Sayembara Cinta

Sayembara Cinta
85 . Dokter cantik primadona desa


__ADS_3

Anto memasuki ruangan dokter Aisyah setelah sang dokter mempersilahkan dirinya masuk . Sang dokter mempersilahkan Anto untuk berbaring di ranjang pemeriksaan .


Dengan seksama sang dokter memeriksa dirinya , mengecek tekanan darah , denyut nadi , mata , Anto dengan teliti . Setelah itu ia mempersilakan Anto untuk duduk kembali .


Dokter Aisyah tengah menulis sesuatu di sebuah kertas .


" Obat yang anda minum , boleh saya melihatnya ? " Tanya sang dokter .


Tanpa bertanya Anto memberikan sekotak obat pada dokter Aisyah . Dokter Aisyah membaca kotak obat tersebut tanpa mengatakan apapun .


Sesaat kemudian handphone dokter Aisyah berbunyi , dokter cantik itu segera memeriksa pesan masuk di aplikasi WhatsApp miliknya . Ia tampak tertegun beberapa saat .


" Ehm...ada beberapa faktor yang menyebabkan seseorang hilang ingatan , seperti benturan keras di kepala karena kecelakaan , stiker , obat obatan dan penyakit alzheimer dan ensefalitis serta anoksia otak . Untuk mengetahui penyebab pasti kita harus melakukan CT scan MRI di rumah sakit " dokter Aisyah akhirnya buka suara .


" Dokter tahu kondisi saya ....


" Saya akan bantu , masalah hasil itu urusan Allah , tapi kita harus berusaha " dokter Aisyah memotong kalimat Anto .


" Obat ini tidak berbahaya , ini obat relaksasi otot dan pelancar peredaran darah , dan juga penahan rasa sakit herbal . Mungkin tabib yang mengobati mendiaknosa ada darah yang menggumpal di kepala , hingga ingatan anda tidak jua kembali . Kemungkinan itu ada..., Tapi saya tidak ingin mengambil kesimpulan tanpa melihat hasil pemeriksaan medis " dokter Aisyah menarik nafas panjang .


" Analisa saya sementara ini , anda mengalami amnesia disosiatif Amnesia jenis ini merupakan kondisi ketika pengidap tidak mampu untuk mengingat berbagai informasi pribadi yang sangat penting tentang dirinya sendiri . Pengidap amnesia jenis ini bisa saja lupa siapa nama dan segala hal yang erat kaitannya dengan pribadinya secara tiba tiba .


Biasanya, pengidap amnesia jenis ini pernah mengalami kecelakaan yang mengakibatkan trauma pada kepalanya, atau bisa juga karena mengalami kondisi stres , pengaruh obat-obatan atau faktor genetik " dokter Aisyah berbicara panjang lebar .


" Apa semua ini akan berlangsung selamanya ? , Apakah bisa di obati ? " Tanya Anto setelah terdiam beberapa saat .


" Setahu saya ingatan penderita penyakit ini tidak benar benar hilang , tapi tersimpan sangat dalam di pikiran seseorang dan tidak dapat di ingat . biasa ingatan akan muncul secara acak atau muncul tiba tiba karena di picu oleh sesuatu atau kondisi lingkungannya . Akan lebih bagus jika anda bersama dengan keluarga yang membuat anda mengingat semua kejadian secara perlahan . Namun semua analisa saya belum tentu benar , kita harus menemui dokter ahli untuk memastikan semuanya " jawab Dokter Aisyah .


" Dokter..., Orang yang bernama Adi yang Anda kira adalah saya seperti apa dia ? " Tanya Anto sambil menatap wajah dokter Aisyah .


" Saya tidak bisa menjawabnya sekarang " jawab dokter Aisyah lembut .


" Apa ingatan yang saya ceritakan itu dokter pernah mengalaminya ? " Anto kembali bertanya .


Dokter Aisyah mengangguk pelan , dengan tatapan lembut ia menatap Anto .


" Anda mengenal keluarganya ? , Orang yang Anda kira adalah saya , apa anda mengenal keluarganya ? " Tanya Anto lagi .


