Sayembara Cinta

Sayembara Cinta
41.lelaki memilih di cintai


__ADS_3

Jidan bersama dengan Bima mengikuti alat pelacak yang Jidan berikan kepada Isabella . Pria itu mengendarai mobil membelah jalanan sepi menuju kec Rancabali .


Sementara itu Isabella yang tengah berada di sebuah mobil Tengah duduk tak berdaya sambil terus berharap Jidan bisa menyelamatkan dirinya . Sampai hari hampir gelap mereka tiba di sebuah rumah di daerah perkebunan teh .


Andrew , Mike dan dua orang pria lain segera turun membawa Dila masuk ke rumah yang lumayan mewah itu .


Isabella di kurung di sebuah kamar , ia terkejut karena di kamar itu juga ada seorang gadis tengah duduk di lantai kamar dengan tangan terikat dan mulut tertutup .


" Siapa Namamu ? " Tanya Isabella sambil membuka penutup mulut gadis itu .


" Sa..saya Rara " jawab gadis itu takut takut .


" Rara aku Isabella , jangan khawatir seseorang akan datang menyelamatkan kita " ucap Isabella menenangkan gadis itu .


" Kenapa kau ada di sini ? " Tanya Isabella lagi .


" Saya bertemu seorang teman di Bandung , dia menawarkan pekerjaan untuk saya , namun saya hendak di jual kepada om om " cerita gadis itu .


" Oh..kasian sekali kamu " Isabella memeluk Rara .


" Rara , bantu aku melepaskan ikatan ini , kita akan selamat percayalah.., ada orang yang telah berjanji akan menyelamatkanku dari penjahat itu " ucap Isabella menghibur Rara


kedua gadis itu saling bekerja sama untuk melepas ikatan masing masing .


Sementara di ruangan lain , Mike dan Andrew tengah berbincang bincang .


" Kau yakin kita tidak terlacak Mike ? " Tanya Andrew, tentu saja mereka menggunakan bahasa asing .


" Ya aku yakin , tentara yang mengejar kita mengikuti orang yang kita bayar ke arah berlawanan , kita harus bergegas menuju ke pelabuhan dan langsung berangkat dari sana , kita akan tunggu hingga tengah malam baru bergerak " jawab Mike .


" Baiklah..kita istirahat tiga jam , lalu langsung menuju ke pelabuhan " jawab Andrew .


Kedua pria itu menuju kamar masing-masing untuk beristirahat . Mereka berencana menuju ke Sukabumi lalu melarikan diri melalui pelabuhan di suka bumi menggunakan kapal .


*****


Dila tiba di sebuah pangkalan militer , bersama dua anggota militer yang telah menjinakkan Bom yang menempel di tubuhnya .


Tuan Aditya menyambut kedatangan Dila dengan wajah bahagia , pria itu memeluk Dila . Ia nampak geram melihat sedikit luka di wajah Dila .


Setelah menjalani pemeriksaan medis , mereka Pulang ke Bandung menggunakan Helikopter militer .Tak sampai lima belas menit mereka tiba di kota Bandung .


Tuan Aditya mengajak Dila pulang ke rumah pribadinya , setelah Dila makan mereka berbincang bincang .


" Dila..om meminta pak Nurdin untuk mengatakan pada kakek bahwa kamu pergi bersama dengan teman temanmu hari ini " ucap tuan Aditya .


" Ya om. , Dila mengerti " jawab Dila sambil memandangi tuan Aditya .


" Maaf kamu terlibat dengan masalah ini karena Jidan " tuan Gunawan berkata dengan menyesal .


" Sebenarnya ada apa om..?, Apa hubungan Adi dengan semua kejadian ini ? " Tanya Dila .


" Semua ini sebenarnya bukan urusan pribadi , tapi karena Jidan mengusik seseorang dari mereka ini jadi masalah pribadi " jawab tuan Aditya .


