Sayembara Cinta

Sayembara Cinta
57 . Curiga


__ADS_3

Pagi hari di resort .


Jordi tengah duduk di restaurant sambil menikmati secangkir kopi dan sepotong roti sebagai sarapannya . Ia tengah bertelepon dengan Adam sambil membahas pekerjaan kantor . Nyonya Nisa tiba tiba datang ke mejanya sambil membawa sepiring buah lalu duduk di sana .


Selesai bertelepon dengan Adam Jordi segera meminum kopinya dan mengucapkan selamat pagi pada sang ibu . Saat tengah asik berbincang bincang dengan nyonya Nisa tiba tiba seorang wanita cantik menghampiri mereka .


" Pagi Tante...." Sapa wanita itu membuat keduanya menoleh .


" Pagi...' jawab nyonya Nisa setelah memperhatikan wajah cantik yang menyapa mereka .


Jordi terdiam sambil memandang wanita itu , tubuh ideal bak model dengan kecantikan yang nyaris sempurna tersenyum kepadanya . Jordi terpaku ia tidak menyangka akan bertemu dengan wanita itu di Villa tersebut .


" Risa.. sedang liburan di sini ? " Tanya nyonya Nisa pada wanita itu yang tak lain adalah Clarisa , mantan kekasih Jordi .


" Ya Tante...., Tante juga sedang berlibur ? " Tanya Clarisa .


" Ya kami sekeluarga besar tengah berlibur " jawab nyonya Nisa .


" Kau berlibur dengan suamimu ? " Tanya nyonya Nisa .


" Tidak..Risa sendirian , Mari Tante.." ucap wanita itu Seraya melangkah meninggalkan mereka .


Nyonya Nisa hanya mengangguk sambil memandang kepergian Clarisa , gadis itu menuju sebuah meja tak jauh dari mereka .


Jordi menatap Clarisa sesaat kemudian manikmati hidangannya kembali , ekspresi wajahnya tampak berubah , nyonya Nisa menatap wajah putranya .


" Apa kau masih belum bisa melupakan dia ? " Tanya nyonya Nisa .


" Apa ? " Jordi memandang wajah sang ibu .


" Wajahmu tiba tiba murung " nyonya Nisa menggumam .


" Bukan begitu , ada kendala dalam proyek resort yang sedang di bangun di manado " jawab Jordi singkat .


" Mama kira kau sedih karena bertemu dengan dia " nyonya Nisa berucap seraya menyantap makanannya .


" Pagi Tante..." Suara Isabella membuat keduanya menoleh .


" Pagi Bella , mana Dilla ? " Nyonya Nisa langsung menanyakan keberadaan Dila sambil melirik sang putra .


" Dia agak Demam , dan memilih untuk berjemur " jawab Bella .


" boleh Bella gabung di sini ? " T Bella yang membawa minuman dan sepiring makanan .


" Tentu saja " jawab nyonya Nisa dengan ramah .


Bella duduk di samping wanita itu , lalu menikmati sarapannya .


" Apa sakitnya parah ? " Tanya nyonya Nisa sambil melirik sang putra yang berkali kali ia lihat sedang menatap Clarisa .


" Tidak..., Hanya kelelahan biasa , ia tadi berjemur di dekat kolam renang saat ku tinggal " jawab Isabella sambil menatap Jordi .


" Kamu kenapa ? Kok murung ? " Tanya Bella melihat wajah Jordi .


" Hanya masalah kerjaan " jawabnya .


" Aku duluan " ucap Jordi setelah menghabiskan kopinya .


Lelaki itu meninggalkan restoran diiringi pandangan Bella dan nyonya Nisa . Clarisa yang duduk tak jauh dari sana juga memandang kepergian Jordi .


" Apa mereka bertengkar " gumam Bella .


" Maksudmu dia dengan Dila ?" Ucap nyonya Nisa yang mendengar gumaman Bella .


" Iya ..ku rasa Dila juga menghindari Jordi " jawab Isabella .


" Bukankah semalaman mereka terlihat baik baik saja saat berpisah dengan kita ?" Tanya nyonya Nisa sambil menatap wajah Isabella .


