
Jordi menghubungi Handphone Dila berkali kali tapi tidak di angkat . setelah mendapat telepon dari Lilis pria itu lalu menelpon Rumah dan menanyakan kabar Dila , namun Ia mendengar dari pak Nurdin gadis itu menginap di rumah temannya . Setelah menghubungi Ocha ia tahu mereka juga tidak tahu di mana keberadaan Dila .
Jordi menatap Handphonenya berkali kali , berharap Dila menghubunginya , ia tidak fokus pada pekerjaannya yang menumpuk .
" Kau kenapa ? " Tanya Adam yang melihat Jordi yang gelisah .
" Bisakah kau lanjutkan pekerjaanku..ada hal yang harus ku lakukan " Ucap Jordi .
" Tidak..!! , sudah ku bilang dewan direksi sedang mengawasimu , entah apa yang mereka rencanakan " jawab Adam cepat .
Jordi bersandar lesu di kursinya . ia memang sedang dalam masalah beberapa hari ini . ada beberapa pemegang saham yang ingin mengganti direktur utama , yaitu sang ayah dengan orang lain yang lebih muda , dan ia dengar itu bukan dirinya . sebagai wakil direktur yang berada di pihak yang memegang saham dari keluarganya tentu saja itu sangat menggangu .
dari informasi yang di dapat Adam pemegang empat puluh persen saham ingin melakukan penggulingan Kursi direktur utama yang selama ini di pegang oleh keluarga mereka sebagai pemegang saham mayoritas .
para investor juga mulai goyah sejak ada proyek hotel yang tertunda dan menyebabkan kerugian yang tidak sedikit . saat ini ia sedang mencari investor baru agar perusahaannya tidak mengalami kerugian .
" aku heran .. kenapa para Investor juga seperti mendukung mereka ? , aku yakin ada yang sengaja membuat kita berada pada posisi ini " Adam bergumam .
" kau sudah menyelidiki lebih jauh ? " Tanya Jordi .
" aku akan mencoba mencari Informasi lagi , Kurasa penggelapan dana oleh kontraktor yang melarikan diri itu memang hal yang sudah di rencanakan " Jawab Adam .
" Siapa yang memutuskan kontraktor itu memenangkan tender tersebut ? " Tanya Jordi .
" oh Si**..." Adam mengumpat .
" Kenapa ? " Tanya Jordi .
" Orang yang sama yang mengajukan wacana pergantian Dirut " Jawab Adam sambil mengacak acak rambutnya .
" gali lebih dalam Perusahaan kontraktor itu .." ucap jordi .
" baiklah " jawan Adam dengan kesal .
Adam meninggalkan kantor , sementara Jordi mulai memeriksa semua berkas yang menumpuk di mejanya . meski begitu hatinya masih khawatir tentang keberadaan Dila , iapun menelpon Issabella .
" Selamat malam pak.." Jawab Isabella dengan sopan ,
" Aku tidak menelponmu sebagai atasan , katakan Dimana sepupumu ? apa kau bertemu dengannya ? " Tanya Jordi tanpa basa basi.
" Dia hanya mengucakan selamat malam padaku beberapa saat yang lalu , Lalu menyuruhku cepat pulang dan istirahat tanpa tahu kalau bosku menyuruh aku lembur " Jawab Isabella dengan logat khas nya .
" apa dia terdengar baik baik saja ? " Tanya Jordi .
" ada apa ? " Tanya Isabella .
" Dia tidak ada di rumah dan aku juga sudah menelpon teman teman dekatnya dia tidak di sana " Jordi bercerita .
" Aku bisa melacakya dengan poncelku , kami menggunakan sebuah aplikasi untuk mengetahui lokasi maasing masing lewat poncel , tunggu sebentar..." Ucap Isabella .
" apakah Dia sedang sakit ? " Tanya Isabella
" Kenapa ? " Tanya Jordi .
" Saat ini dia ada di Rumah sakit Sahaja " jawab Isabella .
