
Dila terbangun saat subuh , gadis itu meraih handphonenya yang tergeletak di atas meja kecil di samping ranjang . Waktu di layar ponsel pintarnya menunjukkan pukul empat tiga puluh pagi , dengan malas gadis itu menggeliat .
Notifikasi di aplikasi chatting WhatsApp membuat gadis itu kembali meraih ponselnya .
Sebuah pesan masuk dari nomer baru tertera di sana .
" Hai Dila ini Mike ! " Chat pukul 22 : 00
" Hai Dila .. good morning , kau tahu tempat yang bagus untuk jalan pagi di Bandung ? " Chat pukul 04: 15
Dila membalas chat terakhir Mike
" Hai Mike ,. Jika kau ingin jalan pagi pergilah ke GOR Saparua , kau juga bisa mencoba menikmati sarapan pagi di sana " jawab Dila , tidak lupa emoji senyum ia selipkan di sana .
Ting
" Maukah kau menemaniku ? , Aku hanya sendiri , teman temanku sibuk berbisnis " satu balasan dari Mike tertera di sana .
Dila kembali sibuk mengetik dengan jempolnya .
" Oke... otw " ketiknya sambil tertawa sendiri
Ting
" Otw ?? " Sesuai dugaannya chat Mike masuk dengan pertanyaan tersebut .
" ðŸ¤ðŸ¤ðŸ˜‰ " Ketik Dila lalu mengirim emoji tersebut .
" Aku akan ada di sana pukul enam " Dila mengetik lagi .
Gadis itu melangkah dengan malas ke kamar mandi , membasuh wajah dan melakukan rutinitas pagi , ia segera shalat subuh , lalu berganti baju olahraga .
Dengan langkah ringan gadis itu menuruni tangga . Kaos longgar sepanjang paha , celana legging panjang dan tak lupa tas pinggang melekat di tubuhnya yang ramping dan mungil .
Para pelayan Tengah sibuk dengan aktifitasnya , Dila menghampiri seorang pelayan muda yang tengah membersihkan kursi .
" Pagi non...." Sapa pelayan itu .
" Pagi , apa pak Nurdin sudah bangun jam segini ? " Tanya Dila .
" Bapak biasanya sudah berolahraga di halaman " jawab pelayan itu .
Dila mengucapkan terima kasih seraya melangkah menuju halaman depan , di lihatnya pak Nurdin tengah melakukan peregangan .
" Pagi Pak Nurdin...! " Sapa Dila .
" Pagi Non sudah bangun ? " Tanya pak Nurdin .
" Yah...tuan Aditya dan nyonya tidak nampak dari kemarin , kemana ya ? " Tanya Dila .
" Oh tuan Aditya ke Papua bersama nyonya dan non Nia , siang ini mereka baru akan pulang " Jawab pak Nurdin .
" Oh..pak apakah Dila boleh pakai mobil ? " Tanya Dila ragu .
" Nona mau kemana , biar di antar Lukman " ucap pak Nurdin .
" Tidak tidak Dila ingin pergi sendiri " Jawab Dila sembari tersenyum malu .
" Katanya non Dila tidak begitu pandai menyetir mobil ? " Tanya pak Nurdin .
__ADS_1
" Iya tapi Dila bisa kok " jawab Dila .
" Baiklah..kalau begitu pakai Avanza saja , jangan mobil sport " ucap pak Nurdin .
Keduanya segera menuju garasi .
" Yakin bisa ? , Nona mau kemana ? " Tanya pak Nurdin sambil menelpon seseorang .
" Dila mau ke GOR untuk lari pagi " jawab Dila
" Sendiri ? " Tanya pak Nurdin .
" Tidak...Dila ada janji dengan seseorang di sana " jawab Dila .
Pak Nurdin meminta seorang pelayan rumah yang sedang menyirami tanaman mengambil kunci mobil .
" Mobil yang ini bisa kan non ? " Tanya pak Nurdin menunjuk mobil Avanza berwarna putih .
" Ya.." jawab Dila sambil melakukan peregangan otot .
" Janji dengan siapa non ? " Pak Nurdin kembali bertanya .
" Teman pendakian pak " jawab Dila sambil menggerakkan kakinya ke depan dan belakang .
" Biar ku antar ! , Kemana kau akan pergi ? " Suara parau Jidan mengagetkan gadis itu .
Dila membalikkan tubuhnya , Jidan tengah berdiri di sana dengan wajah khas bangun tidur .
" Kenapa kau ada disini ? " Tanya Dila sambil menatap wajah Jidan .
"; Kemana kau akan pergi biar ku antar " ucap Jidan lagi tanpa menghiraukan pertanyaan Dila .
" Pak ini kuncinya " pelayan yang tadi mengambil kunci mobil telah kembali .
Dila menerima kunci tersebut , lalu segera membuka pintu mobil . Setelah berpamitan dengan pak Nurdin gadis itu mengendarai mobil tersebut meninggal rumah .
Jidan terdiam menatap kepergian gadis itu , tak lama ia menghidupkan handphonenya .
Mobil tersebut telah di pasangi pelacak yang bisa mengetahui dimana keberadaannya dan terhubung langsung dengan handphone Jidan .
" Dia bilang mau kemana pak ? " Tanya Jidan sambil menguap , pria itu hampir semalaman tak bisa tidur .
" Katanya ke GOR " jawab pak Nurdin .
Jidan melangkah menuju mobilnya , lalu pemuda itu segera pergi meninggalkan rumah untuk mengikuti Dila .
