
Jordi menatap meja yang ada di depannya , pria itu tidak percayai dengan apa yang di pesan oleh gadis bertubuh mungil seperti Dila .dari awal ia merasa heran ketika Dila meminta pelayan resto menggabungkan dua meja.
" Apa kau yakin bisa menghabiskan semuanya ? " Tanya Jordi melihat meja yang penuh dengan pesanan gadis itu .
Dua Periuk nasi liwet yang bisa di makan sepuluh orang . Dua ekor ikan ukuran jumbo , lalapan dan juga dua piring sambal cumi memenuhi meja .
" Siapa bilang aku akan makan sendiri " ucap Dila sambil tersenyum senang .
" Apa ...? " Tanya Jordi heran .
" Bayaranku mahal , aku artis profesional " jawab Dila .
Jordi tersenyum ia juga tidak menduga jika Dila cepat menyadari dirinya hanya berakting tadi .
mereka sedang berada di lantai dua sebuah resto di jalan Braga , gadis itu melongok kebawah setelah melihat jam .
"Siapa yang kau tunggu " tanya Jordi penasaran . Dila hanya tersenyum .
" Hei...!!, Anak anak kemarilah !! " teriak Dila sesaat kemudian tanpa menjawab pertanyaan Jordi .
" Kak Dila..." suara riuh di bawah sana bersamaan .
" Kalian habis shalat Maghrib ya ? kemarilah kakak traktir !! " teriak Dila .
Tak lama delapan anak lelaki berusia sekitar sepuluh sampai dua belas tahun muncul di lantai tersebut .
" Wah..kakak ulang tahun ? " Tanya bocah yang paling besar .
" Bukan..oom ini yang ulang tahun, ayo sini kita makan jangan lupa bilang terimakasih padanya " jawab Dila sambil tersenyum pada Jordi .
" Terimakasih om...." Ucap bocah bocah berpakaian santri itu seraya mengambil tempat duduk . Jordi melongo melihat rombongan itu . setelah membaca do' a mereka makan dengan lahap .
" Kak Dila sudah lama pulang ke kampung ya..? " Tanya seorang bocah .
" Ya.." jawab Dila sambil tersenyum manis .
" Bawa jeruk kan kak.." tanya yang lain .
" Ada ..nanti kakak antar ke panti , udah kalian makan saja dulu , nanti ceritanya , kalau terlalu lama pulangnya nanti ummi khawatir kan " ucap Dila mengingatkan .
Anak anak itupun menuruti perkataannya . mereka makan tanpa bicara , setelah makan mereka pun berpamitan dan mengucapkan terimakasih pada Jordi .
Jordi hanya mengangguk tanpa bersuara atau berkomentar .
Dila adalah pribadi yang sukar di tebak . Ia tidak menyangka gadis itu sengaja mengajaknya makan di resto sederhana hanya untuk mengajak anak anak dari panti yang biasa lewat sana makan bersama .
Wajah ceria Dila membuat Jordi ikut bahagia . Ia sendiri tidak mengerti entah kenapa gadis itu seperti memiliki energi Yang membuat ia bisa bahagia dengan hal hal kecil . bahkan ia tidak merasakan kesedihan mendalam setelah .melihat Raisa dengan calon suaminya tadi .
" Ayo kita pulang ? " Ucap Dila setelah melihat jam tangannya .
" Bukannya kau ingin belanja ? " Tanya Jordi .
" Sudah malam , lain kali saja " jawab Dila seraya bangkit dari duduknya .
" Temani aku dulu , aku ingin ke suatu tempat " Jordi mencoba menahan gadis itu .
__ADS_1
Penampilan Dila hari ini sungguh berbeda , ia terlihat sangat mempesona di matanya . Iapun tidak mengerti kenapa ia ingin berlama lama dengan gadis itu .
" Kau kan bisa pergi sendiri " jawab Dila sambil berlalu .
" Kalau begitu aku tidak mau bayar " ancam Jordi .
Dila mencibirnya seraya berjalan menuju lantai bawah . Jordi cepat mengejarnya .
Dila menuju kasir , dan menanyakan bon pembeliannya . Gadis itu mengeluarkan Dompetnya , Jordi yang baru menyusulnya segera memberikan kartu debitnya .
" Terimakasih om.." ucap Dila menirukan gaya anak anak .
Jordi tertawa melihat tingkahnya . Dila menunggu Jordi selesai melakukan transaksi , setelah itu keduanya pergi bersama .
Mereka berjalan di depan resto dan cafe yang berderet di area itu sambil berbincang bincang . Jordi memang memarkir mobilnya jauh dari tempat mereka makan .
Jordi menanyakan bagaimana ia bisa mengenal anak anak panti tersebut .
Dengan antusias Dila menceritakan awal mula ia mengenal anak anak panti itu .
Karena asik bercerita Dila tidak menyadari ada sebuah motor yang sedang melaju ke arahnya . Ia hampir saja tertabrak motor tersebut jika saja Jordi tidak menarik tubuhnya .
Dila terkejut saat Jordi menarik tubuhnya . Keduanya hampir saja terjatuh jika saja Jordi tidak sigap , tubuh Dila melekat tanpa jarak pada tubuh Jordi . Dila mencengkeram lengan Jordi agar tidak terjatuh .
Jordi menatap wajah Dila yang begitu dekat , sementara Dila menatap pengendara motor yang berlalu begitu saja sambil menggerutu .
