Sayembara Cinta

Sayembara Cinta
23 . ke rumah besar


__ADS_3

Dila dan Lala menikmati minuman mereka sambil berbagi cerita . Sebenarnya Dila ingin bercerita tentang Adi pada Lala , namun pembicaraannya dengan mantan kekasih Jordi membuat rencana awalnya berantakan .


Mereka hanya membahas tentang kuliah mereka , selain itu lala juga banyak bercerita tentang rencananya untuk ikut berpartisipasi dalam sebuah penelitian di luar negri .


Dila lebih banyak mendengarkan sahabatnya tersebut , sesekali ia memandang Risa yang tengah meeting dengan dua orang di meja yang agak jauh dari mereka .


" Kamu kenapa sih , kok banyak diam ? . Oh ya apa Adi tahu tentang Kakekmu ? " Tanya Lala tiba tiba .


" Sepertinya dia mendengar dari seseorang , dia menelepon dan mengatakan akan menemui ku " jawab Dila pelan .


" Biasanya kamu senang !, tapi wajahmu biasa saja , Kenapa ? apa kamu sudah memutuskan untuk berhenti mencintai dia ? " Tanya Lala .


Lala tahu bagaimana hubungan sahabatnya itu dengan seorang lelaki yang pekerjaan dan keluarganya tidak jelas . Lala heran bagaimana bisa Dila begitu cinta pada lelaki itu ? , hanya karena dia memiliki kepribadian mirip sang ayah yang tidak begitu ia ingat .


" Apa maksudmu ? , Tentu saja tidak " sahut Dila cepat .


" Apa kau tidak punya harga diri ?! " Tanya Lala ketus


" Kau tidak tahu apa apa Jadi diamlah...." Dila memprotes penilaian Lala .


" Kau bilang kau akan melupakan dia setelah kejadian terakhir kali itu ?! , " Lala mengingatkan .


Dila terdiam . Dia memang pernah mengatakan hal itu , saat Adi tidak datang di tempat yang mereka janjikan untuk bertemu terakhir kalinya , seperti biasa saat itu lelaki itu tiba tiba memutuskan untuk membatalkan pertemuan mereka , sementara saat itu Dila telah menunggunya .


" Dil...cinta sih cinta , tapi jangan buta . Kamu seperti kena pelet Aadhev deh..." Ucap Lala membuat Dila tertawa . Bagaimana mungkin anak ITB seperti Lala percaya hal seperti itu .


" kamu itu mahasiswa apa sih sebenarnya ? " Tanya Dila sambil menahan tawanya .


" Saat dia datang nanti kamu tanyakan seeemua ...tentang dia ! . Keluarganya , pekerjaannya yang dia bilang rahasia itu , bila perlu gelarnya sekalian " Lala berbicara tanpa henti .


" Hem..." Jawab Dila dengan malas .


Mereka asik mengobrol hingga hampir Satu jam , lalu keduanya pun hunting Komix kesukaan mereka seperti biasanya .


Setelah mendapatkan apa yang mereka cari , keduanya kembali berjalan jalan untuk mencari kuliner kaki lima .


Setelah puas melapas rindu merekapun memutuskan untuk pulang ke rumah masing-masing .


Dila memesan taksi online , untuk pulang menuju kontrakan .


Sebuah mobil tampak terparkir di depan rumah ketika Dila sampai . Gadis itu mengernyitkan keningnya melihat mobil mewah yang baru ia lihat .


Setelah membayar taksi gadis itu segera turun dan bergegas masuk rumah .


Di ruang tamu nampak seorang wanita tengah mengobrol dengan Ocha dan Raya dengan akrab .


" Ini dia yang di tunggu-tunggu " ucap Raya yang segera menyambut kedatangan Dila di depan pintu rumah .


" Ada apa ? " Tanya Dila seraya melongok ke


Ruang tamu .


Tampak seorang wanita dengan gaya elegant tengah duduk di sana sambil berbincang bincang dengan Ocha .


Wanita itu memandang Dila dengan teliti seraya tersenyum .


