
Pagi hari di resort .
Jordi tengah duduk di restaurant sambil menikmati secangkir kopi dan sepotong roti sebagai sarapannya . Ia tengah bertelepon dengan Adam sambil membahas pekerjaan kantor . Nyonya Nisa tiba tiba datang ke mejanya sambil membawa sepiring buah lalu duduk di sana .
Selesai bertelepon dengan Adam Jordi segera meminum kopinya dan mengucapkan selamat pagi pada sang ibu . Saat tengah asik berbincang bincang dengan nyonya Nisa tiba tiba seorang wanita cantik menghampiri mereka .
" Pagi Tante...." Sapa wanita itu membuat keduanya menoleh .
" Pagi...' jawab nyonya Nisa setelah memperhatikan wajah cantik yang menyapa mereka .
Jordi terdiam sambil memandang wanita itu , tubuh ideal bak model dengan kecantikan yang nyaris sempurna tersenyum kepadanya . Jordi terpaku ia tidak menyangka akan bertemu dengan wanita itu di Villa tersebut .
" Risa.. sedang liburan di sini ? " Tanya nyonya Nisa pada wanita itu yang tak lain adalah Clarisa , mantan kekasih Jordi .
" Ya Tante...., Tante juga sedang berlibur ? " Tanya Clarisa .
" Ya kami sekeluarga besar tengah berlibur " jawab nyonya Nisa .
" Kau berlibur dengan suamimu ? " Tanya nyonya Nisa .
" Tidak..Risa sendirian , Mari Tante.." ucap wanita itu Seraya melangkah meninggalkan mereka .
Nyonya Nisa hanya mengangguk sambil memandang kepergian Clarisa , gadis itu menuju sebuah meja tak jauh dari mereka .
Jordi menatap Clarisa sesaat kemudian manikmati hidangannya kembali , ekspresi wajahnya tampak berubah , nyonya Nisa menatap wajah putranya .
" Apa kau masih belum bisa melupakan dia ? " Tanya nyonya Nisa .
" Apa ? " Jordi memandang wajah sang ibu .
" Wajahmu tiba tiba murung " nyonya Nisa menggumam .
" Bukan begitu , ada kendala dalam proyek resort yang sedang di bangun di manado " jawab Jordi singkat .
" Mama kira kau sedih karena bertemu dengan dia " nyonya Nisa berucap seraya menyantap makanannya .
" Pagi Tante..." Suara Isabella membuat keduanya menoleh .
" Pagi Bella , mana Dilla ? " Nyonya Nisa langsung menanyakan keberadaan Dila sambil melirik sang putra .
" Dia agak Demam , dan memilih untuk berjemur " jawab Bella .
" boleh Bella gabung di sini ? " T Bella yang membawa minuman dan sepiring makanan .
" Tentu saja " jawab nyonya Nisa dengan ramah .
Bella duduk di samping wanita itu , lalu menikmati sarapannya .
" Apa sakitnya parah ? " Tanya nyonya Nisa sambil melirik sang putra yang berkali kali ia lihat sedang menatap Clarisa .
" Tidak..., Hanya kelelahan biasa , ia tadi berjemur di dekat kolam renang saat ku tinggal " jawab Isabella sambil menatap Jordi .
" Kamu kenapa ? Kok murung ? " Tanya Bella melihat wajah Jordi .
" Hanya masalah kerjaan " jawabnya .
" Aku duluan " ucap Jordi setelah menghabiskan kopinya .
Lelaki itu meninggalkan restoran diiringi pandangan Bella dan nyonya Nisa . Clarisa yang duduk tak jauh dari sana juga memandang kepergian Jordi .
" Apa mereka bertengkar " gumam Bella .
" Maksudmu dia dengan Dila ?" Ucap nyonya Nisa yang mendengar gumaman Bella .
" Iya ..ku rasa Dila juga menghindari Jordi " jawab Isabella .
" Bukankah semalaman mereka terlihat baik baik saja saat berpisah dengan kita ?" Tanya nyonya Nisa sambil menatap wajah Isabella .
