Sayembara Cinta

Sayembara Cinta
38 . Air Mata Dila


__ADS_3

Dila terbangun saat subuh , gadis itu meraih handphonenya yang tergeletak di atas meja kecil di samping ranjang . Waktu di layar ponsel pintarnya menunjukkan pukul empat tiga puluh pagi , dengan malas gadis itu menggeliat .


Notifikasi di aplikasi chatting WhatsApp membuat gadis itu kembali meraih ponselnya .


Sebuah pesan masuk dari nomer baru tertera di sana .


" Hai Dila ini Mike ! " Chat pukul 22 : 00


" Hai Dila .. good morning , kau tahu tempat yang bagus untuk jalan pagi di Bandung ? " Chat pukul 04: 15


Dila membalas chat terakhir Mike


" Hai Mike ,. Jika kau ingin jalan pagi pergilah ke GOR Saparua , kau juga bisa mencoba menikmati sarapan pagi di sana " jawab Dila , tidak lupa emoji senyum ia selipkan di sana .


Ting


" Maukah kau menemaniku ? , Aku hanya sendiri , teman temanku sibuk berbisnis " satu balasan dari Mike tertera di sana .


Dila kembali sibuk mengetik dengan jempolnya .


" Oke... otw " ketiknya sambil tertawa sendiri


Ting


" Otw ?? " Sesuai dugaannya chat Mike masuk dengan pertanyaan tersebut .


" 🤭🤭😉 " Ketik Dila lalu mengirim emoji tersebut .


" Aku akan ada di sana pukul enam " Dila mengetik lagi .


Gadis itu melangkah dengan malas ke kamar mandi , membasuh wajah dan melakukan rutinitas pagi , ia segera shalat subuh , lalu berganti baju olahraga .


Dengan langkah ringan gadis itu menuruni tangga . Kaos longgar sepanjang paha , celana legging panjang dan tak lupa tas pinggang melekat di tubuhnya yang ramping dan mungil .


Para pelayan Tengah sibuk dengan aktifitasnya , Dila menghampiri seorang pelayan muda yang tengah membersihkan kursi .


" Pagi non...." Sapa pelayan itu .


" Pagi , apa pak Nurdin sudah bangun jam segini ? " Tanya Dila .


" Bapak biasanya sudah berolahraga di halaman " jawab pelayan itu .


Dila mengucapkan terima kasih seraya melangkah menuju halaman depan , di lihatnya pak Nurdin tengah melakukan peregangan .


" Pagi Pak Nurdin...! " Sapa Dila .


" Pagi Non sudah bangun ? " Tanya pak Nurdin .


" Yah...tuan Aditya dan nyonya tidak nampak dari kemarin , kemana ya ? " Tanya Dila .


" Oh tuan Aditya ke Papua bersama nyonya dan non Nia , siang ini mereka baru akan pulang " Jawab pak Nurdin .


" Oh..pak apakah Dila boleh pakai mobil ? " Tanya Dila ragu .


" Nona mau kemana , biar di antar Lukman " ucap pak Nurdin .


" Tidak tidak Dila ingin pergi sendiri " Jawab Dila sembari tersenyum malu .


" Katanya non Dila tidak begitu pandai menyetir mobil ? " Tanya pak Nurdin .

__ADS_1


" Iya tapi Dila bisa kok " jawab Dila .


" Baiklah..kalau begitu pakai Avanza saja , jangan mobil sport " ucap pak Nurdin .


Keduanya segera menuju garasi .


" Yakin bisa ? , Nona mau kemana ? " Tanya pak Nurdin sambil menelpon seseorang .


" Dila mau ke GOR untuk lari pagi " jawab Dila


" Sendiri ? " Tanya pak Nurdin .


" Tidak...Dila ada janji dengan seseorang di sana " jawab Dila .


Pak Nurdin meminta seorang pelayan rumah yang sedang menyirami tanaman mengambil kunci mobil .


" Mobil yang ini bisa kan non ? " Tanya pak Nurdin menunjuk mobil Avanza berwarna putih .


" Ya.." jawab Dila sambil melakukan peregangan otot .


" Janji dengan siapa non ? " Pak Nurdin kembali bertanya .


" Teman pendakian pak " jawab Dila sambil menggerakkan kakinya ke depan dan belakang .


" Biar ku antar ! , Kemana kau akan pergi ? " Suara parau Jidan mengagetkan gadis itu .


Dila membalikkan tubuhnya , Jidan tengah berdiri di sana dengan wajah khas bangun tidur .


" Kenapa kau ada disini ? " Tanya Dila sambil menatap wajah Jidan .


"; Kemana kau akan pergi biar ku antar " ucap Jidan lagi tanpa menghiraukan pertanyaan Dila .


" Pak ini kuncinya " pelayan yang tadi mengambil kunci mobil telah kembali .


Dila menerima kunci tersebut , lalu segera membuka pintu mobil . Setelah berpamitan dengan pak Nurdin gadis itu mengendarai mobil tersebut meninggal rumah .


Jidan terdiam menatap kepergian gadis itu , tak lama ia menghidupkan handphonenya .


Mobil tersebut telah di pasangi pelacak yang bisa mengetahui dimana keberadaannya dan terhubung langsung dengan handphone Jidan .


" Dia bilang mau kemana pak ? " Tanya Jidan sambil menguap , pria itu hampir semalaman tak bisa tidur .


" Katanya ke GOR " jawab pak Nurdin .


Jidan melangkah menuju mobilnya , lalu pemuda itu segera pergi meninggalkan rumah untuk mengikuti Dila .


