Sayembara Cinta

Sayembara Cinta
68. Dia Bukan Cinderella


__ADS_3

Jordi menatap Dila yang tengah menyantap sarapan yang di sediakan RS . meski tidak terlihat menikmati makanan yang di berikan gadis itu mampu menghabiskan setengah mangkok bubur ayam yang tersaji , lalu meminum obat yang telah di sediakan .


Tak lama Adam datang menjenguk Dila sambil membawa baju ganti milik Jordi . Jordi Pun segera membersihkan diri , sementara Dila meminta Adam untuk tinggal sesaat . Keduanya mengobrol saat Jordi ada di kamar mandi .


" Seberapa parah kondisi perusahaan ? " Tanya Dila .


" Emh...bisa di bilang perusahaan baik baik saja , hanya saja masalah internalnya , kau tahu.....dari pertama berdiri keluarga Prayoga sebagai pemegang 60 persen saham selalu menjadi pemilik kursi Direktur utama , mungkin itu yang membuat beberapa orang yang tidak suka merencanakan ini semua " jawab Adam .


" Apakah ada hal yang bisa ku lakukan ? " Tanya Dila serius .


Adam tertawa mendengar pertanyaan Dila .


' apa kau pengusaha ? Kalau kau pengusaha kau bisa menolongnya dengan menjadi investor . Itu adalah tantangan dewan Direksi , jika Jidan berhasil membuat beberapa investor yang ingin mencabut investasinya kembali atau mendapat investor baru yang lebih besar Dewan direksi akan menerima tawarannya " ucap Adam .


" tawaran apa ? " Tanya Dila .


" Membiarkan keluarga Prayoga menjadi direktur sekaligus CEO Jaya group " jawab Adam singkat .


" Beri aku daftarnya ? " Ucapan Dila membuat Adam melongo .


" Daftar investor yang ingin menarik investasi mereka , beri aku daftarnya " ucap Dila sambil menatap wajahnya , sedangkan asisten Jordi itu hanya menatapnya Dila dengan wajah tak yakin .


" Kau masih di sini ? " Tanya Jordi yang yang baru saja keluar dari kamar mandi mendapati Adam masih berbincang bincang dengan Dila .


" Hem..aku menanyakan padanya mengenai sesuatu " Dila menyahut sambil mengedipkan mata , memberi isyarat kepada Adam agar merahasiakan percakapan mereka .


" Apa ? " Tanya Jordi sambil mendekati mereka .


" Kenapa kau ingin tahu " Jawab Dila dengan bibir mengerucut .


" Apa dasi ku sudah rapi ? " Tanya Jordi tiba tiba sambil merapikan dasinya .


Adam hanya tersenyum melihat tingkah bosnya yang terlihat mengharapkan perhatian Dila . selama ini ia memang melihat perubahan pada perilaku Jordi . dan kini ia tahu alasan di balik itu semua . Sementara Dila hanya menjawab pertanyaan Jordi dengan mengacungkan jempol .


" Benarkah , sepertinya miring ?" Jordi mencoba meyakinkan Dila .


" Kemarilah " ucap Dila dengan polosnya .


Dengan cepat Jordi mendekatkan dirinya pada Dila , gadis itupun mulai merapikan Dasi yang ia pakai . entah kenapa ia mengharapkan adegan ini akan terus berulang setiap pagi .


Adam tersenyum melihat trik Jordi dalam mencari perhatian dari Dila . ia tidak ingin mengganggu momen itu dan menjadi penonton bodoh .


" Aku duluan bos ..." Ucapnya sambil berlalu keluar kamar begitu saja .


" Jangan lupa yang ku minta ! " Teriak Dila padanya


Jordi menatap wajah Dila yang tengah merapikan dasinya . ia heran melihat Dila yang terlihat akrab dengan Adam sementara mereka hanya bertemu beberapa kali .


" Apa yang kau minta padanya ? " Tanya Jordi penasaran .


" Beberapa buku untuk panduan mengerjakan tugas kuliah " jawab Dila asal , gadis itu menepuk lengan Jordi tanda ia telah selesai merapikan dasinya .


