Sayembara Cinta

Sayembara Cinta
66. Kau obat lelahku


__ADS_3

Dila menghubungi Isabella dan menanyakan hal yang ia dengar pada sepupunya tersebut , Isabella yang hanya karyawan di bagian marketing kurang tahu akan hal itu .


Belakangan ini Dila memang belajar mengelola keuangan dengan baik , ia juga belajar berinvestasi pada bisnis bisnis kecil . Jiwa bisnis memang ada dalam darah keluarganya , jadi tentu saja Ia dapat dengan cepat menguasai hal itu .


Ketika Dila tengah asik bermain dengan Handphonenya pintu kamar rawatnya tiba tiba di buka dari luar , tampak Tuan Aditya beserta Istri dan Tania datang mengunjunginya . Mereka menyapa Dila dengan hangat , Tania meletakkan Buket bunga di meja yang tak jauh dari ranjang Dila setelah memeluk gadis itu hangat .


" Kiran memberitahu kami tadi pagi , Bagaimana keadaanmu ? , Apa sudah lebih baik ? " Tanya Nyonya Irma sambil duduk di kursi .sementara Tania duduk di samping Dila .


" Saya sudah lebih baik Tante " Jawab Dila sambil menatap wajah cantik Wanita itu .


" apa ada hal yang bisa tante lakukan untukmu ? " Tanya Nyonya Irma yang langsung di jawab gelengan kepala Dila .


" kakak Ingin sesuatu yang lain , aku membawa laptop kakak , kak Bella bilang mungkin kakak memerlukannya " Ucap Tania sambil menunjuk Tas laptop yang ia letakkan Di sofa .


" Bawa kembali laptop Itu biarkan Dia beristirahat " Ucap tuan Aditya yang duduk di Sofa .


" Tidak om ...ada yang ingin Dila kerjakan , lagi pula Dila Bosan hanya menonton TV " Dila berkata sambil tersenyum pada Tuan Aditya .


" Tidak.....Istirahat sampai kau pulih kembali , dan lagi om sudah menelpon pihak kampus dan mengabari kondisimu , jangan Khawatirkan tugas kuliahmu " Tuan Aditya menatap Dila dengan Tegas .


Dila hanya terdiam sambil menggaruk keningnya . tak lama Dokter Panji datang bersama dengan asisten dan perawat jaga dan mulai melakukan pemeriksaan terhadap Dila , ia juga menjelaskan Kondisi Dila pada Tuan Aditya . setelah berbincang bincang sejenak dengan mereka Dokter pun keluar ruangan untuk melanjutkan Visit pagi pada Pasien lainnya .


Tania asik mengajak Dila berbincang bincang dengan manja seperti biasa , sementara Nyonya Irma hanya menyimak percakapan mereka tentang seorang Pria yang mulai mendekati putrinya sambil tersenyum .


Tuan Aditya menatap Dila sesaat dari sofa tempat ia duduk , Dila yang melihat tatapan Tuan Aditya mengerti Jika Lelaki itu ingin menyampaikan hal penting hanya untuknya .


" Tania bisakah kau belikan kakak sesuatu ?" Dila menatap Tania .


" Apa ? " Tanya Tania . Dila berbisik di telinga Gadis itu meminta ia membeli pembalut wanita . Tania hanya tersenyum lalu segera pergi meninggalkan tempat itu .


Setelah Tania pergi Tuan Aditya meminta Istrinya untuk membelikan dirinya Kopi di kantin RS . sang Istri yang heran dengan permintaan sang suami pun mengikuti keinginannya . setelah mereka hanya berdua tuan Aditya mendekati Dila dan duduk di kursi di sebelah ranjang rawat Dila .


" Pemuda yang kita temui itu ...dari penyelidikan yang Om lakukan , dia memang warga desa itu hanya saja sudah lama tidak kembali dan baru pulang sekitar lima bulan lalu , Tapi ada yang mencurigakan setelah dia kembali " Cerita Tuan Aditya . Dila menyimak cerita itu dengan seksama .