" Tidak..., Dia sahabat seseorang yang sangat saya kenal baik . Saya pernah bertemu beberapa kali dengannya , boleh di bilang kami menjadi teman karena persahabatannya dengan orang itu " jawab Dokter Aisyah .


" Apakah dia bernama Bima ? " Tanya Anto


" Nama lengkapnya Abimanyu , biasa di panggil Bima . Anda mengingatnya ? " Dokter Aisyah menatap Anto dengan seksama .


" tidak...tapi sepertinya dia pernah mencari saya " Jawaban Anto membuat dokter Aisyah menatapnya .


" Saya mendapat kabar ada seseorang yang mengaku sebagai sahabat saya bernama Bima mencari saya sampai ke rumah orang tua saya , saat dia datang saya sudah sampai di sini karena menghindari polisi yang mencari saya " jawab Anto . Dokter Aisyah terlihat berfikir beberapa saat .


" Kalau Wulandari Ratnadila apa anda mengenalnya ? " Tanya Anto


Dokter Aisyah menggeleng pelan , lalu menarik nafas panjang .


" Bagaimana kalau besok kita melakukan pemeriksaan menyeluruh , saya kenal seorang dokter saraf di sebuah Rumah sakit di Bandung . Beliau senior saya , kita bisa meminta bantuannya " ucapan dokter Aisyah membuat Anto terdiam .


" Saya tidak punya cukup uang untuk melakukan pemeriksaan menyeluruh " jawab Anto pelan .


" Tidak perlu khawatir tentang hal itu , saya tulus membantu anda . Jika anda setuju kebetulan lusa saya akan ke Bandung . Kita bisa melakukan semua pemeriksaan hari itu . Bagaimana menurut anda ? " Pertanyaan sang dokter membuat Anto terdiam beberapa saat .


" Lebih cepat mengetahui sebuah penyakit lebih baik dengan begitu kita bisa tahu tindakan apa yang tepat dilakukan " dokter Aisyah berkata dengan nada lembut .

__ADS_1


" Saya akan memikirkannya " Jawab Anto setelah terdiam beberapa saat .


" Tentu sulit hidup tanpa tahu identitas anda yang sesungguhnya . Tapi setiap hal yang datang dari Tuhan pasti ada jalan keluarnya , kita tinggal berusaha untuk menemukan jalan itu , tidak ada penyakit yang tidak ada obatnya . Dan yang paling penting keyakinan kita untuk sembuh " nasehat dokter Aisyah dengan suara lembutnya .


" Baiklah kabari saya keputusan Anda paling lambat besok malam " dokter Aisyah terlihat lega .


" Kalau begitu saya permisi dokter . Terima kasih untuk semuanya " Anto beranjak dari kursinya .


" Sama-sama , tidak perlu sungkan kita hidup memang harus saling membantu kan ? . Saya hanya melakukan apa yang seharusnya " dokter Aisyah berucap sambil berjalan mengantarkan Anto keluar dari ruang pemeriksaan .


Mereka saling mengucap salam di pintu , setelah itu Anto beranjak pergi meninggalkan puskesmas .


Anto berjalan menuju halaman Puskesmas . Pemuda itu segera menaiki sepeda motor yang ia pinjam dari Pak Wira . Lalu segera melaju meninggalkan puskesmas .


Setelah perjalanan Anto merasa kagum dengan kebaikan hati sang dokter , di jaman sekarang sudah langka dokter seperti dirinya , betul kata om Wira wanita yang selalu bersuara lbut itu berhati malaikat .


Setelah lebih kurang lima belas menit menggunakan sepeda motor Anto tiba di rumah pak Wira . Pintu rumah terlihat terbuka , Anto segera menepikan motornya di samping rumah , lalu bergegas menuju pintu depan .


" Assalamualaikum...." Pemuda itu mengungkapkan salam Dengan sopan ..


" Walaikumsalam..., Sudah selesai urusannya To ? " Pak Wira yang berada di ruang tamu berukuran tiga kali tiga meter menjawab salamnya dengan hangat .


