Sayembara Cinta

Sayembara Cinta
21. jangan lakukan kesalahan yang sama


__ADS_3

Jordi merebahkan tubuhnya di atas ranjang empuk miliknya . Sikap Dila dengan Ivan tadi masih membuat ia kesal .


" Sebenarnya seberapa dekat mereka , makan mie sepiring berdua ? apa dia tidak malu mengakui hal itu pada orang lain ? " Jordi mengoceh sambil membuka kancing bajunya . Pemuda itu kesal , ia melemparkan bajunya sembarangan setelah membukanya .


Tok ! tok ! tok !


Suara ketukan di pintu kamar membuat Jordi terkejut . Pemuda itu membuka pintu dengan kasar .


" Ada apa ? " Tanyanya pada pelayan muda yang berdiri di depan kamarnya .


Pelayan itu membalikkan badan karna malu melihat Jordi yang telanjang dada .


" Maaf tuan muda , bapak memanggil anda ke ruang kerjanya " ucap pelayan itu dengan gemetar .


Jordi menutup pintu tanpa berkata apapun .


Beberapa saat kemudian ia kembali keluar , dengan mengenakan kaos longgar . Jordi terkejut melihat pelayan muda itu masih berdiri termangu di sana .


" Kenapa kau masih di sini ?! " Tanya Jordi dengan suara tinggi .


" Maaf tuan muda , saya kira Anda tidak mendengar kata kata saya tadi " jawab pelayan itu dengan gugup .


" Kau pikir aku tuli !!? , Sudah pergi sana " ucapnya kasar seraya melangkah pergi .


Pelayan yang baru seminggu bekerja di rumah itu nampak menitikkan air mata . dengan takut gadis itu segera pergi meninggalkan Jordi yang nampak sangat kesal .


sudah menjadi kebiasaan bagi pemuda itu melampiaskan kekesalannya kepada pembantu rumah tangga atau pekerja yang lain .


Jordi melangkah menuju ke ruang kerja ayahnya . Kali ini ia mungkin akan mendapatkan wejangan panjang dari sang ayah terkait insiden di hotel . Kabar itu masih menyebar hingga beberapa cabang .


Jordi mengetuk pintu tanpa ragu .


Suara sang ayah yang mempersilahkan dirinya masuk membuat ia tak ragu membuka pintu ruangan itu .


" Duduklah.." ucap sang ayah yang tengah membaca sebuah berkas .


Jordi menuruti perintahnya , pemuda itu duduk di sofa di hadapan tuan Juanda .


" Papa sudah minta laporan keuangan pribadimu , di tambah milik papajumlahnya tidak sedikit untuk memulai sebuah bisnis kecil " ucap sang ayah beberapa saat kemudian .


" Apa maksud papa ??" Tanya Jordi tak mengerti .


" Lepaskan impianmu untuk memimpin perusahaan kakek . Bukalah usaha sendiri , mari kita mulai dari awal , ayah percaya kamu punya kemampuan untuk itu ! " ucap tuan Juan sambil membuka kaca matanya .


" No .. never ! , Dulu kalian melarang aku saat ingin menjadi seorang pilot , kini saat aku sudah mengelolanya hingga menjadi lebih maju kalian ingin aku melepasnya ?, ayah tau badan usaha seperti apa yang akan mengelola perusahaan kita ? aku tidak bisa menyerahkannya begitu saja " Jawab Jordi tegas .


" Jordi. !! " Bentak Tuan Juan .

__ADS_1


" aku tidak akan melepaskannya , perusahaan itu sudah menjadi bagian dari diriku , papa tahu itu ? " Jordi memandang sang ayah kesal


" justru itu yang papa takutkan , kau terlalu menyayangi apa yang bukan milikmu seutuhnya " tuan Juan menarik nafas dalam-dalam .


" Kenapa Papa takut ? , Akan ku buktikan pada orang tua itu juga pada papa , kalian salah . aku mampu mengelolanya , bukankah kalian sudah melihatnya selama lima tahun ini ? " Jordi menatap wajah sang ayah .


