Sayembara Cinta

Sayembara Cinta
49 . Pilih aku


__ADS_3

Dengan langkah gontai Dila berjalan menyusuri gang sepi di komplek pergudangan yang berada di dekat panti asuhan tempat ia biasa menghabiskan waktu di jum'at sore .


Beberapa bulan terakhir ia memang memilih menghabiskan waktu bersama dengan anak anak panti di waktu luangnya . Suasana rumah kini tidak begitu ramai seperti saat keluarga tuan Aditya tinggal di sana , ia hanya menghabiskan waktu bersama dengan para pelayan atau kakek karena Nyonya Kirana adalah pebisnis yang sibuk , Dan Rizky juga punya dunia sendiri meski mereka agak dekat .


Sesekali Tania juga datang untuk curhat dengannya , gadis itu kini sedang sibuk untuk kuliah di tahun pertamanya . Isabella yang juga bekerja , ia kini bahkan hanya datang di hari Minggu . Ia nampak bahagia hidup bersama keluarga tuan Aditya .


Namun Dila yang kini lebih pendiam juga lebih menyukai kesunyian itu . Selain itu ia tidak ingin meninggalkan tuan Gunawan yang sangat menyayangi dirinya , lelaki itu bagai pengganti Eyang . Salah satu alasan ia bertahan di rumah besar itu adalah lelaki tua tersebut . setiap dua minggu sekali keluarga besar itu akan berkumpul . Di ujung Minggu yang lain Dila menghabiskan waktu dengan Mak Asih dan Lilis serta orang orang di rumahnya di Sukabumi bersama dengan Isabella .


Di sebuah gang yang sunyi dengan penerangan yang minim tiga orang pemuda tiba tiba mengikuti langkahnya yang gontai . Dila melirik sekelilingnya yang sunyi , ia tengah melewati komplek pergudangan kosong , gadis itu mempercepat langkahnya . Namun rombongan itu mengejarnya , salah seorang dari mereka bahkan menghadang langkah Dila .


" Mau kemana neng...?! , Kok sendirian aja ? " Tanya seorang pemuda sambil menghadang langkah Dila .


" Permisi kak..saya buru buru " jawab Dila sambil menghindari lelaki tersebut .


" Kok sendirian aja.., boleh kami temani ? " Tanya pemuda lainnya sambil memegang tangan Dila .


" Apaan sih.." Dila menepis tangan pria itu .


" Wah.., kok galak ya.. sayang cantik cantik galak " ucap lelaki itu sambil tertawa .


Dua pemuda lainnya ikut tertawa , Dila menatap ketiga pemuda itu dengan kesal .


" Apa yang kalian inginkan , kalian sungguh tidak sopan " ucap Dila sambil melangkah tanpa menghiraukan gerombolan pemuda yang nampaknya bermaksud tidak baik itu .


Seorang lelaki menghadang langkahnya dan mencoba untuk memeluk Dila , Dila tersudut di sebuah gang sepi .


" Woi...apa yang kalian lakukan ?! " Seru seseorang yang tiba tiba datang ke tempat itu dengan suara lantang .


Ketiga pria itu menoleh ke arah Suara tersebut , seorang pemuda berjalan dengan santai ke arah mereka , wajah pemuda itu membuat Dila membulatkan matanya .


Pemuda itu tak lain adalah Rizky , putra nyonya Kirana . Rizky tampak berjalan sambil menghisap sebatang rokok di bibirnya .


" Oh.. sungguh kalian ini berandalan yang kurang kerjaan , kenapa mengganggu seorang wanita !" Seru Rizky sambil tersenyum ke arah Dila .


" Ada yang mau jadi pahlawan rupanya ! " seru seorang pemuda seraya menghampiri Rizky .


" Lepaskan perempuan itu atau ku patahkan tananganmu " seru Rizky sambil seraya melemparkan rokoknya ke jalanan .


" Memangnya kamu siapa berani mencampuri urusan kami !! " Jawab seorang pemuda yang bertubuh tinggi besar .


" Aku....?! , Aku kekasih gadis itu " jawab Rizky penuh percaya diri .