" Menurut beberapa kerabatnya Dia lupa ingatan , Dan memiliki Pribadi yang sedikit berbeda dari sebelumnya . tapi mungkin hal tersebut bisa terjadi karena bertambahnya usia , sayangnya kami kehilangan jejaknya . Dia seperti sengaja pergi setelah pertemuan kita " Lanjut Tuan Aditya .


" apa Om akan Melakukan pencarian ? " Tanya Dila .


" melihat ada sedikit kemungkinan ya..., Tapi om harap kamu tidak berharap apapun . dalam Logika meskipun Jidan selamat Untuk Hidup tanpa cacat apapun adalah hal yang tidak mungkin . tapi pemuda yang kita lihat itu dia sehat dan baik baik saja , Kamu tahu maksud om Bukan ? " Tuan Aditya menatap Dila .


" Ya om... " jawab Dila dengan tenang .


" Om tidak ingin kamu terlalu berharap dan akhirnya kecewa . Om Justru akan lebih tenang jika kamu bisa bersama dengan orang lain dan memulai lembaran baru . jalanmu masih panjang Dila...., Jangan sia siakan pada hal yang tidak pasti " Nasehat Tuan Aditya . dan Dila hanya terdiam mendengar nasehat itu .


" Cepatlah sembuh... setidaknya lakukan itu untuk kakek... dia menyayangimu lebih dari siapapun " Ucap tuan Aditya sambil mengusap kepala Dila .


" Dila tahu itu ..." Jawab Dila haru .


Tuan Aditya beranjak dari duduknya ketika handphonenya berbunyi , ia segera menjawab panggilan itu .


" Ya aku tahu ...aku akan datang sebentar lagi..." Ucap Tuan Aditya seraya menutup telepon .


" Dila Om harus pergi ...ingat, istirahat dan jangan banyak pikiran " Ucap Tuan Aditya sambil melangkah keluar kamar , saat itu sang istri datang membawa dua buah paper cup berisi minuman hangat .


" Sayang kau ingin kemana ? " Tanyanya ketika melihat Tuan Aditya yang nampak sudah siap akan meninggalkan ruangan itu .

__ADS_1


" Perusahaan sedang ada masalah , Aku pergi dulu telepon saja supir saat kau akan pulang "Jawab Tuan Aditya sambil mengecup kening sang istri , iapun melambaikan tangan pada Dila dan meninggalkan Ruangan Itu .


"Dasar.... selalu saja begitu " Nyonya Irma menggumam .


Dila tersenyum melihat wanita itu yang masih melihat keluar ruangan melalui jendela kamar Ruang rawat meski Tuan Aditya talah tak terlihat .


" Apa tante begitu mencintai om Adit ? " Tanya Dila .


" Tentu saja jika tidak untuk apa Tante menemaninya hingga dua puluh delapan tahun " Jawab tante Irma sambil berjalan ke arah Dila .


" apa tante tidak pernah takut jika sewaktu waktu om tidak kembali ? " Tanya Dila .


" Dulu ya.... ketika om masih sering bertugas di lapangan , bahkan kini pun masih sama " Nyonya irma tertawa .


" tapi kemudian tante merubah cara berpikir tante ..., Tante lebih memilih setiap momen dengannya sebagai hari terakhir bersama , dan kami ingin mengukir kenangan Indah dalam kebersamaan yang mungkin hanya sekejap . Tidak ada yang abadi di dunia ini , tapi dengan kenangan indah kita bisa berjalan dan melanjutkan hidup tanpa penyesalan " Lanjut Nyonya Irma .


Dila terdiam mendengar ucapan nyonya Irma . ada yang menggelitik hatinya mendengar kata kata Nyonya Irma .


" Apa kau sudah berkencan dengan seseorang ? " Tanya nyonya Irma tiba tiba .


" Apa perlu tante carikan ? " lanjut nyonya Irma yang melihat Dila hanya terdiam .Dila tertawa mendengar kata kata wanita itu .


" Apa kau masih belum bisa melupakan dia ? " Tanya nyonya Irma sambil duduk di tepi ranjang .