" itu sebabnya ayah ingin kamu membuka usaha sendiri ! , kau tahu kakekmu tidak pernah main main dengan ucapannya " jawab tuan Juan .


aku tahu itu ! , itu sebabnya aku akan mastikan bahwa akulah yang akan menjadi pemiliknya , papa tidak perlu takut sebelum berperang " ucap Jordi dengan wajah serius .


" Are you out your mind ? ? " Teriak tuan Juan .


" Kamu pikir gadis itu sebuah barang ?! , Apa kau pikir bisa membeli hati ?." Tuan Juan bertanya dengan lantang .


" Aku tidak perduli ! " Jawab Jordi tak kalah lantang .


Tuan Juan menghela nafas panjang . Ia berusaha untuk tenang menghadapi sifat Jordi yang keras dan arogan , di keluarga hanya tuan Gunawan yang bisa membuat pria itu menundukkan kepalanya .


" Nak...ini bukan masalah papa takut , atau saatnya kamu membuktikan kamu benar atau bisa memenangkan sesuatu , apa kamu tidak mengerti maksud kakek ? ." Tanya Tuan Juan .


" Ya aku tidak mengerti jalan pikiran kalian . Kami di paksa berjalan sesuai dengan apa yang kalian pilih untuk kami , bahkan dalam urusan wanita " jawab Jordi sambil menatap tuan Juan .


" Yang di maksud kakek adalah setidaknya kau mengenalnya , kenali pribadinya , jika dia kau anggap orang yang pantas maka berjuanglah memenangkan hatinya " tuan Juan berkata lembut .


" Kenapa papa seakan membela kakek ? " Tanya Jordi .


" Aku tidak membelanya , aku hanya tidak ingin kau menghalalkan semua cara agar bisa bersama Dila hanya untuk mendapatkan perusahaan , itu saja " jawab tuan Juan dengan nada yang mulai tinggi .


" Bukankah itu tidak adil ? . Aku bahkan membuang jauh cita cita dan jalan yang ingin ku pilih untuk membuktikan aku mampu mengelola perusahaan . Tapi kenapa kini kakek merubah keputusan hanya untuk memenuhi keinginannya " Protes Jordi .


" Itu bukan sebuah keinginan , itu adalah sebuah janji , Dan janji adalah hutang . Kita tidak tahu pasti apa alasan sesungguhnya . Tapi setidaknya kita harus menyadari apa yang dikatakan kakekmu adalah kebenaran . Semua yang kita miliki itu semua adalah milik keluarga eyang saka " ucap tuan Juan sambil bersandar di kursinya .


" Saat papa berumur 21 , kakekmu mengalami kebangkrutan . Saat itu semua asetnya hampir di sita , lalu eyang saka menyuntikkan dana , kau tahu dengan apa ia memberi dana itu ? , Ia menjual semua saham yang ia miliki di sebuah perusahaan internasional . Saat itu ia beralasan ia ingin pensiun dari dunia bisnis , saat kakekmu ingin mengmbalikan dana itu ia menolak dan mengatakan itu sebuah hadiah dari seorang sahabat , ia tidak pernah memintanya kembali bahkan setelah kita sukses .satu satunya keinginan yang pernah ia katakan kepada kakekmu adalah agar kita bisa menjadi sebuah keluarga yang sebenarnya " lanjut tuan Juan .


Jordi membisu . Apa yang ia dengar membuat ia benar benar kehilangan akal . jika hal itu benar kenapa sang kakek mesti membuat wasiat seperti itu .


" Papa baru tahu hal itu dari tuan Arifin saat ayah bertanya hal sebenarnya " ucap tuan Juan sambil menghampiri jordi .


Tuan Arifin adalah penasehat keuangan perusahaan mereka yang dulunya adalah penasehat keuangan eyang saka .


