
Begitu sampai di pondok Anto langsung menuju sungai kecil yang terletak tak jauh dari pondok . Pemuda itu langsung membersihkan diri sambil mencuci beberapa pakaiannya yang kotor . Terik matahari siang membuat ia memilih untuk membersihkan diri di bawah pohon liar di tepian sungai .
Setelah selesai dengan aktivitasnya , pemuda itu kembali ke pondok . Ia lalu menjemur pakaian dan melaksanakan shalat Dzuhur .
Beberapa kali ia menatap handphone pemberian Lilis , hingga akhirnya tangannya dengan ragu menekan nomor yang ia hafal di luar kepala .
Suara nada sambung telah beberapa kali berbunyi hingga panggilan berakhir dengan suara operator , membuat Anto mengakhiri panggilan teleponnya .
Anto berpikir sejenak , lalu mengemasi beberapa barang , ia ingin pergi ke Bandung .entah kenapa seakan ada bisikan yang membuat ia ingin pergi ke kota itu , bukannya ke Jakarta .
Menjelang sore ia memilih pergi ke rumah mang Kardi lebih dulu , untuk meminta ijin kepada mandor tersebut karena ia ingin libur beberapa hari sebelum kuda kuda yang nantinya ia urus datang .
Suasana rumah mang Kardi tampak lenggang saat Anto tiba di sana . Seorang tetangga mengatakan kalau pemilik rumah tengah pergi ke desa sebelah , ke tempat saudara yang tengah mengadakan acara hajatan .
Anto yang sudah terlanjur pergi meninggalkan pondok memilih untuk bermain ke rumah kang Asep , yang biasa di panggil Cecep . Nama panggilannya memang sama dengan nama keponakan Bu Ratih .
" Woh.... tumben nongol , biasanya kita yang harus nyamperin " sambut Cecep yang tengah duduk santai di dipan yang terbuat dari bambu .
" Aku ke rumah mang Kardi , tapi orangnya tidak ada di rumah " jawab Anto Seraya duduk di samping cecep .
" Iya mereka pergi ke kampung sebelah , nanti malam baru pulang " jawab Cecep yang tengah bermalas-malasan di atas dipan .
" Yang lain pergi ke mana , kok sepi ? " Anto memandangi sekeliling .
" Oh dari habis Dzuhur tadi mereka pergi memancing ke sungai " jawab Cecep malas .
" Ada perlu apa mau menemui Mang Kardi ? " Tanya Cecep penasaran .
Anto hanya tersenyum , tidak menjawab pertanyaan di tukang gosip .
" Kapan kudanya datang To.." tanya Cecep tiba tiba .
" Kurang tahu , dengar-dengar ada kendala dalam dokumen pengiriman " Jawab Anto sambil merebahkan tubuhnya di samping Cecep .
" Oh... padahal saya ingin belajar naik kuda juga , kamu mau kan ngajarin saya " Cecep menatap wajah tampan yang tengah memejamkan mata di sampingnya .
" Ya..." Jawab Anto singkat .
Keduanya kemudian membisu , hingga suara handphone yang berbunyi memecah kesunyian di antara keduanya .
Dengan malas Anto merogoh saku celananya , lalu menatap sesaat nomor yang tertera di layar handphonenya .
" Assalamualaikum...." Jawab Anto sambil berjalan menjauhi Cecep .
" Walaikumsalam mas...., Mas tadi menelpon , Tadi Bapak ada tamu jadi tidak di jawab .
" Siapa ? " Tanya Anto penasaran .
" Ndak tahu mas.., ngakunya teman mas Anto di Jakarta , katanya dulu pernah satu kerja , tapi dia sudah lama pulang ke Bandung . Kebetulan ada tugas di malang jadi mampir mas " jawab sang adik .
" Sekarang mana Bapak ? " Tanya Anto setelah menghela nafas panjang .
" Halo le...kamu telp pakai apa ? " Tanya sang ayah dengan suara pelan .
" Seperti apa orang yang datang mencari saya pak ? " Anto dengan tak sabar menanyai sang ayah tanpa menjawab pertanyaan darinya .
" Perawakannya hampir seperti kamu , tapi dia lebih putih , sepertinya orang kaya datang naik moge " jawab sang ayah .
" Namanya Bima...dia tinggal di Bandung , kamu kenal ? " Sang ayah bertanya dengan serius .
" Bima......" Kenapa nama itu terasa tidak asing .
" Oh..iya dia memberikan alamatnya pada Bapak ..." Lanjut sang ayah .
" Oh.. benarkah ? , Minta Intan SMS ke saya alamatnya pak.." Anto berkata dengan semangat .
" Oh...ya baiklah...ada apa kamu telp Bapak ? " Tanya sang ayah kemudian .
" Itu...anu pak..apa saya punya tanda lahir ? " Tanya Anto setelah ragu Beberapa saat .
