
Jordi merebahkan tubuhnya di atas ranjang empuk miliknya . Sikap Dila dengan Ivan tadi masih membuat ia kesal .
" Sebenarnya seberapa dekat mereka , makan mie sepiring berdua ? apa dia tidak malu mengakui hal itu pada orang lain ? " Jordi mengoceh sambil membuka kancing bajunya . Pemuda itu kesal , ia melemparkan bajunya sembarangan setelah membukanya .
Tok ! tok ! tok !
Suara ketukan di pintu kamar membuat Jordi terkejut . Pemuda itu membuka pintu dengan kasar .
" Ada apa ? " Tanyanya pada pelayan muda yang berdiri di depan kamarnya .
Pelayan itu membalikkan badan karna malu melihat Jordi yang telanjang dada .
" Maaf tuan muda , bapak memanggil anda ke ruang kerjanya " ucap pelayan itu dengan gemetar .
Jordi menutup pintu tanpa berkata apapun .
Beberapa saat kemudian ia kembali keluar , dengan mengenakan kaos longgar . Jordi terkejut melihat pelayan muda itu masih berdiri termangu di sana .
" Kenapa kau masih di sini ?! " Tanya Jordi dengan suara tinggi .
" Maaf tuan muda , saya kira Anda tidak mendengar kata kata saya tadi " jawab pelayan itu dengan gugup .
" Kau pikir aku tuli !!? , Sudah pergi sana " ucapnya kasar seraya melangkah pergi .
Pelayan yang baru seminggu bekerja di rumah itu nampak menitikkan air mata . dengan takut gadis itu segera pergi meninggalkan Jordi yang nampak sangat kesal .
sudah menjadi kebiasaan bagi pemuda itu melampiaskan kekesalannya kepada pembantu rumah tangga atau pekerja yang lain .
Jordi melangkah menuju ke ruang kerja ayahnya . Kali ini ia mungkin akan mendapatkan wejangan panjang dari sang ayah terkait insiden di hotel . Kabar itu masih menyebar hingga beberapa cabang .
Jordi mengetuk pintu tanpa ragu .
Suara sang ayah yang mempersilahkan dirinya masuk membuat ia tak ragu membuka pintu ruangan itu .
" Duduklah.." ucap sang ayah yang tengah membaca sebuah berkas .
Jordi menuruti perintahnya , pemuda itu duduk di sofa di hadapan tuan Juanda .
" Papa sudah minta laporan keuangan pribadimu , di tambah milik papajumlahnya tidak sedikit untuk memulai sebuah bisnis kecil " ucap sang ayah beberapa saat kemudian .
" Apa maksud papa ??" Tanya Jordi tak mengerti .
" Lepaskan impianmu untuk memimpin perusahaan kakek . Bukalah usaha sendiri , mari kita mulai dari awal , ayah percaya kamu punya kemampuan untuk itu ! " ucap tuan Juan sambil membuka kaca matanya .
" No .. never ! , Dulu kalian melarang aku saat ingin menjadi seorang pilot , kini saat aku sudah mengelolanya hingga menjadi lebih maju kalian ingin aku melepasnya ?, ayah tau badan usaha seperti apa yang akan mengelola perusahaan kita ? aku tidak bisa menyerahkannya begitu saja " Jawab Jordi tegas .
" Jordi. !! " Bentak Tuan Juan .
__ADS_1
" aku tidak akan melepaskannya , perusahaan itu sudah menjadi bagian dari diriku , papa tahu itu ? " Jordi memandang sang ayah kesal
" justru itu yang papa takutkan , kau terlalu menyayangi apa yang bukan milikmu seutuhnya " tuan Juan menarik nafas dalam-dalam .
" Kenapa Papa takut ? , Akan ku buktikan pada orang tua itu juga pada papa , kalian salah . aku mampu mengelolanya , bukankah kalian sudah melihatnya selama lima tahun ini ? " Jordi menatap wajah sang ayah .
