Sayembara Cinta

Sayembara Cinta
81 . selalu ada seseorang untuk kita


__ADS_3

Ivan dan Dila masih berbincang bincang di balkon lantai tiga . Mereka berbicara tentang banyak hal , Ivan bercerita tentang pengalamannya melakukan beberapa pendakian sambil melakukan penelitian dan hal itu membuat Dila terhibur sesekali keduanya mentertawakan hal lucu yang Ivan ceritakan .


" ehm...." Ivan berdehem sambil meraba raba jaketnya .


" aku tau ini bukan waktu yang tepat , tapi aku datang untuk memberimu ini " Ivan menyerahkan sebuah amplop .


Dila ternganga sesaat setelah membaca sebuah undangan pernikahan yang di berikan Ivan padanya . gadis itu tertawa sambil menatap Ivan .


" Finally....aku turut bahagia kak Ivan " Dila memeluk Pria di sampingnya .


" Thanks You ..." Ivan mengusap rambutnya sendiri .


" So... kakak akan jarang mendaki setelah ini " Dila berkata sambil menimang undangan pernikahan Ivan .


" sebenarnya.... kami akan tinggal di lampung setelah menikah , Dia ingin membuka praktek di kampungnya dan bekerja sebagai dokter puskesmas " Ivan menatap Dila sambil menggigit bibir bawahnya .


keduanya membisu sesaat , entah kenapa suasana menjadi canggung .


" Selamat ...." ucap Dila setelah kebisuan mereka beberapa saat .


Ivan tertawa sambil menatap Dila yang tengah menatapnya .


" what ? " Tanya Dila yang melihat tatapan berbeda Ivan .


" Aku mendengar semuanya dari Bima ..., juga tentang kemungkinan itu . apa kau masih berharap dia kembali ? " Ivan menatap tak berkedip pada Wajah Dila .


Dila menarik nafas panjang , ia melipat kedua tangannya seraya menatap jauh ke entah berantah .


" kakak Ingat perkataan kakak saat berada di binaiya ? " Dila bertanya tanpa menoleh ke arahnya .


" Tentang Sunset dan sunrise dalam Hidup kita " ucap Dila sambil melihat kening Ivan yang berkerut .


" Di manapun kita berada matahari yang kita lihat adalah matahari yang sama bukan ? " ucap Dila tanpa menunggu jawaban Ivan .


" apa hubungannya dengan pertanyaan ku " Ivan menatap Dila tak mengerti .


" Bukankah itu artinya ... kita hanya bisa benar benar jatuh cinta pada satu orang dalam hidup kita ? " Dila menatap Ivan tanpa berkedip keduanya terdiam sambil saling menatap .


" apa kau tidak pernah berdebar melihat hal lain selain sunset dan sunrise " tanya Ivan kemudian .


" Misalnya saat kau melihat lautan awan , atau pemandangan lainnya " tanya Ivan sambil tersenyum .


" Tentu saja pernah " jawab Dila sambil tersenyum .


" Itulah maksudku . Bukan hanya satu hal yang membuat kita kagum akan keindahan alam . Begitu juga dengan manusia . Tidak hanya satu orang yang bisa mengetuk hati kita . Kamu tahu bahkan terkadang sebuah rasa bisa memudar dan berganti . Cinta bisa berubah benci . Rindu tidak akan lagi terasa indah tapi menjadi sesuatu yang menyakitimu . Saat itu kau akan milih untuk mengakhirinya " ucap Ivan dengan semangat .


" emh...saat kau tidak bersama seseorang yang kau anggap sebagai sunrise dan sunset hidupmu , di masa terkelam kau akan bertemu seseorang yang memiliki sesuatu yang sama dan itu akan membuatmu memiliki cahaya baru , mengagumi sesuatu yang baru.." Ivan Terdiam melihat pandangan Dila yang menatapnya sambil tersenyum sinis .


" ayolah.... kau mengerti maksudku bukan ? " ucap Ivan sambil tertawa .


" Di dunia ini banyak orang yang memiliki karakter yang hampir sama , cara pandang yang sama atau senyum yang sama . saat itu kau akan sadar bukan hanya dia yang membuatmu jatuh cinta . Bukan hanya dia yang membuat hatimu berdebar . dan aku sungguh berharap kau bisa bertemu dengan sosok yang bisa membuatmu jatuh cinta lagi...


" really..?! , aku tidak percaya aku mendengar cara pandang itu darimu " ucap Dila sambil tertawa kecil .


" itu bukan cara pandang , Thats...was , itu yang terjadi di hidupku " Ivan merapatkan bibirnya sambil menghindari tatapan Dila .


" Sungguh...? " tanya Dila pelan setelah menatap Ivan beberapa saat .


" Kau tahu hidup harus terus berjalan ..." jawab Ivan pelan .