" What ??! " Ucap Dila sambil memandang Rizky dengan wajah heran .


Ketiga pria yang menghadang Dila tertawa seraya mendekati Rizky .


Buk! Sebuah tinju mendarat di perut Rizky , pemuda itu terhuyung dan tampak kesakitan.


" Oh...Romeo dan Juliet rupanya ! , Kita lihat seberapa bisa kamu melindungi kekasihmu " ucap pemuda yang berbadan besar seraya memukul Rizky , sementara seorang pemuda mencoba untuk mendekati Dila .


Perkelahian tak terelakkan , Rizky tampak menghindari beberapa pukulan dari pemuda tersebut , namun ia juga terkena beberapa pukulan .


Dila tak tinggal diam , gadis itu menendang pemuda yang mencoba memeluk tubuhnya di sudut gang , ia kemudian mendaratkan sebuah tinju di rahang pemuda itu .


Buk ! ..


Pemuda iti terjungkal darah segar keluar dari bibirnya yang lebam , membuat temannya yang tadinya tersenyum melihat perkelahian Rizky dengan rekannya terkejut . Begitu juga pemuda yang tengah berkelahi bersama Rizky .


" Oh..rupanya ada cewek hebat di sini.." ucap pemuda itu sembari menyerang Dila .


Dengan gesit Dila menghindar , lalu kakinya mendarat sebuah tendangan keras ke arah pemuda itu .


Buk !! . Pemuda itu terhuyung hingga mencium tembok .


Rizky yang terkejut dengan kemampuan bela diri Dila terdiam sambil memandang ke arah gadis itu , ' ternyata ia gadis yang tangguh " pikir Rizky . tanpa sadar sebuah pukulan mendarat di wajahnya hingga ia terhuyung hampir terjatuh . Dila segera menolong Rizky . Setelah itu gadis itu menatap pemuda bertubuh tinggi besar itu dengan seksama .


" Kenapa .., bukankah aku lebih tampan dari kekasihmu ?! " Ucap pemuda itu sambil tersenyum menggoda Dila . .


Dila tersenyum masam ,. Dengan kesal ia berdiri dan mendekati pemuda itu .


" Dengan mata rabunpun aku hanya melihat seekor keledai di depanku " ucap Dila sinis .


Pemuda di depannya tampak jengkel dengan jawaban dari Dila . Ia tampak marah .


" Gadis sombong...," Ucapnya seraya menerjang Dila dengan sebuah tamparan .


Dila menghindar dari serangan itu , dan mendaratkan sebuah pukulan ke leher pemuda itu hingga tersungkur .


" Ah... sungguh..kalian bertiga membuat aku sangat ingin melakukan pemanasan , sudah lama aku tidak menghajar seseorang " ucap Dila sambil melakukan peregangan .


pemuda yang bertubuh tinggi besar tampak marah dan menyerang Dila . Gadis itu tidak menghindar ia meraih lengan pemuda itu , Lalu tiba tiba tangannya menggenggam Tangan pemuda tersebut dan melipat dua jari pemuda itu ke atas hingga berbunyi , pemuda itu nampak menjerit kesakitan . Kedua jari tangan kanannya sepertinya patah . Dila lalu memelintir tangan pemuda itu dengan memutar tubuhnya . Pemuda itu mengerang kesakitan Dan berusaha melepaskan diri . Dila melepaskan nya .


" Apa kalian masih mau bersenang senang lagi " tanya Dila sambil menepuk nepuk lengannya .


Ketiga pemuda itu berbisik bisik , lalu segera berlari meninggalkan tempat itu .


Dila menghampiri Rizky yang sedang melongo melihat aksinya dengan muka lebam .


" Apa yang kau lakukan di sini ? " Tanya Dila sambil menatap wajah pemuda itu . Ia sebenarnya merasa heran Rizky tiba tiba ada di daerah pinggiran kota itu .


" Oh..aku hanya kebetulan lewat " jawab Rizky sambil menahan sakit . Dila membantunya berdiri .