" Pria bernama Andrew itu , dia adalah anggota jaringan kriminal internasional . Kamu mungkin belum tahu , Jidan adalah seorang tentara khusus , terkadang ia di tugaskan membantu interpol untuk menangani sebuah kasus internasional " lanjut tuan Aditya melihat wajah Dila yang tak mengerti .


" Bukankah itu masalah kepolisian ? " tanya Dila .


" Benar .., tapi kadang kadang kami Bekerja sama dengan meminjamkan personal kami untuk masalah tertentu " Jawab Tuan Aditya .


" Lalu apakah hal ini ada kaitannya dengan wanita yang bersamanya ? " Tanya Dila .


" Gadis itu datang ke Indonesia karena ingin mencari keluarga mediang ibunya . Ia adalah warga Belanda keturunan Indonesia yang menjadi korban jaringan Human traffic , Jidan pernah menyelamatkan dia ketika di minta untuk membantu interpol di Turki " jawab tuan Aditya .


" Ada lagi yang ingin kau tanyakan ?" Tanya tuan Jidan sambil menatap Dila yang terdiam setelah mereka saling membisu .


Dila menggeleng , gadis itu masih bingung dan merasa shock dengan apa yang terjadi .ia juga merasa bingung dengan hubungan Jidan dan gadis bernama Isabella itu , mereka terlihat sangat akrab .


" Baiklah bersihkan dirimu , seseorang akan mengantar kau pulang dengan mobil , ia akan berperan sebagai teman kampusmu , katakan saja mobil yang kau kendarai mogok " ucap tuan Aditya seraya bangkit .


" Baik om , terima kasih " ucap Dila sambil tersenyum .

__ADS_1


" Oh ya Dila , om harap kamu bisa merahasiakan semua hal yang terjadi hari ini kepada siapapun di luar sana " tuan Aditya berkata sebelum melangkah pergi .


" Ya om.." ucap Dila sambil mengangguk .


" Om akan pulang lebih dulu untuk memastikan keadaan aman untukmu ketika di rumah , Wira akan mengantarmu . Dan lestari akan menyiapkan keperluan mu " ucap tuan Aditya .Dila hanya mengangguk .


Tuan Aditya pergi dari rumah , sementara Dila beristirahat di sebuah kamar yang di sediakan oleh lestari , pelayan di rumah itu .


Sesaat kemudian pelayanan itu datang membawa sebuah pakaian .


" Nona pakaian ini sepertinya muat dengan tubuh anda " ucap pelayan itu .


" Milik siapa ini ? " Tanya Dila .


" Kepunyaan nona Isabella , tapi sepertinya belum pernah di gunakan , tuan muda meminta saya membelikan beberapa pakaian untuknya beberapa hari lalu " jawab lestari .


" Emh...kak siapa Isabella ?, Apa hubungannya dengan Jidan ? " Tanya Dila .


" Oh.. sepertinya kekasih tuan muda Jidan , dia tinggal di rumah ini , tapi menurut cerita nona Isabella dia yang mencintai tuan Jidan sementara tuan Jidan dia punya kekasih , tapi dari apa yang saya lihat dia sangat baik pada nona Isabella , mungkin mereka ingin menutupi hubungan mereka karena tuan besar tidak merestui " jawab lestari , pelayan di rumah itu .


Dila terdiam sesaat , ia mengucapkan terimakasih setelah pelayan itu meminta diri .


Dila segera masuk ke kamar mandi untuk membersihkan diri , setelah selesai dan berganti pakaian ia membaringkan tubuhnya di atas ranjang empuk di kamar tersebut


Hampir setengah jam kemudian pintu kamar di ketuk , pelayan tadi memberi tahu Dila ia sudah harus pulang ke rumah besar .


Dila pun meninggalkan rumah itu di antar oleh seorang petugas yang bernama Wira .


Rumah besar nampak sepi saat Dila sampai di rumah itu menjelang malam . pak Nurdin menyambut kedatangan Dila dengan wajah gembira . Sementara petugas tersebut langsung berpamitan .


