Sayembara Cinta

Sayembara Cinta
32 . Hatiku milik seseorang


__ADS_3

" Bella bangunlah " ucap Jidan sambil mengetuk pintu kamar Isabella .


Tak lama pintu terbuka , Isabella keluar dengan pakaian rapi .


" Ada apa ? " Tanya gadis itu .


" Kemasi barang barangmu , kita pergi " ucap Jidan seraya memeriksa sekeliling rumah .


" Kemana ? " Tanya Isabella .


" Kerumah orang tuaku " Jawa. Jidan .


Isabella terlihat senang , dengan cepat ia membereskan seluruh barang barangnya Di kamar .


Tak lama mereka berdua segera keluar dari rumah tersebut . Keduanya berjalan menuju mobil yang terparkir beberapa ratus meter dari sana .


Dengan mengendarai mobil sport miliknya pemuda itu mengajak Isabella ke rumah tuan Aditya di Bandung .


Sambil mengemudi Jidan sesekali melirik gadis di sebelahnya yang tengah asik menikmati pemandangan di perjalanan mereka .


" Bella " panggil Jidan pelan .


" Yah..." Bella menatap wajah Jidan .


" Ada hal yang harus kau ketahui .., aku punya seorang kekasih ..emh maksudkan seseorang yang aku cintai " ucap Jidan sambil terus mengemudi .


Bella terdiam , ia tidak menyangka Jidan tiba tiba akan membicarakan hal itu .


" Lalu..? " Tanya Bella sesaat kemudian .


" Aku tidak ingin terjadi salah paham di antara kita " lanjut Jidan .


" Jangan berharap lebih dariku selain pertemanan . Karna hatiku milik seseorang " lanjut Jidan . apa yang di lakukan Bella semalam membuat ia sadar untuk tidak memberi harapan apapun pada gadis itu selain pertemanan .


Kejadian semalam membuat hatinya tidak tenang , ia tidak ingin gadis itu terus memupuk rasa yang ia tahu tak akan bisa ia balas .


Bella menelan ludahnya . Gadis itu merasa sangat sedih , ia tahu Jidan tidak memiliki rasa terhadapnya , namun ia tidak menyangka akan mendapatkan penolakan secepat itu .


" Aku tau..., Terimakasih karena telah membantuku selama ini " ucap Bella dengan pelan .


" Siapa wanita beruntung itu ? " Tanya Bella setelah keduanya terdiam beberapa saat .


" Kau tidak akan bertemu dengan dia " jawab Jidan sambil tersenyum .


Ia lega Isabella bisa menerima kenyataan bahwa mereka tidak bisa bersama .


" Saat kau menolongku dengan mengaku sebagai suamiku saat aku di tangkap di Turki , apa yang kau pikirkan " tanya Isabella .


" Aku tidak tau , saat itu yang kupikirkan adalah bagaimana caranya agar aku bisa mencegah kau di bawa mereka tanpa aku " jawab Jidan sambil fokus mengemudi .


" Apa kau akan melakukan hal yang sama pada orang lain ? " Tanya Bella .


" Dalam situasi yang sama , tentu saja iya " jawab Jidan dengan pasti .


" Kau tahu saat itu kau terlihat cukup sexy " ucap Isabella sambil tersenyum .


Jidan hanya terdiam mendengar pengakuan gadis itu . Kedua insan itu larut dalam pemikiran masing masing

__ADS_1


" Apa yang akan kau lakukan jika berhasil bertemu dengan keluarga ibumu ? " Tanya Jidan memecah kesunyian .


" Tadinya aku ingin tinggal di sini , tapi setelah melihat Andrew hari itu , aku sadar mungkin aku akan membuat mereka dalam bahaya . Aku tidak tahu harus apa sekarang " jawab Bella .


" Aku akan berusaha membantumu agar dapat bertemu dengan mereka secepatnya " ucap Jidan .


Bella tersenyum mendengar kata kata pemuda itu .


" Apa kekasihmu tidak cemburu ? " Tanya Bella .


" Jika tau keadaanmu dan tahu niatku yang sebenarnya dia pasti akan ikut membantu " jawab Jidan sambil tersenyum .


" Kau tahu dia wanita dengan hati selembut Awan " ucap Jidan . Membuat Bella merasa sangat iri pada wanita tersebut .


" Kau tahu kini aku cemburu padanya " ucap Bella sambil menatap wajah Jidan .


Keduanya berkendara hingga dua jam , lalu berhenti di sebuah tempat peristirahatan . Mereka memesan sarapan di sebuah warung makan di tempat itu .


Beberapa pasang mata memperhatikan keduanya yang nampak seperti sepasang kekasih . Jidan yang tampan dan Isabella yang cantik dengan pakaian modisnya yang bak model memang membuat semua orang iri .


Setelah beristirahat sejenak keduanya kembali berkendara menyusuri jalan tol menuju Bandung .


Setelah berkendara hampir dua jam dari tempat perhentian , mobil Jidan keluar dari jalur tol , dan memasuki kawasan kota Bandung .


Hampir dua puluh menit kemudian , mereka memasuki sebuah kawasan perumahan elite dengan keamanan ketat . Jidan menelpon seseorang sebelum masuk gerbang perumahan .


Security kompleks menghentikan kendaraan Jidan dengan sopan .


