Sayembara Cinta

Sayembara Cinta
54 . Pengakuan Jordi


__ADS_3

Jordi terduduk sambil memegang kepalanya . Setelah berganti pakaian ia segera kembali ke Villa .


Sementara itu di Villa Lilis telah menceritakan kejadian sebenarnya setelah melihat kedatangan tuan Gunawan bersama kedua putranya yang cemas . Ia sangat jengkel pada Rizky yang tidak bisa menjaga rahasia dan membuat semua orang khawatir dan segera kembali ke Villa .


" Kita batalkan saja rencana awal untuk ke kebun apel " ucap tuan Gunawan yang sangat mengkhawatirkan Dila .


" Tidak tuan..Dila akan sangat menyesal jika tahu hal itu " ucap Lilis menyela .


"Biarlah tuan Jordi saja yang menemani Dilla di sini . , percaya pada saya " lanjutnya .


" Kau yakin ? , Bagaimana jika trauma masa kecilnya kembali " tanya tuan Juan yang mengetahui peristiwa itu .


" Tuan saya ini ibarat ibu kedua Dila setelah ibu saya , percaya saja pada saya " ucap Lilis meyakinkan .


" Kita ikuti saja saran Lilis " nyonya Irma menimpali .


" Baiklah..., Tapi harus ada orang lain yang bersama mereka " ucap tuan Gunawan .


" Biar saya saja " Bella angkat bicara .


" Tidak aku saja " seru Rizky .


" Kalian semu pergi saja , aku akan tinggal " ucap tuan Gunawan sambil menatap semua orang .


" Aku akan mengawasi keduanya " ucapnya kemudian .


Karena tuan Gunawan sudah angkat bicara semua orang pun hanya diam . Jordi muncul di depan pintu Villa menatap semua orang dengan menyesal .


" Kita makan siang di luar saja , semuanya ayo berangkat " nyonya Kirana yang selalu cuek segera melangkahkan kakinya keluar ,


Anggota keluarga lainnya mengikuti tindakan Yonya Kirana .


" Jangan buat kesalahan lagi " ucap tuan Juan pada Jordi yang baru datang dan tak tahu menahu percakapan mereka .


Tuan Gunawan melangkah menuju sofa dan berbaring di sana setelah semua orang pergi . Jordi berdiri di tengah ruangan , siap menerima amarah sang kakek yang ia tahu sangat menyayangi Dila lebih dari siapapun .


" Jo..panggil pak Nurdin , suruh dia mengambilkan obatku dan makan siang kesini " perintahnya pada Jordi .


" Baik kek " jawab Jordi yang bingung Seraya menelpon assisten sang kakek .


" Kau temani Dila di kamarnya , jangan macam macam " ucapnya sambil menatap tajam cucunya .


Jordi menuruti saja perintahnya , lagi pula dari tadi otaknya hanya di penuhi keinginan untuk melihat gadis itu .


Perlahan Jordi membuka pintu kamar , lalu dengan langkah ringan ia mendekati ranjang dimana Dilla tengah tertidur pulas .


Jordi terdiam sambil menatap wajah Dila yang tengah tidur pulas bagai seorang bayi . pemuda itu tertegun melihat wajah itu , wajah yang kini melekat erat di hatinya . Wajah yang pada awalnya sangat ingin ia benci .


Jordi duduk di tepi ranjang sambil mengingat setiap kenangan yang ia lewati bersama gadis itu .

__ADS_1


Kenangan di mana ia pertama kali bertemu dengan Dila , Lalu saat ia di Maki Dila di kebun jeruk , kenangan di mana mereka menatap bintang bersama untuk pertama kalinya . Kenangan saat gadis itu dengan ceroboh tidur di pundaknya dan setiap kenangan setelahnya .


Hampir tiga puluh menit ia menatap wajah polos Dila , ia menghela nafas panjang dan menghembuskan pelan pelan .