" Bapak lupa le..., Kenapa ? " Tanya sang ayah .
" Tidak....tidak apa apa , ya sudah saya harus pergi pak , Intan mana ? " Anto tidak ingin membuat orang tuanya yang sudah tua memikirkan pertanyaannya .
__ADS_1
" Iya mas...." Suara lembut Intan terdengar jelas .
" Tolong SMS kan alamat temanku ya dek..., Kalian baik baik saja ? " Tanya Anto dengan nada hangat .
" Iya mas nanti Intan kirim , kami baik baik saja mas Ndak usah khawatir " jawab intan .
" Ya sudah...mas tutup dulu , kalian baik baik di sana , assalamualaikum..." Anto menutup teleponnya setelah mendengar jawaban salam dari Intan .
Tak lama handphonenya berbunyi , sebuah pesan singkat berisi alamat di Bandung ia terima dari sang adik .
Anto menarik nafas panjang , sesekali ia menatap jauh ke depan .
" Maneh keunaon ? " Tanya Cecep heran .
" Kamu punya teman di Bandung ? " Tanya Anto setengah bergumam .
" Ada...kakak saya kerja di Bandung , jadi pelayan cafe , kenapa ? " Jawab Cecep sambil beranjak dari tidurnya .
" Kalau bis ke Bandung di terminal ada gak kalau malam gini ? " Tanya Anto sambil menatap Cecep .
" Kayaknya ada..., Kamu mau ke Bandung ? Tanya Cecep dengan semangat .
" Sepertinya begitu tapi aku harus izin dulu pada mang Kardi " jawab Anto Seraya melangkah pergi .
" Aku pulang dulu ya... assalamualaikum..." Anto melangkah pergi meninggalkan Cecep yang masih terbengong-bengong .
☀️☀️☀️☀️☀️
Hari ini Dila telah diizinkan kan untuk pulang , oleh dokter yang merawatnya . Jordi dengan semangat membantu segala keperluan administrasi agar Dila segera kembali ke rumah .
Setelah semua urusan administrasi Rumah Sakit selesai , Jordi mengajak Dila pulang ke rumah bersama dengan mak Asih .
Di rumah besar para pelayan menyambut kedatangan Dila dengan gembira . Tuan Gunawan dan Pak Nurdin langsung mengantar Dila ke kamarnya .
Mereka membiarkan Dila beristirahat , dan segera meninggalkan Dila berdua dengan Mak Asih di kamar .
" Jordi... Kakek ingin bicara denganmu " ucap Tuhan Gunawan ketika keduanya berjalan menuruni tangga .
Jordi hanya mengangguk sambil mengikuti langkah pelan Tuan Gunawan menuju ruang kerjanya .
" Ehm... Kakek telah memikirkan baik-baik , kakek harap kali ini kakek tidak mengambil keputusan yang salah " ucap Tuan Gunawan sambil menatap Jordi .
" Apa kau kau sungguh sungguh mencintai Dila..." Tanya Tuan Gunawan kemudian .
" Sepenuh hatiku " jawab Jordi dengan wajah serius .
" Bukan hanya karena ingin mendapatkan saham perusahaan ? " Tanyanya lagi
" Kakek bisa memberikannya pada orang lain " jawab Jordi sambil menatap wajah sang kakek .
tuan Gunawan menarik nafas dalam , kemudian lelaki itu berjalan menuju meja kerjanya . Tak lama dia mengambil sebuah foto dari dalam laci , lalu kembali ke sofa .
" Apa ini ? " Di dan menatap sebuah foto keluarga yang diserahkan oleh sang kakek .
" Ayah Dila dan kakaknya , beserta eyang saka dan istri " jawab tuan Gunawan .
" Tapi gadis ini....? " Jordi menunjuk foto gadis yang wajahnya sangat mirip dengan Dila .
" Sangat mirip dengan Dila bukan ? " Tuan Gunawan tersenyum hambar .
" Sebenarnya dulu pernah hampir terjadi sebuah pernikahan antara ayahmu dengan gadis itu , kakak dari ayah Dila " cerita tuan Gunawan sambil menerawang .
" Papa... dengan wanita ini ? " Jordi mencoba untuk menelaah cerita tuan Gunawan .
" Namanya Kartika , wajah dan perilakunya sangat mirip dengan Dila..., Kami sangat dekat karena dia mampu menjadi penghibur untuk semua orang , dia juga sangat polos dan baik " lanjut tuan Gunawan .
" Saat itu ayahmu masih kuliah , dan karier kakek sedang tidak baik , sementara eyang Saka tengah sibuk bertugas di Ambon . dulu mereka juga tinggal di Bandung , di rumah yang pernah di tempati oleh orang tua Dila .