Keduanya berjalan meninggalkan tempat itu . Dila memarkir mobilnya jauh dari gang sempit menuju panti . Setelah berjalan hampir sepuluh menit , mereka tiba di depan sebuah sekolah madrasah . Dila segera menghampiri mobilnya yang terparkir di sana .


" Kamu bawa mobil ? " Tanya Dila .


" Rizky menggeleng , lalu segera masuk ke mobil Dila sebelum Dila memintanya .


Dila melajukan mobilnya menuju sebuah apotik , ia lalu membeli beberapa obat luka . Setelah itu gadis itu membersihkan luka di wajah Rizky di Depan apotek tersebut .


Dengan telaten Dila mengelap luka dan memar di wajah Rizky dengan kain kasa dan alkohol . Pemuda itu hanya terdiam sambil memandang wajah cantik di depannya .


" Apa kamu pernah belajar ilmu bela diri ? " Tanya Dila sambil menatap wajah pemuda itu .


" Tidak..." Jawab Rizky .


" Lalu kenapa kamu sok jagoan ? , Dasar bodoh ! " Ucap Dila sembari membereskan obat " an yang ia beli .


Rizky hanya terdiam sambil menatap wajah ayu Dila .


" Ayo kita pulang !" Ucap Dila sambil berjalan meninggalkan Rizky yang masih bengong di tempatnya .


" Ki...!!" Panggilan Dila membuat ia sadar dari lamunannya .

__ADS_1


Keduanya kembali berkendara menuju rumah .


" Kamu pandai bela diri ?! " Tanya Rizky .


" Ya..aku belajar , Jitsu dan karate " jawab Dila sambil menyetir .


Rizky menelan ludahnya mendengar Jawaban dari Dila .


" Kapan kamu berlatih ? " Tanya Rizky .


" Waktu SMA , kenapa ? Apa kamu tertarik untuk berlatih bela diri ? " Tanya Dila .


" Tidak aku hanya penasaran kenapa waktu itu kau tidak melawan , saat kau di culik ? " Tanya Rizky .


" Situasinya berbeda...dan kurasa mereka bukanlah preman jadi aku bisa dengan mudah mengalahkan mereka " jawab Dila .


Mereka tiba di rumah . Setelah turun dari mobil Dila memperhatikan wajah Rizky sesaat , lalu mencoba melihat apakah lebamnya masih terlihat . Gadis itu merapikan anak rambut Rizky agar menutupi keningnya yang membiru .


" Jangan cerita apapun , aku tidak ingin kakek khawatir " ucapnya sambil tersenyum pada Rizky . Pemuda iti hanya tertawa mendengar ucapan Dila .


Tanpa mereka sadari sepasang mata menatap keduanya dengan kilatan cemburu dari balkon kamar .


Dila dan Rizky segera masuk rumah , keduanya langsung menuju kamar masing-masing .


Dila ingin bergegas berganti pakaian , saat ia sedang memilih baju , pintu kamarnya terbuka dengan keras , Jordi masuk lalu menutup pintu dengan kasar .


" Kau...keluar aku mau ganti baju " bentak Dila yang terkejut dengan ulah Jordi .


Jordi tidak menghiraukan kata kata Dila , pria itu menerjang Dila , hingga tersudut di dinding kamar , menatap wajah Dila dengan kilatan kemarahan .


" A..ada apa ?" Tanya Dila yang terkejut . Ia menatap heran wajah Jordi .


" Kau...apa kau sengaja ? " Tanya Jordi membuat Dila bingung .


" Kau berpura pura menjadi gadis manis tapi kau menggoda semua pria ?! , Kemana saja kalian hingga selarut ini ? , Apa kau membiarkan dia menyentuhmu seperti ini juga ?! " Tanya Jordi dengan marah .lalu mencium Dila dengan kasar .


Dila terkejut ia berusaha memberontak , namun tenaga Jordi sungguh kuat , jordi menghimpit tubuh Dila dengan tubuhnya yang kekar , kedua tangannya memegang tangan Dila dengan kuat .