" Aku akan kesana , bisakah kau memberi aku ijin " ucap Isabella .
" kita pergi bersama , Tunggu aku di lobby " Jawab Jordi sambil menutup teleponnya . tanpa perduli pada pekerjaanya yang menumpuk pria itu segera meraih kunci mobilnya setelah mengenakan jas yang tergantung di sandaran kursi lalu pergi meninggalkan ruangannya begitu saja .
" sampaikan pada Adam aku ada urusan mendesak saat dia kembali " ucap Jordi pada sekretarisnya yang berada di depan ruangannya .
" Baik pak " sang sekretaris menatap kepergian Jordi yang terburu buru dengan bingung .
Jordi dan Isabella menaiki mobil milik Perusahaan karena Adam menggunakan mobil Jordi . keduanya menuju alamat tempat Dila di temukan melalui aplikasi yang di gunakan Isabella dan Dila .
setelah sampai di RS jam besuk telah usai , Dila yang di rawat Di ruang VIP tidak bisa menerima kunjungan , namun akhirnya karena jordi menelpon Dr Prasetyo mereka di ijinkan masuk karena Dr prasetyo mengetahui keduanya adalah kerabat dekat . dan Dila tidak di temani siapapun .
" mungkin karena pengaruh obat dia tidur pulas " Dr, jaga menjelaskan ketika mereka tiba di kamar rawat dan mendapati Dila tengah tidur pulas .
" terimakasih Dokter " ucap Isabella satengah berbisik .
" Tolong jangan di ganggu , biarkan nona Dila beristirahat " pesan sang Dokter sebelum pergi meninggalkan mereka .
keduanya hanya mengangguk dengan sopan . Isabella menggenggam tangan Dila yang tengah tertidur sambil duduk di tepi ranjang , sementara Jordi berdiri di dekatnya sambil menatap sendu gadis itu .
Isabella menatap wajah Jordi yang tengah menatap wajah sang sepupu tanpa berkedip . gadis itu lalu melepaskan genggaman tangannya , mempersilahkan Jordi duduk di tempatnya .
" aku keluar sebentar .." ucapnya seraya melangkah pergi meninggalkan ruangan itu . ia yang tau perasaan Jordi mencoba memberi pria itu waktu untuk berdua dengan Dila .
Jordi mengusap lembut wajah Dila yang tampak begitu rapuh . tangannya yang kokoh mendekap wajah mungil itu . nafas hangat Dila mengenai lengannya yang kekar , membuat sebuah rasa menggelayar di hatinya dengan hangat .
" andai bisa aku ingin menggantikan Jidan dan membuat duniamu menjadi sempurna . Kurasa hatimu begitu lelah merindukan dirinya hingga harus mengalami hal ini . apa sebenarnya yang membuat dia begitu sempurna di matamu ? hingga kau seperti ini " ucap Jordi dengan lembut .
Jordi melihat air mata mengalir dari kedua mata Dila yang terpejam , pria itu menghapus air mata gadis itu .
" Bunda...." bisik Dila dalam tidurnya , Jordi mendekatkan Wajahnya dengan berjongkok di tepi ranjang .
" apa sebenarnya yang sangat kau inginkan ? " bisiknya di telinga gadis itu .
" Salam terakhir..." bisik Dila menjawab pertanyaan Jordi dari alam bawah sadarnya . Jordi menatapnya dalam , tanpa sadar bibirnya mengecup bibir Mungil Dila dan entah kenapa gadis itu membalas kecupan itu dengan hangat .
Setelah beberapa detik Dila menyudahi kecupannya di bibir Jordi , lelaki itu masih terpaku di teempatnya nafas hangat dila yang lembut menerpa wajahnya yang kokoh . Ia menatap wajah yang masih tidur lelap itu sambil terpaku lalu tersenyum getir .
" Apa itu yang sangat kau inginkan darinya ? " tanyanya sambil beranjak dari meninggalkan ranjang Itu , ciuman lima detik pemberian Dila benar benar membuat ia melayang begitu tinggi lalu terjatuh hingga ke dasar bumi saat ia sadar ciuman itu bukanlah untuk dirinya .