" Halo Dila ...kamu sungguh cantik seperti ibumu " ucap wanita itu , Dila menatap wanita yang baru pertama kali di lihatnya .


" Anda mengenal ibuku ? " Tanya Dila dengan heran .


Wanita itu Menganggukkan kepalanya lantas menyuruh Dila duduk di sampingnya .


" Tante adalah ibunya Jordi " ucap wanita itu yang tak lain adalah nyonya Nisa .


Dila duduk di samping wanita itu seraya menatap wanita yang tampak sangat anggun itu , ia terlihat masih sangat muda , tidak terlihat ia telah miliki seorang putra sebesar Jordi .


" Emh...Tante ingin mengajakmu berbelanja baju dan ke salon , bukankah nanti kau akan pergi ke rumah kakek ? " Tanyanya .


" Ya ...tapi bagaimana anda mengenal ibuku ? " Tanya Dila penasaran .


" Kalau kau ingin mendengarnya ikutlah denganku " ucap nyonya Nisa .


" Kemana ? " Tanya Dila .


" Tante ingin membuatmu tampil cantik malam ini " ucapnya sambil tersenyum pada Dila .


" Apa kalian juga mau ikut ? " Tanya Nyonya Nisa pada Ocha dan Raya .


" Apa boleh Tante ? " Tanya Raya .


" Tentu saja " jawab nyonya Nisa sambil tertawa .


" Tunggu sebentar ya Tante kami siap siap dulu " ucap Ocha . Kedua gadis itu segera bersiap siap .


" Oh ya kamu bisa panggil Tante , Tante Nisa " ucap nyonya Nisa pada Dila .


Wanita itu memandang gadis di depannya . Gadis itu sungguh mengingatkan dirinya pada pria luar biasa yang pernah menyelamatkan dirinya dari sebuah kematian.


Tapi mata bulat dan senyum di wajah itu mengingatkan ia pada wanita yang membuat dirinya patah hati . Ya wanita yang merebut hati pria yang diam diam pernah ia cintai . Meski ia telah mengubur cinta itu dan mencurahkannya pada suaminya kini .


" Dimana Tante mengenal ibuku ? " Tanya Dila yang tak sanggup menahan rasa penasarannya .


" Tante tidak begitu mengenalnya , hanya pernah bertemu beberapa kali " jawab nyonya Nisa , Dila nampak kecewa mendengar jawaban itu .


" Tapi Tante mengenal ayahmu dengan baik " lanjut nyonya Nisa .


" Sungguh ? " Tanya Dila tak percaya .


Nyonya Nisa menganggukkan kepalanya , lalu tersenyum lembut .


" Kami sudah siap Tante.." ucap Raya yang telah muncul bersama ocha .


" Kalau begitu Ayo kita shopping..!! " Nyonya Nisa beranjak dari duduknya .


Para wanita itu segera meninggalkan rumah . Mereka menaiki mobil mewah milik nyonya Nisa . Dila duduk di Samping nyonya Nisa , sementara kedua sahabatnya Duduk di belakang .


" Ach...sudah sangat lama Tante iingin belanja dengan anak perempuan , Tante selalu iri melihat teman teman Tante shopping dengan anak anaknya " ucap nyonya Nisa sambil mengemudi . Dila hanya tersenyum mendengar ucapan wanita itu .


" Aku juga selalu iri mendengar teman temanku curhat tentang ocehan ibunya , sungguh aku ingin menukar itu dengan apapun di dunia jika bisa " bisik hati Dila .


Mereka menghabiskan sepanjang perjalanan menuju mall ternama dengan bercerita ini dan itu . Dila yang awalnya tidak begitu semangat jadi merasa senang .


Meski nyonya Nisa sudah berumur , tapi dia sungguh tidak kaku , bahkan apapun yang mereka bicarakan nyonya Nisa mampu mengimbangi mereka .


Setelah tiga puluh menit mereka tiba di sebuah mall ternama , nyonya Nisa mengajak katiganya ke sebuah butik barang branded .


