
Keesokan harinya Setelah sarapan pagi dan berenang di kolam renang bersama Isabella dan Tania Dila kembali ke ladang Purwanto , ia tidak berani langsung datang namun memperhatikan dari jauh tapi pemuda itu tidak nampak batang hidungnya setelah ia mengawasi hampir dua jam . Bahkan tidak ada seorang pun di kebun itu .
Dila kembali dengan lesu , ia takut keluarganya mencarinya , gadis itu pergi dengan diam diam .
Saat kembali ia bertemu dengan seorang gadis remaja yang tengah berjalan sambil membawa rantang bekal , letak kebunnya tak jauh dari kebun Purwanto .
" Permisi , maaf dik pemilik kebun yang ada pohon tebunya itu apa tidak datang berkebun ? " Tanya Dila pada gadis itu .
" Oh..pakde Suryo ? " Tanya gadis itu .
" Emh ya pak Suryo dan putranya " jawab Dila .
" Mas Anto pergi ke desa sebelah kemarin sore kalau pakde mungkin sore baru datang ngaret ( mencari rumput ) untuk kambingnya " jawab gadis kecil itu .
" oh.. terimakasih banyak ya dek " ucap Dila dengan lesu . Gadis itu memutuskan kembali ke Villa .
Saat tiba di Villa di depan pintu Villa Lilis sudah menanti dirinya dengan wajah cemas . Mau tak mau Dila harus bertemu dengannya .
" Kamu dari mana saja ?! " Tanya gadis itu geram .
" cari angin " jawab Dila seraya masuk kamar , Lilis mengikuti sang majikan .
" Kamu yang ngajak liburan kok kamu yang sepertinya nggak semangat la.., apa terjadi sesuatu ? " Tanya gadis itu cemas .
" Tidak ada.." jawab Dila dengan santai . Ia melepaskan sepatu sportnya dan segera berganti dengan baju renang .
" Kamu yakin ? , Istri mang Karman melihat kamu menangis di bawah pohon di taman resort " ucapan Lilis membuat Dila terdiam sesaat .
"Aku tidak apa apa " Dila tersenyum dengan manis .
" La..." Lilis manatap tajam wajah Dila .
Dila terdiam , ia tahu Lilis sangat menyayangi dirinya . Itu sebabnya ia tidak ingin menambah beban gadis itu . Lilis adalah tulang punggung keluarga saat ini , selain mang Karman . Mereka berdua adalah orang yang mengurus semua urusan yang seharusnya menjadi tanggung jawabnya .
Ia tidak ingin menambah beban Lilis dengan berbagi kesedihan yang ia rasakan .
" Kalau ada yang membuat kamu merasa sedih kamu bisa membaginya dengan aku " ucap Lilis dengan lembut .
" Aku baik baik saja , jangan khawatir " jawab Dila sambil melingkarkan sebuah kain di pinggangnya .
" Sungguh " Lilis bertanya dengan serius . Ia tahu Dila berbohong namun ia tidak bisa memaksanya untuk berbagi perasaan dengan dirinya .
Dila mengangguk seraya tersenyum .
" Ingat..kamu punya kami , aku , Isabella , emak kami semua siap mendengarkan apa yang kamu rasakan " ucap Lilis sambil memeluk sahabatnya sejak kecil .
Dila hanya terpaku dalam pelukan Lilis . Ia bersyukur dengan karunia Tuhan yang luar biasa , di anugerahi begitu banyak kasih sayang dari orang orang di sekelilingnya .
Mungkin ia harus lebih melihat nikmat dari pada terus menerus berada dalam duka yang tidak akan berakhir . Mungkin saatnya ia merelakan janji dan cinta yang ceritanya penuh dengan air mata .
" Aku mau berenang kamu ikut ? " Tanya Dila . Sambil mengoleskan sunblock ke area tubuhnya yang tidak tertutup pakaian , Lilis membantu gadis itu .
" Nggak La aku sudah hitam , oh ya Jordi tadi mencari kamu , bagaimana kamu dengan dia ? " Tanya Lilis .
" Apanya ? " Dila pura pura bodoh .
" Dia laki laki baik Dila , coba beri dia kesempatan " nasehat Lilis tanpa menghiraukan aksi pura pura bodoh Dila .
Dila tak menghiraukan perkataan Lilis gadis itu melangkah keluar menuju kolam renang .
" Kami akan pergi ke kebun apel setelah makan siang bersiap siaplah jika ingin ikut , semua akan pergi " teriak Lilis .