" Dila nampak murung sejak pulang semalam , dia bahkan melamun di tepi kolam hingga malam " jawab Bella .
Ketika mereka tengah asik berbincang nyonya Irma datang bersama Tania . lalu Mereka pun makan bersama sambil mengobrol .
" Mana kak Aditya ? " Tanya nyonya Nisa tiba tiba , ketika melihat suaminya hanya datang ke restoran bersama dengan sang mertua dan pak Nurdin .
" Dia pulang ke Bandung semalam , ada tugas mendadak " jawab nyonya Irma dengan kecewa .
" Kami selalu di tinggal papa " ucap Tania dengan wajah sedih .
" Itu biasa , namanya juga abdi negara " nyonya Nisa menghibur .
" Aku mau cari suami pengusaha saja seperti om Juan , bisa mengurus pekerjaannya dari mana saja " ucap Tania dengan polosnya .
" Tentara itu hebat , itu tugas mulia " Bella menyela .
" Apa hebatnya , lihat kak Dila patah hati karena di tinggalkan oleh kakak " jawab Tania membuat ketiga wanita itu menatap gadis sembilan belas tahun itu tanpa bicara .
" Tania melihat kak Dila menangis sambil menatap photo kak Jidan di kamar kak Jidan " cerita Tania .
" Kapan ? " Tanya nyonya Nisa dan nyonya Irma bersamaan .
" Saat ulang tahun om Juan " jawab Tania sambil mengunyah makanannya .
" Nia tidak mau patah hati seperti dia , makanya Tante Carikan Tania pacar seorang pengusaha muda " ucap Tania sambil tersenyum pada nyonya Nisa .
" Kau itu ada da saja " ucap nyonya Nisa sambil seraya meminum jusnya .
☀️☀️☀️☀️☀️
Di tempat lain Dila tengah berjemur di tepi kolam dengan pakaian renangnya . Gadis itu bersandar di kursi santai panjang sambil memejamkan matanya .
Di sebelahnya Lilis asik menikmati sarapan sambil bertelepon dengan seseorang .
" Ya...aku harus bertemu dengan dia dulu " ucap Lilis pada penelponnya .
" Percuma kasep oge umpami henteu tiasa dianggo " ( percuma tampan kalau tidak bisa kerja ) "
Dila yang berbaring di sebelahnya membuka mata .
" Tanyakan apa dia bisa mengurus kuda " ucapnya menyela pembicaraan Lilis .
" Mang Kardi ..éta jalma tiasa ngurus kuda ? ( Mang Kardi orang itu bisa mengurus kuda ? " Tanya Lilis pada salah satu pegawainya yang menawarkan seorang pekerja meski ia sediri bingung dengan pertanyaan Dila .
" He eh naroskeun heula, abdi badé ka bumi énjing " ( iya tanya dia dulu , aku pulang besok ) " ucap Lilis .
" Walaikumsalam..." Lilis menutup teleponnya . Ia menatap wajah Dila dengan tatapan tanya .
" Aku ingin memelihara kuda..." Ucap Dila melihat tatapan Lilis .
" Sawah yang di ujung dekat dengan sungai.., jangan di tanami apa apa , jadikan sabana seluas dua hektare.." ucap Dila tanpa menghiraukan wajah heran Lilis .
" Kamu jarang pulang " keluh Lilis .
" Aku tidak mau tau...., Saat aku libur kuliah semester depan aku ingin berkuda " ucap Dila .
" Kau akan berhenti mendaki ? " Tanya Lilis dengan gembira .
__ADS_1
" Aku ingin libur dulu " jawab Dilla sambil kembali memejamkan matanya .
Lilis menikmati sarapannya . Tak lama Jordi datang ke tempat itu , ia menatap wajah Dila yang tengah memejamkan matanya .
" Dila...aku mau cari emak dulu " ucap Lilis seraya pergi . Dila hanya mengangguk tanpa membuka matanya .
Jidan duduk di kursi di samping gadis itu .
Lama Jordi menatap gadis itu dalam kebisuan . Dila tiba tiba bersin , namun gadis itu kembali memejamkan mata tanpa menyadari kehadiran Jordi .