" Dila nampak murung sejak pulang semalam , dia bahkan melamun di tepi kolam hingga malam " jawab Bella .


Ketika mereka tengah asik berbincang nyonya Irma datang bersama Tania . lalu Mereka pun makan bersama sambil mengobrol .


" Mana kak Aditya ? " Tanya nyonya Nisa tiba tiba , ketika melihat suaminya hanya datang ke restoran bersama dengan sang mertua dan pak Nurdin .


" Dia pulang ke Bandung semalam , ada tugas mendadak " jawab nyonya Irma dengan kecewa .


" Kami selalu di tinggal papa " ucap Tania dengan wajah sedih .


" Itu biasa , namanya juga abdi negara " nyonya Nisa menghibur .


" Aku mau cari suami pengusaha saja seperti om Juan , bisa mengurus pekerjaannya dari mana saja " ucap Tania dengan polosnya .


" Tentara itu hebat , itu tugas mulia " Bella menyela .


" Apa hebatnya , lihat kak Dila patah hati karena di tinggalkan oleh kakak " jawab Tania membuat ketiga wanita itu menatap gadis sembilan belas tahun itu tanpa bicara .


" Tania melihat kak Dila menangis sambil menatap photo kak Jidan di kamar kak Jidan " cerita Tania .


" Kapan ? " Tanya nyonya Nisa dan nyonya Irma bersamaan .


" Saat ulang tahun om Juan " jawab Tania sambil mengunyah makanannya .


" Nia tidak mau patah hati seperti dia , makanya Tante Carikan Tania pacar seorang pengusaha muda " ucap Tania sambil tersenyum pada nyonya Nisa .


" Kau itu ada da saja " ucap nyonya Nisa sambil seraya meminum jusnya .


☀️☀️☀️☀️☀️


Di tempat lain Dila tengah berjemur di tepi kolam dengan pakaian renangnya . Gadis itu bersandar di kursi santai panjang sambil memejamkan matanya .


Di sebelahnya Lilis asik menikmati sarapan sambil bertelepon dengan seseorang .


" Ya...aku harus bertemu dengan dia dulu " ucap Lilis pada penelponnya .


" Percuma kasep oge umpami henteu tiasa dianggo " ( percuma tampan kalau tidak bisa kerja ) "


Dila yang berbaring di sebelahnya membuka mata .


" Tanyakan apa dia bisa mengurus kuda " ucapnya menyela pembicaraan Lilis .


" Mang Kardi ..éta jalma tiasa ngurus kuda ? ( Mang Kardi orang itu bisa mengurus kuda ? " Tanya Lilis pada salah satu pegawainya yang menawarkan seorang pekerja meski ia sediri bingung dengan pertanyaan Dila .


" He eh naroskeun heula, abdi badé ka bumi énjing " ( iya tanya dia dulu , aku pulang besok ) " ucap Lilis .


" Walaikumsalam..." Lilis menutup teleponnya . Ia menatap wajah Dila dengan tatapan tanya .


" Aku ingin memelihara kuda..." Ucap Dila melihat tatapan Lilis .


" Sawah yang di ujung dekat dengan sungai.., jangan di tanami apa apa , jadikan sabana seluas dua hektare.." ucap Dila tanpa menghiraukan wajah heran Lilis .


" Kamu jarang pulang " keluh Lilis .


" Aku tidak mau tau...., Saat aku libur kuliah semester depan aku ingin berkuda " ucap Dila .


" Kau akan berhenti mendaki ? " Tanya Lilis dengan gembira .

__ADS_1


" Aku ingin libur dulu " jawab Dilla sambil kembali memejamkan matanya .


Lilis menikmati sarapannya . Tak lama Jordi datang ke tempat itu , ia menatap wajah Dila yang tengah memejamkan matanya .


" Dila...aku mau cari emak dulu " ucap Lilis seraya pergi . Dila hanya mengangguk tanpa membuka matanya .


Jidan duduk di kursi di samping gadis itu .


Lama Jordi menatap gadis itu dalam kebisuan . Dila tiba tiba bersin , namun gadis itu kembali memejamkan mata tanpa menyadari kehadiran Jordi .