Dila hanya mengacungkan jempolnya seraya melakukan pemanasan , lalu dengan malas ia masuk ke kolam renang , tentu saja dengan gaya batu ia berendam di kolam itu , kerena ia tidak bisa berenang .
" Gaya apa itu " Rizky tiba tiba muncul di tepi kolam saat Dila mengeluarkan kepalanya dari dalam air .pemuda itu hanya mengenakan celana renang , memamerkan tubuhnya yang lumayan atletis pada Dila .
Dila hanya tertawa kecil mendengar komentar pemuda tengil itu .
" Apa kau sungguh tak bisa berenang ? " Tanya Rizky sambil terjun ke kolam renang .
" Diam ! " Bentak Dila sambil beranjak keluar kolam , Gadis itu meraih kain di tepi kolam untuk menutupi tubuhnya bagian bawah . Meski ia mengenakan pakaian renang dan bukan bikini , kehadiran Rizky mengusik kenyamanannya .
Rizky berenang sambil memandang Dila yang keluar dari air . Kulit gadis itu memang sangat putih meski tidak ada keturunan Eropa seperti sang sepupu , dan meski tidak seperti model bentuk tubuhnya sangat berisi .
Tanpa sadar pria muda itu menelan air ludahnya . Fantasinya sebagai pria dengan darah muda melayang hingga ke langit ketiga .
Dila duduk berjemur di tepi kolam renang , ia memesan minuman melalui telepon genggam.
Dengan malas Dila memejamkan matanya , kehadiran Rizky sungguh tidak ia harapkan . Tapi ia tidak mungkin mengusir bocah tengil itu .
" Kau..tadi ku ajak tidak mau , Sekarang pergi sendiri " sebuah suara yang sangat ia kenal membuat Dila membuka matanya .
Jordi yang mengenakan baju pantai dan celana Hawai duduk di dekatnya sambil mengomentari Rizky . Sikapnya biasa saja , seolah olah tidak terjadi apapun antara mereka kemarin sore .
" Aa" kenapa selalu mengikuti aku ! " Rizky berteriak dengan nada kesal .
" Siapa ya g mengikuti kamu , aku mengikuti Dila " Jordi mencibirnya sambil melirik Dila .
Dila terdiam mendengar perkataan Jordi . sesekali ia memandang ke arah pemuda yang tengah asik menikmati sebuah video dari tempat ia duduk ,
Dari suara yang ia dengar , lelaki itu tengah menonton video cara untuk meringankan keseleo di area pundak dari sebuah Chanel YouTube .
__ADS_1
Dila menarik nafas panjang , bagaimanapun jiwanya yang lembut tergelitik , ia tahu silau mentari yang tidak terlalu terik menyilaukan pandangan seseorang ke sebuah layar poncel .
" Apakah masih sakit ? " Tanya Dila akhirnya .
Jordi menganggukkan kepalanya , saran Lilis benar benar mujarab , semoga aksi selanjutnya sesuai ramalan gadis itu .
Di lihatnya Dila beranjak dari posisinya yang terbaring santai , gadis itu duduk bersimpuh di atas kursi .
" Kemarilah..." Ucapan Dila membuat Jordi berteriak kegirangan dalam hati . Gadis itu menepuk kursinya .
" Buka bajumu " ucap Dila datar ,
" Ki... tolong minta minyak Zaitun pada Lilis "teriaknya pada Rizki yang duduk di tepi kolam sambil cemberut memandang mereka .
" Apa kau akan memijitnya , itu tidak adil , waktu itu aku juga terkilir saat kita habis..." Rizky tidak melanjutkan ucapannya ketika melihat tatapan garang Jordi .
" Baiklah..." Ucapnya seraya melangkah pergi .
" Teh Lilis..!!! , Minta minyak " teriakan Rizky terdengar oleh keduanya .
Dila membantu Jordi membuka bajunya karena ia nampak kesulitan . Tubuh Dila yang hanya berbalut baju renang dan berada dekat sekali dengan dirinya tentu saja membuat dadanya berdebar kencang .
" Duduklah membelakangi aku " perintah Dila
Seperti anak kerbau yang di cucuk hidungnya Jordi mengikuti perintah Dila .
" Angkat tangan kirimu dan silangkan ke atas" ucapnya sambil memegang tangan Jordi .
Setelah tangannya membentuk posisi V terbalik gadis itu mulai memijit bahu Jordi .
Tentu saja sakit , tapi Jordi berusaha menahannya .
" Teriak saja jika sakit , agar aku tahu di mana posisi otot yang salah " ucap Dila dari belakang tubuhnya
" auw..ya di situ sakit " ucap Jordi
" di sini ? " Tanya Dila
" Hem.." jawab Jordi .
