Sayembara Cinta

Sayembara Cinta
89. kisah lainnya # Aisyah Nuraini


__ADS_3

" Mas kita sudah sampai " sentuhan Dokter Aisyah di lengannya membuat Anto terbangun dari tidurnya .


Anto membuka kedua matanya , menatap sekelilingnya . Sepertinya mereka berada di sebuah jalanan perumahan .


Aisyah lebih dulu turun dari mobil dan membuka bagasi . Anto turun dan menatap sekelilingnya . mereka berada di depan sebuah rumah , seorang pemuda yang mengenakan kaos oblong dan celana pendek terlihat menanti Aisyah mengangkat kopernya .


" Mari masuk pak..." Aja lelaki muda itu seraya membuka pintu rumah type 30 yang kelihatannya adalah perumahan baru .


" Ayo mas " Aisyah berucap sambil mengikuti pemuda tersebut .


Mereka masuk rumah , pemuda itu meletakkan Ransel Anto di dekat sofa minimalis .


" Mas Anto kenalkan dia teguh adik saya , untuk sementara anda tinggal di sini , dan saya akan tinggal dengan teman saya , besok pagi saya akan menjemput mas dan pergi ke RS , mas tidak keberatan bukan ? " Aisyah yang masih berdiri bertanya padanya yang telah duduk di sofa .


" Oh... baiklah.." jawan Anto .


" Saya pergi dulu ya mas , Guh mbak pergi dulu , besok mbak datang menjemput mas Anto untuk pergi ke rumah sakit " ucap dokter Aisyah sambil berjalan keluar .


" Oh iya mbak..ayo saya antar sampai depan " jawab teguh seraya mengantar Aisyah hingga ke mobilnya , mereka bahkan masih berbincang bincang beberapa saat . Tak lama mobil dokter Aisyah meninggalkan rumah itu .


Begitu masuk teguh langsung menjabat tangan Anto , berbasa basi sebentar lalu mengantarkan Anto ke kamar .


" Bapak boleh tidur di sini , maaf seadanya ya pak . kalau ada apa apa jangan sungkan untuk memanggil saya . Saya permisi dulu ya pak . Selamat beristirahat " ucap Teguh dengan sopan .


" Terimakasih " jawab Anto singkat .


Setelah sang empunya rumah keluar , Anto menatap sekeliling kamar dengan seksama . Kamar berukuran tiga kali tiga meter itu jauh lebih baik dari kamar tidurnya saat si kampung , namun sang pemilik terlihat sungkan . Dengan satu ranjang berukuran single dan sebuah lemari plastik dua pintu . Satu set meja belajar di sebelah lemari . Kamar itu seperti milik seorang anak .


Anto membaringkan tubuhnya perlahan di ranjang , rasa kantuk kembali menguasai dirinya setelah beberapa saat , membuat ia kembali tertidur meski telah tertidur sekitar satu jam lebih di perjalanan .


⭐⭐⭐⭐⭐


Di tempat lain di sebuah hotel bintang tiga , Aisyah baru saja selesai mandi dan hanya mengenakan bath robe yang ia bawa dari rumah , rambutnya yang panjang tergerai dengan rapi . perlahan ia duduk di sofa seraya meraih handphone miliknya lalu membuka akun media sosial miliknya yang sudah lama tidak aktif , iapun melihat lihat story di media sosial milik beberapa teman lamanya .


Tangan Aisyah berhenti menscroll ke bawah saat melihat story milik seseorang yang memposting foto mesra bersama dengan seorang lelaki .


" Denganmu " begitu ungkapan singkat dari foto tersebut .


Berbagai komentar memenuhi postingan Kinanti Ayunda , seorang wanita yang telah membuat impiannya untuk membina sebuah keluarga sakinah hingga akhir hayat harus hancur berkeping keping .


Aisyah terdiam , matanya menatap wajah yang tersenyum bahagia tersebut sambil menarik nafas dalam-dalam . Sebersit kenangan pahit yang ingin ia lupakan kembali membuat hatinya pedih bak teriris pisau belati . Jika ada yang mengatakan bahwa bisa memaafkan bukan berarti bisa melupakan , semua itu benar adanya . Kenangan hampir satu setengah tahun lalu kembali memenuhi ingatannya .


*** Flash back ***


Aisyah Menatap nafas dalam , ia bersyukur dirinya di pilih untuk Menggantikan dokter Anjani untuk menghadiri sebuah seminar dokter muda di bogor mewakili Rumah sakit daerah tempat ia tengah menjalani masa intership . dengan begitu Ia bisa memberi kejutan kepada yang suami , karena jarak Bogor - Jakarta tak terlalu jauh . Sejak menikah mereka hidup terpisah karena keadaan , Aisyah hanya pernah datang sekali saat sang suami pindah ke rumah yang mereka beli dengan kredit , di sudut Jakarta itupun hanya dua hari .