Jordi mengulurkan tangannya dan memegang kening Dila . Dila membuka matanya dan perlahan menoleh ke arahnya .


Gadis itu terpaku menyadari kehadiran Jordi , keduanya terdiam sambil saling menatap satu sama lain cukup lama .


" Kenapa masih menggunakan pakaian renang jika merasa tidak enak badan " ucap Jordi lembut .


" Kau sudah sarapan ? Tanyanya kemudian .


Dila hanya menggeleng tanpa bersuara . Gadis itu menatap wajah lembut Jordi .


" Kenapa ? , Apa aku terlihat tampan ? " Tanya Jordi membuat Dila terdiam .


" Maaf soal semalam , aku pasti membuat kamu merasa bersalah . Mari kita memulainya dengan perlahan lahan " ucap jordi sambil tersenyum .


" Jo .." gumam Dila .


" Maafkan aku tapi aku tidak bisa " ucap Dila sambil menatap wajah Jordi dengan rasa bersalah .


" Dila...aku ingin bertanya , apa kau sama sekali tidak pernah merasakan apapun padaku ? " Tanya Jordi .


Dila terdiam . Bohong jika dirinya menjawab tidak , pria itu sedikit banyak membuat ia nyaman dan berhasil menghibur dirinya di waktu waktu tertentu . Namun tetap saja debaran yang ia rasakan bersama Jidan , itu berbeda dengan yang ia rasa bersama Jordi .


" Tidak... " Jawab Dila pelan .


" Kau ragu ..." Ucap Jordi sambil menatap wajah Dila dengan dalam . Dila menundukkan wajahnya menghindari tatapan Jordi .


" Sudah kubilang aku punya cinta yang besar untuk kita berdua , kau hanya cukup menerima aku , pilih aku sebagai lelakimu " ucap Jordi dalam .


Dila menatap wajah tulus Jordi . Sungguh ia tidak mengerti dengan pemikiran pria itu .


" Dila...!!!." Teriakan Rizky yang muncul entah dari mana mengagetkan keduanya .


Jordi menghela nafas panjang , sambil menatap sepupunya itu dengan wajah geram .


" Bisakah kau bersikap seperti orang dewasa ? berapa umurmu ? " Bentak Jordi .


" Santai Bro kita sedang liburan " ucap Rizky sambil tersenyum tanpa rasa bersalah . Pemuda itu segera melompat ke kolam renang dan mulai berenang dengan semangat .


" Kau ingin belajar berenang ? " Tanya Jordi pada Dila dengan tiba tiba .


" Aku sedang pusing , aku mau kembali ke kamarku dan beristirahat " ucap Dila seraya beranjak pergi dari tempat itu .


Jordi menatap kepergian Dila dengan wajah kecewa . Lalu pria itupun berbaring dan memejamkan matanya di kursi santai .


Tak lama kemudian handphonenya berdering , pria itu melihat layar handphonenya .


" Halo Bim....! " Sapanya pada penelpon yang tidak lain adalah Bima .


" Tentang informasi yang kau minta , ada apa sebenarnya ? , ku dengar Tuan Aditya juga memeriksa hal itu? " Tanya Bima .


" Aku tidak bisa mengatakannya sekarang " jawab Jordi sambil memandang Rizky yang berjalan mendekati dirinya setelah keluar dari kolam renang .


" Aku bertanya pada temanku yang seorang forensik ,. Ada yang aneh..." Ucap Bima .


" Katakan..." Jordi berbicara dengan serius .


" Apa kemungkinannya ? " Tanya Jordi .


" Meski ini aneh dan tidak masuk akal di lihat dari kondisi Jidan yang tengah mengejar buron saat itu . tapi....Ada kemungkinan abu itu orang lain yang menumpang mobil Jidan , sedangkan Jidan berhasil selamat , meski butuh keajaiban mengingat curamnya jurang itu " jawab Bima .


" Tentang jejak itu ...ada kemungkinan seseorang menyelamatkan dia , lalu menyembunyikan Jidan , tapi apa tujuannya ? " Ucap Bima .