Keluarga kita sangat dekat , jadi ayahmu sering membawa Tika ke rumah kami , saat itu keluarga kita belum sekaya Sekarang . Singkatnya .....kami berdua telah banyak berharap mereka bisa bersama dengan begitu perjodohan Antara dua keluarga yang telah lama di rencanakan dapat terjadi " tuan Gunawan menghentikan ceritanya .
" Lalu..apa yang terjadi ? , Kenapa papa justru bersama dengan mama " Tanya Jordi dengan wajah penuh tanya .
" Kami tidak tahu...saat itu tiba tiba saja Kartika memutuskan pertunangan bahkan kami sebagai orang tua tidak pernah tahu kenapa ? Dan Ayahmu tentu saja ia menjadi patah hati " jawab tuan Gunawan sambil menerawang .
__ADS_1
" Tidak ada penjelasan apapun ..., Kemudian Keluarga kita menjadi jauh..., Ayahmu yang tadinya banyak tersenyum menjadi dingin dan acuh . Lalu kakek mengalami kebangkrutan sedangkan saat itu ayahmu harus di wisuda . Sungguh keadaan yang miris " tuan Gunawan tersenyum pahit .
" Kalian benar benar tidak tahu kabar tentang anak eyang ? " Jordi penasaran .
" Dengarkan ceritaku..." Sahut Tuan Gunawan .
" Saat keluarga kita dalam kesulitan , eyang Saka datang menemui kakek .. Ia memberi kakek modal untuk memulai bisnis , lalu mengenalkan Aditya pada keluarga tante Irma hingga mereka di jodohkan . Ia juga banyak menasehati ayahmu hingga kembali bangkit dan membantuku memulai bisnis . Ayahmu jg bersahabat dengan ayah Dila yang hanya terpaut 2 tahun lebih muda . Lalu ayahmu bertemu dengan ibumu , kau tahu sebenarnya ibu Dila dan ibumu berteman . Ibumu pernah patah hati karena Ayah Dila lebih memilih Ibu Dila yang hanya seorang dokter yang sedang intership di sebuah RS " cerita kakek Gunawan sambil tersenyum .
" Really ? " Jordi terbengong mendengar cerita itu .
" Ya....kakek juga baru tahu hal itu Saat kamu lahir . keduanya berbincang bincang , dan kakek tidak sengaja mendengar pembicaraan mereka " jawab tuan Gunawan meyakinkan
" Karena dua keluarga kembali berbaikan , kakek buyutmu kembali membahas masalah perjodohan , saat itu kamu dan Jidan berusia 1,5 tahun. Saat pernikahan Rangga dan Diandra eyang buyutmu meminta jika anak mereka perempuan maka salah satu dari kalian bisa di terima sebagai suami Dila . Setahun kemudian istri eyang Saka meninggal Dunia dan mereka ternyata telah pindah di Suka Bumi , kami baru tahu saat Rangga telah memiliki seorang putri . Sesuai amanah kakek buyutmu Aku lalu membahas sebuah perjodohan , saat itu aku memilihmu untuk menjadi calon suami Dila ...tapi tiba tiba eyang saka menceritakan sebuah kisah yang kami sama sekali tidak menduganya...Dila adalah cucu dari anak perempuannya , calon istri ayahmu yang memutuskan tali pertunangan secara sepihak . Dan kau tahu apa alasannya memutuskan perjodohan itu ? , Kerena pria yang ia cintai bukanlah ayahmu..melainkan om Aditya , menurut pengakuannya om Aditya juga pernah menyatakan cinta padanya , namun agar tidak ada perpecahan dalam keluarga kita ia memilih untuk meninggalkan semuanya tanpa menjelaskan apapun " tuan Gunawan menarik nafas panjang .
" Jadi.... Dila anak Tante Kartika ? " Tanya Jordi sambil menatap wajah sang kakek lekat lekat .
" Diandra menderita kanker rahim , ia tidak bisa mengandung kerena salah satu rahimnya di angkat , jadi ya...ku rasa benar dia anak Kartika " jawab tuan Gunawan .
" Dan Dila tidak tahu hal itu ? " Jordi menatap sang kakek dengan wajah tak mengerti ketika sang kakek menjawabnya dengan gelengan kepala .
" Karena akan ada pertanyaan lain jika Dila tahu hal itu , seperti.... Siapa ayahku ? " Tuan Gunawan menarik nafas panjang
" Dan......? " Jordi menatap tuan Gunawan tanpa berkedip .
" Dila adalah hasil dari sebuah perbuatan bejat seorang lelaki , buah dari sebuah pemerkosaan " jawab tuan Gunawan sambil menatap wajah Jordi sang cucu .
