Sayembara Cinta

Sayembara Cinta
12 . Tak bisa benci


__ADS_3

Dila membuka matanya perlahan . Suasana serba biru membuat ia sedikit terkejut . Ia mencoba mengingat kembali kejadian yang menimpa dirinya terakhir kali .


Lalu gadis itu teringat kejadian di mana ia hampir saja bertabrakan dengan sebuah mobil saat ia memutuskan untuk pergi sebentar menenangkan diri , tapi justru ia malah berkendara tak tentu arah .


Dila memandang lengannya , sebuah infus terpasang di sana , sepertinya saat ini ia berada di sebuah rumah sakit .


" Kau sudah sadar ? " Sebuah suara membuat Dila menoleh . Dila memandang wajah itu sekejap lantas berusaha bangkit dari tidurnya .


" Berbaring saja.." ucap Jordi yang sedari tadi duduk memperhatikan dirinya . Gadis itu tidak membantahnya , gadis yang beberapa hari lalu selalu cerewet dan nampak ceria itu hanya terdiam . Dila berbaring memunggungi Jordi .


Jordi menatap Dila sambil menarik nafas dalam-dalam . Perkataan dokter yang menanganinya kembali terngiang di telinganya .


" Nona Dila tidak apa apa . Kemungkinan karena stress . Dan sepertinya ia kurang istirahat , juga tidak makan teratur . Kondisinya sangat lemah , tekanan darahnya juga sangat rendah . Mungkin karena kejadian kakeknya " ucap dokter Faisal .


Jordi memang membawa Dila ke Rumah Sakit tempat eyang saka dirawat terakhir kali . Rumah sakit yang di maksud oleh ibu ibu yang memberitahu dirinya ternyata adalah Rumah Sakit yang sama .


Hampir empat jam Jordi menunggu gadis itu terbangun dari tidurnya yang nyenyak . Jordi telah memberi kabar pada mang Karman dan meminta untuk tidak panik , dan berjanji akan selalu memberi kabar juga mengantarkan Dila pulang .


" Dila.. apakah ada bagian tubuhmu yang terasa sakit ? " Tanya Jordi setelah terdiam beberapa saat namun Dila tak juga bersuara .


Jordi melangkah mendekati gadis itu , ia memutari ranjang rumah sakit untuk melihat wajah Dila yang memunggungi dirinya .


Jordi tersenyum datar melihat gadis itu kembali tertidur hanya beberapa saat setelah ia bangun , tanpa mengucapkan atau bertanya sepatah katapun atas kejadian yang menimpa mereka .


" Gadis ini..." gumam Jordi seraya mengambil sebuah kursi dan duduk di samping ranjang .


Dalam diam ia memperhatikan wanita yang sempat menjadi calon istrinya .


Ya Jordi pernah memutuskan untuk tidak menyukai Dila bahkan sebelum mereka bertemu . Hal itu terjadi karena pada saat itu kakeknya secara tidak langsung seakan memaksa ia menikahi gadis itu .


Jordi duduk sambil mengingat kembali kejadian hampir sebulan yang lalu , saat kakeknya selamat dari serangan jantung .


*****


" Kalian tahu kenapa aku masih hidup " Tanya sang kakek yang masih lemah .


" Ayahku menyuruh aku kembali " lanjutnya sembari memandang tiga orang anaknya beserta dua menantu perempuan , juga 3 cucunya .


" Aku tidak bisa berhadapan dengannya yang berdiri di depan pintu surga.." kakek menarik nafas dalam-dalam .


" Ayah..." Panggil nyonya Karina lembut sambil mengusap tangan sang ayah .


" Ini semua karena mu ..' bentak Tuan Gunawan .


" Serius..??, Ini semua tentang hal itu ? lagi ?" nyonya Karina yang merupakan anak bungsunya berdiri dari duduknya .


" Kalau kau tidak lari dan menerima perjodohan itu semua beres .