" itu sebabnya ayah ingin kamu membuka usaha sendiri ! , kau tahu kakekmu tidak pernah main main dengan ucapannya " jawab tuan Juan .
aku tahu itu ! , itu sebabnya aku akan mastikan bahwa akulah yang akan menjadi pemiliknya , papa tidak perlu takut sebelum berperang " ucap Jordi dengan wajah serius .
" Are you out your mind ? ? " Teriak tuan Juan .
" Kamu pikir gadis itu sebuah barang ?! , Apa kau pikir bisa membeli hati ?." Tuan Juan bertanya dengan lantang .
" Aku tidak perduli ! " Jawab Jordi tak kalah lantang .
Tuan Juan menghela nafas panjang . Ia berusaha untuk tenang menghadapi sifat Jordi yang keras dan arogan , di keluarga hanya tuan Gunawan yang bisa membuat pria itu menundukkan kepalanya .
" Nak...ini bukan masalah papa takut , atau saatnya kamu membuktikan kamu benar atau bisa memenangkan sesuatu , apa kamu tidak mengerti maksud kakek ? ." Tanya Tuan Juan .
" Ya aku tidak mengerti jalan pikiran kalian . Kami di paksa berjalan sesuai dengan apa yang kalian pilih untuk kami , bahkan dalam urusan wanita " jawab Jordi sambil menatap tuan Juan .
" Yang di maksud kakek adalah setidaknya kau mengenalnya , kenali pribadinya , jika dia kau anggap orang yang pantas maka berjuanglah memenangkan hatinya " tuan Juan berkata lembut .
" Kenapa papa seakan membela kakek ? " Tanya Jordi .
" Aku tidak membelanya , aku hanya tidak ingin kau menghalalkan semua cara agar bisa bersama Dila hanya untuk mendapatkan perusahaan , itu saja " jawab tuan Juan dengan nada yang mulai tinggi .
" Bukankah itu tidak adil ? . Aku bahkan membuang jauh cita cita dan jalan yang ingin ku pilih untuk membuktikan aku mampu mengelola perusahaan . Tapi kenapa kini kakek merubah keputusan hanya untuk memenuhi keinginannya " Protes Jordi .
" Itu bukan sebuah keinginan , itu adalah sebuah janji , Dan janji adalah hutang . Kita tidak tahu pasti apa alasan sesungguhnya . Tapi setidaknya kita harus menyadari apa yang dikatakan kakekmu adalah kebenaran . Semua yang kita miliki itu semua adalah milik keluarga eyang saka " ucap tuan Juan sambil bersandar di kursinya .
" Saat papa berumur 21 , kakekmu mengalami kebangkrutan . Saat itu semua asetnya hampir di sita , lalu eyang saka menyuntikkan dana , kau tahu dengan apa ia memberi dana itu ? , Ia menjual semua saham yang ia miliki di sebuah perusahaan internasional . Saat itu ia beralasan ia ingin pensiun dari dunia bisnis , saat kakekmu ingin mengmbalikan dana itu ia menolak dan mengatakan itu sebuah hadiah dari seorang sahabat , ia tidak pernah memintanya kembali bahkan setelah kita sukses .satu satunya keinginan yang pernah ia katakan kepada kakekmu adalah agar kita bisa menjadi sebuah keluarga yang sebenarnya " lanjut tuan Juan .
Jordi membisu . Apa yang ia dengar membuat ia benar benar kehilangan akal . jika hal itu benar kenapa sang kakek mesti membuat wasiat seperti itu .
" Papa baru tahu hal itu dari tuan Arifin saat ayah bertanya hal sebenarnya " ucap tuan Juan sambil menghampiri jordi .
Tuan Arifin adalah penasehat keuangan perusahaan mereka yang dulunya adalah penasehat keuangan eyang saka .