__ADS_1


Pernikahan yang tak di rencanakan membuat mereka menikah dengan buru buru , bahkan surat nikah mereka baru siap tiga bulan setelahnya . Jangankan untuk berbulan madu , mereka bahkan harus hidup terpisah seminggu setelah pernikahan , karena Aisyah harus memenuhi panggilan tugas ke daerah sebagai dokter muda , dan suaminya harus kembali bekerja ke Jakarta .


Sebelum menghadiri seminar esok hari , sore itu Aisyah mampir di sebuah Klinik bersama tempat seorang senior kampus di terima bekerja di sana . Mereka mengobrol dengan gembira di sebuah kafe yang berada tak jauh dari klinik tersebut . Hampir setengah jam ia mengobrol dengan Ayu , namun mereka harus mengakhiri obrolan seru mereka karena Ayu sudah harus masuk kerja .


Aisyah memilih untuk menghabiskan kopinya sebelum kembali ke penginapan untuk beristirahat . matanya masih memandang kepergian Ayu menuju klinik yang berada tak jauh dari cafe tersebut . Saat itulah matanya menangkap sosok lelaki yang sangat ia kenal tengah keluar dari sebuah mobil di area parkir klinik , lalu membukakan pintu di sebelahnya , seorang wanita cantik terlihat tersenyum padanya dengan wajah bahagia .


Semula hatinya menepis apa yang ia lihat , namun kedua matanya mengatakan hal yang sebaliknya . Dengan tangan gemetar Aisyah meraih handphone miliknya yang masih tergeletak di atas meja cafe , Tampa melepaskan tatapan matanya dari dua sosok yang tengah berjalan memasuki klinik .


Di lihatnya pasangan itu berhenti sejenak . sementara sosok lelaki itu terlihat tengah merogoh tas yang selempang yang melingkar di tubuhnya . Nada sambung masih berdengung di handphonenya .


Terlihat pria yang berjarak lebih kurang 70 meter di hadapannya tengah berbicara dengan wanita tersebut setelah menatap handphone di tangannya sesaat di depan pintu klinik , sang wanita hanya terdiam lalu masuk lebih dulu ke dalam . Pria itu terlihat menempel handphonenya di telinganya .


" Assalamualaikum Ais " terdengar dengan jelas suara Aryo di handphonenya . Aisyah terdiam sesaat , jantung nya seakan berhenti berdetak untuk sesaat .


" Walaikumsalam ..., Kamu di mana mas ? " Tanya Aisyah dengan nada setenang mungkin .


" Aku lagi kerja sayang . Kamu sedang tidak sibuk ya ? " Jawab Prasetyo dengan santai .


Aisyah terdiam . Ia jelas jelas melihat suaminya tengah berdiri di depan sebuah klinik , datang bersama dengan seorang wanita cantik , tapi suaminya dengan wajah tenang menjawabnya dengan sebuah kebohongan , pertanda apa ini ?


" Di kantor ? " Aisyah bertanya sambil menahan perasaannya yang tak menentu di penuhi sejuta praduga .


" Emh...iya " jawab Prasetyo gugup .


" Nanti mas juga tahu " jawab Aisyah sambil menatap sosok itu dari kejauhan .


" sayang sudah dulu ya , aku sedang sibuk " ucap Prasetyo , Aisyah hanya terdiam kemudian menutup teleponnya tanpa mengucapkan sepatah katapun .


Di lihatnya Prasetyo menatap handphonenya sejenak , lalu memasuki klinik tempat Ayu bekerja .


Aisyah terdiam sesaat , ia dengan lesu meletakkan handphonenya di meja . Ia menarik nafas panjang , mencoba untuk menjernihkan pikirannya yang tiba tiba terasa gelap .


Sekitar setengah jam kemudian , Aisyah melihat sang suami keluar dari klinik bersama dengan wanita yang tadi bersama dengannya . saat itu Aisyah memutuskan untuk mengikuti Prasetyo dengan menggunakan taksi online , ia telah lama berada di dalam mobil menunggu Prasetyo keluar .


" Tolong ikuti mobil itu pak " seru Aisyah begitu mobil Prasetyo meninggalkan tempat tersebut .


" Baik " jawab sang supir dengan semangat , Aisyah memang telah mengatakan ia akan menyewa mobil tersebut selama beberapa jam .


Mobil yang ia Kendarai terus melaju , melewati jalanan asing yang sama sekali tidak ia kenal . Lalu memasuki sebuah perumahan , tak lama mobil yang di kendarai Prasetyo memasuki sebuah rumah sederhana .