" Apa yang kau butuhkan , aku akan mencarikan untukmu " Jordi duduk di tepi ranjang sambil menatap wajah Dila yang sudah mulai terlihat segar .


" Aku tidak butuh apapun , Pergi kerja sana..." Dila tidak memperdulikan tawaran yang Jordi berikan padanya .


Jordi menatap gadis di depannya dalam . Ia kemudian mengusap kepala Dila , ingin rasanya ia mengecup kening itu tapi ia menahan diri dan beranjak pergi .


" aku pergi kerja .." ucapnya seperti seorang suami yang sedang berpamitan pada sang istri .


" Jo..semangat " teriak Dila dengan nada cerianya .


" Kau juga...lekas sembuh " jawab Jordi sambil tersenyum bahagia . ia melangkah cepat keluar kamar sambil mengulum senyum bahagia .


Pemuda itu berpapasan dengan Mak Asih dan Lilis yang telah kembali dari mencari sarapan di sekitaran RS . Lilis memberi dirinya sekantong plastik berisi makanan .


" Tuan makanlah di kantor , ini sarapan kesukaan non Dila " ucapnya .


" Benarkah ? , Terimakasih " Jordi menerima bingkisan itu seraya pamit pada keduanya .


Lilis menatap kepergian Jordi dengan tersenyum lebar , mereka segera masuk kamar , dilihatnya Dila tengah menelpon seseorang .


" Ya ...? " Ucap Dila .


" datanglah siang ini " lanjutnya .


" ya... aku akan menunggu kalian " ucap Dila seraya menutup teleponnya .


" Neng mau ganti baju ? " Tanya Mak Asih sambil memijit mijit kakinya .


" Tidak...tidak perlu Mak.., mak istirahat saja " Ucap Dila sambil menatap Lilis .


" lis Pulanglah ke Sukabumi , kasian mang Karman pasti repot tidak ada kamu . apalagi sekarang sedang musim tanam , para pekerja sawah Juga pasti mengharap Gaji " Ucap Dila kemudian .


" Lalu siapa yang akan mengurus mu ? " Tanya Lilis .


" Kalau kau begitu khawatir , biarkan Mak tinggal untuk menemaniku selama aku di rawat , Aku juga sudah merasa baikan , mudah mudahan aku segera di perbolehkan pulang . aku juga berencana pulang ke Sukabumi untuk memulihkan kesehatanku setelah keluar dari Rumah sakit , ku dengar obat obatan tradisional juga banyak yang bagus " jawab Dila sembari menatap keduanya .


" ya....itulah yang kami harapkan . melihatmu sendirian di Rumah Sakit membuat kami khawatir ? " Ucap Lilis dengan wajah sedih .


" Jangan khawatir , aku akan baik baik saja " jawab Dila meyakinkan Lilis .


" kenapa Eneng merahasiakan ini dari Tuan Gunawan ? beliau seharusnya tahu eneng sedang sakit " mak Asih tiba tiba berbicara .


" Tidak baik berbohong sama orang Tua..pamalik , Dosa besar neng Dila " Lanjutnya lagi .


" Dila tidak ingin Kakek Khawatir mak....Dila sudah banyak menyusahkan Beliau " Jawab Dila sambil manunduk . Ia kembali teringat akan hal yang ingin ia bicarakan dengan tuan Gunawan namun tertunda karena Ia tiba tiba pingsan .


Lilis terlihat sedang menelpon mang karman . membicarakan tentang kaadaan di kampung . sesaat kemudian ia telah menutup teleponnya .


" mang Karman Bilang Kudanya belum jadi di antar , di undur kemungkinan dua minggu lagi " Lilis berucap sambil menatap Dila yang tengah terdiam menikmati pijitan ibunya sambil memikirkan sesuatu .


" Bagaimana hubunganmu dengan Tuan muda Jordi ? " Tanya Lilis setelah menatap Mak asih dan saling memberi kode .


