
Dua Minggu kemudian keluarga memilih berlibur dengan menyewa sebuah villa yang cukup besar , Dilla juga menyewa villa dengan empat kamar di sebelahnya .
Mereka datang terpisah , Dila , Isabella , Lilis , Mak Asih dan keluarga mang Karman datang lebih awal . Dila juga memesan beberapa kamar di resort untuk karyawan dan keluarganya yang telah lama bekerja di pabriknya .
Malamnya dua keluarga makan malam bersama di sebuah cafe yang sudah di sewa untuk acara mereka . Malam itu dua keluarga nampak akrab dan bahagia .
Mereka bercengkrama hingga malam hari , tuan Aditya bahkan bermain gitar bersama ajudannya dan mang Karman .
Dila melangkah meninggalkan tempat itu karena bosan dan melangkah menuju lantai atas cafe yang terbuka . Gadis itu menatap langit malam yang nampak begitu cerah . Dilihatnya nyonya Irma tengah Berdiri sambil menatap ke arah gunung Bromo merupakan view resort tersebut .
" Tante di sini ? " Tanya Dila seraya duduk di samping wanita itu .
" Ya....Tante tiba tiba ingat padanya " jawab nyonya Irma sendu .
Dila terdiam sambil memandang ke arah tatapan nyonya Irma . Ada sesuatu yang terasa menggores hatinya . Gadis itu menarik nafas dalam .
" Maafkan Tante Dila " ucap nyonya Irma yang melihat kesedihan gadis itu .
Dila hanya tersenyum kecil mendengar kata kata wanita di sampingnya .
" Tante sungguh berharap kamu bisa bertemu dengan seorang yang bisa membuat kamu melupakan dia , lalu hidup bahagia di sepanjang sisa hidupmu " ucap nyonya Irma beberapa saat kemudian .
" Tante rasa itu juga yang di inginkan Jidan..melihat kamu bahagia dari surga , sesal yang kamu rasa itu hanya akan membuat ia sedih di sana , jadi mulai sekarang cobalah untuk berkencan dengan seseorang " nyonya Irma menasehati Dila dengan tulus .
" Mari kita Anggap kehadiran Jidan adalah mimpi manis masa lalu " nyonya Nisa mengusap rambutnya .
Da membisu , tidak terasa kristal bening menetes dari kelopak matanya .
" Dila tidak bisa Tante...., Adi membuat Dila jatuh begitu dalam hingga tidak tahu lagi seperti apa rasanya berdebar pada hal lain . Dia adalah sunset dan sunrise dalam hidup Dila . Jika ingin meminta keajaiban di dunia ini Dila lebih memilih berharap ia kembali dari pada berharap pada cinta yang lain . Karena keduanya adalah hal yang mustahil " gumaman Dila membuat nyonya Irma tertegun .
" Sayang ...kamu masih muda , tidak boleh putus asa , akan ada cinta lain yang lebih indah untukmu " nyonya Irma memeluk gadis di sampingnya .
" Dila juga berusaha melupakan dia tapi semakin Dila berusaha hati Dila semakin terasa sakit " Dila terisak dalam pelukan nyonya Irma .
Tanpa di sadari keduanya , Jordi mendengar percakapan mereka dari tangga kafe . Pria itu terdiam sambil menggigit bibirnya .
☀️☀️☀️☀️☀️
Pagi harinya Dila mengajak Bella menunggang kuda . Tentu saja Bella yang belum pernah menunggang kuda harus belajar lebih dulu di dampingi oleh seorang joki .
Setelah berkali-kali tertawa melihat gaya Bella , Dila turun dari kudanya setelah berputar putar di dekat Bella . Tak lama para pria dari keluarga Gunawan juga datang sambil menunggang kuda .
Rizky menghampiri Dila dengan kudanya .
Di ikuti oleh tuan Aditya dan tuan Juanda .
" Dila sudah pandai menunggang kuda ? " Tanya tuan Juanda .
Dila mengangguk sambil tersenyum melihat ketiganya ,. Sementara Jordi menghampiri Bella , pria itu membantu Bella menunggang kudanya . Setelah berputar beberapa kali Bella sudah nampak lancar menunggang kudanya . Jordi mendampingi gadis itu sambil berbincang bincang .