" Beres apanya ? , Yang kakek janjikan pada keluarga itu adalah menantu lelaki , aku anak perempuan ayah " jawab nyonya Karina lantang seperti biasanya .

__ADS_1


" Mam..." Rizki putranya mencoba mengingatkan .


" Aduh...jantungku " keluh Tuan Gunawan .


" Ayah tenangkan dirimu " Tuan Aditya yang merupakan anak pertamanya menenangkan .


" Tenang katamu...kau membiarkan putramu keluar negri dan menikahi orang yang kita tidak tahu asal usulnya , dia bahkan tidak datang mendengar aku sakit , kalian keterlaluan " semua terdiam mendengar keluh Tuan Gunawan .


" Aku tidak mau tahu..kalian harus membayar hutang itu..apa kalian tega melihat kakek kalian berdiri di pintu surga , menunggu keturunannya yang menikmati semua peninggalannya melunasi sebuah hutang yang ia buat , aku akan mati dengan mata terbuka seperti ayahku " pria itu menutup matanya .


" Ayah..." Ucap Tuan Juan pelan


" Kami akan membicarakannya dengan anak anak , ayah tenangkan dulu diri ayah oke " tuan Juan adalah putra keduanya .


" Aku tidak mau tau , aku sudah memberi tahu Saka bahwa kali ini Hutang kita akan terbayar " ucapnya sambil memandang anak cucunya satu persatu .


" perlukah aku mencabut hak waris kalian di wasiatku ? " tanya tuan Gunawan tajam .


" Ayah kami akan berbicara dengan anak anak . Ayah tenang saja oke.." tuan aditya mencoba melakukan hal yang sama yang di lakukan adiknya .


" Minggu depan aku akan datang kerumahnya , sekarang aku akan istirahat , kalian semua tinggalkan aku sendiri " Ucapnya seraya menarik selimutnya .


Seluruh anak cucunya keluar dari ruang perawatan kelas VVIP tersebut setelah mendengar perkataannya .


" Kita harus berkumpul , ayo berunding di rumah besar " ucap Tuan Juan sambil melangkah meninggalkan yang lain .


" Ada apa sebenarnya ? " Tanya Jidan pada sang Tante .


mereka semua pergi menuju Rumah besar . Di sebut Rumah besar karna itu tempat keluarga berkumpul dalam setiap acara keluarga dan juga hari Raya .


Rumah di mana Tuan Gunawan menghabiskan seluruh hidupnya .


Di rumah itu ia tinggal bersama anak sulungnya yang merupakan seorang perwira tentara , menantu dan cucu perempuannya .cucu lelaki dari anak sulungnya sudah hampir setahun pergi bertugas sebagai tentara anggota pasukan penjaga perdamaian PBB di Suriah , namun keluarga mendengar kabar ia justru menikah dengan relawan asal Belanda di tempat tugasnya .


*****


" Apa ini gila..kakek buyut yang membuat janji kenapa kita yang harus membayar " Tania berucap sambil menatap nyonya Karina tak percaya .


" Kau aman..." Jawab nyonya Karina sambil tersenyum .


" Mereka hanya memiliki satu keturunan yang belum menikah , dan itu seorang perempuan " lanjutnya yang di sambut dengan tepuk tangan kemenangan Tania .


Kedua sepupunya memelototi mereka .


" Apa dia cantik ? " Tanya Rizki bertanya sambil menatap ibunya .


" Kau juga secara teknis tidak perlu membayar hutang itu ..kau itu cucu dari anak perempuan " lanjut nyonya Karina seraya tersenyum pada Jordi yang tidak bereaksi apapun sejak tadi .


" Apa ini alasan kakak kabur keluar negri ? " Tanya Tania sambil menatap sang ayah .

__ADS_1


" Bukan.." nyonya Irma segera menyahut .


" Jadi sebenarnya tujuan pertemuan ini adalah menyuruh aku bertanggung jawab ?! " ucap Jordi yang dari tadi hanya diam .


" Jaga bicaramu anak muda ! " tuan Juan menegur putranya .