" Ada apa sebenarnya ? " Tanya pria itu setelah mereka terdiam beberapa saat .


" Aku juga sedang berusaha menyelidikinya " jawab Jordi seraya menutup teleponnya .


Jordi mendesah panjang sambil berjalan pergi meninggalkan tempat itu .


☀️☀️☀️☀️☀️


Dila segera berlari ke toilet setelah sampai di kamarnya , ia lalu muntah muntah di sana . ia merasa kurang sehat sejak semalam . Selain itu ia juga merasa mual dan ingin muntah . beberapa hari ini ia mudah lelah dan merasakan nyeri di bagian perut dan tidak nafsu makan .


Dengan malas Dila keluar toilet . Gadis itu segera mencari obat magh yang rutin ia konsumsi beberapa Minggu ini . Lalu gadis itu turun ke bawah , mencari makanan di ruang makan memakanya meski ia tidak berselera .


" Neng...mau beli kuda ? " Tanya mang Karman yang tiba tiba muncul .


" Iya mang..., Lilis sudah cerita ? " Tanya Dila .


" Iya..., Mau kuda apa ? " Tanya mang Karman lagi .


" Kuda Jawa saja , aku hanya ingin mengisi waktu saat liburan , lagipula aku sudah hampir lulus " jawab Dila .


" Baiklah ..saya akan cari informasi terkait tentang pemeliharaan kuda " ucap mang Karman dengan sopan .


" makasih mang " jawab Dila sambil tersenyum .


" Iya...sama sama neng " jawab mang karman . Pria itu masih berdiri di dekat Dila .


" Ada apa ? " Tanya Dila kemudian .


" Eh..begini ... sebenarnya anak saya yang besar mau masuk kuliah , dia ingin masuk ke fakultas kedokteran " ucap mang Karman dengan sungkan .


Dila menghentikan makannya . Ia menatap wajah pelayan setia eyangnya yang di beri pekerjaan oleh kakeknya setelah pensiun dini dari ketentaraan karena suatu hal .


" Duduklah....." Ucap Dila sambil tersenyum .


Mang Karman kemudian duduk di hadapan Dila .


" Butuh berapa ? " Tanya Dila dengan lembut .


" Eh.... sebenarnya saya tidak enak...hutang saya bekas biaya berobat istri saja belum lunas " jawab mang Karman sungkan .


" Tidak apa apa , saya sudah mengikhlaskan " jawab Dila .


" Katakan saja pada Lilis , nanti saya yang bilang ke dia " lanjut Dila yang melihat keraguan di wajah lelaki setengah baya tersebut .


" Terimakasih banyak neng " ucap mang Karman dengan gembira .


Dila hanya mengangguk . Lelaki itu kemudian beranjak setelah berucap terima kasih berkali-kali . Ia segera meninggalkan Dila dengan wajah gembira .


Dila melanjutkan sarapannya dengan malas , gadis itu kemudian beranjak pergi . Ia telah berjanji akan mencari oleh oleh dengan para ladies lainnya siang ini .


Sementara itu Jordi pergi ke kampung bawah , ia menyelidiki keberadaan pria yang dimaksud Dila , namun sayang ia tidak mendapatkan hasil apapun dari penyelidikan yang ia lakukan .


Hari itu berlalu dengan cepat . Keesokan harinya mereka semua pulang dengan pesawat , kecuali para karyawan Dila yang telah menyewa travel . Mang Karman naik mobil pribadi milik Dila karena membawa banyak oleh oleh bersama seorang supir sedangkan istri dan dua anaknya ikut naik pesawat bersama Lilis .

__ADS_1


Sesampainya di Bandung Dila memutuskan untuk tidak pulang ke Sukabumi , ia tengah sibuk dengan kegiatan kampus . Mak Asih dan yang lain langsung menuju Sukabumi dengan di antar oleh pegawai tuan Gunawan .


Sudah berlalu seminggu hingga , Dila merasa makin tidak sehat , ia memutuskan untuk berobat ke rumah sakit .


Dokter terdiam sesaat setelah mendengar gejala yang dialami gadis itu , dan lamanya gejala itu timbul .Ia lalu.minta Dila untuk berbaring dan melakukan pemeriksaan .