" Bagaimana apanya ? " Dila balik bertanya ,


" Eneng suka sama tuan Jordi ? " Tanya mak Asih . Dila tersenyum mendengar pertanyaan mak Asih yang menurutnya sangat lucu ,

__ADS_1


" Emak ada ada saja nanya nya " Jawab Dila sembari tertawa .


" Neng...ada makna dari setiap kehilangan , neng harus merelakan orang yang sudah pergi supaya jalannya lapang . karna selalu ada kematian di setiap kelahiran . kami tahu...cucu Tuan Gunawan yang meninggal waktu itu adalah kekasih Eneng , Tapi kan belum menikah jadi sah sah saja kalau Tuan Jordi sekarang Jatuh Cinta sama Eneng . Dia...sepertinya sangat baik . mak rasa Eyang tidak akan keberatan " ucap mak Asih dengan wajah serius .


" Mak...apa Eyang pernah bercerita tentang sebuah perjodohan Dila dengan seseorang dari keluarga Kakek Gunawan ? " pertanyaan Dila membuat mak Asih terdiam sesaat . dan Diammya membuat Dila merasa yakin dengan kesimpulannya .


" Jidan...adalah calon suamiku ? " Tanyanya Lagi .


Mak asih menarik nafas panjang . lalu menghembuskannya pelan .


" Perjodohan keluarga ini tuh sudah sangat lama...tapi tidak pernah terlaksana karena sebenarnya tidak bisa juga di bilang sebuah perjodohan . itu yang saya dengar dari Eyang . " jawab mak Asih pelan .


" berawal dari persahabatan eyang Buyut , Seharusnya kakak ayahmu yang menikah dengan Tuan Juanda namun tidak terlaksana karena suatu kejadian dan Neng Kartika keburu pulang kepangkuan Yang Maha Kuasa " Lanjutnya .


" Ayah punya kakak ? " Dila mengernyitkan keningnya .


" Ia ...., eyang memang tidak ingin membahas hal yang membuat luka dan sempat membuat dua keluarga menjadi jauh . Mak kurang tahu kisahnya tapi mak rasa kakek Dul tahu semua kisah itu " jawab Mak Asih .


" Kakek Dul sepupu jauh Eyang ? ayahnya Om Arya yang pengusaha Kuliner itu ? " tanya Dila .


" Iya... " Jawab Mak asih .


Dila terdiam , ia memang mengenal mereka , bahkan pernah berjumpa beberapa kali dengan saudara jauh sang kakek itu , selain itu karena ia memang sedang tertarik dengan bisnis kuliner hingga beberapa minggu lalu ia sempat menghubungi om Arya dan berencana bekerjasama dengan beliau , hanya saja keduanya belum memiliki waktu yang pas .


" Atau neng juga bisa bertanya sama nik Zuleha , Dia kan lama bekerja pada keluarga neng sebelum mak menggantikanya " Ucap Mak Asih yang masih melihat Dila terdiam .


" Mak hanya tahu kalau Neng itu akan Di kenalkan dengan Tuan muda Jordi , makanya Abah meminta neng Pulang dan tidak mengijinkan neng naik gunung waktu itu " lanjut Mak Asih .


" Jordi ?! " tanya Dila dengan wajah heran .


" ya saat mereka datang dan kakek kemudian Tidak sadarkan diri , itu adalah hari perkenalan kalian " Jawab Mak Asih .


pernyataan mak Asih membuat Dila terdiam dalam bingung . jika begitu kenapa Dalam Diary Jidan tertulis jika mereka telah di jodohkan ? , apa yang Eyangnya katakan pada Jidan hingga tidak menemuinya ? sederet pertanyaan itu membuat Dila membisu .


Sementar Lilis dan Mak asih menatap Dila , mereka khawatir telah salah bicara .


" Apa kakek tidak pernah membahas hal ini ? " tanya Lilis dengan Khawatir .


Dila menggeleng ,dan itu membuat keduanya semakin khawatir .