Di ruang tengah Tania dan nyonya Irma tengah mengobrol dengan tuan Aditya dan tuan Gunawan sambil minum teh .


" Oh Dila kau bersenang senang hari ini ? " tanya tuan Gunawan begitu melihat kedatangan Dila .


" Iya.." jawab Dila seraya mendekati tuan Gunawan . Gadis itu mencium punggung tangannya, ia juga melakukan hal yang sama pada tuan Aditya dan nyonya Irma .Dila kemudian bergabung dengan keluarga itu .


" Kak Dila selamat datang di rumah ini " ucap Tania sambil tersenyum .


" Terimakasih " jawab Dila sambil menatap wajah tuan Aditya yang tengah menatapnya .


" Ya istirahat dulu saja " tuan Gunawan menimpali


" Kau tampak sangat lelah "


" Oh.. terimakasih kakek , Dila masuk kamar dulu " jawab Dila seraya beranjak . gadis itu melangkah dengan lesu menuju kamarnya .


" Kemana Jidan ?" Tanya tuan Aditya .


" Oh..ku dengar dia ada tugas mendadak pa " jawab tuan Aditya .


" Bukankah dia sedang dalam masa hukuman satu bulan ini ? " Tanya tuan Gunawan .


" Apa tidak sebaiknya kita menyuruh dia untuk mengurus bisnis keluarga ?, aku berencana mengembangkan berinvestasi pada sebuah pabrik " tanya tuan Gunawan tiba tiba .


" Pa..menjadi prajurit adalah pilihan Jidan sejak.kecil , kita tidak bisa memaksanya " jawab tuan Aditya .


" Aku tahu...tapi setidaknya kita bisa menawarkan hal ini padanya " ucap tuan Gunawan .


" Apa ayahmu masih berharap dia menjadi seorang petinggi TNI ? " Tanya tuan Gunawan pada nyonya Irma .


" Tidak pa..., Papa tidak pernah mengatur kehidupan kami dan cucu cucunya " jawab nyonya Irma .


" Jadi maksudmu aku suka mengatur ? " Tanya tuan Gunawan karena merasa tersinggung dengan ucapan menantunya .


" Bukan begitu pa..maksud Irma selama ini Jidan menjadi tentara karena keinginan sendiri , bukan karena kakeknya " jawab nyonya Irma mencoba menjelaskan maksud perkataannya .


Tuan Gunawan terdiam . Wajahnya berkerut tanda tidak suka dengan kata kata nyonya Irma .


Beruntung Bu Narti datang datang memberitahu mereka bahwa makan malam telah siap , perdebatan mereka tidak berlangsung . Anggota keluarga itu segera menuju ke ruang makan . Saat itu tiba tiba Jordi datang ke rumah bersama dengan nyonya Nisa , mereka ikut bergabung makan malam .


" Narti coba kau lihat Dila di kamarnya ? " Ucap tuan Gunawan saat menyadari Dila tidak turun .

__ADS_1


" Kenapa dia bersikap seperti tuan putri " gumam Tania .


" Dia memang tuan putri " ucap tuan Gunawan sambil menatap wajah Tania saat mendengar gumaman sang cucu . Tania dan yang lain membisu .


" Biar aku yang memanggilnya " ucap Jordi sambil beranjak dari tempat duduknya .


" Kenapa kalian hanya berdua , di mana Juan ? " Tanya tuan Aditya pada nyonya Nisa .


" Oh papanya Jordi sedang pergi ke kota Batam untuk realisasi rencana papa " jawab nyonya Nisa .


" Oh...itu bagus " jawab tuan Gunawan seraya menyuruh pelayan menuangkan makanannya .


" Ayo kita makan , mungkin Dila masih lelah " ucap tuan Gunawan seraya memimpin do'a . Mereka memulai makan malam tanpa Jordi dan Dila .