Dokter umum itu lalu memberikan rujukan ke dokter spesialis penyakit dalam . Dila terdiam sambil menatap kertas rujukan dokter tersebut .


" Memangnya apa diagnosa dokter ? " Tanya Dila .


" Hanya untuk berjaga jaga kita lakukan pemeriksaan medis untuk hasil pasti " ucap dokter muda itu .


Dila segera berpamitan dan mendaftarkan diri berobat ke dokter penyakit dalam .


Setelah lama menyelesaikan proses administrasi akhirnya ia bisa duduk dengan nyaman di depan poliklinik spesialis penyakit dalam .


" Ibu Wulandari..." Teriak asisten dokter memanggil namanya setengah jam kemudian .


Dila yang tengah asik memainkan panselnya tidak merespon .


" Ibu Wulandari Ratnadila .." panggil asisten dokter kembali .


Dila langsung menjawab panggilan itu dan segera masuk ke ruang dokter . Dokter lelaki itu tengah membaca surat rujukan dari dokter umum dan rekan medis Dila .


" Wulandari Ratnadila " sapa dokter yang berumur sekitar 35 tahunan itu .


" Ya dok.." jawab Dila .


" Sudah berapa lama keluhannya ? " Tanya dokter kemudian .


" Hampir satu bulan " jawab Dila dengan santai . Dokter tampan itu kemudian meminta Dila berbaring dan melakukan pemeriksaan .


" Apa penyakit saya dok ? " Tanya Dila setelah kembali duduk .


" Kita lakukan pemeriksaan darah dan USG Dulu ya ..., Silahkan ke lab dan ke bagian radiologi " ucapnya sambil menulis surat pengantar .


Dila melihat jam tangannya , saat ini ia tengah sibuk , kegiatan kuliahnya sangat padat .


" Lama tidak ya dok..? , Saya sangat sibuk " ucap Dila .


Dokter itu hanya tersenyum mendengar ucapan Dila .


" Untuk menunggu hasilnya agak lama , anda bisa datang besok atau lusa , sekarang saya beri resep untuk menghilangkan rasa sakit dan mual nya ya.., juga vitamin " ucap sang dokter .


" Setelah melakukan pemeriksaan dan mengambil obat anda bisa langsung pulang , kami akan menghubungi anda setelah hasilnya keluar " ucap sang dokter sambil menyerahkan surat pengantar ke bagian radiologi dan ke laboratorium .


" Oke dokter , thanks.." ucap Dila sambil menerima surat tersebut . Gadis itu langsung keluar klinik .


Dila memutuskan untuk menunggu obat dengan tidak sabar , pasien rumah sakit lumayan banyak . Gadis itu langsung melaju ke kampus begitu mendapat obat .


Sore harinya Dila memilih untuk makan malam di sebuah cafe bersama dengan Ocha . Sahabatnya itu tengah patah hati setelah putus dengan pacarnya yang telah menjadi kekasihnya hampir tiga tahun .


Mereka turun dari mobil Dila sambil melihat sekeliling , mata Dila terpaku pada sosok Rizky yang tengah berbincang bincang dengan tiga orang pemuda . Gadis itu terdiam sesaat sambil memperhatikan ketiga wajah orang itu .


" Ada apa ? " Tanya Ocha .


" Kau pesan dulu deh , aku mau melakukan sesuatu lebih dulu " ucap Dila pada Ocha .


Ocha pergi lebih dulu , sementara Dila berdiri di dekat mobilnya . Ia melihat Rizky pergi dari kafe , sementara ketiga pemuda itu masih di sana sambil menikmati makanan mereka .


Setelah Rizky pergi dengan mobilnya Dila lalu segera menghampiri ketiga orang yang tidak asing di matanya . Ketiga pemuda yang tengah bersantai di kafe itu terkejut melihat kedatangan Dila .


Da tersenyum lalu duduk dengan mereka .


Wajah ketiga pria itu menjadi takut dan mulai serba salah .


" So.....kalian kenal Rizky ? , Apa dia yang merencanakan kejadian hari itu " ucap Dila dengan dingin kepada ketiganya .