Dengan kasar pria itu mencium bibir Dila , mel***p bibirnya penuh nafsu dan kemarahan berulang kali .


Dila meronta sambil menangis , ia sungguh tidak mengerti kenapa Jordi seperti orang kerasukan .


" Hentikan ..ku mohon jangan lakukan ini ? " Ucap Dila sambil terisak karena terkejut dan takut .


Mendengar isakan Dila membuat Jordi menghentikan perbuatannya . Ia menatap wajah Dila dengan tatapan sendu dan penyesalan .


Dila terduduk dengan lemas di lantai , gadis itu tidak menyangka akan mengalami hal tersebut dari orang yang sudah ia anggap keluarga .


" Dila...maaf , aku ....., Aku .."


" Pergi..!! " ucap Dila sambil terisak .


" Dila..." Jordi ingin membantu Dila berdiri .


" Jangan sentuh aku...! , Keluar..!! " Bentak Dila .


Dengan bingung Jordi melangkah keluar , ia sendiri bingung bagaimana ia bisa lepas kendali . Ia begitu cemburu melihat Dila tampak mesra dengan Rizky , gadis itu bahkan menyentuh wajah dan kening sepupunya . Dila bahkan tidak pernah menatapnya seperti ia menatap Rizky tadi .


Ia merasa cemburu melihat Dila bersikap begitu mesra pada sepupunya tersebut .


Sementara Dila menangis tersedu di ruang ganti . Ia merasa sangat terkejut , lelaki yang selama ini begitu baik padanya tiba tiba melecehkan dirinya .


Setelah menangis hampir setengah jam gadis itu masuk ke kamar mandi , membersihkan dirinya , lama Dila mandi dan menyiram tubuhnya dengan air hangat shower yang mengalir .


Dila menatap bibirnya yang tadi di cium berulang kali dengan kasar oleh Jordi di cermin . Gadis itu berkali kali membersihkan bibir itu Dengan tissue basah .


" Pria br*ngs*k...!! " Maki Dila hampir menangis .


Tok tok tok


Suara ketukan di pintu kamarnya membuat Dila terdiam .


" Neng ini Bu Narti..., Semua orang sudah menunggu anda di ruang makan " suara Bu Narti dari luar kamar .


Dila menepuk nebuk pipinya setelah mengoleskan cream wajah Ia tidak ingin terlihat habis menangis . gadis itu membuka pintu dengan hati hati .Di lihatnya Bu Narti masih menunggu di depan pintu kamar .


" Semua orang maksudnya siapa Bu ? " tanya Dila .


" Semua keluarga ada di sini , malam ini adalah ulang tahun tuan Juan " ucap Bu Narti sambil tersenyum .


" Apa nak Dila sakit ? , Kok matanya merah apa demam " tanya Bu Narti sambil memperhatikan wajah Dila .


" Oh..tidak.., saya akan segera turun Bu.." ucap Dila sambil kembali masuk kamar .


Dila menatap wajahnya di cermin , gadis itu mencoba merapikan wajahnya agar tidak terlihat lusuh , lalu berganti pakaian yang pantas untuk menghormati tuan Juan . Setelah rapi iapun segera melangkah turun .


Di lihatnya semua orang sudah berkumpul di meja makan kecuali nyonya Kirana dan tuan Gunawan . Dila segera duduk di kursi kosong di sebelah Tania .


" Selamat ulang tahun om..." Ucap Dila sambil menatap tuan Juanda .


" Terimakasih sayang..., Apa kamu baik baik saja ? " Tuan Juan menatap Dila .


" Ya Dila baik baik saja " ucap Dila sambil tersenyum .


Jordi diam diam menatap wajah gadis itu dalam kebisuan . Mata gadis itu masih terlihat sembab . Sementara Rizky juga tidak henti menatap wajah Dila .


" Maaf..Dila tidak tahu kalau om ulang tahun , kalau tahu Dila akan beli hadiah " ucap Dila kemudian .


Tuan Juan tertawa mendengar ucapan gadis itu .


" Kamu ada di sini dan mau menerima kami sebagai keluarga itu adalah kado terbaik buat om " ucapnya kemudian .