" Selamat sore nyonya , ada yang bisa kami bantu " sapa seorang pramuniaga begitu ia tiba di depan toko itu .

__ADS_1


" Sore ....tolong tunjukkan barang yang paling cantik untuk ketiga gadis cantik ini " ucap nyonya Nisa sembari melangkah masuk , di ikuti oleh ketiga gadis itu .


" Tante...bukannya kita mau kesalon Tante ? " Tanya Raya .


" Iya setelah ini " jawab nyonya Nisa santai .


" Tante barang di sini mahal .." bisik Ocha .


Nyonya Nisa tersenyum melihat wajah khawatir Ocha dan Raya .


" Don't worry kali ini Tante yang traktir " bisiknya pada Ocha .


" Kalian boleh memilih masing masing dua produk , Tante yang bayar , pilih apapun yang kalian suka , ini hadiah karna mau menjadi pelanggan pertama salon Tante nanti " ucap nyonya Nisa pada ketiga gadis itu .


" Yes..!! , Thanks you Tante..." Ucap Ocha dengan wajah cerah .


Nyonya Nisa tertawa . Ia kemudian sibuk memilih baju , Ocha , Raya dan Dila juga ikut beraksi .


Ocha mendekati Dila yang sibuk memilih sebuah gaun .


" La... benarkah Tante Nisa sangat kaya ? " Tanyanya berbisik .


" Kau tahu berapa harga termurah barang di sini ? " Bisiknya .


" Aku tidak tahu.., kenapa ? , Bukankah kau sering pakai barang branded ? " Dila masih sibuk memilih .


" Sebenarnya aku beli yang kawe " bisiknya .


" Kalau kau sungkan bayarlah sendiri " ucap Dila sambil menahan tawa .


" Kamu tahu uang jajanku bahkan tidak sebesar ini " Ocha menunjukkan label harga baju yang ia bawa .


Dila melihat sesaat label harga itu ,, ia terdiam sesaat .


" Carilah yang lebih murah " ucapnya kemudian .


Ocha memang shopiholic , ia baru saja sembuh dari penyakit itu , beberapa bulan lalu .


" Dila sudah menemukan yang kamu suka ? " Tanya nyonya Nisa yang datang menghampiri mereka .


" Belum Tante...Dila tidak tahu harus membeli apa ? " Ucapnya .


Nyonya Nisa menatap Dila sesaat .


" Emh... sebenarnya Dila janji akan menemani Jordi ke sebuah pesta , dan Dila tidak punya baju untuk pergi ke pesta mewah " lanjut Dila .


" Pesta ..? " Tanya nyonya Nisa .


" Ya Tante ...Minggu depan acaranya .


Nyonya Nisa terdiam sesaat " Minggu depan ? Bukankah itu resepsi pernikahan Risa , apakah putranya memutuskan untuk pergi bersama Dila ? " Tanya Nyonya Nisa dalam hati .


" Oh kalau beli baju itu jangan di sini , ada tempat lain yang harus kau datangi . Sekarang kita siapkan baju untuk nanti malam saja " ucap nyonya Nisa seraya memilih beberapa baju .


" tapi kalau Hanya makan malam keluarga Dila punya Tante " Dila mendekatinya .


" Tidak kali ini Tante ingin memilihkannya untukmu " ucap nyonya Nisa lembut .


" Kalian sudah dapat sesuatu ? " Tanyanya pada Icha dan Raya .


" Sudah Tante " ucap keduanya sambil tersenyum senang .


Wanita itu menyerahkan tiga buah gaun kepada sang kasir , kemudian ia juga meminta bawaan Ocha dan Raya .


Setelah membayar semua belanjaan wanita itu tanpa basa basi mengajak ketiga gadis muda itu ke sebuah salon kecantikan .


Dila nampak bosan mengikuti kegiatan yang tidak terlalu ia sukai . Berbeda dengan Ocha dan Raya yang nampak gembira , gadis itu lebih banyak diam sepanjang perjalanan .


Mereka tiba di sebuah salon kecantikan , dengan semangat kedua sahabatnya turun , sedangkan Dila nampak biasa saja .