" Lalu kenapa kakek mesti membuat wasiat itu ? " Tanya Jordi


" Mungkin ...dia berharap apa yang menjadi keinginan eyang saka yang juga keinginan kakek buyut mu terpenuhi , namun ia juga ingin memastikan bahwa Dila mendapatkan laki laki terbaik untuknya seperti harapan eyang saka " jawab sang ayah .


" Papa berharap kamu lebih memikirkan perasaan Dila dari pada keinginanmu . Papa tau kau mendekatinya untuk hal itu . Papa mohon jangan lakukan kesalahan yang sama pada wanita di keluarga itu " ucap tuan Juan seraya melangkah pergi meninggalkan ruang kerjanya .


Jordi terpaku " Kesalahan yang sama ? . apa ada hal lain yang terjadi antara keluarga dengan keluarga eyang saka " pria itu makin ingin tahu cerita masa lalu keluarga mereka .

__ADS_1


Ibunya pernah bercerita bahwa ayahnya pernah bertunangan dengan anak eyang saka . Apakah ini ada hubungannya ?


" Argh...." Jordi menggaruk kepalanya yang tidak gatal . Pria itu melangkah keluar menuju kamarnya .


Jodi bersandar di sandaran tempat tidurnya . perkataan ayahnya membuat ia ingin tahu kisah masa lalu ayahnya dengan gadis dari keluarga almarhum eyang saka .


Tok ! Tok ! Tok !


" ini mama , boleh mama masuk " suara nyonya Nisa terdengar dari luar .


" ya..., pintunya tidak Jo kunci " jawab Jordi dengan malas .


pintu kamar Jordi terbuka , nyonya Nisa segera masuk dan menghampiri putranya yang nampak kesal .


wanita itu tersenyum dengan lembut seraya mengusap rambut Jordi , Jordi menepis tangan ibunya .


" apa yang mama lakukan ? " tanya Jordi kesal .


" bukankah dulu kau suka jika mama elus elus kepalamu " nyonya Nisa mengejeknya .


" ada apa ? " tanya wanita itu sesaat kemudian .


Jordi terdiam . hatinya ingin bertanya , namun pantaskah ? bagaimanapun juga ibunya adalah seorang wanita , akan menyakitkan menanyakan masa lalu sang ayah dengan wanita lain .


" tidak ada ..." jawab Jordi sambil menatap ibunya .


" kenapa mama kemari ? " tanya Jordi


nyonya Nisa menarik nafas dalam-dalam , wanita itu menatap putranya sesaat .


" mama dengar Risa akan menikah ? , apa kau tahu itu ? " tanya nyonya Nisa .


Jordi terdiam , tangannya meraih selimut dan segera berbaring .


" keluarlah jika ingin membahas wanita itu " ucapnya seraya memunggungi sang ibu .


nyonya Nisa menatap punggung putranya , wanita itu merasa prihatin akan perasaan putra semata wayangnya . ia tahu Jordi sangat mencintai Clarisa . namun ia sendiri heran , kali ini putranya tidak terlihat patah hati , ia nampak biasa biasa saja , apakah ada seseorang ? , apakah benar ia telah membuka hati pada gadis lain .


bagaimanapun ia mendengar kabar yang menyebar di kalangan karyawan hotel , dan ia juga telah memastikan hal itu pada asisten Jordi .


" keluarlah nyonya Nisa , putramu ingin tidur " suara dalam Jordi membuat Lamunan nyonya Nisa buyar .


" baiklah ....good night .." ucap nyonya Nisa sembari menepuk punggung putranya .


wanita itu segera melangkahkan kaki keluar dari kamar Jordi . ia segera meraih ponselnya yang terletak di saku piyamanya .


" Halo..Nurdin , bisakah ku minta alamat Dila ?" ucapnya pada pak Nurdin lewat telepon .

__ADS_1


" oh..baguslah.., bisa kau berikan alamatnya di Bandung , aku ingin memberi sedikit hadiah " ucapnya sesaat kemudian .


nyonya Nisa menutup panggilannya , dengan ringan ia berjalan ke kamarnya .


__ADS_2