" Tuan Gunawan mendatangi mereka dengan Mengendarai mobil golf .
" Hai kalian ingin bertanding dengan pria tua ? " Tanyanya pada kedua putranya .
Kedua putranya hanya tertawa lalu memacu kuda mereka di jalanan tanah . Tuan Gunawan meminta sopirnya untuk melaju .
Dila tertawa melihat ulah para orang tua itu . Iapun mengajak Bella memacu kudanya keluar dari arena itu . Bella mengikutinya di ikuti oleh Jordi dan Rizky .
Mereka berlomba utuk mencapai lapangan golf , namun di tengah jalan kuda yang di tunggangi Bella tidak terkendali , dan melaju sangat cepat .
" Tolong aku..." Teriak Bella dengan takut .
Dila mengejar kuda itu dengan was was . Namun Jordi mendahuluinya . Setelah sejajar dengan kuda Bella ia mengulurkan tangannya .
" Bella ulurkan tanganmu " teriak Jordi .
Bella menggelengkan kepalanya sambil ketakutan .
" Jangan khawatir aku akan menyelamatkanmu ' Teriak Jordi namun Bella masih ketakutan .
" Bella percaya padaku , aku akan menangkapmu " teriak Jordi meyakinkan .
Gadis itu mengulurkan tangannya pada Jordi , pria itu mendekati kuda Bella yang masih berlari dengan gelisah dengan kudanya , lalu dengan kedua tangannya meraih tubuh Bella , tiba tiba kudanya menjauhi kuda yang di tunggangi Bella , keduanya terjatuh dari kuda , Jordi memeluk tubuh Bella dan melindungi gadis itu agar tidak terluka , tubuh Bella menindih tubuh Jordi .
__ADS_1
Keduanya terjatuh sambil berpelukan dengan erat , Dilla yang baru saja tiba di rerumputan itu segera menghampiri keduanya .
" Kalian tidak apa apa ? " Tanya Dila dengan khawatir .gadis itu melompat dari kudanya .
" Aku baik baik saja " ucap Bella seraya bangkit dari atas tubuh Jordi yang masih terbaring .
Dila bersukur Bella baik baik saja , Dila lalu menghampiri Jordi yang masih terbaring .
Tangannya mengulurkan bantuan pada pria yang telah menyelamatkan sepupunya . Jordi menerima uluran tangan gadis itu dengan senang , namun kemudian ia melepaskan tangannya dan meringis kesakitan .
" Kau terluka ? " Tanya Dila khawatir .
" Sepertinya begitu " jawab Jordi dengan wajah pucat .
Dila segera duduk di samping tubuh pria itu dan mencoba memeriksanya . Jordi meringis saat Dila menarik lengannya , Dila memeriksa pria itu .
" Sepertinya bahumu terkilir " ucapnya sambil membantu Jordi untuk duduk .
Jordi menatap wajah khawatir Dila sambil tersenyum senang , ia mengira gadis itu sudah tidak perduli lagi padanya sejak kejadian malam itu .
" Apa dia terluka ? " Tanya Bella khawatir .
" Sepertinya hanya terkilir " jawab Dila sambil membantu Jordi berdiri .
Tak lama Rizky datang , pria itu segera turun dari kudanya .
" Bisa telp seseorang untuk kesini ? " Tanya Dila pada Rizky .
" Ach ..baiklah " ucap Rizky sambil meraba raba tubuhnya ,
" Aku tidak membawa handphone , aku kembali ke resort dulu " ucapnya seraya kembali naik ke kudanya ia kemudian mancari bantuan medis .
Dila meminta Bella menemani Jordi , sementara ia segera menghampiri kuda yang ia dan Jordi tunggangi . Sedangkan kuda Bella entah berlari kemana .
Tak lama Bantuan medis datang , Jidan dan Bella segera menaiki mobil mini yang datang di kendarai oleh Rizky bersama seseorang . Dilla meminta Rizky membawa kuda yang di tunggangi Jordi kembali ke kandang kuda , sementara ia memutuskan mencari kuda yang tadi di tunggangi Bella .