Nyonya Nisa menyadari bahwa Dila tidak begitu tertarik dengan hel yang mereka lakukan , padahal tujuannya adalah mengenal lebih dalam gadis itu .


" Apa Dila kurang sehat ? " Tanya Nyonya Nisa mendekati Dila yang berjalan dengan santai menuju salon .


" Ach...tidak , Dila hanya tidak begitu suka kegiatan seperti ini " jawab Dila sambil tersenyum pada nyonya Nisa .


" Benarkah ? , Semua gadis menyukai hal ini " ucap nyonya Nisa sambil tertawa .


" Dila itu hobinya berbeda dengan kami Tante , satu satunya persamaan kami adalah sama sama suka berburu kuliner " Raya yang berada di depan mereka menyahut .


" Oh...., Lalu apa hobimu yang lain " tanya nyonya Nisa .


" Mendaki , jalan jalan ke kebun " jawab Dila membuat wanita setengah baya itu terperangah .


Mereka semua masuk ke dalam dan di sambut hangat oleh para karyawan yang tak lain adalah karyawan nyonya Nisa .


" Sore bu..." Sambut sang resepsionis .


" Sore..., Saya minta pelayanan istimewa untuk keduanya , sedangkan untuk Dila saya ingin make up sederhana dan sedikit penataan stylist , saya sudah membawa beberapa gaun , boleh ambilkan dari mobil saya , yang di bagasi ya " ucapnya seraya menyerahkan kunci mobil . Dan segera di terima oleh sang resepsionis .


Mendengar perkataan nyonya Nisa , resepsionis itu segera menghubungi seseorang melalui interkom .


" Emh...Raya , Ocha Tante ada perlu , kalian nikmati saja pelayanan di sini , kalau sudah selesai kalian bisa pulang sendiri kan " ucap nyonya Nisa pada Raya dan Ocha .


" Wah..makasih banyak Tante " jawab Raya .


" Tidak perlu sungkan , Tante juga bersenang senang " nyonya Nisa berkata dengan ramah .


" Dila akan ada orang yang membantumu bersiap siap untuk makan malam , Tante akan bilang ke pak Nurdin aga menjemput kamu di sini , maaf Tante ada urusan mendadak , kita bertemu di rumah kakek ya " ucapnya .


" Emh baiklah Tante " jawab Dila .


Tak lama beberapa terapis menjemput Raya dan Ocha , keduanya meninggalkan mereka menuju ruang perawatan .


Kemudian datang seorang lelaki dengan gaya jalannya yang gemulai .


" Aduhai...mami cantik , ada apa mencari saya " ucapnya santai pada nyunya Nisa .


" hai...marry , Kamu tolong bantu dia , buat dia terlibat seanggun bidadari " ucapnya seraya memandang Dila .


Lelaki itu memandang Dila dari ujung rambut sampai ujung kaki .


" Ach....dia memang sudah sempurna , tinggal poles dikit saja " ucapnya kemudian .


Dila cemberut mendengar perkataan lelaki gemulai itu .


" Baiklah..aku serahkan dia padamu , dan sebelum jam 5 harus sudah siap " ucap nyonya Nisa .

__ADS_1


" Ahai....mami mah selalu begitu maunya pelayanan expres , untung saya ahlinya " jawab lelaki itu dengan bangga .


" Dila..Tante pergi dulu ya .." ucap nyonya Nisa seraya memeluk gadis itu .


Dila merasa nyaman mendapat pelukan dari nyonya Nisa .


Wanita itupun segera pergi meninggalkan mereka .


" Nona Dila mari..." Ucap lelaki yang di panggil marry itu penuh semangat mengajak Dila kesebuah ruangan .


" Berbaringlah di sana " ucap marry ramah . Sambil menunjukkan sebuah sofa yang biasa di kenakan untuk perawatan wajah , sekaligus untuk perawatan kuku .


" Hah...kalian mau ngapain ? " Tanya Dila , di ruangan itu sudah ada dua orang wanita yang tengah mempersiapkan segala hal .