Jordi mengulurkan tangannya dan memegang kening Dila . Dila membuka matanya dan perlahan menoleh ke arahnya .
Gadis itu terpaku menyadari kehadiran Jordi , keduanya terdiam sambil saling menatap satu sama lain cukup lama .
" Kenapa masih menggunakan pakaian renang jika merasa tidak enak badan " ucap Jordi lembut .
" Kau sudah sarapan ? Tanyanya kemudian .
Dila hanya menggeleng tanpa bersuara . Gadis itu menatap wajah lembut Jordi .
" Kenapa ? , Apa aku terlihat tampan ? " Tanya Jordi membuat Dila terdiam .
" Maaf soal semalam , aku pasti membuat kamu merasa bersalah . Mari kita memulainya dengan perlahan lahan " ucap jordi sambil tersenyum .
" Jo .." gumam Dila .
" Maafkan aku tapi aku tidak bisa " ucap Dila sambil menatap wajah Jordi dengan rasa bersalah .
" Dila...aku ingin bertanya , apa kau sama sekali tidak pernah merasakan apapun padaku ? " Tanya Jordi .
Dila terdiam . Bohong jika dirinya menjawab tidak , pria itu sedikit banyak membuat ia nyaman dan berhasil menghibur dirinya di waktu waktu tertentu . Namun tetap saja debaran yang ia rasakan bersama Jidan , itu berbeda dengan yang ia rasa bersama Jordi .
" Tidak... " Jawab Dila pelan .
" Kau ragu ..." Ucap Jordi sambil menatap wajah Dila dengan dalam . Dila menundukkan wajahnya menghindari tatapan Jordi .
" Sudah kubilang aku punya cinta yang besar untuk kita berdua , kau hanya cukup menerima aku , pilih aku sebagai lelakimu " ucap Jordi dalam .
Dila menatap wajah tulus Jordi . Sungguh ia tidak mengerti dengan pemikiran pria itu .
" Dila...!!!." Teriakan Rizky yang muncul entah dari mana mengagetkan keduanya .
Jordi menghela nafas panjang , sambil menatap sepupunya itu dengan wajah geram .
" Bisakah kau bersikap seperti orang dewasa ? berapa umurmu ? " Bentak Jordi .
" Santai Bro kita sedang liburan " ucap Rizky sambil tersenyum tanpa rasa bersalah . Pemuda itu segera melompat ke kolam renang dan mulai berenang dengan semangat .
" Kau ingin belajar berenang ? " Tanya Jordi pada Dila dengan tiba tiba .
" Aku sedang pusing , aku mau kembali ke kamarku dan beristirahat " ucap Dila seraya beranjak pergi dari tempat itu .
Jordi menatap kepergian Dila dengan wajah kecewa . Lalu pria itupun berbaring dan memejamkan matanya di kursi santai .
Tak lama kemudian handphonenya berdering , pria itu melihat layar handphonenya .
" Halo Bim....! " Sapanya pada penelpon yang tidak lain adalah Bima .
" Tentang informasi yang kau minta , ada apa sebenarnya ? , ku dengar Tuan Aditya juga memeriksa hal itu? " Tanya Bima .
" Aku tidak bisa mengatakannya sekarang " jawab Jordi sambil memandang Rizky yang berjalan mendekati dirinya setelah keluar dari kolam renang .
" Aku bertanya pada temanku yang seorang forensik ,. Ada yang aneh..." Ucap Bima .
" Katakan..." Jordi berbicara dengan serius .
" Apa kemungkinannya ? " Tanya Jordi .
" Meski ini aneh dan tidak masuk akal di lihat dari kondisi Jidan yang tengah mengejar buron saat itu . tapi....Ada kemungkinan abu itu orang lain yang menumpang mobil Jidan , sedangkan Jidan berhasil selamat , meski butuh keajaiban mengingat curamnya jurang itu " jawab Bima .
" Tentang jejak itu ...ada kemungkinan seseorang menyelamatkan dia , lalu menyembunyikan Jidan , tapi apa tujuannya ? " Ucap Bima .
" Ada apa sebenarnya ? " Tanya pria itu setelah mereka terdiam beberapa saat .