Di lantai dua Dila tengah asyik menatap panorama kota sekeliling dari balkon kamarnya . Entah kenapa hatinya merasa sepi , peristiwa yang terjadi Seharian tadi membuat gadis itu tidak bisa memejamkan matanya sedetikpun .


Ia teringat bagaimana Isabella memeluk dan mencium Jidan , bagaimana pelayanan di rumah tuan Aditya menyebut gadis itu sebagai kekasih Jidan . Namun ia juga ingat bagaimana sikap Jidan padanya yang tidak berubah .


Gadis itu menghela nafas panjang , mencoba menghapus sejuta pemikiran yang mengganggu dirinya hingga tak bisa tidur .


" Apa yang kau lakukan ? " Sebuah suara membuat gadis itu berjingkat . Di lihatnya Jordi tengah berdiri di pintu sambil menatapnya .


" Kau mengagetkan aku ! " Bentak Dila .


Jordi tersenyum melihat ekspresi wajah Dila yang terkejut .


" Kenapa kau masuk ke kamar seorang gadis tanpa permisi ? " Tanya Dila .


" Aku sudah mengetuk pintu berkali kali dan memanggilmu juga berkali kali tapi kau tidak mendengar " jawab Jordi.


" Benarkah ? , Aku tidak mendengarnya . Ada apa ? " Tanya Dila dengan wajah bingung .


" Semua orang menunggumu di ruang makan . Ayo turun !" Ajak Jordi .


" Aku masih kenyang , aku tidak mau makan " jawab Dila sambil menatap jauh ketempat kosong .


" Apa kau baik baik saja , kau tidak menelepon atau mengabariku tadi pagi ? " Tanya Jordi .


Sebenarnya seharian ini ia menanti telp Dila , namun gadis itu tidak juga menelpon dirinya hanya untuk sekedar berterima kasih .


" Terimakasih , apa kau yang menggendong aku ke kamar ? , Kenapa tidak membangunkan aku saja ? " Tanya Dila .


Jordi terdiam sambil memandang Dila ,. Gadis itu benar benar tidak tahu yang terjadi semalam , benarkan ? .


" Apa kau mengenal Jidan ? " Tanya Jordi akhirnya .


" Ya kami sama sama pecinta alam , aku tidak tahu kalau dia adalah cucu kakek " Jawab Dila dengan wajah datar .


" Benarkah hanya sebatas itu ? " Tanya Jordi lagi .


Dila terdiam mendengar perkataan Jordi . Gadis itu menghela nafas panjang seraya menatap dalam mata pemuda di hadapannya .


" Sebenarnya apa yang dipikirkan pria saat berpacaran dengan seseorang " tanya Dila tiba tiba .


" Apa maksud mu ? " Tanya Jordi .


" Saat ada seorang gadis yang begitu mencintai kamu hingga ia rela mengarungi benua untuk bersama dengan mu apa kamu akan meninggalkan kekasihmu yang tidak secantik dan sebaik gadis itu ? " Tanya Dila kemudian .


" Tentu saja , bersama orang yang sempurna itu menyenangkan " jawab Jordi .


" Bagaimana mungkin kamu bisa berkata begitu ! " Bentak Dila .


" Apa aku salah ? , Bukankah menyenangkan bersama orang yang mencintaimu begitu besar " jawab Jordi acuh .


" Jadi kau memilih orang yang mencintaimu , Dari pada orang yang engkau cintai ?" Tanya Dila .


" Iya dong di cintai itu menyenangkan , tapi mencintai kadang menyakitkan , bener nggak ? " Tanya Jordi sambil menaikkan kedua alisnya .


Dila hanya tersenyum mendengar pernyataan Jordi .


" Apa aku mengenal pria itu ? " Tanya Jordi lagi .

__ADS_1


Dila hanya membisu mendengar pertanyaan itu .


" Ayo kita turun " ucapnya seraya melangkah pergi . Gadis Itu semakin merasa pusing mendengar jawaban dari Jordi .


__ADS_2