" Ibunya berpesan agar hidup Dila bahagia tanpa sedikitpun merasakan kesedihan , ia tidak ingin Dila tahu bagaimana ia bisa lahir ke dunia , itu sebabnya tidak ada yang tahu hal ini selain eyang dan kakek ,. Namun eyang Saka pernah berpesan agar pria yang menjadi suami Dila mengetahui hal yang sebenarnya , dan kurasa om Adit juga sudah mengetahui hal ini " ucap tuan Gunawan sambil menarik nafas panjang .
" Di mana Tante Kartika saat ini ? " Tanya Jordi heran .
" Meninggal dunia saat melahirkan Dila " jawab tuan Gunawan singkat .
" Dan Ayahnya ? " Tanya Jordi lagi .
" meninggal dunia Tertembak oleh om Rangga saat berusaha mencelakai Dila ketika masih kecil . Pria itu pernah berusaha untuk menculik Dila dan meminta tebusan yang sangat besar " jawaban tuan Gunawan membuat Jordi teringat kejadian yang di ceritakan oleh Lilis .
" Saat eyang buyutmu meminta agar salah satu dari kalian menjadi menantu , Diandra pernah berpesan jika memungkinkan ia ingin agar Dila menjadi menantu om Adit , karena sebenarnya pria yang di cintai oleh ibu Dila adalah Aditya , ia ingin Dila menjadi bagian dari keluarga pria yang di cintai oleh ibunya " tuan Gunawan mengusap air matanya yang mengalir .
" Kakek rasa om mu sudah tahu jika Dila adalah anak Kartika " tuan Gunawan menggumam .
" bagaimana bisa ? " Tanya Jordi bingung .
" Ia tidak membiarkan Dila melakukan test DNA sendiri kepada Isabella , dan om Adit adalah sahabat baik ayah Dila , ia senior Rangga di kesatuan " jawab Tuan Gunawan .
" Apa Jidan tahu hal ini ? " Tanya Jordi sambil menatap sang kakek .
" Mungkin...." Jawab sang kakek ragu .
" Ku dengar Eyang Saka telah mengetahui bahwa mereka saling menyukai sebelum keduanya tahu kalau mereka telah terikat sebuah perjodohan " lanjut tuan Gunawan .
" Eyang saka adalah seseorang yang tidak pernah ingin menyimpan sebuah rahasia , ia berencana menceritakan semua ini pada Dila saat ia akan menikah , dan ia ingin suami Dila adalah pria yang bisa menerima Dila dengan semua masa lalunya . Apa kau masih ingin bersama dengan Dila setelah semua ini ? " Tanya Tuan Gunawan sambil menatap wajah Jordi .
" Aku menerima dia dengan segala yang ia miliki " jawab Jordi tanpa ragu .
" Baiklah....kini tinggal mencairkan hati Dila..., Kakek ingin ia mendapatkan yang terbaik sebelum kakek pergi , kakek sudah tua..." Ucap tuan Gunawan dengan lega .
" Satu hal lagi....kaulah orang yang harus menceritakan semua ini pada Dila ." Lanjutnya membuat Jordi menelan ludahnya .
" kakek juga berencana melepaskan posisi direktur utama pada orang lain , apa kau keberatan ? " Tanya tuan Gunawan tiba tiba membuat Jordi terpaku .
" Kenapa ? " Tanya Jordi tak mengerti .
" Ini demi kebaikan semuanya " jawab Tuan Gunawan dengan lembut .
" Jika kau benar-benar serius dengan Dila ,. Kakek bisa membujuknya " ucapnya sambil tersenyum .
" Hati Dila tetaplah miliknya , aku tidak ingin ia menerimaku karena permintaan kakek " jawab Jordi sambil beranjak dan berniat untuk meninggalkan tempat itu .
" Kakek hanya tidak ingin meninggalkan dunia ini tanpa kepastian , sebelum ada seseorang yang kakek percaya bisa menjaganya kakek tidak bisa mati dengan tenang . Pernikahan Dila adalah Hutang terbesar yang kakek punya seumur hidup , Dia adalah satu satunya keturunan dari sahabat baikku " ucapan tuan Gunawan menghentikan langkahnya .
" Menangkan hatinya ...., Nikahi Dila maka kakek akan tenang di alam baka " tuan Gunawan berkata seolah menyampaikan pesan terakhir .
" Kakek akan hidup hingga saat itu , kakek akan lihat Dila menjadi pengantin paling bahagia karena bersanding dengan orang yang sangat mencintai dia " Jawab Jordi sambil berlalu .
__ADS_1
Jordi menutup pintu ruang kerja tuan Gunawan , seraya melangkah perlahan menuju kamarnya . Masa lalu kelam yang Dila miliki sungguh sebuah cambuk berapi yang pasti akan membakar seluruh kebahagiaan milik gadis itu . Bagaimana mungkin ia sanggup mengatakan hal yang bahkan tidak bisa dikatakan oleh orang seberani eyang saka .