Jordi melangkah keluar kamar , ia bisa menerkam bibir itu lagi jika tidak segera keluar ruangan .
Bella yang tengah datang entah dari mana menatap jordi yang tengah duduk di kursi besi di depan kamar Dila . Gadis itu mengulurkan sepotong sanwich dan sebotol air mineral . tanpa berkata apapun pria itu menerima pemberian Bella dan mulai menyantapnya .
" kadang aku benar benar merasa iri pada Dila ...." gumam Isabella yang telah duduk di samping Jordi .
__ADS_1
" kenapa ? " tanya Jordi .
" Kami sama sama di tinggalkan ayah dan ibu , tidak punya saudara atau apapun yang bisa di sebut keluarga . Tapi lihatlah...Tuhan memberi ia begitu banyak kebaikan , kakeknya meninggalkan begitu banyak harta untuknya , Dia punya banyak orang yang menyayanginya , lalu Dia juga punya Dua pria yang begitu mencintai Dia " ucap Bella .
Jordi menatap gadis berwajah Bule itu sambil mengunyah sanwich .
" Kau dan Jidan aku melihat kegilaan yang sama di mata kalian berdua , apa yang membuat kau begitu mencintai dia ? " tanya Bella .
" karena yang kau katakan barusan tidak pernah terucap dari bibirnya " Jawab Jordi yang telah menghabiskan sanwichnya .
" Dia tidak pernah iri pada kehidupan ataupun milik orang lain , lalu ia selalu bahagia dan merasa cukup dengan apapun yang ia punya " Jordi menatap jauh ke depan .
" aku pernah berjalan jalan denganya ke sebuah tempat wisata , kerena ceroboh dan tidak merencakan dengan matang kami tidak membawa uang cash sama sekali . kami merasa lapar saat siang hari tapi tidak ada restorant yang bisa membuat kami membayar dengan debit , lebih buruk lagi hari itu tiba tiba cuaca menjadi mendung dan hujan . kami menumpang berteduh di sebuah tenda pedagang bakso gerobak . lalu tiba tiba ia tertawa , ada duapuluh ribu rupiah yang terselip di kantong celananya . kami menikmati semangkok mie ayam dan sebotol air mineral berdua . kau tahu apa yang ia katakan ? " Syukurlah... Tuhan memberi kita dua puluh ribu yang terlupakan , jadi kita bisa selamat dari rasa lapar . itu yang ia bisikkan saat beberapa orang makan begitu puas di sekitarnya . Dila hanya menghitung dan menikmati miliknya tanpa pernah menginginka apa yang orang punya " Jordi tersenyum mengenang peristiwa itu .
Bella menatap wajah Jordi sambil menggigit bibir bawahnya . lalu gadis itu menarik nafas panjang .
" apa kau akan terus menantinya menerimamu meski ia mungkin tidak akan pernah membalasnya ? " tanya Bella sesaat kemudian .
" aku tidak tahu...., Mungkin akan memudar seiring waktu " jawab Jordi sambil tertawa hambar .
" Jidan pernah berkata padaku " Hatinya hanya untuk Dila , tidak ada ruang untuk siapapun di ruang hatinya untuk orang lain " kurasa Cinta Dila pada Jidan juga sama , tapi Jordi...Jidan juga bilang Hati Dila selembut awan ku rasa cintamu yang tulus akan mampu menyentuhnya " Isabella tersenyum menghibur lelaki itu .
" Ku rasa aku harus pulang . aku akan kembali ke kantor tolong kabari aku jika ada yang mendesak " Isabella beranjak dari duduknya dan melangkah meninggalkan Jordi yang masih termangu .
setelah duduk cukup lama Jordi masuk ke ruang rawat Dila , Pria itu menatap Dila yang masih tidur pulas . dengan hati hati ia merebahkan diri di sofa tak jauh dari ranjang Dila .