" Sudah om..., Terimakasih pinjaman motornya " Anto menyerahkan kunci motor sembari tersenyum lebar .


" Kemana kamu pergi ? " Tanya om Wira .


" Emh ke Puskesmas om..., Saya berobat ke dokter Aisyah " jawab Anto sembari duduk di hadapan pak Wira .


" Oh , baik kan orangnya . Beliau meski tengah malam mau lho datang ke rumah warga jika di butuhkan . Betul betul seorang abdi masyarakat . Kamu sudah makan ? ayo makan siang dulu di sini , bu lek mu masak sayur oncom " om Wira dengan ramah menawarkan makan siang .


" Tidak usah om..., Saya mau pergi ke pabrik sebentar " jawab Anto sopan , ia beranjak dari duduknya .


" Mau ngapain " Tanya pak Wira penasaran .


" saya ingin bertemu dengan mandor Kardi , mau ijin untuk beberapa hari . Lagi pula kuda yang akan saya urus belum juga datang om " jawab Anto .


" memangnya kamu mau kemana ? " tanya pak Wira .


" saya ada urusan sebentar , mau mengunjugi seseorang di bandung " jawab Anto .


" Bandung ? , Apa kamu ingat sesuatu ? " Tanya pak Wira .


" Hanya ingin memastikan sesuatu " jawab Anto sambil berjalan menuju pintu keluar .


" To apa kamu bertemu dengan pak Karman ? " Pertanyaan om Wira membuat Anto kembali membalikkan tubuhnya .


" Saya bertemu beliau kemarin , ada apa ? " Tanya Anto heran .


" Mandor Kardi datang , kata mandor Kardi pak Karman bertanya banyak hal tentang kamu . Apa mungkin beliau mengetahui semua hal tentang kamu ? , Beliau Adalah mantan tentara dan orang kepercayaan eyang Saka pasti memiliki koneksi dengan kepolisian kan , kamu harus hati-hati . Jangan terlalu dekat dengan Lilis , sepertinya dia menyukai kamu . " Ucapan pak Wira hanya di tanggapi helaan nafas panjang Anto .


" saya akan berhati-hati om . saya pergi dulu om , Assalamualaikum " ucap Anto seraya berjalan pergi .


" waalaikumsalam , hati hati si jalan To " pak Wira berkata sambil memperhatikan langkah cepat Anto .


" Njeh...om.." jawab Anto yang telah berada di luar rumah .


Pemuda itu melangkah dengan ringan meninggalkan rumah Pak Wira . Dalam perjalanan pulang ia telah memutuskan untuk mengikuti saran dokter Aisyah . Iya berniat menanggung semua resiko yang akan ia terima , tekadnya untuk mengetahui jati dirinya yang sesungguhnya telah bulat .


Setengah jam kemudian , Anto telah tiba di pabrik . Suasana tampak sepi karena hari telah menjelang sore .

__ADS_1


" Sore pak ..." Anto menyapa pak Zul yang merupakan Satpam pabrik .


" Sore...eh Anto , ada perlu apa ? " Tanya lelaki setengah baya berbadan besar tersebut .


" Saya ingin bertemu dengan mandor Kardi , apa beliau sudah pulang dari pelabuhan Ratu ? " Tanya Anto sopan .


" Sudah , tadi siang datang ke pabrik katanya mau rapat dengan teh Lilis . Dengar dengar teh Lilis mau ke Bandung untuk bertemu dengan neng Dila , Mau bicara masalah kang Ujang , selain itu kerabat neng Dila ada yang meninggal dunia " cerita pak Zul .


" Hem.., " Anto memilih untuk menjadi pendengar setia .


" Mas Anto semalam ke rumah dokter Aisyah ya ? " Pertanyaan pak Zul membuat Anto mengernyitkan keningnya . Ia benar benar heran di kampung tersebut kabar cepat sekali menyebar .


" Aduh mas Anto , emang pinter milih perempuan " Bu Mimi yang tiba tiba muncul entah dari mana menimpali perkataan pak Zul .


" Maksudnya ? " Tanya Anto tak mengerti .