Saat mereka bertiga sedang terdiam dan tenggelam dalam pikiran masing masing , Yonya Kirana muncul di depan pintu berkunjung bersama dengan pak Nurdin .


" Halo Dila...." Sapa Nyonya Kirana , Pak Nurdin yang berada di belakangnya ikut melambaikan tangan .


" Hai tante..." Jawab Dila .


Nyonya Kirana menghampiri ranjang lalu membelai rambut Dila .


" Sudah terlihat lebih segar ...cepatlah pulih ya..supaya kami tidak terlalu lama berbohong pada Kakek " Ucapnya sambil menatap Dila dengan Sayang .


" Maaf ya Mak...kami tidak bisa mengundang ke rumah sebab nanti Papa akan curiga " lanjut Nyonya Kirana setelah Lilis dan Mak Asih menyapa .


" Tidak apa apa Nyonya " Jawab Lilis dengan tersenyum .


" Apa ada masalah ?" tanya Nyonya Kirana .


" Bagaimana perasaan Nona Dila ? " Tanya pak Nurdin .


" Dila sudah lebih baik pak " jawab Dila sambil tersenyum .


" Syukurlah...lekaslah sembuh karena Tuan terus menanyakan nona , dan Orang orang rumah juga merasa kesepian tanpa Nona di rumah " Pak Nurdin berucap sambil tersenyum senang .


" Terimakasih pak Nurdin....apa eyang baik baik saja ? " Tanya Dila .


" Sekarang dia sedang dalam mode monster karena masalah perusahaan " nyonya Kirana menjawab pertanyaan Dila yang di tujukan pada pak Nurdin .


Pak Nurdin hanya tersenyum pada Dila mendengar ejekan nyonya Kirana pada tuan Gunawan .


" Tuan baik baik saja nona , tidak perlu khawatir " ucapnya menghibur Dila .


" Syukurlah jika begitu " Dila merasa lega mendengar kabar tentang Tuan Gunawan dari Pak Nurdin .


" Kalau ada apa apa jangan sungkan dan kabari tante ya Dila " Nyonya Kirana mengusap rambut Dila dengan lembut .


" Terima kasih tante " Jawab Dila dengan senyum .


" Maaf kami Tidak Bisa selalu menjaga kamu Di sini , apalagi tante kamu tahu sendiri tante sangat sibuk " ucap nyonya Kirana yang telah duduk di kursi dekat dengan ranjang .


" Tidak apa-apa Tante Dila mengerti " jawab Dila yang mengetahui jika Nyonya Kirana adalah Manager di Swalayan milik keluarga yang memiliki beberapa cabang di Bandung dan Jakarta .


" Dokter sudah melakukan kunjungan pagi ? Tanya Nyonya kirana .


" Hari ini belum tante , mungkin sebentar lagi " Jawab Dila .


" Oh..." Nyonya kirana melihat Arloji di tangannya ,


" sayang sekali Tante harus pergi , ada meeting dengan para manager cabang , tante tinggal ya Dila " Ucapnya kemudian sambil beranjak yang di jawab anggukan Dila .


" Pak Nurdin saya pergi dulu , Bapak Tunggu sampai Dokter datang " ucap nyona Kirana sambil menatap Pak Nurdin .


" baik Nyonya ..hati hati di jalan " jawab pak Nurdin .


" cepat Sehat ya Dila....." nyonya Kirana memeluk Dila dan segera melangkahkan kaki meninggalkan Kamar rawat Tersebut .


" Jaga Dila baik baik ya.." ucapnya pada mak Asih dan Lilis yang tengah Duduk di depan kamar dan di jawab anggukan patuh keduanya .


Setelah nyonya Kirana pergi Dila dan pak Nurdin berbincang bincang tentang para pelayan yang mulai merindukan dirinya dan juga khawatir akan keadaannya . Pak Nurdin Juga berbincang bincang dengan mak Asih dan Lilis yang telah kembali masuk ke kamar .


Tak lama kemudian Dokter Panji kembali datang melakukan kunjungan pagi , di temani asistennya dan perawat jaga .