Jordi mengusap bibirnya dengan jari tangannya sambil menatap langit langit kamar . kecupan lima detik yang Dila berikan masih terasa begitu nyata , meski ia tahu sebenarnya itu bukan untuknya . lima detik itu adalah waktu terhangat dalam hidupnya .
" Dia akan menghajarku saat tahu aku yang ia beri ciuman pertamanya " Gumam Jordi sambil tersenyum .
" apa yang kalian lakukan saat bersama ? , Ku rasa dia memang bodoh dalam urusan wanita " Gumamnya lagi , memaki sang sepupu yang telah tiada .
Jordi mengusap usap rambutnya . ia melewati masa pacaran dengan Risa hampir delapan tahun dalam kurun waktu itu ia telah melakukan lebih dari ciuman meski tidak sampai melakukan hubungan selayaknya suami istri . namun entah kenapa kecupan Dila membuat ia senewen seperti baru saja mengalami ciuman pertama dalam hidupnya .
************
Dila terkejut mendapati wajah Jordi tengah menatapnya saat membuka mata dini hari . gadis itu mengusap usap dadanya sambil menatap heran lelaki di depannya .
" selamat pagi " sapa Jordi sambil tersenyum .
" Pagi.... dari mana kau tahu akua di sini ? " tanya Dila sambil beranjak dari tidurnya .
" apa yang tidak bisa aku ketahui ? " jawab Jordi seraya menghampirinya . pria itu memberikan handuk wajah lembab pada dila .
" lap dulu wajahmu banyak air liur di sana ! " ucap Jordi sambil meraih sebuah kursi untuk duduk di dekat ranjang .
" aku tidak pernah Ngiler ! " jawab Dila sambil meraih handuk wajah lembab dari tangan Jordi .
Dila mengelap wajahnya sambil cemberut , Jordi memperhatikan wajah Dila , gadis itu nampak terdiam sesaat sambil memegangi bibirnya , wajahnya tampak merona . Jordi tersenyum melihat hal itu .
" kau kenapa ? " tanya Jordi iseng .
" wajahmu merona ....apa kau mimpi mesum ? " goda Jordi .
Dila melempar wajah iseng Jordi dengan handuk wajah di tangannya , gadis itu mengomel dengan wajah merona .
" aku tidak cabul sepertimu ! " ucapnya dengan suara lantang .
seorang perawat datang ke ruangan itu mengantarkan sarapan pagi dan obat untuk Dila .
" selamat pagi Nyonya , selamat pagi tuan " sapa sang perawat .
" pagi..." jawab Jordi dengan tersenyum .
" wah Nyonya Dila terlihat lebih sehat di temani sang suami " Ucap perawat itu sambil melatakkan makanan di atas meja .
" Hah....?! " Dila melongo .
" emh... tolong istrinya suruh menghabiskan buburnya ya tuan , terus obatnya di minum supaya lekas sembuh " ucap sang perawat dengan ramah .
" terima kasih suster " jawab Jordi sambil tersenyum menggoda Dila .
" Semoga lekas sembuh .." ucap sang perawat sembari melangkah pergi meninggalkan kamar .
Dila hanya menatap Jordi sambil mencibir , gadis itu beranjak dari tempat tidur dan ingin turun .
" kau mau kemana ? " tanya Jordi .
" aku mau ke kamar mandi " jawab Dila sambil meraih tiang infus dan hendak berjalan ke toilet , Jordi dengan sigap membimbingnya hingga ke depan pintu , Pria itu segera membukakan pintu kamar mandi untuk Dila . Dila menatap tajam Jordi yang tak juga pergi dari sana .
" ayolah aku kan suamimu " goda Jordi menerima tatapn tajam Dila .
" Dasar mesum.." dila mendorong tubuh Jordi dengan kuat dan menutup kamar mandi dengan kesal .
" bagaimana bisa pria gila itu masuk kamar ini " ocehan Dila terdengar oleh Jordi yang masih berada di dekat pintu toilet .