Dila memijit bagian yang di katakan Jordi dengan ibu jarinya dengan gerakan melingkar .
Awalnya terasa sakit lama lama terasa nyaman .
" Apakah sudah berkurang ? " Tanya Dila setelah beberapa saat .
" Ya .." jawab Jordi
" Argh.. " Jordi meringis .
" Letakkan tanganmu seperti tadi " ucap Dila sambil menatap ke arah rumah .
" Kenapa Rizky lama sekali " gumam Dila sambil memijitnya . Jordi hanya tersenyum , tentu saja Lilis sengaja bersembunyi agar mereka hanya berdua .
Dila kembali memijat Jordi dari pangkal leher hingga ke area tulang belikat , ia akan memijit dengan ibu jarinya dengan perlahan saat jordi mengatakan bahwa area itu sakit .
Lalu gadis itu menarik lengan Jordi dengan perlahan .
" Dila aku tidak menemukan Lilis di manapun " suara Rizky membuat Dila menghentikan kegiatannya .
Jordi yang melihat kedatangan Rizky mengumpat dalam hati .
" Tikus satu ini.. harusnya ku beri racun saja !! " Umpatnya dalam hati .
" Oh..lalu apa yang kau bawa ? " Tanya Dila yang melihat pria yang satu tahun lebih Muda darinya membawa sebuah mangkuk kecil .
" Ini aku memintanya dari istri mang Karman " ucapnya seraya menyerahkan mangkuk pada Dila .
" Apa itu ? " Tanya Jordi
" Minyak goreng " jawab Rizky sambil meletakkan mangkok di atas meja .
" Kau pikir aku Ikan!!" Teriak Jordi kesal . Ia bangkit dari duduknya dan berlari mengejar Rizky yang tertawa terbahak bahak . Dila menahan senyum melihat tingkah mereka .
Melihat tempat Jordi kosong Rizky langsung duduk di tempat itu .
" Dila sekarang giliran aku " ucapnya manja .
" Kau pikir dia tukang pijit " teriak Jordi kesal ia menarik Rizky dan menceburkannya ke kolam renang . Rizky berteriak dengan jengkel dari dalam kolam .
Jidan kembali duduk di tempatnya , di hadapan Dila .
" Apa yang kau lakukan ? " Tanya Dila
" Bukankah belum selesai ? " Tanya Jordi dengan wajah bodoh .
" Bukankah sudah sembuh , kulihat kau menarik Rizky dengan tangan itu " ucap Dila seraya bangkit dari duduknya .
" Oh ..benarkah..hore..." Teriak Jordi salah tingkah .
" Kau benar benar hebat " lanjutnya sambil memutar mutar lengannya .
__ADS_1
Jordi memungut bajunya yang di lemparkan oleh Dila .
Jordi kembali duduk , keduanya terdiam beberapa saat .
" Terimakasih " ucap Jordi sambil memakai bajunya , meski masih nyeri setidaknya kini ia bisa bergerak lebih bebas .
" Dari mana kau belajar hal itu ? " Tanya Jordi sambil menatap wajah Dila .
" Seseorang " jawab Dila singkat tanpa menatap wajah Jordi .
" Oh...apa dia memijitmu juga ? " Tanya Jordi dengan suara pelan .
" Ya..eyang memijitku waktu kecil " jawaban Dila membuat Jordi yang tadi cemberut tersenyum lebar .
" Oh ..orang itu eyang " ucapnya tanpa sadar .
" Memangnya kamu kira siapa ? " Tanya Dila .
" Aemh...ku kira Mak Asih " jawab Jordi cepat .
" Dila sekarang aku..." Rizky yang telah kembali naik , duduk di depan Dila .
" Baiklah..." Ucap Dila sambil tersenyum , ia menatap Jordi sambil mengerling .
Keduanya bangkit lalu mengangkat tubuh Rizky dan kembali melemparkan pria itu ke kolam renang .
Dila tertawa terbahak bahak sambil berjalan ke tepian kolam , Jordi yang gembira melihat Dila tertawa mengangkat gadis itu .
" Aku tidak bisa berenang !!" Teriak Dila yang tahu niat Jordi . Gadis itu memegang erat bahu Jordi .
Karena mati langkah akhirnya Jordi ikut tercebur ke kolam bersama dengan Dila . Tentu saja gadis itu dengan cepat melingkarkan tangannya ke leher pria itu .
" Kau bodoh ! , Apa kau lupa aku pernah mengatakannya padamu " teriak Dila dengan takut , ia memeluk Jordi dengan erat .