" Dila sayang ...lepaskan Jidan , berikan hatimu pada seseorang yang bisa membuat kamu tersenyum dan memulai hidup baru . dengan begitu kau akan bisa hidup . sekedar bernafas bukanlah hidup , milikilah mimpi lalu mulailah jatuh cinta lagi maka itulah kehidupan " nasehat Nyonya Irma dengan tulus .


Dila hanya mengangguk tanpa mengatakan apapun . Mereka tidak sadar Tania mendengar percakapan itu dari balik Pintu . gadis itu masuk sambil membawa pesanan Dila , Ia menatap Dila yang tengah berbaring dengan lemas .


" mam..Nia ada kelas jadi pergi lebih dulu ya " Ucap Tania sambil meletakkan Belanjaannya Di kabinet di dekat ranjang .


" oh...baiklah , kau mau pergi ke Kampus ? " Tanya Nyonya Irma sambil memandang sang putri .


Setelah kepergian Tania kedua wanita itu mengobrol hal hal kecil , Nyonya Irma lalu membiarkan Dila yang masih sakit tertidur , Setelah Dila tidur pulas iapun meninggalkan Dila dengan meninggalkan pesan kepada perawat yang datang mengganti cairan Infus gadis itu .


************


di kantor perusahaan Suasana sangat tegang , karena apa yang Jordi dan Tuan Juan perkirakan memang terjadi . Para Direksi pemegang saham mengadakan rapat dan meminta tuan Juan untuk mengundurkan diri sebagai direktur perusahaan dan di gantikan oleh orang yang lebih muda . semua itu terjadi karena Tuan Juan di nilai tidak fokus pada perusahaan dan memulai bisnis baru pribadi hingga membuat ia tidak bisa menangani proyek penting yang sedang mereka kembangkan hingga di anggap gagal dan membuat para investor ingin mundur .


rapat menjadi sangat alot karena sebagian besar anggota direksi mendukung rencana tersebut . demi meyakinkan hal itu Jordi sebagai pelaksana tugas meminta waktu dan meyakinkan dewan direksi bahwa ia bisa meyakinkan investor untuk kembali berinvestasi dan mencari investor lain .


setelah selesai rapat anggota keluarga berkumpul di ruangan Tuan Juan , termasuk Tuan Aditya yang juga menghadiri rapat itu .


" Apa sebenarnya yang kau rencanakan ? " Tanya Tuan Aditya yang mengetahui sang adik berinvestasi pada bisnis lain saat di rapat tadi .


" Itu Urusan Keluargaku , tidak ada kaitannya dengan Jaya Group " Jawab Tuan Juanda seraya meneguk minumannya .


" Papa Tahu hal Ini ? " Tanya Tuan Aditya . tuan Juan menjawabnya dengan mengangguk .


" Jika kau memang sudah tidak ingin Fokus dengan perusahaan kau bisa menyerahkan semua urusan pada Jordi , Jadi tidak terjadi hal yang tidak di inginkan " Ucap Tuan Aditya .


" Papa Sudah melakukan itu om... saya yang kurang teliti " Jordi menyela percakapan mereka .


' Segalanya sudah terjadi .., Jika itu yang mereka mau biarkan saja " Tuan Juan berbicara sambil menyandarkan tubuhnya Di sandaran kursi .


" Maksudmu ? " Tanya tuan Juan .

__ADS_1


" Papa ingin menyerahkan kepemimpinan perusahaan pada pemegang saham lainnya ? , " Tanya Jordi .


" kakekmu tidak keberatan dengan hal itu , dan kita juga tidak berdaya " jawab Tuan Juan ,


" apa maksud papa ? " Tanya Jordi


" kakekmu menjual saham Jidan dan sepuluh persen sahamnya untuk di sumbangkan atas nama Jidan , Kita bukan lagi pemegang saham mayoritas " jawab Tuan Juan membuat Jordi dan Tuan Aditya tercengang .


" Siapa pembelinya ? " Tanya Tuan Aditya .


" Entahlah ..." Jawab tuan Juan singkat .


" bagaimana jika Tuan Kevin ? " Tanya Tuan Aditya .


" maka sahamnya juga akan menjadi 45 persen seperti milik keluarga kita , Tapi ku rasa bukan , jika ia tentu tadi ia sudah bisa menyudutkan kita " Tuan Juanda menjelaskan .