Dila menatap wajahnya di cermin , semalam ia bermimpi seakan ia kembali di saat terakhir bertemu Jidan dan ia berlari ke arah lelaki itu , mereka lalu melakukan salam perpisahan yang hangat . Dila mengusap usap bibirnya sambil bercermin , Ciuman itu terasa begitu nyata .
meskipun kesulitan Dila berhasil melakukan rutinitas pagi , gadis itu keluar kamar mandi setelah menggosok Gigi dan buang air . Jordi segera menghampirinya begitu ia keluar toilet . pria itu membantunya kembali berbaring Di ranjang .
Jordi membawa meja tempat makanan dan mulai meletakkan nakas berisi bubur dan lauk untuk sarapan .dengan malas Dila mulai menyantap sarapan menu RS . ia ingin menyudahi beberapa kali , namun Jordi selalu melarangnya , hingga ia bisa menghabiskan separuh makanannya .
" aku mau muntah jika di paksa " rengek Dila .
Jordi akhirnya menuruti kemauan gadis itu , ia lalu membantu Dila meminum obat .
" Kau Tidak ke kantor ? ! " Tanya Dila setelah melihat Jordi kembali duduk di sofa .
" sebentar lagi aku pergi , seseorang sedang membawakan aku pakaian ganti " jawab Jordi sambil melihat Arloji di tangannya .
" apa tante Kiran memberitahumu ? " Tanya Dila .
__ADS_1
" Dia yang membawamu kemari ? " Tanya Jordi .
pintu kamar tiba tiba terbuka , dua orang wanita datang bersaman . nyonya Nisa yang membawa pakain ganti Jordi datang bersama Isabella menyapa keduanya .
" maaf Tante baru tahu tadi pagi saat Bella menelpon " Nyonya Nisa menghampiri Dilla dan segera mengecup keningnya .
Jordi segera menyambar pakaiannya dan masuk ke kamar mandi untuk membersihkan Diri .
" Kau baik baik aja sayang ? " tanya Nyonya Nisa sambil mengusap wajah mulus Dila.
" aku sudah merasa baikan tante " jawab Dila sambil tersenyum .
" aku meminta Tania mengantar laptopmu , barangkali kau ingin melakukan sesuatu selama di sini " Isabella yang berdiri tak jauh darinya berucap sambil tersenyum .
" Apa Nyonya kiran memberi tahu kalian ? " tanya Dila penasaran .
" Tidak... " jawab Isabella .
" oh ya aku sudah mengabari Mak Asih dan Lilis , mereka kan datang siang ini " Ucap Isabella .
" kau mengabari mereka ? " tanya Dila dengan terkejut .
" Ya... Lilis sangat tahu kau dalam kesulitan aku tidak ingin membohonginya " jawab sabella .
" mereka sudah cukup repot membantuku di kampung " Ucap Dila dengan sedih .
" mereka bekerja untukmu Dila " Jawan Bella .
" Bella...... mereka keluargaku " Ucap Dila sambil menatap sepupunya .
" ya ya... apa arti keluarga ? , karena aku tahu makanya aku mengabari mereka " ucap Isabella dengan datar .
" aku tidak ingin membuat kalian khawatir " Jawab Dila yang melihat kekesalan di mata Isabella .
" Sorry.... " lanjut Dila yang tidak mendapat Respon sang sepupu .
" jangan di ulangi " jawan Bella sambil menghampiri Dila .
Dila hanya mengangguk . Nyonya Nisa menatap kedua gadis cantik di hadapannya dengan tersenyum .
" aku harus bekerja ..., cepatlah sembuh " ucap Isabella setelah mereka berbincang bincang sesaat .
gadis itu segera meninggalkan ruangan itu setelah memeluk sang sepupu . ia memang memiliki banyak pekerjaan di kantor .
" lain laki kau tidak boleh begini , telp tante saat dalam kesulitan , kamu tidak sendirian Dila " ucap Nyonya Nisa sambil duduk di kursi sebalah ranjang .
" Dila sudah banyak merepotkan " Ucap Dila sambil menatap nyonya Nisa .