" Keadaannya sudah membaik " ucap dokter setelah memeriksa mata dan kulit Dila .


" Hasil tes darahnya juga membaik dengan cepat " lanjut Dokter Panji setelah membaca rekam medisnya .


" Jadi kapan saya boleh pulang ? " Tanya Dila dengan semangat .


" Nona Dila tunggu seminggu lagi " jawab dokter Panji sambil tersenyum .

__ADS_1


" Seminggu ??!! " Dila membelalakkan matanya yang bulat .


Dokter Panji dan para perawat tertawa melihat ekspresi wajah Dila yang langsung terlihat panik .


" Tidak...jika Lusa anda sudah lebih baik kita lakukan cek lagi , lalu bisa melanjutkan pengobatan dengan rawat jalan " ucap Dokter Panji menenangkan Dila .


Setelah Itu mereka berbincang bincang sejenak , Lalu dokter pun pamit untuk melanjutkan tugasnya menjenguk pasien lainnya .


Pak Nurdin juga segera berpamitan karena ia sudah lama berada di sana , lelaki itu pergi untuk menyelesaikan tugasnya dari Tuan Gunawan .


" Aku juga akan berkemas , aku akan pulang ke Sukabumi " Lilis berkata sambil berpamitan pada Dila dan Mak Asih .


" Cepat sembuh tuan putri " ucapnya pada Dila sambil memeluk gadis itu .


" Mak jangan telat makan ya .." pesannya pada sang ibu .


" Kau sewa mobil saja supaya lebih aman " ucap Dila .


" Tidak apa apa , aku akan naik taxi dari kontrakan ke stasiun " jawab Lilis .


" Hati hati di jalan ya .." pesan sang ibu sambil mengantar Lilis hingga ke luar kamar .


Mereka berdua berpelukan , Lilis mencium punggung tangan sang ibu dan melangkah pergi meninggalkan RS .


******


Sesampainya di kantor Jordi sibuk dengan pekerjaannya , ia berencana pergi bertemu dengan beberapa investor besar , sedangkan Adam bertugas melakukan investigasi ulang mengenai Kontraktor yang memenangkan beberapa proyek mereka .


Sebelum Mulai menjalankan tugas , Adam mencoba membawa berkas yang di inginkan Dila meski ia tidak tahu apa tujuan gadis itu .


Adam mampir di RS pukul sepuluh pagi , saat itu Dila hampir terlelap karena pengaruh obat yang membuat ia sangat mengantuk .


Mereka berbincang bincang sesaat , kemudian Adam memberikan berkas yang di inginkan Dila .


Dila membaca berkas tersebut sekilas , ia lalu tersenyum lembut dan mengucapkan terimakasih .


" apa yang akan kau lakukan ? " Tanya Adam mencoba menghilangkan rasa penasarannya karena setahunya Dila sama sekali tidak mengerti mengenai bisnis ataupun memiliki koneksi pada orang orang yang tertera di daftar yang ia bawa .


Membantu Jordi " jawab Dila sambil menelpon seseorang .


Adam terdiam sambil memperhatikan gadis di hadapannya .


" Halo om...apa kabar ? " Tanya Dila pada orang yang ia telpon sambil tersenyum pada Adam .


" Syukurlah..."


" Aku sedikit kurang sehat " jawab Dila .


" Apa om sibuk ? " Tanya Dila .


" Ada yang ingin Dila bahas , sebenarnya Dila ingin bicara langsung tapi saat ini Dila sedang di rumah sakit "


" Tidak....hanya kelelahan " Dila berbohong .


" Emh...ku dengar om Arya memutuskan untuk berhenti bekerja sama dengan Jaya Group , kenapa ? " Kata kata Dila yang menyebut nama seseorang yang merupakan investor penting bagi perusahaan , membuat Adam melongo .


" Apa Dila bisa minta tolong ? " Ucap Dila sopan .


" Bisakah om Arya mempertimbangkan keputusan itu , setidaknya tolong beri mereka kesempatan " ucap Dila .