" Dila... benarkah sama sekali tidak ada kesempatan untukku ? . Aku mungkin bukan orang pertama yang kau cintai atau bahkan mungkin tidak akan pernah bisa kau cintai sepenuhnya . Dan...kau juga bukan gadis pertama yang mencuri hatiku . Tapi bukankah cinta bukan tentang awal dan akhir ? . Bagiku banyak hal pertama yang kau ajarkan , denganmu aku mengerti dan tau bahagia itu sederhana , tidak perlu konser mahal , cukup band di alun alun jika itu bisa membuatmu ikut bernyanyi itu juga kebahagiaan " Jordi berbicara dengan lembut pada Dila yang sedang tidur .


" Kau adalah gadis pertama yang mengajari aku hal itu . Gadis pertama yang menyuapi aku cilok jalanan , gadis pertama yang mengatakan padaku bahwa keluarga adalah hal berharga . Kau gadis pertama yang merubah cara pandangku dan kau juga gadis pertama yang mengatakan padaku bahwa kita tidak akan tau seseorang itu berharga ketika kita kehilangan dia dan itu membuat aku yang tidak pernah menghargai hal hal kecil kini mulai menghargainya " Jordi tersenyum masam .


" Kenapa kau begitu menderita karena dia ? , Kenapa kau tetap tersenyum meski hatimu penuh dengan duka ? , Kau selalu menjaga perasaan orang lain hingga lupa akan rasamu sendiri . Dila.... Menangislah di dekatku , aku siap meminjamkan pundakku seperti saat kau kehilangan eyang lalu relakan dia ., aku ingin menemani kamu saat melihat bintang , bukan intuk menangis tapi melihat kenangan . Seperti yang pernah kau katakan , cahaya bintang yang kita lihat saat ini bisa saja terjadi jutaan tahun lalu . Aku mungkin tidak akan menjadi lelaki sempurna seperti Jidan , tapi aku janji tidak akan pernah meninggalkan kamu seperti dia . Aku akan selalu berada di dekatmu dan memilih kamu dari hal apapun yang ada di dunia ini selain Tuhan . Bisakah kau memberi aku kesempatan untuk itu ? , Bisakah kita meniti hari esok dengan saling berbagi hal hal sederhana ? , Aku mencintai kamu , aku sungguh sungguh mencintaimu " Jordi menarik nafas panjang .


Pemuda itu berjalan ke balkon kamar setelah berbicara panjang lebar , mencurahkan isi hati yang selalu ingin ia katakan kepada gadis itu , ia merasa lega meski Dil tidak mendengar apa yang ingin ia katakan .


Jordi menatap hamparan hijau dan lukisan alam di hadapannya sambil termenung di balkon kamar . Mencoba menenangkan dirinya yang gundah .


Tanpa ia sadari tuan Gunawan yang akan memeriksa mereka mendengar semua ucapannya . Dan ternyata Dila yang ia ajak bicara juga telah terjaga . Gadis itu sengaja terdiam agar ia tidak malu .


Dila menatap punggung Jordi dari balik jendela kamarnya , perlahan ia duduk dan bersandar di tumpukan bantal .


" Kenapa kau begitu menyukai gadis seperti aku ? , Aku hanya akan membuat hatimu patah " gumam Dila dalam hati .


Gadis itu mengingat setiap kenangan yang di katakan oleh pemuda itu tadi , dan ia juga mengingat kenangan kenangan lain bersama dengan Jordi . Banyak yang telah ia lalui dengan lelaki itu , tanpa ia sadari banyak kenangan telah tercipta di antara mereka berdua .


Jordi membalikkan badan dan melihat Dila tengah termenung . Pemuda itu segera memasuki kamar dan melangkah mendekati Dila karena khawatir .


" Apa kau baik-baik saja ? " Pertanyaan Jordi menyadarkan lamunan Dila .


" Hah...?" Jordi terbengong .


" Mereka sudah pergi " jawab Jordi ia senang karena Dila baik baik saja .


" Apa ?! , Mereka meninggalkan kita ?! " Gadis itu melompat dari tempat tidurnya .


" Kenapa kau tidak membangunkan aku..., Ayo kita pergi " Dila berlari ke arah kopernya yang tergeletak di sudut kamar . Jordi masih bengong di tempatnya .