" Kau sudah menyelidiki hal ini Jo ? " Tanya Tuan Aditya .


" AKu baru tahu hal ini , kau tahu aku bukan pengawas bagian keuangan , semua masalah keuangan masih di pegang langsung oleh kakek dan Pak Nurdin yang mengurus hal itu " Jawab Jordi .


" Kenapa papa tidak membahas hal itu denganku ? " tuan Aditya bergumam dengan heran


ketiganya hanya membisu dan tenggelam dalam pemikiran masing masing .


mereka lalu berdiskusi untuk memecahkan masalah , bersiap siap meyakinkan investor untuk kembali Berinvestasi dan mencari sponsor lain untuk kemungkinan lain yang lebih buruk .


Tuan Aditya menyarankan agar Tuan Juan menerima tawaran itu dengan mengajukan Jordi sebagai Direktur pengganti dirinya , dan bersiap siap untuk kemungkinan terburuk bagi perusahaan .


Tak terasa sudah malam , Tuan Juanda dan Tuan Gunawan pulang lebih dulu , sementara Jordi menyelesaikan pekerjaan yang menumpuk di ruangannya .


Hampir tengah malam ia baru selesai dengan berkas yang menumpuk . lelaki itu memilih tidur di sofa panjang di ruangannya karena lelah , sementara Adam merapikan Berkas berkas yang sudah selesai di periksa .saat Adam hendak membangunkannya ia sudah tertidur lelap karena kelelahan .semalam ia memang tidak tidur lelap saat di rumah sakit . Adam memutuskan untuk membiarkan ia tidur di kantor .


Pagi hari Jidan terbangun saat seorang Cleaning Service memasuki Ruangannya . Pemuda itu segera beranjak dan pergi menuju RS setelah meminta Adam mengantarkan baju gantinya ke RS tempat Dila di rawat sebelum berangkat bekerja .


Saat tiba di RS ternyata lilis ada di sana bersama mak Asih , mereka tiba kemarin siang dan menginap di rumah kos Ocha . sementara Dila masih tertidur lelap , Jordi menatap wajah itu dalam , melihatnya membuat lelahnya hilang .


Lilis mengajak mak Asih mencari sarapan di sekitar RS untuk membiarkan Jordi berdua dengan Dila . Mereka ke Sukabumi Di antar oleh mang karman yang sedang menemui pembeli Tetap perkebunan yang memiliki pabrik sirup di kota bandung .


Jordi mendekati Dila dan duduk di kursi di sebelah ranjang , ia meletakkan kepalanya yang masih terasa berat di tepi ranjang .mencoba menyambung tidurnya . beberapa saat kemudian tangan Dila tiba tiba menepuk pundaknya .


" Pagi..." sapa Dila dengan wajah lusuhnya ,


Jordi mengangkat kepalanya , menatap Dila sesaat , lalu tersenyum menatap wajah Dila .


" Kau Tidur Nyenyak ? " Tanya Jordi . Dila hanya diam sambil melihat sekeliling kamar .


" Mereka baru saja pergi mencari sarapan " Ucap Jordi yang tahu siapa yang Ia cari .


Dila menatap wajah Jordi yang terlihat lelah , Ia merasa kasihan melihat pria itu .


" Kau tidak perlu kemari Jika sibuk , aku punya banyak orang yang menjagaku " Ucap Dila yang merasa tidak enak hati .


" aku bukan datang untuk menjagamu , aku mencari obat lelah " Jawab Jordi Singkat .


" Hah..?! " Dila melongo .

__ADS_1


" kau obat rasa lelahku " Lanjut Jordi seraya masuk ke kamar mandi . Dila hanya terdiam sambil memandang punggung Jordi yang menghilang di balik pintu toilet .


semakin hari ucapan Pria itu makin membuat ia di himpit rasa bersalah karena tidak bisa membalas perasaannya , tapi juga sekaligus membuat ia memiliki gelayar aneh yang menggelitik hatinya secara perlahan rasa itu timbul bersamaan . membuat Dila tidak bisa membedakan apakah itu Cinta atau hanya rasa simpati .


__ADS_2