*****
" Hai..." Sapa Dila pada Mike yang tengah melakukan peregangan .
" Oh finally kamu datang juga " ucap Mike .
" Ya..are you ready " tanya Dila seraya berlari kecil , Mike segera mengejar gadis itu , mereka mengelilingi lapangan yang sepi .
Hari ini adalah hari kerja , tentu saja suasana GOR tidak seramai hari Sabtu dan Minggu .
Setelah berlari ringan selama hampir tiga puluh menit , keduanya berjalan santai sambil berbincang bincang .
" Jadi kamu ingin mencari sahabat masa kecilmu di sini ? " Tanya Dila sambil berjalan .
__ADS_1
" Ya..., Kau bisa membantuku ? " Tanya Mike .
" Baiklah aku akan membantumu , Kau ingin sarapan ? , Tanya Dila karena merasa lapar .
" Ya , aku punya tempat favorit , ayo ikut " ajak Mike sambil tersenyum .
Dila mengiyakan ajakan pria itu , keduanya mengakhiri sesi olahraga mereka , seraya berjalan menuju ke parkiran motor .
Tanpa ragu Mike naik ke atas sebuah motor dan segera menghidupkan mesin motor tersebut .
" Kau membawa motor ? " Tanya Dila sambil tertawa . Sudah lama gadis itu tidak naik kendaraan roda dua itu .
Dila hendak menaiki motor bersama Mike ketika tiba tiba sebuah tangan Meraih lenganya .
" Adi..." Ucap Dila terkejut melihat siapa yang menarik lengannya .
Tanpa bicara Jidan menarik tubuh Dila dan meminta Dila berdiri di belakangnya .
Mike mematikan mesin motor dan berdiri sambil menatap wajah Jidan .
" Oh..this is not a surprise ! " Seru Mike sambil tersenyum .
" I know you've always been watching over us " lanjut Mike .
Jidan tersenyum mendengar ucapan dari Mike .
" Benarkah ?! , apa yang kalian rencanakan ? , Pulanglah...negaraku tidak menerima kehadiran kalian ! " Ucap Jidan dengan tenang .
" Your girl so beautiful , tapi itu tidak cukup untukmu ?! , Kau masih merebut kekasih orang lain ? " Tanya Mike sambil menyeringai .
" Apa kau tau Dila.. ?! kekasihmu ini memperistri kekasih sahabatku saat berada di Turki " ucap Mike sambil tersenyum senang memandang Dila .
" Apa yang dia katakan ? " Tanya Dila yang tengah bingung .
" Bukan apa apa , masuklah ke mobilku " jawab Jidan sambil tersenyum kearah Dila .
" Adi..? " Tanya Dila .
Jidan menatap Dila dengan tenang , sambil meminta gadis itu untuk pergi , namun gadis itu menggelengkan kepalanya .
" Jangan ganggu dia , maka aku akan membiarkan kalian pergi dengan tenang dari negara ini " ucap Jidan seraya meraih paksa tangan Dila dan mengajak gadis itu menuju mobil .
Tapi tiba tiba saja sebuah mobil hitam melaju dengan kecepatan tinggi , membuat Jidan mendorong Dila agar tidak tertabrak mobil tersebut , Sementara dirinya melompat menghindari kendaraan itu . Namu tubuh Jidan sempat terserempet mobil , pria itu terbangun dari jatuhnya sambil menahan sakit di kaki dan tangannya , sementara Dila jatuh terpental karena dorongan Jidan yang kuat .
Belum sempat Jidan sadar apa yang terjadi beberapa orang keluar dari mobil itu lalu menodongkan senjata ke arah Dila yang berusaha bangun , karena Dila berada di bawah ancaman rombongan preman itu , Jidan menurut saja saat keduanya di paksa masuk masuk ke dalam mobil .
Kejadian itu berlangsung begitu cepat hingga tidak di sadari oleh beberapa orang yang berada di GOR , mereka mengira kejadian itu adalah ulah anak " muda iseng , apalagi beberapa orang dari kelompok preman itu berakting seolah olah mereka sedang bertengkar .
Mobil hitam itu meninggalkan GOR tanpa seorang pun menyadari sebuah penculikan dan penyanderaan telah terjadi di tempat itu .
Di dalam mobil Dila yang di todong senjata duduk dengan pucat sambil menatap Jidan yang duduk dengan tenang di hadapannya . Gadis itu tahu situasinya kini , tapi tidak mengerti kenapa ia harus mengalami hal buruk seperti dalam film-film aksi yang ia tonton .
rombongan itu mengikat kaki dan tangan keduanya , juga membungkam mulut keduanya dengan lakban .
Wajah cantik Dila nampak tegang , saat seseorang dari mereka menutup wajah Jidan dengan kain hitam . air mata gadis itu mengalir keluar meski ia mencoba menahannya saat pukulan keras Mike medarat di tubuh Jidan bertubi tubi . Hatinya meneriakkan nama Jidan namun mulutnya yang tersumbat hanya mampu bergumam .
Mobil yang mereka kendarai melaju menyusuri jalanan di pinggir kota Bandung , setelah berada di tempat sepi mobil itu berhenti sesaat lalu melempar Jidan keluar dari mobil , mobil itu kembali melaju dengan membawa Dila .
gadis itu hanya bisa terdiam sambil memandang Jidan yang berguling di jalanan dengan tangan dan kaki terikat , serta kepala tertutup sampai ia tidak bisa melihat pria itu lagi karena mobil yang membawa mereka melaju dengan kecepatan tinggi .
__ADS_1