__ADS_1


" Kau tidak mungkin terus menanti sesuatu yang kau yakin tidak akan pernah kau miliki . dan... aku yakin Tuhan pasti menciptakan sesuatu yang indah untuk kita . terkadang itu hadir tanpa kita sadari sebelumnya .selalu ada Seseorang untuk kita " Ivan berbicara sambil menengadah .


" aku menemukan pantulan seseorang dari Aryani meski tidak semuanya . caranya tersenyum..., dan sesuatu yang membuat dia bahagia membuat aku jatuh Cinta setelah patah hati beberapa saat " Dila tertawa mendengar penuturan Ivan .


" aku jadi penasaran siapa yang membuat kakak patah hati ? " Dila berucap sambil tersenyum .


" yah....saat itu aku tidak sadar kalau aku jatuh cinta padanya , tiba tiba saja aku patah hati saat dia menangisi seseorang yang sering membuat dia menunggu . saat itu hatiku tiba tiba merasa tercabik ...saat aku sadar bahwa aku bukan orang yang paling penting dalam hidupnya "


" Tapi aku tahu itu bukan salahnya ..., " lanjut Ivan seraya tersenyum simpul .


" Jadi ada orang lain yang menangis di depan kakak selain aku ? , siapa ? " Dila menaikkan kedua alis nya .


" Sudahlah....itu masa lalu " jawab Ivan seraya menelan air ludahnya sendiri .


" ayolah....siapa ? , apa seorang pendaki ? apa aku mengenalnya ? " Dila tiba tiba bersemangat . Ivan menggelengkan kepalanya sambil tersenyum menatap Dila .


" kau masih saja Bodoh..." ucap Ivan sembari menyandarkan tubuhnya .


" apa kakak masih mencintai dia ? , apa Dia bahagia dengan Pria pilihannya ? " tanya Dila yang masih penasaran .


" aku masih menyayangi dia...tapi dengan rasa yang berbeda aku sungguh berharap dia akan menemukan kebahagiaannya " jawab Ivan acuh .


" So sweet.. " Dila tertawa renyah .


" setiap orang memiliki cinta pertama , She is my first love " ucap Ivan sambil tertawa .


" apa mbak Aryani tahu tentang Dia ? " tanya Dila penasaran .


" ya...." jawab Ivan singkat . Keduanya kembali terdiam hanyut dalam pikirannya masing masing .


" kau..mencintai Jordi ? " tanya Ivan tiba tiba .


" kurasa dia lebih baik dari Jidan..." Ivan melanjutkan ucapannya tanpa memperdulikan reaksi Dila yang terlihat terkejut dengan kata katanya .


" Dia mungkin adalah cinta lain di hidupmu . Dila...cobalah mengenalinya . Aryani pernah mengatakan ini padaku ..." ada banyak bintang di langit , kau hanya perlu menunjuk satu untuk kau jadikan teman di malam mu yang panjang" . Aku mengalaminya , Aryani seperti kejora yang ku temukan saat aku sadar bintang yang ku inginkan bukan tercipta untukku "


" dan kau memutuskan untuk memilih kejora itu " Dila bergumam sambil melihat senyum kecil di bibir Ivan .


" Ya...dengan begitu hidup tetap menjadi indah bukan ? " Ivan menatap Dila sambil tersenyum .


" Lupakan tentang kami..., Ayo kita bicara tentang kalian . aku merasa ada sesuatu yang tidak bisa Jidan berikan padamu ada pada Jordi . Sesuatu yang mungkin sangat kau harapkan ada pada Jidan . Kesiapannya memilihmu di bandingkan apapun di dunia ini , Jidan tidak bisa memberikan itu padamu . bahkan jika dia masih hidup aku tidak yakin dia akan menjadikan kamu prioritasnya , karena seorang tentara akan menjadikan seragamnya sebagai hal yang utama . bisa jadi ...Jordi adalah jawaban dari do'a mu selama ini " ucapan Ivan membuat Dila terdiam .


" Kau tahu itu tidak mudah " jawab Dila pelan .


" So tray it ! . Kita tidak akan tahu kalau tidak mencoba " jawab Ivan dengan tenang .


" Aku..telah melakukan kesalahan dengan memberi Jordi harapan . Ku pikir dengan memberitahu kakek kami telah bersama itu akan membuat ia bertahan . Tapi dia tetap pergi , dan kini aku bingung..., Jika tiba tiba Adi kembali aku tidak tahu harus bagaimana . Aku akan menyakiti keduanya " gumam Dila seraya menarik nafas panjang .


" Cobalah hidup untukmu sendiri . Memilih untuk bersama seseorang yang bisa membuat kita bahagia bukanlah hal kejam . Karena cinta itu seperti sengatan listrik , harus ada getar yang membuat Keduanya merasakan kenyamanan dan debaran yang sama " ucapan Ivan membuat Dila terdiam .


