
Dila berjalan menuruni anak tangga dengan perlahan . Chat dari Jordi pukul empat sore tadi membuat ia ingat telah berjanji akan menemani lelaki itu makan malam .
Tok tok tok
Dengan lembut Dila mengetuknya pintu kamar tuan Gunawan .
" Kakek ini Dila , boleh aku masuk ? " Tanya Dila sebelum membuka pintu .
Dila membuka pintu perlahan , di lihatnya tuan Gunawan tengah duduk di sofa sambil memegang sebuah berkas .
Gadis itu tersenyum melihat wajah tuan Gunawan yang sudah tidak sepucat tadi pagi . Ia berjalan menghampiri tuan Gunawan .
" Kakek sudah lebih baik ? " Tanya Dila .
" Y..ya kakek agak baikan " jawab tuan Gunawan .
Dila mengambil berkas di tangan lelaki tua itu dan meletakkannya di atas meja .
" Kakek harus istirahat total supaya cepat sembuh " ucap Dila seraya duduk di hadapan tuan Gunawan .
" Kau terlihat sangat cantik , apa hendak pergi ? " Tanya tuan Gunawan .
" Ya.." jawab Dila dengan sungkan .
" Apa tidak apa apa ? " Tanya Dila .
" Ya...kau bisa pergi kapan saja , bersikaplah seperti kau berada di rumahmu sendiri , kakek tidak akan mengekangmu , tapi ingat kau harus bisa menjaga diri " ucap tuan Gunawan membuat Dila tersenyum .
" Oh ya..pilihlah mobil yang kau suka untuk kau gunakan , akses masuk ke perumahan ini sudah di catat , hanya yang memiliki kartu pas yang bisa masuk , selain itu harus melapor dulu di security " lanjutnya .
" Sebenarnya Dila tidak begitu pandai menyetir " ucap Dila sambil tersenyum malu .
" Oh ..kalau begitu pak Nurdin akan mencari sopir untukmu " ucap tuan Jidan seraya tersenyum .
" Apa kakek benar benar sakit ?! " Tanya Dila tiba tiba .
" A...tentu saja , kau tahu tekanan darah kakek naik karna terus bermimpi di marahi eyangmu " jawab tuan Gunawan .
" Kalau begitu berhentilah memikirkan Dila , aku bisa menjaga diriku sendiri " ucap Dila sambil menahan senyum .
" Kemana kau akan pergi , apa dengan Jidan ? " Tanya tuan Gunawan .
" Tidak... sebenarnya aku pernah janji pada Jordi untuk menemani ia pergi ke pesta pernikahan mantannya , tapi karena sesuatu aku melupakannya , jadi hari ini dia mengajakku makan malam " jawab Dila .
Tuan Gunawan terdiam mendengar perkataan Dila .
" Dila...Apa kakekmu pernah bercerita tentang sesuatu ketika masih hidup ? " Tanya tuan Gunawan setelah terdiam beberapa saat .
" Tentang apa ?" Dila balik bertanya .
" Tidak ...lupakan saja " tuan Gunawan tersenyum datar melihat wajah Dila yang bingung .
Suara ketukan pintu kamar membuat percakapan mereka terhenti .
" Tuan waktunya Anda makan dan minum obat " Bu Narti masuk ke kamar itu di temani pelayan lain membawa makanan untuk tuan Gunawan .
" Oh ya nak Dila tuan Jordi sudah menunggu anda di ruang tamu " ucap Bu Narti pada Dila .
" Oh...kakek aku pergi dulu , makan yang banyak dan jangan lupa minum obat " ucap Dila seraya mencium punggung tangan tuan Gunawan sambil berpamitan .
Gadis itu melangkah keluar kamar , ia segera menemui Jordi yang telah menantinya .
" Hai sudah lama ? " Tanya Dila sambil berjalan ke arah Jordi .
" Tidak juga , kau sudah siap ? " Tanya Jordi
Dila mengangguk seraya tersenyum , keduanya berjalan meninggalkan rumah .
Dila dan Jordi pergi dari rumah menggunakan mobil sport milik Jordi . Tak lama mereka pergi , Jidan mengikuti mereka dengan mobil yang jarang di gunakan di rumah itu .
" Kita akan kemana ? " Tanya Dila sambil tersenyum setelah mereka berkendara lebih kurang sepuluh menit .
" Apa tempat favoritmu ? " Tanya Jordi
__ADS_1
" Angkringan " jawab Dila membuat Jordi tertawa .
" Kau itu aneh .." ucap Jordi cepat .
" Baiklah karena aku tidak bisa menepati janji malam ini aku akan ikut kemanapun kamu makan " ucap Dila sambil tertawa .
" Oke..." Jawab Jordi .
