
" Bella bangunlah " ucap Jidan sambil mengetuk pintu kamar Isabella .
Tak lama pintu terbuka , Isabella keluar dengan pakaian rapi .
" Ada apa ? " Tanya gadis itu .
" Kemasi barang barangmu , kita pergi " ucap Jidan seraya memeriksa sekeliling rumah .
" Kemana ? " Tanya Isabella .
" Kerumah orang tuaku " Jawa. Jidan .
Isabella terlihat senang , dengan cepat ia membereskan seluruh barang barangnya Di kamar .
Tak lama mereka berdua segera keluar dari rumah tersebut . Keduanya berjalan menuju mobil yang terparkir beberapa ratus meter dari sana .
Dengan mengendarai mobil sport miliknya pemuda itu mengajak Isabella ke rumah tuan Aditya di Bandung .
Sambil mengemudi Jidan sesekali melirik gadis di sebelahnya yang tengah asik menikmati pemandangan di perjalanan mereka .
" Bella " panggil Jidan pelan .
" Yah..." Bella menatap wajah Jidan .
" Ada hal yang harus kau ketahui .., aku punya seorang kekasih ..emh maksudkan seseorang yang aku cintai " ucap Jidan sambil terus mengemudi .
Bella terdiam , ia tidak menyangka Jidan tiba tiba akan membicarakan hal itu .
" Lalu..? " Tanya Bella sesaat kemudian .
" Aku tidak ingin terjadi salah paham di antara kita " lanjut Jidan .
" Jangan berharap lebih dariku selain pertemanan . Karna hatiku milik seseorang " lanjut Jidan . apa yang di lakukan Bella semalam membuat ia sadar untuk tidak memberi harapan apapun pada gadis itu selain pertemanan .
Kejadian semalam membuat hatinya tidak tenang , ia tidak ingin gadis itu terus memupuk rasa yang ia tahu tak akan bisa ia balas .
Bella menelan ludahnya . Gadis itu merasa sangat sedih , ia tahu Jidan tidak memiliki rasa terhadapnya , namun ia tidak menyangka akan mendapatkan penolakan secepat itu .
" Aku tau..., Terimakasih karena telah membantuku selama ini " ucap Bella dengan pelan .
" Siapa wanita beruntung itu ? " Tanya Bella setelah keduanya terdiam beberapa saat .
" Kau tidak akan bertemu dengan dia " jawab Jidan sambil tersenyum .
Ia lega Isabella bisa menerima kenyataan bahwa mereka tidak bisa bersama .
" Saat kau menolongku dengan mengaku sebagai suamiku saat aku di tangkap di Turki , apa yang kau pikirkan " tanya Isabella .
" Aku tidak tau , saat itu yang kupikirkan adalah bagaimana caranya agar aku bisa mencegah kau di bawa mereka tanpa aku " jawab Jidan sambil fokus mengemudi .
" Apa kau akan melakukan hal yang sama pada orang lain ? " Tanya Bella .
" Dalam situasi yang sama , tentu saja iya " jawab Jidan dengan pasti .
" Kau tahu saat itu kau terlihat cukup sexy " ucap Isabella sambil tersenyum .
Jidan hanya terdiam mendengar pengakuan gadis itu . Kedua insan itu larut dalam pemikiran masing masing
__ADS_1
" Apa yang akan kau lakukan jika berhasil bertemu dengan keluarga ibumu ? " Tanya Jidan memecah kesunyian .
" Tadinya aku ingin tinggal di sini , tapi setelah melihat Andrew hari itu , aku sadar mungkin aku akan membuat mereka dalam bahaya . Aku tidak tahu harus apa sekarang " jawab Bella .
" Aku akan berusaha membantumu agar dapat bertemu dengan mereka secepatnya " ucap Jidan .
Bella tersenyum mendengar kata kata pemuda itu .
" Apa kekasihmu tidak cemburu ? " Tanya Bella .
" Jika tau keadaanmu dan tahu niatku yang sebenarnya dia pasti akan ikut membantu " jawab Jidan sambil tersenyum .
" Kau tahu dia wanita dengan hati selembut Awan " ucap Jidan . Membuat Bella merasa sangat iri pada wanita tersebut .
" Kau tahu kini aku cemburu padanya " ucap Bella sambil menatap wajah Jidan .
Keduanya berkendara hingga dua jam , lalu berhenti di sebuah tempat peristirahatan . Mereka memesan sarapan di sebuah warung makan di tempat itu .
Beberapa pasang mata memperhatikan keduanya yang nampak seperti sepasang kekasih . Jidan yang tampan dan Isabella yang cantik dengan pakaian modisnya yang bak model memang membuat semua orang iri .
Setelah beristirahat sejenak keduanya kembali berkendara menyusuri jalan tol menuju Bandung .
Setelah berkendara hampir dua jam dari tempat perhentian , mobil Jidan keluar dari jalur tol , dan memasuki kawasan kota Bandung .
Hampir dua puluh menit kemudian , mereka memasuki sebuah kawasan perumahan elite dengan keamanan ketat . Jidan menelpon seseorang sebelum masuk gerbang perumahan .
Security kompleks menghentikan kendaraan Jidan dengan sopan .
" Siang pak ..hendak kemana ? " Tanya security tersebut .