" aku akan pensiun dari Dunia pendakian . keluargaku memiliki perkebunan kopi di Tanggamus . aku akan mengurusnya setelah menikah . datanglah ke pernikahan kami , kau bisa berlibur di kampung sambil menenangkan diri " ucap Ivan mengalihkan pembicaraan mereka .


" Dua minggu lagi bukan ? " tanya Dila setelah melihat Tanggal resepsi di Surat undangan yang di berikan Ivan .


" Hemh...aku akan senang kalau kau datang " jawab Ivan sambil tersenyum menatap Dila .


" Aku akan datang " jawab Dila pelan .


" Jangan ragu meneleponku jika sesuatu terjadi padamu " Ivan berucap dengan nada bersungguh sungguh .

__ADS_1


" Ya...." Jawab Dila acuh .


" Aku serius...mungkin akau tidak bisa memberikan bantuan materi tapi aku pendengar yang baik " Ivan berkata sambil beranjak dari duduknya .


" Ayo kita turun...ku dengar dari Mak Asih kau selalu menyendiri di sini " ucapnya seraya menarik Dila yang masih terduduk di kursinya .


Keduanya kemudian beranjak dari tempat itu , mereka meninggalkan balkon lantai tiga tersebut karena hari telah senja .


Tak lama keduanya tiba di ruang tengah , di sana terlihat tuan Aditya tengah berbincang bincang dengan Bima .


Ivan menyapa tuan Aditya yang menatap keduanya . Dila mengenalkan Ivan pada Tuan Aditya , keduanya berbincang bincang sesaat .


" Emh...Dila aku pamit , ada hal yang harus aku urus sebelum pergi ke Lampung " Ivan berucap sambil menatap Dila .


" Pak..saya pamit dulu..., Sekali lagi saya ikut berduka cita " ucap Ivan sopan sambil menjabat tangan tuan Aditya yang duduk di sofa .


" Terimakasih..., Kenapa terburu buru ? " Tuan Aditya bangkit dari duduknya .


" Masih banyak urusan yang harus saya selesaikan " jawab Ivan sopan .


" Dia mau menikah om..." Sahut Bima .


" Oh..selamat ya..., Kapan acaranya ? " Tanya tuan Aditya .


" Dua Minggu lagi pak..., Saya pamit " jawab Ivan sopan .


Mereka berjabat tangan , Ivan lalu berjalan meninggalkan ruang keluarga di antar oleh Dila hingga ke halaman . Bima juga ikut mengantar mereka . Ketiga orang itu berbincang bincang sesaat di halaman ,. Hingga akhirnya Ivan pergi meninggalkan rumah tersebut mengendarai motornya .


" Bagaimana ? , Sudah lebih baik ? " Tanya Bima setelah keduanya terdiam cukup lama .


" Terimakasih banyak kak..., Aku tahu kakak sengaja membawanya untuk menghiburku " ucap Dila sambil tersenyum .


" Syukurlah jika itu membantu , terkadang kita memerlukan teman untuk bicara " ucap Bima sambil berkacak pinggang .


Keduanya terdiam saat melihat sebuah mobil memasuki halaman , Dila sangat mengenal mobil itu . Mobil itu berhenti tepat di dekat mereka .


" Lilis..." Seru Dila begitu pintu mobil terbuka dan sosok yang ia kenal keluar dari mobil .


Bima terpaku melihat sosok Lilis keluar dari dalam mobil , di ikuti oleh sosok wanita setengah baya dan seorang anak kecil , lalu mang Karman keluar dari pintu depan .


" Kok baru datang sekarang ? " Tanya Dila sambil memeluk Lilis .


" Nanti kami ceritakan " jawab Lilis sambil tersenyum manis .


" Neng apa kabar ? " Tanya Bu Rosidah sambil menjabat tangan Dila .


"Kabar Baik Bu..oh ya kenalkan ini teman Dila , kak Bim kenalkan ini keluarga yang menjagaku di Sukabumi " Dila mengenalkan keluarga mang Karman dan Lilis pada Dila .


Mereka bercakap-cakap sesaat di halaman rumah , tak lama tuan Aditya dan sang istri muncul di temani Mak Asih .Mereka segera mengajak semuanya masuk ke rumah .


" Dila tunggu , aku ingin bicara ..." Panggilan Bima membuat Dila meminta Lilis untuk masuk lebih du bersama yang lainnya .


" Ada apa kak Bim ? " Tanya Dila setelah mereka terpisah dari yang lain .


" Aku ada urusan mendadak , jadi aku pulang dulu " jawab Bima sambil berjalan menuju mobil .


" Tiba tiba saja ? " Tanya Dila heran .


" Ya..., Nanti ku kabari lagi , sampai jumpa Dila " pamit Bima seraya berlari menuju mobilnya .

__ADS_1


Dila hanya menggeleng gelengkan kepada melihat kepergian Bima , gadis itupun melangkah masuk ke dalam rumah setelah mobil Bima keluar dari gerbang .


__ADS_2