Nafas gadis itu berpacu dengan cepat karena gugup , Jordi tidak mendengar makian Dila , wajah dan tubuh gadis itu yang melingkar di tubuhnya tanpa jarak membuat detak jantungnya berpacu cepat dan menjadikan ia tuli .
Ia membawa Dila ke tepi kolam renang , namun gadis itu tetap memeluk erat dirinya , tangannya gemetar .
Jordi mengangkat tubuh Dila yang gemetar ke tepi kolam , ia lalu naik ke permukaan dan menggendong Dila ke kursi .
Dila memukul dada Jordi dengan kuat berkali kali , wajahnya pucat , ia mengumpat dan mulai menangis . Trauma masa kecil yang hampir terlupakan terlintas kembali . Jordi menjadi bingung dengan situasi itu .
Lilis yang dari tadi memperhatikan mereka segera menghampiri sambil membawa handuk , ia menyelimuti Dila dan memeluk gadis itu .
" Tidak apa apa , tidak apa apa " ucap Lilis lembut .
Tangis Dila makin kuat , ia menumpahkan semua kesal , resah dan kesedihan yang ia pendam dalam tangisan itu .
Jordi terpaku ia tidak menyangka akan melihat Dila begitu sedih karena kecerobohannya . Bahkan Rizky hanya terbengong bengong melihat Dila menangis hanya karena tercebur ke kolam , untunglah bukan dia yang melakukan hal itu , jika dirinya hilanglah peluangnya untuk mendekati Dila .
Setelah Dila tenang Lilis meminta Jordi menggendong Dila ke kamarnya . Gadis itu kelelahan setelah menangis hampir satu jam . Setelah Lilis mengganti pakaiannya dengan bath robes gadis itu tertidur pulas .
Jordi yang menunggu di depan kamar dengan khawatir segera menghampiri Lilis yang keluar dari kamar Dila .
" Dia tertidur pulas " ucap lilis yang melihat wajah khawatir Jordi .
" Dia tidak apa apa ? " Tanya Jordi .
" Tidak kurasa dia menangis bukan Karena tercebur kolam " jawab Lilis sambil tersenyum .
" Ku rasa dia meluahkan rasa di hatinya yang lama ia pendam " Lilis berucap sambil tersenyum menenangkan Jordi .
" Sebenarnya aku tahu dia tidak bisa berenang , tapi aku tidak menyangka ia akan setakut itu " ucap Jordi .
" Itu trauma masa kecil , sebenarnya sudah sembuh , mungkin karena ada yang sedang mengganjal di hatinya itu datang kembali " Jordi berjalan mengikuti Lilis yang menuju balkon .
" Trauma ? " Tanya Jordi .
" Saat kecil Dila juga pernah di culik , penculikan waktu itu bukan pengalaman pertama baginya , saat penjahat yang menculik Dila tersudut di lantai dua sebuah rumah kosong , ia melempar Dila keluar jendela , beruntung saat itu ia jatuh ke kolam renang , ia hampir mati tenggelam , untung ayah melompat dan menyelamatkan nyawanya " cerita Lilis .
Jordi terdiam sambil memegang kepalanya yang menjadi sakit .
" Jangan Khawatir ..Dila akan lupa hal sedih jika ia sudah menangis , gantilah pakaian mu , kita akan pergi ke kebun Apple setelah makan siang " Lilis memberi saran padanya .
" Bagaimana dengan Dila ? " Tanya Jordi .
" Dia akan tidur hingga esok " Jawab Lilis sambil berlalu . Jordi melangkah masuk ke Villa dengan berat ia menuju resort untuk mengganti baju , di depan Villa tampak kakek , tuan Juan dan tuan Aditya tiba dengan tergesa gesa ke Villa itu .Tuan Juan melangkah menghampiri Jordi .
Plak ! , Sebuah tamparan mendarat di pipi Jordi dengan keras .
" Kau tahu yang kau lakukan !!? " Teriaknya sambil menatap wajah Jordi dengan marah .
Tuan Aditya mencoba menenangkan sang adik . Sementara tuan Gunawan langsung menuju ke Villa dengan tergesa-gesa .
" Apa Dila baik baik saja " tanya tuan Aditya .
" Dia sedang tidur " jawab Jordi sambil menunduk . Darah segar yang keluar dari bibirnya yang pecah tidak ia rasakan .
" Bersihkan dirimu kami akan melihat keadaan Dila " ucapnya sambil menepuk pundak keponakannya .
Tuan Aditya mengajak tuan Juan masuk ke Villa , sementara Jordi menyetop mobil mini yang kebetulan lewat untuk kembali ke kamarnya di resort .
__ADS_1