" Maaf kak...kami hanya membantu Rizky " jawab seorang dari mereka dengan gugup .


" Ceritakan semuanya atau ku laporkan kalian ke polisi " bentak Dila .


" Sebenarnya hari itu kami hendak membantu Rizky menjadi Hero dengan berpura-pura menjadi preman , kami tidak menyangka kakak jago " jawab pemuda itu .


" Kenapa ? " Tanya Dila .


" Supaya kakak jatuh cinta padanya , dia bilang kakak sangat kaya , bahkan memiliki saham di swalayan x " jawab pemuda itu .


Da terpaku , bagaimana Rizky tahu ia memiliki saham di perusahaan tersebut sementara ia sendiri baru tahu setelah mendapatkannya dari pengacaranya , ia bahkan belum melakukan pemeriksaan terhadap saham tersebut dengan detail .


" Apa yang di janjikan Rizky ? " Tanya Dila .


" Kami mendapat 100 juta " jawabnya .


Dila terdiam , gadis itu segera pergi meninggalkan ketiga pria itu . Ia segera menemui Ocha yang menunggu dirinya di cafe sebelah .


Ocha sedang duduk sambil minum segelas just saat Dila sampai di kafe .


" Dari mana saja ? " Tanya Ocha .


" Sedang mengurus sesuatu " jawab Dila sambil duduk . Ia meminum minuman untuknya dengan wajah serius .


" Ada apa ? " Tanya Ocha.


" Kau kenal seseorang yang bekerja di bursa saham ? " Tanya Dila tiba tiba .


" Iparku pialang saham " jawab ocha.., kenapa ? ,. Kamu mau beli saham ? Sudah ku bilang kalau kau punya banyak uang modali aku saja , aku ingin buka butik ' rayu Ocha .


" Suruh dia bertemu dengan aku , ada hal yang ingin ku selidiki " ucap Dila tanpa menghiraukan perkataan Ocha .


" Baiklah....." Jawab ocha .


Mereka menghabiskan makan dalam diam . Dila mulai merasa curiga tentang kepemilikannya terhadap saham yang selama ini memberinya pundi pundi rupiah yang begitu besar . Ia merasa itu ada hubungannya dengan keluarga tuan Gunawan . karena ia tahu eyangnya sudah lama meninggalkan dunia bisnis .


Dila mengantar Ocha pulang ke rumah setelah selesai makan malam . Gadis itu kemudian pulang ke rumah besar . Di tengah perjalanan ia menerima telp dari seseorang yang ternyata adalah kakak ipar Ocha . mereka berjanji bertemu keesokan harinya .


Dila sampai di rumah hampir jam sepuluh malam , ia memang mampir di alun alun sebentar sambil menikmati secangkir teh hangat dan menikmati pertunjukan musik band lokal . Suasana rumah tampak sepi , Dila langsung menuju ke kamarnya .


" Kau dari mana ? " Sebuah suara mengejutkan Dila . Jordi berdiri tak jauh darinya .


" Alun alun " jawab Dila singkat .


" kau menginap di sini lagi ? " tanya Dila .


" Mau minum teh dengan ku ? " Tanya Jordi tanpa menjawab pertanyaan Dila sambil menatap wajah Dila .


" Aku sedang banyak pikiran " ucap Jordi setelah Dila terdiam sesaat .


" Baiklah... jangan lama lama " ucapnya .


Keduanya menuju balkon Dila meletakkan tasnya di kursi kosong , ia juga meletakkan handphonenya di di meja .mereka terdiam sambil menatap langit malam . Tak lama pelayan datang mengantar beberapa potong kue dan dua cangkir teh .


Dila masih terdiam sambil menatap langit malam . Jordi menatap gadis itu , ia melihat Dila lebih urus dari biasanya .


" Apa kau sakit ? " Tanya Jordi , Dila hanya menggelengkan kepalanya .

__ADS_1


Keduanya kemudian membisu sambil sesekali meminum tehnya . Dila bersandar pada sandaran kursi , Tanpa ia sadari iapun tertidur di kursi itu .


__ADS_2