Dila yang tersadar sedang di peluk Jordi segera melepaskan cengkeramannya di lengan lelaki itu , tapi Jordi masih bengong dan terus memeluk pinggangnya dengan erat , Dila menatap Jordi yang tengah menatapnya .
" Bisa kau lepaskan...aku bisa berdiri sendiri " ucap Dila , dia melekatkan wajahnya tepat di depan wajah Jordi , matanya membulat .
" Kau baik baik saja " tanya Jordi sambil menatap Dila .
" Aku baik baik saja " jawab Dila seraya kembali berjalan .
Jordi mengikuti gadis itu dari belakang , dadanya berdetak cepat . Ada gelayar aneh di dadanya saat memeluk gadis itu tadi .
Saat itu dari sebuah resto nampak dua orang pemuda keluar , ia langsung memanggil Dila . Gadis itu menatap sesaat kemudian berlari memeluk mereka .
Dada Jordi berdegup kencang , ia merasa marah melihat Dila berpelukan dengan lelaki tersebut .
" Wah..sudah lama ya kak " ucap Dila dengan wajah bahagia .
" Kamu yang jarang ngumpul , kami mau ngumpul lagi nih.., tapi kali ini nggak ngejar summit lebih ke menikmati perjalanan " ucap salah seorang dari mereka .
Jordi mendekati mereka . Rasa penasaran mendorongnya untuk mendekat .
" Wah..aku mau ikut kak' " seru Dila .
" Oh ya kenalkan ini Jordi teman Dila " Dila mengenalkan Jordi pada keduanya .
" Ini teman teman ku pecinta gunung , kami dulu sering pergi bersama " cerita Dila pada Jordi .
" Jordi " Jordi mengulurkan tangannya .
" Ivan.." ucap seorang yang bertubuh atletis bak atlit dan berwajah tampan . Kulitnya yang coklat menambah kesan macho lelaki itu .
__ADS_1
" Dedi " seorang lagi yang bertubuh kurus dan tinggi mengenalkan diri .
Mereka saling berjabat tangan .
" Kalau kamu mau ikut kontak aku aja ya.., kita pergi tiga hari lagi , masih rajin lari kan ? " Tanya Ivan sambil tersenyum .
" Masih dong.." jawab Dila antusias seperti biasanya .
" Soalnya gak akan ada yang gendong kamu kalau kamu sakit seperti waktu di Gede " Jordi berkata sambil tertawa , Dila tersenyum malu .
"Ah ..kak Ivan " ucap Dila manja .
" Oke kami pergi dulu , chat aku kalau kamu mau gabung " ucap Ivan .
Keduanya kembali berpelukkan . Jordi merasa geram .
Mereka berpisah karena , Ivan dan Dedi langsung menuju mobil yang terparkir tak jauh . Dila melambaikan tangan dengan semangat pada keduanya .
" Kenapa kau begitu bahagia ?!" Tanya Jordi ketus .
" Aku sudah lama tidak bertemu mereka " jawab Dila sambil terus memandangi kepergian Dedi dan Ivan .
" Kau seperti bertemu dengan pacar lama ? , dan apa pantas seorang gadis berpelukan begitu ?! " Jordi berbicara dengan nada tinggi .
Dila menatap Jordi sambil mengernyitkan dahi . Ia mendekatkan wajahnya ke wajah Jordi .
" Kenapa kau jadi marah marah ? , Kau seperti Kakek Kakek ! , Kenapa memangnya kalau aku berpelukan . Kami bahkan makan mie dengan piring yang sama " jawab Dila seraya berlalu .
" A..apa ? ! , Memangnya siapa dia ?! " Tanya Jordi sambil membuntuti Dila .
Dila menghentikan langkahnya , lalu berbalik . Ia menatap Jordi dengan teliti .
" Apa kau cemburu ? " Tanya gadis itu
" Apa.? , Untuk apa aku cemburu ! ,Kau bukan siapa siapa " Jordi menjawab dengan gugup .
" Baguslah gayamu itu seakan aku ini kekasihmu " jawab Dila kemudian kembali berjalan .
Jordi melangkah pelan mengikuti Dila .
" Cemburu ? , Benarkah ? " Tanya Jordi dalam hati .Ia tidak mengerti hatinya yang merasa tidak suka melihat Dila akrab dengan lelaki yang tidak ia kenal .
Tapi Dila bukan siapa siapa baginya . Bahkan statusnya sebagai calon isteri pilihan sang kakek pun kini telah di hapus .
Dila hanya sebuah jackpot menurutnya .
" Ya mungkin karena itu , kerena Dila adalah kunci untuk memenangkan sebuah kompetisi , aku jadi ingin mengenalnya lebih dekat , atau bahkan memilikinya " bisik hati Jordi .
" oh atau mungkin karena gadis itu selalu menghibur dan membuat ia lupa kesedihannya di tinggal oleh Raisa " bisik hatinya kemudian .
Panggilan Dila yang telah lebih dulu sampai di mobil membuat Jordi mempercepat langkahnya .gadis itu mengoceh tak menentu , membuat Jordi menggeleng gelengkan kepalanya .
" Tidak mungkin aku mencintai gadis seperti itu , bisiknya kemudian . seraya membuka mobil dengan remote control . Dila segera masuk ke mobil tanpa menunggu dirinya .
merekapun meluncur menuju rumah kontrakan Dila .
__ADS_1