" Tenang saja Nona , kami akan buat anda tampil cantik " ucap salah seorang dari asisten marry .


Meski tidak tahu apa yang mereka lakukan Dila menuruti saja kata kata mereka . Ia juga mengganti pakaiannya dengan bathrobe , tanpa banyak bertanya ketika di minta .


Dila duduk di sebuah kursi , lalu seorang pekerja mulai mencuci rambutnya dan memijat mijat kepalanya hingga ke pundak setelah memberi cream rambut yang memiliki aroma yang lembut , Dila jadi mengantuk mendapatkan pelayanan tersebut .


Setelah beberapa saat kursinya di tarik , lalu seseorang merapikam alis matanya dengan cara threading alis .


" Auw..!! " Dila terkejut karna rasa sakit di bagian alisnya , meski tidak begitu sakit ia yang tidak menduga alisnya akan di cabuti untuk di rapikan menjadi terkejut .


" Maaf ya nona , hanya sebentar saja , kami hanya merapikannya " ucap sang karyawan .


Setelah selesai mereka terus saja melakukan perawatan demi perawatan pada wajah , jari tangan dan jari kaki juga rambut Dila . Gadis itu hanya diam bahkan hingga tertidur karna bosan dengan kegiatan tersebut .


Dila terbangun saat ada sebuah tepukan ringan di pundaknya , entah sudah berapa lama ia tertidur .


" Nona tolong pakai baju ini " ucap marry sambil memberi Dila sebuah gaun yang tadi di pilih oleh nyonya Dila . Dila bergegas mengambil baju itu dan mengganti pakaiannya di sebuah ruangan yang hanya berdinding kain yang memutar sambil mengantuk . Gadis itu segera keluar setelah berganti pakaian .


Ia kembali duduk di sebuah kursi , lalu marry merapikan rambutnya , juga merapikan bulu mata gadis itu . Setelah selesai ia menyemprotkan air mawar ke wajah Dila , raut wajah penuh kepuasan tersirat di wajahnya setelah menatap wajah Dila beberapa saat .


" Waw..perfeck " ucapnya .


Sebuah telepon yang tergeletak tak jauh dari tempat Dila duduk berdering , asisten marry menerima panggilan itu .


" Mi...yang jemput sudah datang " ucapnya pada marry .


" Oke..., Anda sudah siap berangkat Nona " ucap marry manis .


Dila beranjak dari duduknya , seorang pekerja memberikan Dila sepatu yang anggun berwarna biru , senada dengan gaun yang ia kenakan .


" Mari saya antar " ucap perias muda yang menjadi asisten marry sambil mbawa barang barang milik Dila .


Dila melangkahkan kakinya mengikuti pekerja tersebut , namun langkahnya terhenti di depan sebuah cermin .


Dila terpaku sesaat melihat bayangan dirinya di cermin tersebut . Rambutnya yang lurus yang biasa terikat nampak tergerai rapi dan sedikit bergelombang . Lalu wajah di cermin itu terlihat sangat cantik fan anggun .


" Ini beneran aku..kenapa aku jadi gadis bodoh " ucapnya melihat wajahnya berubah terlihat seperti wajah sang ibu .


" What??!!" Ucap marry kesal .


" He he he ..tidak tidaak" ucap Dila sembari melangkah cepat meninggalkan ruangan itu .


Dila mengikuti pekerja yang mengantarkan dirinya hingga ke halaman . Pak Nurdin telah menunggunya , gadis itu segera masuk ke mobil karena pak Nurdin segera membukakan pintu untuknya . Pekerja yang mengentar Dila menyerahkan beberapa papper bag berisi tas dan baju Dila yang tadi di kenakan gadis itu , juga beberapa baju lainnya yang di beli nyonya Nisa untuknya .


Setelah berbicara sesaat dengan pekerja tersebut , pak Nurdin segera membawa Dila ke Rumah besar .


Sepanjang perjalanan Dila tak berhenti berfikir , kenapa ia harus berdandan terlalu cantik hanya untuk makan malam di rumah Tuan Gunawan ? , Kenapa keluarga itu begitu baik padanya , Apakah tebakannya benar , jika Tuan Gunawan adalah orang yang di maksud oleh eyangnya saat memberi ia sebuah gelang .