" Aku juga sedang berusaha menyelidikinya " jawab Jordi seraya menutup teleponnya .
Jordi mendesah panjang sambil berjalan pergi meninggalkan tempat itu .
☀️☀️☀️☀️☀️
Dila segera berlari ke toilet setelah sampai di kamarnya , ia lalu muntah muntah di sana . ia merasa kurang sehat sejak semalam . Selain itu ia juga merasa mual dan ingin muntah . beberapa hari ini ia mudah lelah dan merasakan nyeri di bagian perut dan tidak nafsu makan .
Dengan malas Dila keluar toilet . Gadis itu segera mencari obat magh yang rutin ia konsumsi beberapa Minggu ini . Lalu gadis itu turun ke bawah , mencari makanan di ruang makan memakanya meski ia tidak berselera .
" Neng...mau beli kuda ? " Tanya mang Karman yang tiba tiba muncul .
" Iya mang..., Lilis sudah cerita ? " Tanya Dila .
" Iya..., Mau kuda apa ? " Tanya mang Karman lagi .
" Kuda Jawa saja , aku hanya ingin mengisi waktu saat liburan , lagipula aku sudah hampir lulus " jawab Dila .
" Baiklah ..saya akan cari informasi terkait tentang pemeliharaan kuda " ucap mang Karman dengan sopan .
" makasih mang " jawab Dila sambil tersenyum .
" Iya...sama sama neng " jawab mang karman . Pria itu masih berdiri di dekat Dila .
" Ada apa ? " Tanya Dila kemudian .
" Eh..begini ... sebenarnya anak saya yang besar mau masuk kuliah , dia ingin masuk ke fakultas kedokteran " ucap mang Karman dengan sungkan .
Dila menghentikan makannya . Ia menatap wajah pelayan setia eyangnya yang di beri pekerjaan oleh kakeknya setelah pensiun dini dari ketentaraan karena suatu hal .
" Duduklah....." Ucap Dila sambil tersenyum .
Mang Karman kemudian duduk di hadapan Dila .
" Butuh berapa ? " Tanya Dila dengan lembut .
" Eh.... sebenarnya saya tidak enak...hutang saya bekas biaya berobat istri saja belum lunas " jawab mang Karman sungkan .
" Tidak apa apa , saya sudah mengikhlaskan " jawab Dila .
" Katakan saja pada Lilis , nanti saya yang bilang ke dia " lanjut Dila yang melihat keraguan di wajah lelaki setengah baya tersebut .
" Terimakasih banyak neng " ucap mang Karman dengan gembira .
Dila hanya mengangguk . Lelaki itu kemudian beranjak setelah berucap terima kasih berkali-kali . Ia segera meninggalkan Dila dengan wajah gembira .
Dila melanjutkan sarapannya dengan malas , gadis itu kemudian beranjak pergi . Ia telah berjanji akan mencari oleh oleh dengan para ladies lainnya siang ini .
Sementara itu Jordi pergi ke kampung bawah , ia menyelidiki keberadaan pria yang dimaksud Dila , namun sayang ia tidak mendapatkan hasil apapun dari penyelidikan yang ia lakukan .
Hari itu berlalu dengan cepat . Keesokan harinya mereka semua pulang dengan pesawat , kecuali para karyawan Dila yang telah menyewa travel . Mang Karman naik mobil pribadi milik Dila karena membawa banyak oleh oleh bersama seorang supir sedangkan istri dan dua anaknya ikut naik pesawat bersama Lilis .
__ADS_1
Sesampainya di Bandung Dila memutuskan untuk tidak pulang ke Sukabumi , ia tengah sibuk dengan kegiatan kampus . Mak Asih dan yang lain langsung menuju Sukabumi dengan di antar oleh pegawai tuan Gunawan .
Sudah berlalu seminggu hingga , Dila merasa makin tidak sehat , ia memutuskan untuk berobat ke rumah sakit .
Dokter terdiam sesaat setelah mendengar gejala yang dialami gadis itu , dan lamanya gejala itu timbul .Ia lalu.minta Dila untuk berbaring dan melakukan pemeriksaan .