Pemuda itu melajukan mobilnya sambil tersenyum senang mendengar perkataan Dila .
Setelah lebih tiga puluh menit mereka tiba di sebuah restoran di jalan Dago .
Keduanya segera masuk ke restoran tersebut yang lumayan cukup ramai , ada pula beberapa warga asing yang makan di restoran tersebut .
Jordi memilih duduk di dekat jendela . Tak lama pelayan datang membawa menu di restoran tersebut . setelah memesan makanan kedua insan itu asik berbincang bincang .
" Kapan kau mulai kuliah ? " Tanya Jordi .
" Aku cuti enam Minggu jadi sekitar tiga minggu lagi " jawab Dila sambil tersenyum pada pelayan yang mengantar minuman ke meja mereka .
" Apa rencana mu kedepannya ? " Tanya Jordi .
" Setelah lulus aku ingin meneruskan perkebunan kakek , menanam jeruk dan bersama warga mengolah sawah , aku juga ingin memiliki kebun bunga dan peternakan lebah " jawab Dila antusias .
Jordi tertawa mendengar jawaban gadis itu . Apakah gadis itu sungguh tidak tau yang telah terjadi di hidupnya . keinginannya sungguh sederhana .
" Bagaimana jika tiba tiba ada yang memberimu saham yang sangat banyak , lalu kau jadi kaya raya " tanya Jordi .
Dila tertawa mendengar ucapan Jordi , namun tatapan serius pria itu membuat ia menghentikan tawanya .
" Aku akan memberikannya pada orang yang mampu mengolahnya " jawabnya kemudian .
" Maksudku..aku tidak mengerti bisnis , tentu perusahaan itu akan hancur di tanganku , jadi akan lebih baik jika di kelola oleh orang lain atau badan usaha yang tepat " jawab Dila .
" Jadi dengan kata lain kau akan menerimanya ? " Tanya Jordi .
" Tentu saja , dengan uang yang banyak , aku bisa menjadi donatur dan beramal " jawab Dila .
lagi lagi Jordi tertawa mendengar ucapan gadis itu .
" Rumahku di Sukabumi juga tidak jelek , kau tahu ! " Jawab Dila
' maksudku di Bandung " ucap Jordi .
" Untuk apa ? , Aku akan tinggal di Sukabumi untuk apa punya rumah di Bandung ? " Jawab Dila asal .
Pembicaraan mereka terhenti saat pelayan datang membawa makanan .
" Terimakasih " ucap Dila kepada waiters yang menata makanan mereka .
Gadis itupun mulai berdo'a sebelum memulai makan malam .
Keduanya menikmati makanan tersebut sambil melanjutkan pembicaraan .
" Kau sendiri sejak kapan kau Bekerja di perusahaan keluargamu ? " Tanya Dila sambil menikmati makanannya .
" Sejak kuliah , bahkan sebelum lulus " jawab Jordi .
" Aku baru berumur dua puluh tahun saat belajar di perusahaan sebagai staf perencanaan " cerita Jordi .
" Kau pasti hebat ! " Puji Dila .
" Eyang pernah bilang untuk menjadi patriotik kita tidak harus menjadi seorang tentara , jadilah apa saja yang berguna bagi orang lain di sekelilingmu . Perusahaan kakek sangat maju , pasti banyak orang yang menggantungkan hidupnya dari bekerja di perusahaan besar seperti itu , itu artinya kau juga seorang pahlawan " puji Dila .
Jordi tersenyum mendengar pujian Dila untuknya , gadis itu terlihat tulus dengan kata katanya .
" Kau mau belajar menjadi pebisnis ? " Tanya Jordi setelah mereka terdiam sesaat .
Dilla menggelengkan kepalanya seraya meminum air putih , gadis itu telah selesai dengan makanannya .
" Aku tidak suka dengan hal hal rumit , aku ingin kehidupan yang sederhana , dan bahagia dengan cara yang sederhana , juga memiliki cara hidup yang sederhana " ucap gadis itu kemudian .
Seorang lelaki warga negara asing tiba-tiba mendekati mereka .
__ADS_1
" Dilla ?" Sapa lelaki itu .
Dila dan Jordi menatap pria itu .
" Mike...hai " sapa Dila yang mengenali pria yang mendekati dirinya .
" Hai..., Aku baru saja mencarimu ke rumah tapi temanmu bilang kau sudah pindah " ucap Mike .
" Oh.. benarkah ? , Oh ya kenalkan dia emh..kami teman baik , Jo ini Mike temanku sesama pendaki , dia dari Belanda " Dila mengenalkan Jordi pada Mike .
Kedua pria itu berjabat tangan ,dan saling menyebutkan nama masing-masing .