Gadis itu menunggangi kudanya berkeliling di lapangan golf di area resort hingga ke area perkebunan teh di sekitar resort .
sementara Jordi terus menatap gadis itu meski mereka sudah berjalan jauh .
" Apa begitu terlihat ? " Jordi balik bertanya .
" Tatapan itu , aku pernah melihatnya dari tatapan seseorang untuk Dila " jawab Bella sambil tersenyum .
" Maksudmu Jidan ? " Tanya Jordi , dan Bella hanya mengangguk .
" Dia pantas di cintai banyak orang , dia sangat baik dan manis , tapi pak.. sebaiknya kau harus berusaha lebih kuat untuk memenangkan hatinya " ucap Bella sambil menatap wajah Jordi , jika di lihat sekilas wajah itu mirip dengan Jidan .
" Apa dia masih sering bercerita tentang Jidan ? " Tanya Jordi .
Bella menggelengkan kepalanya sambil menarik nafas panjang .
" Aku bercerita tentang kejadian itu pada Lilis , kurasa Jidan adalah cinta pertama Dila dan kau tau arti cinta pertama ? " Pertanyaan Bella membuat Jordi membisu .
Ia tahu seperti apa besarnya arti cinta pertama , bahkan hingga kini ia masih mengingat Risa meski mereka telah berpisah cukup lama .
Keduanya tiba di klinik yang ada di resort , Jordi segera di periksa oleh dokter dan mendapatkan pertolongan pertama di sana .
Sementara Dila masih sibuk mencari kuda yang hilang , Hingga keluar dari wilayah resort . Gadis itu menyusuri lembah hijau yang terhampar dengan pemandangan luar biasa . Dila menghentikan kudanya menghirup udara segar pegunungan sambil menikmati pemandangan indah di hadapannya .
" Tempat ini akan jadi surga jika kau ada di sini " gumam Dila sesaat .
Dila kembali menunggangi kudanya dengan pelan , sambil mencoba mengabaikan rasa pedih yang tiba tiba terasa di dadanya .
Dila menunggangi kudanya sambil menatap jauh kedepannya . Tampak kuda yang tadi si tumpangi oleh Bella sedang berlari ke arahnya , seseorang berambut gondrong menunggangi kuda itu dengan lincah .
Ketika jarak mereka sudah dekat Dila menghentikan kudanya sambil menatap wajah orang yang mengendarai kuda itu tanpa berkedip , matanya yang bulat berkaca kaca dengan pandangan tak percaya .
Kuda itu terus mendekat dan berhenti tepat di hadapannya .
" Nona apakah ini kudamu ? , Aku menemukannya di dekat hutan sana " pemuda itu berucap sambil tersenyum ramah .
" Kata orang orang hanya resort ini yang punya kuda , apa anda juga menginap di sana ? " Tanya pemuda itu beberapa saat kemudian karena Dila hanya membisu sambil menatapnya .
__ADS_1
Dila terdiam sambil menatap wajah itu tanpa berkedip , tatapan matanya penuh rindu dan keharuan .
" Adi...." Gumamnya setelah lama membisu .
" Jika ini cuma mimpi maka biarkan aku tertidur lebih lama " ucapnya seraya melompat turun dari kudanya .
Pemuda di hadapannya ikut turun , lalu berdiri di samping kuda , ia menatap Dila dengan bingung . Sikap Dila membuat ia heran .
Dila berlari memeluknya , ia sangat yakin pemuda di hadapannya adalah Jidan . Meski ia berambut gondrong , dengan pakaian kumuh petani dan hanya menggunakan kaos oblong dan celana jeans yang sudah Kumal . Tapi wajah itu telah melekat di hatinya begitu lama , ia tidak mungkin bisa lupa wajah itu .
" I love you...., I love you...." Bisiknya sambil terisak , ia memeluk erat pria itu .
Pemuda itu nampak heran , ia ingin melepaskan pelukan Dila , Namun gadis itu memeluk erat dirinya . Pemuda itu dengan hati hati melonggarkan pelukan Dila .
" Nona..maaf apa anda baik baik saja ?" Tanyanya .