" Lalu kenapa kakek mesti membuat wasiat itu ? " Tanya Jordi
" Mungkin ...dia berharap apa yang menjadi keinginan eyang saka yang juga keinginan kakek buyut mu terpenuhi , namun ia juga ingin memastikan bahwa Dila mendapatkan laki laki terbaik untuknya seperti harapan eyang saka " jawab sang ayah .
" Papa berharap kamu lebih memikirkan perasaan Dila dari pada keinginanmu . Papa tau kau mendekatinya untuk hal itu . Papa mohon jangan lakukan kesalahan yang sama pada wanita di keluarga itu " ucap tuan Juan seraya melangkah pergi meninggalkan ruang kerjanya .
Jordi terpaku " Kesalahan yang sama ? . apa ada hal lain yang terjadi antara keluarga dengan keluarga eyang saka " pria itu makin ingin tahu cerita masa lalu keluarga mereka .
__ADS_1
Ibunya pernah bercerita bahwa ayahnya pernah bertunangan dengan anak eyang saka . Apakah ini ada hubungannya ?
" Argh...." Jordi menggaruk kepalanya yang tidak gatal . Pria itu melangkah keluar menuju kamarnya .
Jodi bersandar di sandaran tempat tidurnya . perkataan ayahnya membuat ia ingin tahu kisah masa lalu ayahnya dengan gadis dari keluarga almarhum eyang saka .
Tok ! Tok ! Tok !
" ini mama , boleh mama masuk " suara nyonya Nisa terdengar dari luar .
" ya..., pintunya tidak Jo kunci " jawab Jordi dengan malas .
pintu kamar Jordi terbuka , nyonya Nisa segera masuk dan menghampiri putranya yang nampak kesal .
wanita itu tersenyum dengan lembut seraya mengusap rambut Jordi , Jordi menepis tangan ibunya .
" apa yang mama lakukan ? " tanya Jordi kesal .
" bukankah dulu kau suka jika mama elus elus kepalamu " nyonya Nisa mengejeknya .
" ada apa ? " tanya wanita itu sesaat kemudian .
Jordi terdiam . hatinya ingin bertanya , namun pantaskah ? bagaimanapun juga ibunya adalah seorang wanita , akan menyakitkan menanyakan masa lalu sang ayah dengan wanita lain .
" tidak ada ..." jawab Jordi sambil menatap ibunya .
" kenapa mama kemari ? " tanya Jordi
nyonya Nisa menarik nafas dalam-dalam , wanita itu menatap putranya sesaat .
" mama dengar Risa akan menikah ? , apa kau tahu itu ? " tanya nyonya Nisa .
Jordi terdiam , tangannya meraih selimut dan segera berbaring .
" keluarlah jika ingin membahas wanita itu " ucapnya seraya memunggungi sang ibu .
nyonya Nisa menatap punggung putranya , wanita itu merasa prihatin akan perasaan putra semata wayangnya . ia tahu Jordi sangat mencintai Clarisa . namun ia sendiri heran , kali ini putranya tidak terlihat patah hati , ia nampak biasa biasa saja , apakah ada seseorang ? , apakah benar ia telah membuka hati pada gadis lain .
bagaimanapun ia mendengar kabar yang menyebar di kalangan karyawan hotel , dan ia juga telah memastikan hal itu pada asisten Jordi .
" keluarlah nyonya Nisa , putramu ingin tidur " suara dalam Jordi membuat Lamunan nyonya Nisa buyar .
" baiklah ....good night .." ucap nyonya Nisa sembari menepuk punggung putranya .
wanita itu segera melangkahkan kaki keluar dari kamar Jordi . ia segera meraih ponselnya yang terletak di saku piyamanya .
" Halo..Nurdin , bisakah ku minta alamat Dila ?" ucapnya pada pak Nurdin lewat telepon .
__ADS_1
" oh..baguslah.., bisa kau berikan alamatnya di Bandung , aku ingin memberi sedikit hadiah " ucapnya sesaat kemudian .
nyonya Nisa menutup panggilannya , dengan ringan ia berjalan ke kamarnya .