" Ya...Dila sekarang tinggal bersama mereka " jawab Dila .


Dila terdiam lama sambil menatap Adam yang menyimak percakapan itu . Agar Adam tak penasaran Dila mengaktifkan speaker .


" Ini masalah bisnis Dila..., Om mendengar perusahaan itu sekarang sedang tidak stabil . Kau tahu sebagai pengusaha om harus berhati-hati dalam mengambil sebuah keputusan " ucap orang yang di telepon Dila yang tak lain adalah tuan Andarya Krisna pengusaha Kuliner yang saat ini bekerja sama dengan Jaya Group .


" Tapi setidaknya Bisakah om pertimbangkan lagi.." ucap Dila dengan lembut


" apa Imbalannya ? " tanya Om Krisna dengan nada bercanda .


" Dila akan memikirkan kembali kesepakatan yang pernah om tawarkan , Dila dengar kesepakatan Om dengan pengusaha muda itu juga belum pasti " Jawab Dila .


" Kau tahu Itu bukan Dana yang sedikit ? " lanjutnya ,


" apa om..tidak percaya pada cucu Saka ? " Tanya Dila sambil tertawa .


Terdengar tuan Andarya tengah menarik nafas panjang , lalu terdiam sejenak


" kau benar benar akan memikirkan tawaran om , untuk melakukan kerjasama dengan perusahaan kami ? " tanyanya kemudian .


" ya..." jawab Dila dengan yakin .


" Baiklah...tapi om lakukan ini bukan kerena kamu mau berinvestasi pada perusahaan , melainkan karena kamu adalah cucu Saka Arifin " jawab Tuan Andarya kemudian .


" Terima kasih banyak , om tidak akan kecewa " jawab Dila dengan gembira .


" Om,,sedang sibuk kita bahas ini lagi nanti ya..cepat sembuh Dila " ucap Tuan Andarya .


" thanks Om.. Assalamualaikum....." Dila menutup telepon dengan tersenyum setelah sambungan Teleponnya terputus .


" Bagaimana bisa kau mengenal tuan Andarya ? " Tanya Adam yang masih terbengong bengong tak menyangka Dila megenal pebisnis hebat sekelas tuan Andarya .


" oh...kakekku adalah saudara jauh keluarga itu " Jawab Dila sambil kembali mengecek beberapa nama di file yang ia bawa lalu mulai mencoret coret beberapa nama di sana .


" Kau tidak pergi ? " tanya Dila yang melihat Adam masih duduk di sana .


" Oh..ya..' jawab Adam dengan kaku sambil beranjak dari kursinya .


" Jangan katakan apapun pada Jordi " Pinta Dila sambil tersenyum tulus padanya .


" Kenapa ? " tanya Adam penasaran .


" aku hanya tidak ingin dia tahu . kebaikan yang kita lakukan tidak harus di ketahui oleh penerimanya , lagi pula aku melakukan ini bukan untuknya , aku hanya tahu bahwa perusahaan itu berharga bagi keluarga Gunawan jadi mereka pasti akan mengelolanya dengan baik " Jawan Dila dengan wajah serius .


" oke.." jawab Adam kemudian berpamitan pada gadis itu .


Dengan masih menyimpan rasa penasaran Adam meninggalkan kamar rawat Dila , sepanjang perjalanan ia terus berfikir siapa sebenarnya Keluarga Dila karena yang ia tahu dari Jordi hanyalah bahwa Kakek Dila adalah pensiunan perwira dan memilih tinggal di desa setelah pensiun .

__ADS_1


tapi seseorang yang memiliki koneksi dengan Tuan Andarya pastilah bukan orang sembarangan , setidaknya pasti dari kalangan menengah ke atas . itu artinya Dila sebenarnya adalah orang kaya , dan lagi ia jelas mendengar gadis itu melakukan kesepakatan Bisnis dengan Tuan Andarya . itu artinya Dila bukanlah Cinderella seperti yang ia duga selama ini , gadis itu adalah putri cantik dari istana yang tersembunyi .


__ADS_2