" tidak ada yang merasa di repotkan itu gunanya keluarga " Ucap nyonya Nisa dengan lembut .
Jordi sudah selesai membersihkan diri , ia keluar kamar mandi dengan pakaian rapi .
" kau akan langsung ke kantor ? " tanya nyonya Nisa .
" ya .." jawab Jordi sambil meletakkan paper bag berisi pakain kotor miliknya di atas sofa .
" jangan Lupa membeli sarapan " Ucap nyonya Nisa sambil beranjak dari kursi ia sengaja berpura pura menelpon seseorang dan duduk di sofa agar Jordi bisa mendekati Dila .
Jordi duduk di kursi di samping ranjang , Dila menatapnya sesaat .
" kemarilah..." ucap Dila tiba tiba sambil memberi isyarat agar Jordi mendekat .
" ada apa ? " tanya Jordi , namun ia mengikuti saja perintah Dila .
Dila menegakkan tubuhnya lalu meraih dasi Jordi , wajah mereka sangat dekat membuat nafas dila menerpa lehernya . Jordi hampir berhenti bernafas menahan debaran jantungnya .
Dila merapikan dasi yang Jordi kenakan , gadis itu sama sekali tidak sadar lelaki di hadapannya menatapnya tanpa berkedip .
" sudah rapi..sekarang pergilah dan berhenti berpikiran mesum " ucap Dila sambil menepuk nepuk lengannya .
Jordi segera membalikkan badan dan segera melangkah pergi tanpa sepatah katapun .
" setidaknya ucapkan terima kasih " ucap Dila sambil tersenyum melihat Jodi yang pergi begitu saja .
nyonya Nisa hanya tersenyum melihat wajah putranya yang memerah ketika meninggalkan ruangan itu . namun ia tahu Dila memang sangat polos tidak akan mengerti hasrat sang putra .
" kalau bukan karena ada masalah dia pasti memilih menemanimu di sini " Ucap nyonya Nisa sambil kembali duduk di dekat Dila .
" ma..masalah " tanya Dila .
" sebagian pemegang saham sepertinya ingin menggulingkan om Juan , dan itu akan berpengaruh kepada Jordi sebagai putranya , dan lagi suasana seperti ini akan mempengaruhi harga saham perusahaan " cerita nyonya Nisa .
" apa perusahaan kakek dalam masalah ? " tanya Dila .
" sepertinya begitu , proyek besar kami di sukabumi mandek karena kontraktornya kabur sebelum menyelesaikan pembangunan proyek resort yang di buat . kami kehilangan banyak dana . untuk membuat proyek itu kembali berjalan kami harus mendapatkan investor yang mau memberikan dana yang tidak sedikit , dam kau tahu saat ini ekonomi sedang tidak bagus , akan sulit mencari investor " jawab Nyonya Nisa .
Dila nampak terlihat sedih mendengar cerita nyonya Nisa .
" Tidak usah khawatir , Jordi orang yang tangguh begitu juga Om Juan " nyonya Nisa berusaha menghibur Dila .
' Tante harus pergi..kau tidak apa apa sendiri , Tante sudah terlanjur buat janji dengan seseorang " Ucapnya .
" ya terima kasih tante...dan tolong rahasiakan keadaan Dila dari kakek , Dila tidak ingin menambah bebannya " Pinta Dila dengan Tulus .
" kau pasti mengatakan hal itu pada kirana kan ? " nyonya Nisa tersenyum lembut .
" jangan khawatir , kami juga menyayangi kakek sepertimu " nyonya Nisa berkata sambil mengusap rambut Dila .
" cepat sembuh tante Irma dan Tania akan datang sebentar lagi " Ucap nyonya Nisa sebelum pergi .
Dila melambaikan tangan pada wanita anggun itu hingga menghilang dibalik pintu . ia kembali teringat kata kata Nyonya Nisa , iapun segera mencari tahu kondisi perusahaan milik Tuan Gunawan pada Isabella .
__ADS_1