Aisyah meminta agar sang sopir Melewati rumah tersebut dan berhenti tidak jauh dari sana . Ia memperhatikan rumah tersebut , dilihatnya Prasetyo keluar rumah dengan mengendarai sepeda motor , kendaraan yang selama ini ia tahu milik Prasetyo .


" Pak tolong tunggu sebentar " ucap Aisyah seraya melangkah menuju rumah yang ia duga sebagai rumah wanita tadi .


Dengan ragu ia berjalan menuju rumah , memencet bel dan berdiri di depan pintu pagar yang hanya setinggi dada . Tak lama seorang wanita setengah baya keluar dari dalam rumah .

__ADS_1


" Maaf ibu mau cari siapa ? " Tanya wanita tersebut sambil menatap dirinya .


" Emh..pak Prasetyo ada Bu ? " Tanya Aisyah dengan senyum terpaksa .


" Oh.. Bapak baru saja keluar , membeli makanan buat ibu , ada perlu apa ya Bu ? " Tanyanya lagi dengan sopan .


" Kalau istrinya ada ? " Tanya Aisyah dengan lembut.


" Ada Bu , silahkan masuk " ucapnya seraya membuka pintu pagar , ia kemudian mempersilahkan Aisyah untuk duduk menunggu di teras rumah yang terdapat dua kursi dari rotan dan sebuah meja bulat .


" siapa bik ? " Terdengar suara seorang wanita .


" Tidak tahu bu , tapi sepertinya Teman Bapak sama ibu " terdengar jawaban wanita yang tadi menyambutnya .


" Lain kali tanya dulu siapa namanya ya bik , baru di suruh masuk " terdengar suara wanita tersebut .


Setelah beberapa saat , pintu rumah itu terbuka . Wanita yang tadi bersama Pras terlihat berdiri di depan pintu , kali ini ia hanya mengenakan baju daster pendek .


Untuk Sesaat Wanita tersebut hanya terdiam sambil menatap wajah Aisyah , ia nampak terkejut sesaat tapi kemudian berusaha bersikap tenang .


" Maaf cari siapa ya ? " Tanya wanita cantik dengan kulit seputih susu di hadapannya .


" Mas Prasetyo ada ? " Tanya Aisyah dengan tenang .


" Mas Prasetyo sedang keluar , silahkan masuk " wanita itu membuka pintu rumah lebar lebar .


Begitu pintu terbuka , mata Aisyah langsung tertuju pada sebuah photo pernikahan yang berukuran besar . Tak perlu bertanya , foto itu telah menceritakan segalanya . Meski sudah lebih dari delapan bulan menikah ia dan Pras hanya memiliki sebuah foto pernikahan di rumah Sakit , di hadapan ibunda Prasetyo yang tengah terbaring sakit . Tidak ada foto mewah dengan baju kebaya dan jas seperti foto pernikahan yang terpampang di dinding ruang tamu rumah tersebut .


" Silahkan duduk . Maaf siapa nama anda ? " Wanita tadi bertanya dengan nada tenang .


Aisyah hanya terdiam , ia tidak tahu harus berkata apa .


" Maaf ..saya seharusnya tidak berada di sini " ucap Aisyah sambil menahan air matanya yang sudah mengalir keluar . Tanpa berkata apapun ia berbalik dan Berniat untuk meninggalkan rumah tersebut .


Aisyah berjalan dengan cepat , air matanya mengalir begitu saja . Sejuta rasa kecewa dan sakit memenuhi rongga dadanya , saat itu ia berada di teras dan sebuah motor yang akan memasuki rumah berhenti di depan pintu pagar yang tertutup , awalnya sang pengemudi tidak menyadari kehadiran Aisyah , namun begitu ia membuka pintu pagar lelaki itu tertegun dan menatap ke arahnya dengan terkejut .


" Ais..." Gumam lelaki di hadapannya yang tak lain adalah Prasetyo .


Aisyah hanya menggelengkan kepalanya , seraya berlari menuju mobil yang tadi mengantarkan dirinya , Prasetyo terlihat mengejarnya namun ia tidak perduli .


Begitu masuk mobil Aisyah langsung meminta sang sopir untuk pergi meninggalkan tempat tersebut .


Aisyah menangis sejadinya di dalam mobil tanpa menghiraukan teriakan Prasetyo yang memanggil namanya sambil berlari mengejar mobil tersebut .


Hancur sudah mahligai indah yang ia impikan selama ini . Belum genap setahun pernikahan hari ini ia mendapati sang suami memiliki wanita lain sebagai istrinya .

__ADS_1


__ADS_2