Dila tersenyum mendengar kalimat itu . Ia menatap wajah wajah di sekelilingnya . Saat menatap wajah Jordi di hadapannya , pria itu juga tengah menatapnya . Dila memalingkan wajahnya dari tatapan pria itu .


Sementara tuan Aditya Tengah berbincang bincang dengan tuan Juanda . Begitu juga nyonya Nisa tengah berbincang bincang dengan nyonya Irma , tak lama tuan Gunawan datang bersama dengan nyonya Kirana .


Mereka pun memulai makan malam sambil berbincang bincang ringan .


Setelah selesai makan malam , seperti biasa saat semua orang datang ke rumah. Besar , mereka akan berkumpul bersama di ruang keluarga . Dila hendak naik ke kamarnya namun tuan Gunawan meminta ia untuk bergabung dengan mereka karena ingin membicarakan sesuatu .


" Aku berencana mengajak kalian untuk berlibur akhir tahun ini " ucap tuan Gunawan setelah semua orang terdiam dan menunggu dirinya berbicara .


" Silahkan tentukan tempat yang kalian inginkan , di dalam negri atau luar negri " lanjutnya .

__ADS_1


Semua terdiam sambil saling pandang , karena tidak menyangka akan mendengar hal itu dari tuan Gunawan .


" Bagaimana menurutmu Juan ? Aditya ? " Tanya tuan Gunawan setelah beberapa saat .


" Emh...itu bagus pa... keluarga kita sudah lama sekali tidak berlibur bersama , biar para istri dan anak anak yang menentukan tempat liburan , bagaimana ? " Tuan Aditya memberikan pendapatnya .


" Ya ya..kalau begitu ku anggap kalian setuju . Aku akan menunggu kabar dari kalian . Aku hendak istirahat dulu." Tuan Gunawan beranjak dari duduknya .


Dengan langkah ringan lelaki tua itu meninggalkan ruang keluarga .


Dila beranjak dari duduknya , lalu hendak pamit kepada mereka .


" Tante Dila masuk duluan ya..." Bisiknya pada nyonya Kirana .


" Kau hendak kemana ? , Kau bagian dari keluarga ini , jadi mari kita bicara " ucap nyonya Nisa sambil menatap wajah Dila hangat .


Dila menggaruk kepala yang tidak gatal , ia telah merencanakan sebuah perjalanan sendiri akhir tahun ini .


" Sebenarnya...Dila sudah berencana melakukan liburan akhir tahun dengan keluarga di kampung " ucap Dila dengan sungkan .


" Oh ya...kemana ? " Tanya nyonya Irma .


" Emh...kami ingin pergi ke Malang , tempat kelahiran bunda Dila dan Isabella " jawab Dila .


" Oh itu akan jadi ide bagus , keluarga kita bisa berlibur bersama , bagaimana ? " Tanya nyonya Nisa pada yang lain .


" Ya...itu boleh juga " Rizky menyahut .


" Dila apakah tidak apa apa jika kita berlibur bersama ? " Tanya tuan Juan .


" Dila akan membicarakannya pada yang lain " jawab Dila bingung .


" Baik sayang ..kami menunggu kabar darimu ya ..." Nyonya Nisa berkata lembut .


Mereka kemudian bercengkrama satu sama lain . Dila beranjak dari duduknya dan melangkah menuju kamarnya . Rizky tiba tiba mengikuti langkahnya .


" Dila..." Panggil Rizky di tangga .


Dila menghentikan langkahnya dan berbalik .


" Mau minum teh dengan ku ? " Tanya Rizky


" Ya baiklah.." jawab Dila setelah terdiam beberapa saat .


Keduanya berjalan ke lantai atas bersama sama , Jordi yang melihat keduanya hanya menatap dengan kesal .


Sementara anggota keluarga sibuk bercengkrama di ruang keluarga , Dila dan Rizky berbincang bincang di balkon . Meski selama ini mereka tidak begitu akrab , tapi malam itu mereka banyak bertukar pikiran dan menjadi dekat .


