Sayembara Cinta

Sayembara Cinta
Episode 4


__ADS_3

Sebuah vila yang memiliki pemandangan yang lepas mengarah ke laut biru. Sangat menakjubkan bisa terlihat dari sana, keindahan matahari terbenam ditambah lagi deburan ombak yang meliuk-liuk.


Disana Rinto tinggal, dia adalah pewaris tunggal pemilik pulau xxx.


Kehidupan  Rinto yang selalu ingin hidup bebas, tanpa ada tekanan. Membuatnya menutupi identitas aslinya, Tidak banyak yang tau jika Rinto  adalah pemilik pulau tersebut. Jack adalah kaki tangan Rinto. Segala aktivitas yang berhubungan dengan para kolega bisnisnya semua dilakukan oleh Jack. Bahkan di depan umum,  jack jugalah yang akan tampil, sehingga semua beranggapan Jack lah pemilik pulau xxx.


Walaupun demikian, keputusan atau ide-ide pengembangan pulau xxx adalah keputusan Rinto. Ditangannya lah ia bersama Jack berhasil mengembangkan pulau yang diwariskan kakeknya, hingga mampu dikenal dunia luar. Dalam dua tahun terakhir ini, tempat wisata sangat berkembang pesat. Hotel bahkan resort wisata telah memiliki fasilitas standar internasional. Tak jarang sudah banyak turis dari mancanegara yang sudah datang berkunjung.


Rinyo merebahkan diri di ayunan jaringnya sambil memandangi laut lepas. Tersenyum mengingat pertemuannya dengan Sheli. Ada rindu yang terselip dihatinya.


"Ah laut, kau membuat hidup dan matiku." gumam Rinto


Terdengar pintu diketuk oleh seseorang.


"Silahkan masuk." ucapnya.


Jack masuk dan mendekati Rinto.


"Apakah kau baik-baik saja, bro." tanya Jack.


Hubungan Jack dan Rinto lebih seperti sahabat tidak seperti atasan dan bawahan. Rinto menginginkan kenyamanan bukan kehormatan. Usia mereka yang tidak terpaut jauh membuat mereka sangat begitu akrab. Namun, tetap saja Jack menganggap Rinto adalah atasannya.

__ADS_1


"Tentu saja, aku baik-baik saja."


"Aku sangat mengkhawatirkanmu."


"Ais, kau tau aku tidak akan mati hanya karena ombak."


"Iya, aku tau itu, kau punya sembilan nyawa." mereka tertawa berdua.


"Kau tau Pak Suryo,"


"Tentu saja, bukankah anaknya yang hilang bersamamu, kemarin?"


"Iya, maksudnya penawaran apa yang ditawarkannya pada kita?"


"Setujui saja, dengan satu syarat anak perempuannya harus mengelola usahanya disini."


"Tapi, bukannya itu aneh atau ada sesuatu?" Jack menyipitkan mata untuk menggoda Rinto.


"Tidak ada alasan, Jack. Jika tidak aku akan mengembalikanmu ke laut lagi" Sambil melemparkan bantal yang ada ditangannya.


Jack mengelak saat bantal hampir mengenainya

__ADS_1


"Ok, siap tuan akan dilaksanakan" Jack memberikan posisi seperti siap. Membuat Rinto tersenyum


"Ok, lah, Jack, aku akan bertemu teman di kafe siang ini. Kau tau baju apa yang cocok untukku"


"Apa ?" Jack merasa heran dengan pertanyaan Rinto.


"Jack, aku tak suka mengulanginya atau aku akan melemparkanmu ke laut dari sini." Rinto mulai berdiri.


Bukannya takut Jack hanya bisa menahan tawa. Sejak bertemu dengan Rinto baru kali ini Ia bertanya tentang penampilannya.


"Iya, hanya teman kan? Tidak ada yang lain." Jack mengulangi lagi pertanyaan.


Rinto mulai berdiri dan mengapitkan kepala Jack dibawah ketiaknya, dan memutar tinju di kepala Jack.


"Ampun, ampun, lepaskan aku atau aku takkan memberi taukannya." Jack memohon dan Rinto melepaskan kunciannya.


"Tenang saja, aku akan mengaturnya. Apa yang tidak untuk tuanku."


"Jack."


"Aku penasaran, seperti apa anak Pak Suryo yang membuat hati tuanku bergetar." Jack meletakkan tangan didadanya.

__ADS_1


"Jack, awas kau" Rinto meninggikan suaranya dan mengambil bantal yang tadi jatuh dilantai.


Jack hanya tertawa dan berlari ke arah pintu.


__ADS_2