*****


" Hai..." Sapa Dila pada Mike yang tengah melakukan peregangan .


" Oh finally kamu datang juga " ucap Mike .


" Ya..are you ready " tanya Dila seraya berlari kecil , Mike segera mengejar gadis itu , mereka mengelilingi lapangan yang sepi .


Hari ini adalah hari kerja , tentu saja suasana GOR tidak seramai hari Sabtu dan Minggu .


Setelah berlari ringan selama hampir tiga puluh menit , keduanya berjalan santai sambil berbincang bincang .


" Jadi kamu ingin mencari sahabat masa kecilmu di sini ? " Tanya Dila sambil berjalan .

__ADS_1


" Ya..., Kau bisa membantuku ? " Tanya Mike .


" Baiklah aku akan membantumu , Kau ingin sarapan ? , Tanya Dila karena merasa lapar .


" Ya , aku punya tempat favorit , ayo ikut " ajak Mike sambil tersenyum .


Dila mengiyakan ajakan pria itu , keduanya mengakhiri sesi olahraga mereka , seraya berjalan menuju ke parkiran motor .


Tanpa ragu Mike naik ke atas sebuah motor dan segera menghidupkan mesin motor tersebut .


" Kau membawa motor ? " Tanya Dila sambil tertawa . Sudah lama gadis itu tidak naik kendaraan roda dua itu .


Dila hendak menaiki motor bersama Mike ketika tiba tiba sebuah tangan Meraih lenganya .


" Adi..." Ucap Dila terkejut melihat siapa yang menarik lengannya .


Tanpa bicara Jidan menarik tubuh Dila dan meminta Dila berdiri di belakangnya .


Mike mematikan mesin motor dan berdiri sambil menatap wajah Jidan .


" Oh..this is not a surprise ! " Seru Mike sambil tersenyum .


" I know you've always been watching over us " lanjut Mike .


Jidan tersenyum mendengar ucapan dari Mike .


" Benarkah ?! , apa yang kalian rencanakan ? , Pulanglah...negaraku tidak menerima kehadiran kalian ! " Ucap Jidan dengan tenang .


" Your girl so beautiful , tapi itu tidak cukup untukmu ?! , Kau masih merebut kekasih orang lain ? " Tanya Mike sambil menyeringai .


" Apa kau tau Dila.. ?! kekasihmu ini memperistri kekasih sahabatku saat berada di Turki " ucap Mike sambil tersenyum senang memandang Dila .


" Apa yang dia katakan ? " Tanya Dila yang tengah bingung .


" Bukan apa apa , masuklah ke mobilku " jawab Jidan sambil tersenyum kearah Dila .


" Adi..? " Tanya Dila .


Jidan menatap Dila dengan tenang , sambil meminta gadis itu untuk pergi , namun gadis itu menggelengkan kepalanya .


" Jangan ganggu dia , maka aku akan membiarkan kalian pergi dengan tenang dari negara ini " ucap Jidan seraya meraih paksa tangan Dila dan mengajak gadis itu menuju mobil .


Tapi tiba tiba saja sebuah mobil hitam melaju dengan kecepatan tinggi , membuat Jidan mendorong Dila agar tidak tertabrak mobil tersebut , Sementara dirinya melompat menghindari kendaraan itu . Namu tubuh Jidan sempat terserempet mobil , pria itu terbangun dari jatuhnya sambil menahan sakit di kaki dan tangannya , sementara Dila jatuh terpental karena dorongan Jidan yang kuat .


Belum sempat Jidan sadar apa yang terjadi beberapa orang keluar dari mobil itu lalu menodongkan senjata ke arah Dila yang berusaha bangun , karena Dila berada di bawah ancaman rombongan preman itu , Jidan menurut saja saat keduanya di paksa masuk masuk ke dalam mobil .


Kejadian itu berlangsung begitu cepat hingga tidak di sadari oleh beberapa orang yang berada di GOR , mereka mengira kejadian itu adalah ulah anak " muda iseng , apalagi beberapa orang dari kelompok preman itu berakting seolah olah mereka sedang bertengkar .


Mobil hitam itu meninggalkan GOR tanpa seorang pun menyadari sebuah penculikan dan penyanderaan telah terjadi di tempat itu .


Di dalam mobil Dila yang di todong senjata duduk dengan pucat sambil menatap Jidan yang duduk dengan tenang di hadapannya . Gadis itu tahu situasinya kini , tapi tidak mengerti kenapa ia harus mengalami hal buruk seperti dalam film-film aksi yang ia tonton .


rombongan itu mengikat kaki dan tangan keduanya , juga membungkam mulut keduanya dengan lakban .


Wajah cantik Dila nampak tegang , saat seseorang dari mereka menutup wajah Jidan dengan kain hitam . air mata gadis itu mengalir keluar meski ia mencoba menahannya saat pukulan keras Mike medarat di tubuh Jidan bertubi tubi . Hatinya meneriakkan nama Jidan namun mulutnya yang tersumbat hanya mampu bergumam .


Mobil yang mereka kendarai melaju menyusuri jalanan di pinggir kota Bandung , setelah berada di tempat sepi mobil itu berhenti sesaat lalu melempar Jidan keluar dari mobil , mobil itu kembali melaju dengan membawa Dila .


gadis itu hanya bisa terdiam sambil memandang Jidan yang berguling di jalanan dengan tangan dan kaki terikat , serta kepala tertutup sampai ia tidak bisa melihat pria itu lagi karena mobil yang membawa mereka melaju dengan kecepatan tinggi .

__ADS_1


__ADS_2