" Kenapa ?! , Apa aku salah ? " Tanya Jordi sambil menatap wajah ayahnya .


" Karna aku tidak ingin menjadi tentara kalian menyuruh aku mengurus bisnis keluarga , Kalian bilang itu tanggung jawabku , sekarang ini juga tanggung jawabku karna dia yang juga menikmati aset kelurga ini secara adat bukan keluarga begitu ? " Jordi menunjuk Rizki yang tengah tersenyum .


" Kami memilihmu karna tau kau yang paling bertanggung jawab " ucap tuan aditya hangat .


" Tapi terserah padamu , semua keputusan ada di tanganmu , kami tidak memaksa , secara umur Rizki masih di bawah gadis itu, jadi kami rasa itu tidak sopan " nyonya Karina juga menimpali perkataan tuan Aditya .


semua anggota keluarga hanya terdiam .


" Beritahu kami jika kau sudah siap mengambil keputusan " ucap sang ayah sembari melangkah pergi . Di ikuti oleh seluruh anggota keluarga , kecuali sang ibu .


" Jo...ikuti saja kata mereka " ucap nyonya Nisa setelah melihat anaknya terdiam cukup lama .


" Kenapa ? " Tanya Jordi ketus


" Karna mama mendengar kisah penuhnya dari almarhum nenekmu " ucap nyonya Nisa sambil mendekati putranya .


" kau tau kenapa kakek buyut membuat wasiat seperti itu " Nyonya Nisa menatap putranya .


" Sebenarnya kakek buyut bisa memulai bisnis karna pemberian dari sahabatnya , dan juga dia berjanji akan memberi menantu pada keluarga sahabatnya itu , konon janji itu di buat saat temannya itu tewas untuk melindunginya dalam perang " nyonya Nisa bercerita .


" Jadi ini seperti membayar hutang , begitu ?" Jordi mengernyitkan keningnya .


" Ya ..bisa di bilang begitu . Bagaimanapun sahabatnya itu menyerahkan separuh hartanya pada kakek buyut mu , dan kau tau pemberian itu adalah modal awal kakek buyut memulai bisnis , dengan kata lain sebenarnya apa yang menjadi milik keluarga kita saat ini , adalah karena kebaikan mereka " jawab sang ibu sambil menepuk pundak Jordi .


" Jadi..."


" Ya...secara tidak tertulis , siapapun yang menjadi penerus bisnis keluarga dialah yang terpilih , termasuk papamu " ucap ibunya .


Jordi menatap ibunya tak mengerti .


" Sebenarnya Dia punya seorang anak perempuan , namun meninggal saat itu ia sudah bertunangan dengan papamu . dan dia adalah cinta pertama papamu " nyonya Anisa bercerita seolah tahu segalanya .


Jordi tidak menyangka keluarganya yang begitu kaya dan memiliki pengaruh ternyata memiliki hutang yang harus di bayar dengan menggadaikan seorang putra , sebenarnya ia hidup di jaman apa ? .


' aku membenci wanita itu . Secantik apapun dia , aku tidak akan menyukainya " Jordi menggumam .


*****


" Eyang...." Gumaman dari bibir Dila menyadarkan lamunan Jordi . Ia melihat setetes air mata mengalir dari mata gadis itu . Tanpa ia sadari tangannya menggapai wajah di hadapannya , lalu mengusap air mata itu .


" Semua yang terjadi pasti berat baginya " gumam Jordi . Segelintir rasa iba menyentuh hatinya .

__ADS_1


Entah kenapa ia tidak bisa membenci gadis itu meski ia ingin . Bahkan kini saat sang kakek merubah wasiatnya , membuat ia dan anggota keluarga lain tak berdaya , ia tidak bisa membenci gadis itu .


Sejak awal bertemu saat ia menyangka harus menikahi gadis itu , Ia berusaha bersikap angkuh , namun kehadiran Dila bagai angin semilir yang menyejukkan , sekuat apapun ia mencoba ia tak bisa membencinya .


__ADS_2