" Bukankah kau itu dia , Jordi Prayoga ? CEO Jaya Group yang memiliki beberapa hotel ternama " ucap Mike kemudian .
Jordi hanya mengangguk tanpa bersuara .
" Senang berkenalan dengan seseorang seperti kamu " ucap Mike .
" Oh ya Dila sebenarnya aku sedang butuh sedikit bantuan ,, bisakah kita bicara nanti , boleh aku minta no kamu , Ivan tidak mau memberikannya saat aku meminta " ucap Mike kemudian .
" Ya....sure " jawab Dila seraya menerima ponsel Mike yang di berikan padanya . Gadis itu tanpa ragu memberikan nomer WhatsApp miliknya pada pria itu .
" Oke thanks , sampai jumpa Dila , aku bersama kawan kawanku di sana " ucap Mike sambil menunjuk segerombolan orang yang terdiri dari beberapa orang asing dan ada juga orang Indonesia .
Rombongan itu melambaikan tangan pada Dila , dengan ramah Dila membalas lambaian tangan mereka .
Mike meninggalkan Dila dan berjalan menuju teman temannya .
" Di mana kau mengenalnya ? " Tanya Jordi sambil menatap wajah Dila .
" Pendakian kemarin " jawab Dila .
" Dila..tidak baik sembarangan memberikan nomer kepada orang asing , kau harus hati hati , sepertinya dia bukan orang baik baik " ucap Jidan sambil memperhatikan Mike dan rombongannya .
" jangan menilai seseorang dari pertemuan pertama , itu tidak baik " ucap Dila
" Kenapa temanmu banyak yang laki laki sich ? " Tanya Jordi kesal .
" Agar aku terlihat cantik " jawab Dila sekenanya .
" Ayo kita keluar dari tempat ini , aku ingin menunjukkan padamu hal sederhana yang bisa membuat kamu bahagia " ajak Dila kemudian .
Kedua insan itu melangkah pergi meninggalkan tempat tersebut . Dalam perjalanan pulang mereka Dila mengajak Jordi mampir ke alun alun kota Bandung , untuk menikmati pertunjukan musik lokal sambil hunting jajanan pinggir jalan
Awalnya Jordi enggan untuk mengikuti Dila , namun gadis itu memaksanya , ia ingin menunjukkan kepada Jordi cara sederhana untuk bahagia .
Jordi belajar banyak hal dari Dila . Gadis itu bisa tersenyum dan menyanyi hanya dengan mendengarkan alunan musik dari band band cafe yang manggung di sana , berjalan sambil makan cimol bakar , dan jajanan jalanan lain , bahkan berinteraksi dengan pedagang gerobak . gadis itu memang punya cara unik untuk bahagia .
Setelah hampir dua jam berjalan jalan di sana mereka kembali ke mobil dan pulang ke rumah besar .
Awalnya mereka asik mengobrol , namun lima belas menit kemudian Dila tertidur di samping Jordi .
Jordi hanya menggeleng gelengkan kepalanya melihat Dila melakukan hal yang sama berulang kali .
" Apa dia selalu begini " bisik Jordi sambil terus menyetir mobilnya .
Mereka tiba di rumah hampir tengah malam . Jidan terdiam sejenak sambil menatap wajah Dila yang tertidur pulas seperti bayi .
Jantung Jordi berdebar melihat bibir Dila yang sedikit terbuka , cahaya lampu mobil yang temaram membuat wajah Dila nampak menggoda . Tanpa sadar tangan Jordi menyentuh kulit wajah gadis itu yang terasa lembut .
Sebuah mobil memasuki halaman rumah , membuat Jordi menghentikan kegiatannya . Mobil itu langsung menuju garasi rumah .
Jordi segera keluar mobil , pria itu melihat Jidan turun dari mobil yang tadi baru datang . sepupunya itu langsung menghampiri mobil Jordi .
Tanpa bertanya Jidan langsung membuka pintu depan dan menggendong Dila yang tertidur pulas .
" Pulanglah sudah malam " ucap Jidan sambil berlalu dari hadapan Jordi yang terkejut dengan apa yang di lakukan sepupunya .
Karena sudah malam Jordi langsung masuk ke mobilnya dan meninggalkan rumah itu , meski hatinya kesal dengan ulah Jidan barusan .
Jidan terdiam sambil memandang wajah Dila yang tengah tertidur pulas di hadapannya . Pria itu menarik nafas panjang beberapa kali .
" Apa sebenarnya yang di inginkan hatimu " bisik Jidan sambil menelan ludahnya sendiri .
__ADS_1
Lelaki itu menyelimuti Dila lalu melangkah pergi setelah menghidupkan pendingin ruangan di kamar Dila .