" Siang pak ..hendak kemana ? " Tanya security tersebut .


" Blok C 2 no 49 pak , Rumah tuan Aditya " jawab Jidan setelah mendapatkan alamat rumah dari sang ayah .


" Saya putra beliau " jawab Jidan .


" Oh.. silahkan pak " security itu membuka portal yang tertutup .


Jidan mengucapkan terimakasih seraya kembali mengendarai mobilnya menyusuri kawasan perumahan yang telah lama tidak ia datangi .


Perumahan tersebut juga tempat di mana pamannya Juan tinggal bersama keluarga mereka .


Setelah menemukan alamat yang di tuju Jidan menghentikan mobilnya di depan sebuah rumah yang cukup mewah , meski tidak semewah yang ia huni bersama dengan keluarga dan tuan Gunawan saat ini .


Pintu gerbang di buka saat Jidan membunyikan klakson mobilnya . Dengan pelan Jidan memasuki rumah baru milik orang tuanya yang merupakan warisan dari sang kakek .


Isabella menatap takjub rumah itu , ia tidak menyangka keluarga Jidan sangat kaya .


" Ayo turun " ajak Jidan setelah mobilnya berhenti .


Keduanya keluar dari mobil , Jidan mengambil koper milik Isabella dari bagasi mobil . Sementara Isabella membawa tas kecil miliknya .


Di depan rumah nampak seorang berseragam tentara tengah berdiri di teras rumah .


" Siang pak " sambut tentara muda tersebut .


" Siang , apa Bapak sudah di sini ? " Tanya Jidan .


" Ya pak beliau di dalam " jawab tentara itu .

__ADS_1


Jidan mengngguk seraya mengajak Bella masuk rumah .


Rumah itu telah tertata dengan rapi dan berperabot meski belum lengkap .


Tampak seorang dengan pakaian seragam angkatan laut berdiri di ruang tamu .


" Pa..." Sapa Jidan


" Hem...ini orangnya ? " Tanya lelaki berseragam tersebut yang tak lain adalah tuan Aditya .


" Ya .. Bella kenalkan dia papku " ucap Jidan pada Isabella .


Isabella mengulurkan tangannya sambil mengenalkan diri , tuan Aditya menyambutnya dengan ramah .


" Ayo silahkan duduk " ucap tuan Aditya . Mereka lalu duduk di ruang tamu tersebut .


" Aku sudah tau tentang masalahmu , aku akan membantumu sebisaku nona Isabella , untuk sementara demi keamananmu tinggallah di rumah ini " ucap tuan Aditya .


" Terimakasih banyak atas bantuannya tuan " ucap Bella .


"Maaf kami tidak bisa membawamu ke rumah keluarga , itu bisa menimbulkan gosip yang bisa mempengaruhi karier dan juga nama baik keluarga kami " lanjut tuan Aditya .


" Ya saya mengerti " Isabella menjawab pelan .


" Akan ada pelayan datang kesini nanti , sementara tinggallah di lantai bawah saja , karna kau hanya sendiri , aku akan minta dua tentara menjagamu di luar rumah , Hanya itu yang bisa kulakukan untukmu . Jika ada yang kau butuhkan katakan saja pada Jidan " tuan Aditya menatap wanita cantik tersebut .


" Baiklah aku pergi dulu , Jidan tolong ikut papa " tuan Aditya beranjak dari duduknya .


Isabella mengulurkan tangannya mengucapkan terimakasih .


Dua pria beda generasi itu keluar rumah . Isabella menatap keduanya dari ruang tamu .


" Ayah akan ke Papua , mungkin tiga atau empat hari di sana . Rahasiakan hal ini pada orang rumah " ucap tuan Aditya .


" Ya aku mengerti pa.., terimakasih " ucap Jidan .


Mobil berwarna hitam berjalan ke arah mereka , tuan Aditya segera menaiki mobil tersebut dan meninggalkan rumah .


Setelah kepergian tuan Aditya Jidan kembali ke dalam .


Pria itu memeriksa beberapa ruangan dan kamar sambil memeriksa dapur .


" Kau gunakan saja kamar yang ini " ucap Jidan pada Isabella yang juga mengikutinya .


" Buatlah daftar kebutuhanmu aku akan membelikannya " ucap Jidan setelah membawa koper milik Isabella ke kamar yang lumayan luas .


" Apa kau tidak akan tinggal di sini ? " Tanya Isabella .


" Aku tidak bisa , Jangan khawatir pelayan yang di maksud ayahku adalah seorang wanita , kau tidak akan kesepian . Kau juga bisa keluar rumah sesekali , hanya di dalam kompleks , akan ada yang mengawasimu diam diam " ucap Jidan .


" Dimana ponselmu ? " Tanya Jidan kemudian .


" Aku tidak membawa charger saat keluar dari rumah Bima , ponselku mati " jawab Bella .


" Sudah kau buat daftar belanjamu ? " Tanya Jidan sambil menatap Bella


Bella memberikan secarik kertas pada Jidan . Pemuda itu membacanya sekilas lalu memasukkannya ke dalam kantong celananya .

__ADS_1


" Aku pergi dulu , istirahatlah " ucap Jidan seraya melangkah pergi .


Jidan berbincang sejenak dengan seorang penjaga Isabella sebelum meninggalkan rumah itu .


__ADS_2