Lalu siapa lelaki yang di jodohkan padanya ? Apakah Jordi ? , Itukah sebabnya nyonya Nisa begitu baik padanya ?


Semua pertanyaan itu berkecamuk di dadanya hingga mereka berbelok ke sebuah perumahan elite .


Dila terhenyak melihat rumah rumah di tempat tersebut yang seperti sebuah istana , begitu besar , dan sangat bagus .


Mereka terus melaju hingga berbelok kesebuah pintu gerbang yang segera terbuka , mobil yang di tumpanginya memasuki sebuah halaman yang cukup luas , di Sebuah rumah yang sangat besar dan indah bak istana .


" Apa ini rumah kakek ? " Tanya Dila pada tuan Nurdin yang telah turun lebih dulu dan membukakan pintu untuknya .


" Ya Nona , tuan dan keluarganya sudah menunggu anda , mari " ucap Tuan Nurdin seraya mengulurkan tangannya .


Dila turun dari mobil di bantu pak Nurdin . Lelaki itu berjalan mendahuluinya dengan pelan .


Dila mengikuti pak Nurdin sambil memandang ke segala penjuru .


" Ini rumah apa resort ? " Bisiknya pelan pada diri sendiri .


" Tuan Nona Dila sudah tiba " ucap pak Nurdin ketika mereka sampai di sebuah ruangan . Di sana sudah ada seluruh anggota keluarga , termasuk Jordi .


" Halo sayang.. kemarilah semua sudah menunggu kamu " ucap Tuan Gunawan seraya berdiri menyambutnya .


Dila menatap semua orang yang ada di sana sambil tersenyum ramah . Ia berjalan mendekati tuan Gunawan .


" Semuanya ini Dila.., Dila mereka semua adalah keluargamu mulai sekarang " ucap tuan Gunawan sambil memegang pundak Dila .


" Halo Dila , kita sudah bertemu saat pemakaman om adalah anak pertama kakek, ini istri om dan Putri om " ucap tuan Aditya .


Dila mengangguk sambil mengulurkan tangannya pada orang orang tersebut .


" Halo sayang kita bertemu lagi " sambut nyonya Nisa yang berdiri berdekatan dengan tuan Juan dan Jordi .


" Halo Dila..aku Tante Kirana dan ini putra Tante Rizky ,. Kau mirip sekali dengan ibumu " ucap nyonya Kirana seraya memeluk gadis itu .


" Hai..." Seru Rizky yang tidak berkedip memandang wajah Dila , ia mengulurkan tangannya pada Dila , Dilapun menyambutnya .


" Dila.." ucapnya sambil tersenyum .


" Ya ...aku sudah tahu " jawab Rizky sambil tersenyum manis .


" Wah....keluarga eyang sangat ramai ,, eyang tentu senang " ucap Dila sambil melepaskan genggaman tangan Rizky .


Tuan Gunawan tertawa , ia mempersilakan Dila duduk di dekatnya .


" Yah..tapi kami jarang berkumpul seperti sekarang , kau sudah lapar ? Ayo kita makan ! " Ucap eyang Gunawan seraya bangkit dari duduknya . Dan semua anggota keluarga pun mengikuti langkahnya .


Dila menatap semua orang yang nampak kaku di depan kakek Gunawan . Dila sengaja mendekati Tania untuk mengajaknya berbincang bincang .


" Hai...siapa namamu ? " Tanyanya .


" Aku Tania kak.." jawab gadis imut itu .


" Kau masih sekolah ? " Tanya Dila lagi .


" Ya kelas dua SMA " jawab Tania singkat .

__ADS_1


Mereka terus mengobrol hingga tiba di ruang makan yang luas .


Aneka makanan telah terhidang di meja panjang , semua orang segera duduk setelah tuan Gunawan duduk di kursinya . Mereka lalu makan sambil sesekali berbincang bincang dan bercerita .


__ADS_2