" Yah..dokter Aisyah itu kan dokter , baik , cantik , sepertinya orang kaya juga , dan yang paling penting masih gadis " pak Zul tersenyum lebar sambil mengerling ke arah Anto .


" Apa hubungannya ? " Anto menggeleng gelengkan kepalanya .


" Maksudnya tuh..dari pada teh Lilis , dokter Aisyah lebih cocok untuk mas Anto " buk Mimi menimpali .


" Teh Lilis memang lumayan cantik , termasuk sukses lah boleh di bilang dia cukup beruntung . Tapi di bandingkan dokter Aisyah ya kalah jauuh..., Dan lagi dia janda , ngerti kamu ? " Ucap pak Zul seraya terkekeh .


" Tunggu dulu ... memangnya kenapa kalau Lilis janda ? , Dia wanita terhormat . Janda atau bukan seorang wanita yang menjaga kehormatan dirinya tetap terhormat apapun statusnya " Anto berkata dengan suara tenang .


" Oh...jadi lebih memilih teh Lilis nih ? " Tanya pak Zul sambil tertawa .


Anto hanya menggelengkan kepalanya , ia tidak mau menanggapi pertanyaan yang baginya tak perlu di jawab .


" Dokter Aisyah itu selama ini banyak yang suka , anaknya juragan kusam yang jadi dokter di kampung sebelah juga suka sama dia , terus anaknya pak Hadi siapa namanya ...Wira yang sudah jadi Perwira polisi itu katanya juga naksir dia , tapi dokter Aisyah nggak mau , susah di dekati orangnya , dia itu primadona desa ini meski bukan warga asli sini . Katanya asalnya juga dari malang , yatim piatu sukses . Dia juga dulunya dapat beasiswa dari eyang Saka makanya mengabdikan diri di kampung kita " cerita Bu Mimi .


"Mas Anto.. pilih dokter Aisyah saja . Saya dengar dari anak saya yang perawat kemarin dia tanya tanya tentang mas Anto ke dia lho..., Jarang jarang dokter Aisyah Tanya tanya tentang laki laki . Ngaku saja ...kalian juga cocok kok mas Anto ganteng Bu dokter cantik . " ucapan Bu Mimi hanya di jawab senyuman Anto .


" Apanya yang cocok ? " Suara mandor Kardi membuat Bu Mimi terkejut .


" Eh...pak mandor " ucap Bu Mimi dan pak Zul bersamaan .


" sudah selesai rapatnya pak " pak Zul berbasa basi .


" Sudah , barusan nggak liat Lilis keluar " ? Tanya mang Kardi .


" Nggak ..." Jawab Bu Mimi cepat . Wanita setengah baya itu segera memandang sekelilingnya , karena takut tidak menyadari kehadiran Lilis sementara mereka tadi membicarakan tentangnya .


" Oh..., Kamu kok kemari jam segini To , ada perlu apa ? " Mang Kardi menatap Anto yang masih terdiam di tempatnya .


" Ada yang ingin saya bicarakan pak " jawab Anto sopan .


" Oh..iya aku juga mau bicara , ayo ikut saya " ucap mandor Kardi sambil berjalan menuju motornya . Anto bergegas mengikuti langkah lebar lelaki setengah baya tersebut , keduanya kemudian meninggalkan pabrik mengendarai sepeda motor mang Kardi .


Beberapa saat kemudian Lilis muncul dari dalam pabrik , dengan langkah ringan ia berjalan keluar .


" Teh Lilis mau pulang ? " Tanya pak Zul sopan .


" Iya.." jawab Lilis dingin seraya melangkah menuju mobil yang terparkir di halaman pabrik .


Pak Zul dan Bu Mimi saling pandang mendapati sikap dingin Lilis yang biasanya ramah .


" Jangan jangan dia mendengar pembicaraan kita " bisik Bu Mimi pada pak Zul .

__ADS_1


" Sepertinya begitu , kelihatannya dia marah " jawab pak Zul membenarkan pendapat Bu Mimi , keduanya hanya terdiam sambil menatap kepergian Lilis dengan mobilnya .


__ADS_2