Dila melepaskan pelukannya lalu menatap wajah di hadapannya , mencoba menahan tangisnya , ia tidak menghiraukan pertanyaan lelaki itu .
" Kau kembali ... , Syukurlah kau kembali ? "Ucap Dila dengan kebahagiaan yang tak terlukis .
" Apa..? " Wajah pria itu bingung .
Keduanya saling terdiam sambil menatap satu sama lain cukup lama , pria itu tertegun menatap wajah cantik Dila , kulitnya yang mulus , hidungnya yang mancung serta matanya yang indah membuat ia tampak terpana .
Saat mereka tengah asik saling pandang Tiba tiba tuan Aditya menghampiri mereka , lelaki itu mencari Dila dengan mobil mini setelah mendengar kabar dari Isabella . ia juga terkejut melihat pemuda yang sedang bersama dengan Dila . lelaki itu segera turun dari mobil mininya .
" Maaf pak ..apa dia putri bapak ?, Sepertinya dia sedang bingung " ucap pemuda itu .
Tuan Gunawan menatap wajah itu sesaat , lalu menarik nafas panjang .
" Om...dia kembali..... , Bukankah Dila sudah bilang dia janji akan kembali " Dila berlari ke arah tuan Aditya dengan berurai air mata , senyum bahagia mengembang di bibirnya .
Tuan Aditya segera memeluk Dila sambil menggeleng gelengkan kepalanya .
" Dila..no.." ucapnya . Lelaki itu mengajak Dila masuk ke mobil mininya dan menenangkan gadis itu .
" Om...itu dia kan ? " Dila berkata setengah menangis .
" Sayang jika itu dia , dia tidak mungkin tidak mengenalimu , pikirkan itu " tuan Aditya berusaha menenangkan Dila .
" Tapi.....
" Dila...tenangkan hatimu.., biar om selidiki semuanya , bagaimana jika dia hanya kebetulan mirip ? , Kamu pulanglah dulu ke Villa , tolong antar dia ke resort " tuan Aditya memerintah ajudannya .
Dila pergi dengan berat hati karena perintah tuan Aditya . Tuan Aditya menghampiri pemuda yang memang berwajah sama seperti putranya .
Pemuda itu nampak memandang kepergian Dila , ia nampak mengagumi gadis itu .
" Oh ..maaf putriku baru saja mengalami hal buruk , jadi kadang dia teringat pada suaminya " tuan Aditya berkata sambil memperhatikan wajah pria muda di depannya .
" Oh.. begitu , saya hanya mengembalikan kuda yang sepertinya tersesat hingga ke kebun saya " ucapnya sambil menyerahkan tali kekang kuda yang tadi di tunggangi olehnya .
" Terimakasih banyak anda baik sekali , siapa namamu anak muda ? " Tanya tuan Aditya .
" Anto pak ..Purwanto , saya tinggal di desa bawah " jawab pemuda itu .
Tuan Aditya mengangguk angguk sambil memperhatikan tubuh pria itu .
" Tadi saya sedang di kebun memanen tebu , lalu saya melihat kuda ini berkeliaran " pemuda itu bercerita .
"Oh.. terimakasih banyak ya , Sudah lama tinggal di sini ? " Tanya tuan Aditya .
" Oh... ya ,saya asli penduduk sini " jawab pemuda itu dengan ragu .
" Saya pamit dulu pak " ucap pemuda itu , ia segera membungkuk hormat .
" Tunggu dulu...ini untukmu sebagai ucapan terima kasih " tuan Aditya mengulurkan sebuah amplop dari sakunya .
" Tidak perlu pak..., Saya tidak mengharapkan apapun " ucap pemuda itu seraya pamit . Dengan cepat ia meninggalkan tuan Aditya dengan kudanya .
Setelah pemuda itu pergi , tuan Aditya meraih handphone dari sakunya .
" Zikri tolong selidiki sesuatu untukku " ucapnya setelah telepon tersambung .
__ADS_1
Ia lalu memerintahkan orang yang ia telp untuk menyelidikinya pemuda yang dilihatnya . Setelah itu lelaki itu segera naik kuda dan membawa dua kuda kembali ke resort .