" Kau...keluar dari kamar ini aku ingin ganti baju " teriak Dila .


" Apa..? , Baiklah " ucap Jordi seraya keluar kamar .


" Jangan lupa cari mobil ! " Teriakan Dila membuat Jordi tersenyum senang . Pria itu melangkah Menuruni tangga .


" Kakek Dila sudah bangun dia mengajak kita ke kebun apel " ucap Jordi pada tuan Gunawan yang tengah duduk bersama dengan pak Nurdin di ruang makan villa .


" Kalian pergilah aku dan Nurdin ada urusan ,. Kami akan menyusul " jawab tuan Gunawan .


Jordi menelpon customer servis resort dan meminta mereka mengantar mobilnya yang terparkir di sana ke Villa .


" Kakek sungguh tidak ingin pergi dengan kami ? " Tanya Jordi .


" Hem...aku akan menyusul setelah urusanku selesai , jika tak sempat aku akan memberi kabar " jawab Tuan Gunawan .

__ADS_1


Tak sampai sepuluh menit kendaraan Jordi telah di antar oleh layanan resort , dan tak lama Dila juga telah turun dari kamarnya .


Seperti biasa ia hanya memakai celana jeans panjang dan sebuah kaos kasual , sebuah tas mungil tergantung di tubuhnya .


" Kakek masih di sini ? " Tanya Dila yang melihat tuan Gunawan tengah duduk di Ruang makan . Gadis itu menghampirinya .


" Kakek ada perlu sebentar , kalian pergilah dulu " jawab tuan Gunawan .


" Baiklah..kami pergi " Dila mencium punggung tangan tuan Gunawan setelah berpamitan . Keduanya melangkah keluar meninggalkan Villa .


Tuan Gunawan melihat mobil sport yang mereka kendarai meninggalkan tempat itu .


" Ayo kita pergi " ucap tuan Gunawan sesaat kemudian .


" Kemana tuan ? " Tanya pak Nurdin .


" Tentu saja ke kebun apel , Kau pikir aku ingin jadi satpam Villa ini " jawab tuan Gunawan sambil melangkah keluar Villa .


☀️☀️☀️☀️☀️


Dalam perjalanan Dila hanya menikmati pemandangan indah di sampingnya . Jordi yang tengah menyetir sesekali melirik gadis itu .


" Fokuslah mengemudi " perintah Dila seperti nyonya besar .


" ya.." jawab Jordi seperti seorang supir pribadi .


" Apa kau baik baik saja ? " Tanya Jordi setelah beberapa saat .


" Oh aku baik baik saja " Jawab Dila sembari menatap Jordi .


" Aku lapar bisakah kita makan baso lebih dulu ? " Tanya Dila .


" Kau ingin baso ? " Tanya Jordi penuh perhatian .


" Tidak juga tapi aku lapar " jawab Dila


" Saat datang ke resort ku lihat ada warung mie ayam baso di sebelah sana " ucap Dila .


" Baiklah.." jawab Jordi sambil melihat kiri kanan .


Mereka kemudian makan baso di sebuah warung , setelah itu mereka melanjutkan perjalanan ke tempat agro wisata di kota batu .


Tidak butuh waktu lama bagi kedua untuk sampai tempat wisata tersebut . Setelah lebih hampir satu jam dari Villa mereka sampai di tempat tujuan .


Dua mobil yang membawa keluarga mereka juga ada di sana . Dengan langkah ringan Dila segera memasuki area wisata .


Mereka berdua kemudian bertemu dengan anggota keluarga lainnya , bahkan tuan Gunawan sudah ada di tempat itu . Mereka semua antusias menikmati wisata di tempat itu mereka bercengkrama hingga tempat wisata tutup .


Semua anggota keluarga kembali ke mobil masing masing , awalnya tuan Juan ingin pulang bersama Jordi , Namun tuan Gunawan menghalangi niatnya . Tentu saja nyonya Tania sangat senang , di lihat dari sikapnya sepertinya sang mertua mendukung Jordi untuk bersama dengan Dila .

__ADS_1


__ADS_2