" Kalian sedang membicarakan apa ?! " Suara Tania yang lantang mengagetkan keduanya . Gadis itu mencari cari Dila dan mengetahui ia sedang di balkon bersama Rizky dari seorang pelayan .


" Emh..Nia kamu tau , Dila ternyata pandai bela diri " ucap Rizky .


" Benarkah ? , Kakak tidak pernah cerita " jawab Tania sambil duduk di kursi di dekat Rizky .


Tak lama Jordi muncul di sana , pemuda itu langsung duduk di samping Dila . Rasa kesal kembali menyelimuti hatinya begitu melihat wajah Jordi .


" Kak Dila...." Panggil Tania yang melihat Dila membisu .


" Hanya hal kecil , emh...aku ingin tidur lebih dulu , selamat malam semuanya " ucap Dila sambil beranjak dari duduknya .


" Tetaplah di tempatmu " ucap Jordi sambil memegang tangan Dila .


" Kalian pergilah aku ingin bicara dengannya " perintah Jordi dengan nada dingin pada kedua sepupunya .


Tania dan Rizky yang paham karakter Jordi langsung beranjak dari tempat duduknya masing masing . Keduanya meninggalkan balkon .


" Dila ...aku minta maaf atas kejadian tadi.." ucap Jordi setelah keduanya lama membisu .


" Aku lepas kendali " ucap Jordi sesaat kemudian karena Dila tidak merespon .


" Bagaimana bisa kau melakukan itu padaku ?! " Ucap Dila dengan marah .


" Aku hanya tidak suka kau bersikap begitu pada Rizky " Jawab Jordi dengan suara kasar , membuat Dila terkejut .


" Apa ?! " Dila heran .


" Kenapa kau begitu mudah tersenyum dan akrab dengan laki laki ?! " Tanya Jordi .


" Kenapa memangnya , semua temanku laki laki , apa urusannya denganmu ?! " Bentak Dila .


" Apa kau tidak mengerti , sikapmu itu menggoda banyak pria " Jordi bicara dengan keras .


" Lalu kenapa ? Apa urusanmu " Dila menjadi kesal .


Jordi meraih lengan Dila dan menarik tubuh gadis itu .


" Apa kau sengaja ? , Kau sengaja mempermainkan perasaanku ? " Tanya Jordi dengan kesal .


" Apa maksudmu ? " Dila menatap Jordi tajam .


" Kau tau maksud ku , jangan pura pura bodoh " ucap Jordi dengan tajam


Dila menatap Jordi dengan kesal sambil melepaskan genggaman pria itu . Ia tidak mengerti apa yang ada di kepala pria itu . Beberapa bulan ini ia begitu menyenangkan dan lembut , tiba tiba saja sikapnya berubah dalam satu malam .


Dila ingin meninggalkan balkon itu , namun Jordi tiba tiba memeluknya dari belakang .


" Bisakah kau pilih aku.." bisik Jordi .


Dila terdiam karena terkejut . ia sama sekali tidak mengerti arah pembicaraan lelaki itu .


" Pilih aku untuk menggantikan posisi Jidan di hatimu " ucapan Jordi membuat Dila tertegun .


" Kau sudah gila.." Dila berucap sambil meletakkan pelukan Jordi .


" Apa kau selamanya akan begitu ? , Dia tidak akan pernah kembali " Jordi berkata dengan suara bergetar .


" Kau tidak akan mengerti karena kau hanya mencintai dirimu sendiri " ucap Dila seraya berlalu dari hadapan Jordi .


Gadis itu menahan sesak di dadanya sambil berjalan menuju kamarnya . Ia sungguh tidak menyangka akan mendengar kata-kata itu dari lelaki yang selama ini telah menghiburnya .


" Dasar psikopat ! " Gerutu Dila dengan kesal .


Dila menghentikan langkahnya di depan kamar kosong yang dulu merupakan kamar Jidan . Ia menatap pintu kamar yang tertutup rapat itu cukup lama , lalu dengan lesu menuju kamarnya .

__ADS_1


__ADS_2