adalah Tania sepupu Jordi .
" Sudah lama tidak ketemu , boleh gabung ? " Tanya Risa lembut .
" Ya ..Tentu " Tania tersenyum lembut .
" Kok Sendirian aja ? " tanya Risa sambil duduk di hadapan Tania .
" Tadinya janji sama kawan tapi tiba tiba dianya gak bisa datang " jawab Tania dengan kesal .
"Oh..... Kamu tambah Cantik , sekarang sudah kuliah ya ..? " Risa bertanya dengan ramah .
" Thanks ..., Ia makanya agak sibuk juga sih.., Kakak Kok sendirian aja ? " Tanya Tania sambil melihat sekeliling .
Clarisa melambaikan tangan pada waiters sambil tersenyum mendengaar pertanyaan Nia , ia memesan sarapan dan minuman setelah seorang waiters menghampirinya .
" memangnya kalau sudah menikah kemana mana harus berdua ya " Ucap Risa setelah sang waiters pergi meninggalkan mereka .
" Nggak Juga sih...." Tania berkata sambil tertawa kecil .
" Oh ya..aku turut berduka tentang Jidan..., Maaf aku tidak bisa datang saat itu aku sedang ada di luar Negri " ucap Clarisa lembut .
" Its Oke...kami sudah merelakannya ...., tapi Nia kasihan pada kak Dila ..." Ucap Tania dengan polos .
__ADS_1
" Dila...?! " Risa mengulangi perkataan Tania ia sangat akrab dengan nama itu .
" Kekasih kak Jidan... , Mungkin jika hal itu tidak terjadi mereka sudah menikah . Sekarang kak Jordi mendekatinya tapi Nia sanksi kalau dia benar benar mencintai kak Dila seperti kak Jordi " ucapan polos Tania membuat Clarisa menatap gadis itu dengan kening berkerut .
" Kakak Tahu saat kak Jordi Hendak di jodohkan dengan tiba tiba , sebenarnya saat itu keluarga kami terpaksa melakukan itu karena Kak Jidan yang telah menerima di jodohkan Sejak remaja tiba tiba menolak perjodohan itu . jadi Kakek meminta ia menggantikannya "
" Ya aku tahu Cerita itu lalu apa hubungannya dengan gadis bernama Dila " Tanya Clarisa dengan lembut .
" sebenarnya kekasih kak Jidan adalah Dila..kedunya tidak tahu kalau mereka sudah di jodohkan , lalu akhirnya Dila di jodohkan pada kak Jordi ." Cerita Tania membuat Clarisa berpikir Untuk sesaat .
" Jadi sekarang Dila itu menjadi...calon Istri Jordi ? " tanya Risa setelah menyimpulkan cerita Tania .
Tania menggelengkan kepalanya , membuar Risa mengerutkan kening .
" ach..sudahlah Nia tidak bisa cerita " Ucap Tania sambil meneguk minumannya .
" Tapi kakak sudah tidak mencintai Kak Jordi ya ? " Tanya Tania .
Risa tersenyum mendengar pertanyaan polos Tania .
" Kalau kakak Masih mencintai Dia kak Dila bisa di selamatkan dari niat tidak baik Kak Jordi " gumam Tania tanpa sadar .
" Apa maksudmu ? " Risa mencoba mencari jawaban dari rasa penasarannya
" Hemh... sebenarnya Nia ingin cerita tapi ini rahasia keluarga " Tania meletakkan kedua tanganya di bawah dagu sambil cemberut . gadis itu selama ini memang dekat dengan Risa , sehingga hal hal kecil dalam keluarga sering ia ceritakan padanya .
" lalu apa Jordi sudah punya pacar ? " Risa mencoba mencari Informasi .
" Maksudku apa Dia menyukai Dila sekarang ? " lanjut Risa dengan lembut .
" Itulah yang ku maksud ku rasa ia mendekati kak Dila karena ingin mewarisi perusahaan " jawab Tania tanpa sadar .
Tania menutup kedua mulutnya dengan kedua telapak tangannya . gadis itu segera terdiam seribu bahasa .
" Jangan khawatir kakak tidak akan cerita pada siapapun " Ucap Risa dengan tersenyum .
" Janji....?! " Tania mengacungkan kelingkingnya .
" Asal Nia mau cerita .. , siapa tahu kakak bisa bantu " Ucap Risa sambil tersenyum penuh makna .
" Sebenarnya ... kakek janji akan memberikan perusahaan kepada cucu lelakinya yang berhasil merebut hati kak Dila " Cerita Tania dengan ragu .
" Kenapa ?! " Risa nampak terkejut .
" menurut papa semua kekayaan kami adalah dari pemberian kakek buyut kak Dila " lanjut Nia .
" Tapi kakak janji jangan bilang siapapun , jika ketahuan aku akan kehilangan warisan kakek ..." rengek Tania .
" Don't Worry Your secret safe with me .." Gumam Risa dengan senyum penuh arti .
" Janji ...." Tania kembali mengacungkan kelingkingnya .
" Janji ..." Risa mengaitkan kelingkingnya ke kelingking Tania .
keduanya tersenyum bersamaan . mereka lalu bercerita hal lain sambil menikmati sarapan pagi yang telah di antar oleh sang Waiters . setelah beberapa saat Tania pamit untuk pergi kuliah . keduanya saling berpelukan sebelum Tania meninggalkannya .
" See You .." Ucap Tania sambil melangkah pergi .
Risa menatap kepergian gadis itu dengan tersenyum . Ia sendiri heran kenapa Ia merasa bahagia mengetahui Jordi Tidak mencintai gadis lain . kenapa Ia berharap Jordi maasih mencintai dirinya .
" apa kau juga akan bersama seseorang demi harta ?, Kau dan aku memang sama " Gumam Risa . wanita itu tidak jadi menghabiskan sarapannya , ia segera pergi meninggalkan Cafe tersebut setalah membayar . dengan pasti ia pergi menuju kediaman orang tua kandungnya .
__ADS_1