Dokter umum itu lalu memberikan rujukan ke dokter spesialis penyakit dalam . Dila terdiam sambil menatap kertas rujukan dokter tersebut .
" Memangnya apa diagnosa dokter ? " Tanya Dila .
" Hanya untuk berjaga jaga kita lakukan pemeriksaan medis untuk hasil pasti " ucap dokter muda itu .
Dila segera berpamitan dan mendaftarkan diri berobat ke dokter penyakit dalam .
Setelah lama menyelesaikan proses administrasi akhirnya ia bisa duduk dengan nyaman di depan poliklinik spesialis penyakit dalam .
" Ibu Wulandari..." Teriak asisten dokter memanggil namanya setengah jam kemudian .
Dila yang tengah asik memainkan panselnya tidak merespon .
" Ibu Wulandari Ratnadila .." panggil asisten dokter kembali .
Dila langsung menjawab panggilan itu dan segera masuk ke ruang dokter . Dokter lelaki itu tengah membaca surat rujukan dari dokter umum dan rekan medis Dila .
" Wulandari Ratnadila " sapa dokter yang berumur sekitar 35 tahunan itu .
" Ya dok.." jawab Dila .
" Sudah berapa lama keluhannya ? " Tanya dokter kemudian .
" Hampir satu bulan " jawab Dila dengan santai . Dokter tampan itu kemudian meminta Dila berbaring dan melakukan pemeriksaan .
" Apa penyakit saya dok ? " Tanya Dila setelah kembali duduk .
" Kita lakukan pemeriksaan darah dan USG Dulu ya ..., Silahkan ke lab dan ke bagian radiologi " ucapnya sambil menulis surat pengantar .
Dila melihat jam tangannya , saat ini ia tengah sibuk , kegiatan kuliahnya sangat padat .
" Lama tidak ya dok..? , Saya sangat sibuk " ucap Dila .
Dokter itu hanya tersenyum mendengar ucapan Dila .
" Untuk menunggu hasilnya agak lama , anda bisa datang besok atau lusa , sekarang saya beri resep untuk menghilangkan rasa sakit dan mual nya ya.., juga vitamin " ucap sang dokter .
" Setelah melakukan pemeriksaan dan mengambil obat anda bisa langsung pulang , kami akan menghubungi anda setelah hasilnya keluar " ucap sang dokter sambil menyerahkan surat pengantar ke bagian radiologi dan ke laboratorium .
" Oke dokter , thanks.." ucap Dila sambil menerima surat tersebut . Gadis itu langsung keluar klinik .
Dila memutuskan untuk menunggu obat dengan tidak sabar , pasien rumah sakit lumayan banyak . Gadis itu langsung melaju ke kampus begitu mendapat obat .
Sore harinya Dila memilih untuk makan malam di sebuah cafe bersama dengan Ocha . Sahabatnya itu tengah patah hati setelah putus dengan pacarnya yang telah menjadi kekasihnya hampir tiga tahun .
Mereka turun dari mobil Dila sambil melihat sekeliling , mata Dila terpaku pada sosok Rizky yang tengah berbincang bincang dengan tiga orang pemuda . Gadis itu terdiam sesaat sambil memperhatikan ketiga wajah orang itu .
" Ada apa ? " Tanya Ocha .
" Kau pesan dulu deh , aku mau melakukan sesuatu lebih dulu " ucap Dila pada Ocha .
Ocha pergi lebih dulu , sementara Dila berdiri di dekat mobilnya . Ia melihat Rizky pergi dari kafe , sementara ketiga pemuda itu masih di sana sambil menikmati makanan mereka .
Setelah Rizky pergi dengan mobilnya Dila lalu segera menghampiri ketiga orang yang tidak asing di matanya . Ketiga pemuda yang tengah bersantai di kafe itu terkejut melihat kedatangan Dila .
Da tersenyum lalu duduk dengan mereka .
Wajah ketiga pria itu menjadi takut dan mulai serba salah .
" So.....kalian kenal Rizky ? , Apa dia yang merencanakan kejadian hari itu " ucap Dila dengan dingin kepada ketiganya .