" Blok C 2 no 49 pak , Rumah tuan Aditya " jawab Jidan setelah mendapatkan alamat rumah dari sang ayah .
" Saya putra beliau " jawab Jidan .
" Oh.. silahkan pak " security itu membuka portal yang tertutup .
Jidan mengucapkan terimakasih seraya kembali mengendarai mobilnya menyusuri kawasan perumahan yang telah lama tidak ia datangi .
Perumahan tersebut juga tempat di mana pamannya Juan tinggal bersama keluarga mereka .
Setelah menemukan alamat yang di tuju Jidan menghentikan mobilnya di depan sebuah rumah yang cukup mewah , meski tidak semewah yang ia huni bersama dengan keluarga dan tuan Gunawan saat ini .
Pintu gerbang di buka saat Jidan membunyikan klakson mobilnya . Dengan pelan Jidan memasuki rumah baru milik orang tuanya yang merupakan warisan dari sang kakek .
Isabella menatap takjub rumah itu , ia tidak menyangka keluarga Jidan sangat kaya .
" Ayo turun " ajak Jidan setelah mobilnya berhenti .
Keduanya keluar dari mobil , Jidan mengambil koper milik Isabella dari bagasi mobil . Sementara Isabella membawa tas kecil miliknya .
Di depan rumah nampak seorang berseragam tentara tengah berdiri di teras rumah .
" Siang pak " sambut tentara muda tersebut .
" Siang , apa Bapak sudah di sini ? " Tanya Jidan .
" Ya pak beliau di dalam " jawab tentara itu .
__ADS_1
Jidan mengngguk seraya mengajak Bella masuk rumah .
Rumah itu telah tertata dengan rapi dan berperabot meski belum lengkap .
Tampak seorang dengan pakaian seragam angkatan laut berdiri di ruang tamu .
" Pa..." Sapa Jidan
" Hem...ini orangnya ? " Tanya lelaki berseragam tersebut yang tak lain adalah tuan Aditya .
" Ya .. Bella kenalkan dia papku " ucap Jidan pada Isabella .
Isabella mengulurkan tangannya sambil mengenalkan diri , tuan Aditya menyambutnya dengan ramah .
" Ayo silahkan duduk " ucap tuan Aditya . Mereka lalu duduk di ruang tamu tersebut .
" Aku sudah tau tentang masalahmu , aku akan membantumu sebisaku nona Isabella , untuk sementara demi keamananmu tinggallah di rumah ini " ucap tuan Aditya .
" Terimakasih banyak atas bantuannya tuan " ucap Bella .
"Maaf kami tidak bisa membawamu ke rumah keluarga , itu bisa menimbulkan gosip yang bisa mempengaruhi karier dan juga nama baik keluarga kami " lanjut tuan Aditya .
" Ya saya mengerti " Isabella menjawab pelan .
" Akan ada pelayan datang kesini nanti , sementara tinggallah di lantai bawah saja , karna kau hanya sendiri , aku akan minta dua tentara menjagamu di luar rumah , Hanya itu yang bisa kulakukan untukmu . Jika ada yang kau butuhkan katakan saja pada Jidan " tuan Aditya menatap wanita cantik tersebut .
" Baiklah aku pergi dulu , Jidan tolong ikut papa " tuan Aditya beranjak dari duduknya .
Isabella mengulurkan tangannya mengucapkan terimakasih .
Dua pria beda generasi itu keluar rumah . Isabella menatap keduanya dari ruang tamu .
" Ayah akan ke Papua , mungkin tiga atau empat hari di sana . Rahasiakan hal ini pada orang rumah " ucap tuan Aditya .
" Ya aku mengerti pa.., terimakasih " ucap Jidan .
Mobil berwarna hitam berjalan ke arah mereka , tuan Aditya segera menaiki mobil tersebut dan meninggalkan rumah .
Setelah kepergian tuan Aditya Jidan kembali ke dalam .
Pria itu memeriksa beberapa ruangan dan kamar sambil memeriksa dapur .
" Kau gunakan saja kamar yang ini " ucap Jidan pada Isabella yang juga mengikutinya .
" Buatlah daftar kebutuhanmu aku akan membelikannya " ucap Jidan setelah membawa koper milik Isabella ke kamar yang lumayan luas .
" Apa kau tidak akan tinggal di sini ? " Tanya Isabella .
" Aku tidak bisa , Jangan khawatir pelayan yang di maksud ayahku adalah seorang wanita , kau tidak akan kesepian . Kau juga bisa keluar rumah sesekali , hanya di dalam kompleks , akan ada yang mengawasimu diam diam " ucap Jidan .
" Dimana ponselmu ? " Tanya Jidan kemudian .
" Aku tidak membawa charger saat keluar dari rumah Bima , ponselku mati " jawab Bella .
" Sudah kau buat daftar belanjamu ? " Tanya Jidan sambil menatap Bella
Bella memberikan secarik kertas pada Jidan . Pemuda itu membacanya sekilas lalu memasukkannya ke dalam kantong celananya .
__ADS_1
" Aku pergi dulu , istirahatlah " ucap Jidan seraya melangkah pergi .
Jidan berbincang sejenak dengan seorang penjaga Isabella sebelum meninggalkan rumah itu .