" Maaf kak...kami hanya membantu Rizky " jawab seorang dari mereka dengan gugup .
" Ceritakan semuanya atau ku laporkan kalian ke polisi " bentak Dila .
" Sebenarnya hari itu kami hendak membantu Rizky menjadi Hero dengan berpura-pura menjadi preman , kami tidak menyangka kakak jago " jawab pemuda itu .
" Kenapa ? " Tanya Dila .
" Supaya kakak jatuh cinta padanya , dia bilang kakak sangat kaya , bahkan memiliki saham di swalayan x " jawab pemuda itu .
Da terpaku , bagaimana Rizky tahu ia memiliki saham di perusahaan tersebut sementara ia sendiri baru tahu setelah mendapatkannya dari pengacaranya , ia bahkan belum melakukan pemeriksaan terhadap saham tersebut dengan detail .
" Apa yang di janjikan Rizky ? " Tanya Dila .
" Kami mendapat 100 juta " jawabnya .
Dila terdiam , gadis itu segera pergi meninggalkan ketiga pria itu . Ia segera menemui Ocha yang menunggu dirinya di cafe sebelah .
Ocha sedang duduk sambil minum segelas just saat Dila sampai di kafe .
" Dari mana saja ? " Tanya Ocha .
" Sedang mengurus sesuatu " jawab Dila sambil duduk . Ia meminum minuman untuknya dengan wajah serius .
" Ada apa ? " Tanya Ocha.
" Kau kenal seseorang yang bekerja di bursa saham ? " Tanya Dila tiba tiba .
" Iparku pialang saham " jawab ocha.., kenapa ? ,. Kamu mau beli saham ? Sudah ku bilang kalau kau punya banyak uang modali aku saja , aku ingin buka butik ' rayu Ocha .
" Suruh dia bertemu dengan aku , ada hal yang ingin ku selidiki " ucap Dila tanpa menghiraukan perkataan Ocha .
" Baiklah....." Jawab ocha .
Mereka menghabiskan makan dalam diam . Dila mulai merasa curiga tentang kepemilikannya terhadap saham yang selama ini memberinya pundi pundi rupiah yang begitu besar . Ia merasa itu ada hubungannya dengan keluarga tuan Gunawan . karena ia tahu eyangnya sudah lama meninggalkan dunia bisnis .
Dila mengantar Ocha pulang ke rumah setelah selesai makan malam . Gadis itu kemudian pulang ke rumah besar . Di tengah perjalanan ia menerima telp dari seseorang yang ternyata adalah kakak ipar Ocha . mereka berjanji bertemu keesokan harinya .
Dila sampai di rumah hampir jam sepuluh malam , ia memang mampir di alun alun sebentar sambil menikmati secangkir teh hangat dan menikmati pertunjukan musik band lokal . Suasana rumah tampak sepi , Dila langsung menuju ke kamarnya .
" Kau dari mana ? " Sebuah suara mengejutkan Dila . Jordi berdiri tak jauh darinya .
" Alun alun " jawab Dila singkat .
" kau menginap di sini lagi ? " tanya Dila .
" Mau minum teh dengan ku ? " Tanya Jordi tanpa menjawab pertanyaan Dila sambil menatap wajah Dila .
" Aku sedang banyak pikiran " ucap Jordi setelah Dila terdiam sesaat .
" Baiklah... jangan lama lama " ucapnya .
Keduanya menuju balkon Dila meletakkan tasnya di kursi kosong , ia juga meletakkan handphonenya di di meja .mereka terdiam sambil menatap langit malam . Tak lama pelayan datang mengantar beberapa potong kue dan dua cangkir teh .
Dila masih terdiam sambil menatap langit malam . Jordi menatap gadis itu , ia melihat Dila lebih urus dari biasanya .
" Apa kau sakit ? " Tanya Jordi , Dila hanya menggelengkan kepalanya .
__ADS_1
Keduanya kemudian membisu sambil sesekali meminum tehnya . Dila bersandar pada sandaran kursi , Tanpa ia sadari iapun tertidur di kursi itu .