
Jidan bersama dengan Bima mengikuti alat pelacak yang Jidan berikan kepada Isabella . Pria itu mengendarai mobil membelah jalanan sepi menuju kec Rancabali .
Sementara itu Isabella yang tengah berada di sebuah mobil Tengah duduk tak berdaya sambil terus berharap Jidan bisa menyelamatkan dirinya . Sampai hari hampir gelap mereka tiba di sebuah rumah di daerah perkebunan teh .
Andrew , Mike dan dua orang pria lain segera turun membawa Dila masuk ke rumah yang lumayan mewah itu .
Isabella di kurung di sebuah kamar , ia terkejut karena di kamar itu juga ada seorang gadis tengah duduk di lantai kamar dengan tangan terikat dan mulut tertutup .
" Siapa Namamu ? " Tanya Isabella sambil membuka penutup mulut gadis itu .
" Sa..saya Rara " jawab gadis itu takut takut .
" Rara aku Isabella , jangan khawatir seseorang akan datang menyelamatkan kita " ucap Isabella menenangkan gadis itu .
" Kenapa kau ada di sini ? " Tanya Isabella lagi .
" Saya bertemu seorang teman di Bandung , dia menawarkan pekerjaan untuk saya , namun saya hendak di jual kepada om om " cerita gadis itu .
" Oh..kasian sekali kamu " Isabella memeluk Rara .
" Rara , bantu aku melepaskan ikatan ini , kita akan selamat percayalah.., ada orang yang telah berjanji akan menyelamatkanku dari penjahat itu " ucap Isabella menghibur Rara
kedua gadis itu saling bekerja sama untuk melepas ikatan masing masing .
Sementara di ruangan lain , Mike dan Andrew tengah berbincang bincang .
" Kau yakin kita tidak terlacak Mike ? " Tanya Andrew, tentu saja mereka menggunakan bahasa asing .
" Ya aku yakin , tentara yang mengejar kita mengikuti orang yang kita bayar ke arah berlawanan , kita harus bergegas menuju ke pelabuhan dan langsung berangkat dari sana , kita akan tunggu hingga tengah malam baru bergerak " jawab Mike .
" Baiklah..kita istirahat tiga jam , lalu langsung menuju ke pelabuhan " jawab Andrew .
Kedua pria itu menuju kamar masing-masing untuk beristirahat . Mereka berencana menuju ke Sukabumi lalu melarikan diri melalui pelabuhan di suka bumi menggunakan kapal .
*****
Dila tiba di sebuah pangkalan militer , bersama dua anggota militer yang telah menjinakkan Bom yang menempel di tubuhnya .
Tuan Aditya menyambut kedatangan Dila dengan wajah bahagia , pria itu memeluk Dila . Ia nampak geram melihat sedikit luka di wajah Dila .
Setelah menjalani pemeriksaan medis , mereka Pulang ke Bandung menggunakan Helikopter militer .Tak sampai lima belas menit mereka tiba di kota Bandung .
Tuan Aditya mengajak Dila pulang ke rumah pribadinya , setelah Dila makan mereka berbincang bincang .
" Dila..om meminta pak Nurdin untuk mengatakan pada kakek bahwa kamu pergi bersama dengan teman temanmu hari ini " ucap tuan Aditya .
" Ya om. , Dila mengerti " jawab Dila sambil memandangi tuan Aditya .
" Maaf kamu terlibat dengan masalah ini karena Jidan " tuan Gunawan berkata dengan menyesal .
" Sebenarnya ada apa om..?, Apa hubungan Adi dengan semua kejadian ini ? " Tanya Dila .
" Semua ini sebenarnya bukan urusan pribadi , tapi karena Jidan mengusik seseorang dari mereka ini jadi masalah pribadi " jawab tuan Aditya .
" Pria bernama Andrew itu , dia adalah anggota jaringan kriminal internasional . Kamu mungkin belum tahu , Jidan adalah seorang tentara khusus , terkadang ia di tugaskan membantu interpol untuk menangani sebuah kasus internasional " lanjut tuan Aditya melihat wajah Dila yang tak mengerti .
" Bukankah itu masalah kepolisian ? " tanya Dila .
" Benar .., tapi kadang kadang kami Bekerja sama dengan meminjamkan personal kami untuk masalah tertentu " Jawab Tuan Aditya .
" Lalu apakah hal ini ada kaitannya dengan wanita yang bersamanya ? " Tanya Dila .
" Gadis itu datang ke Indonesia karena ingin mencari keluarga mediang ibunya . Ia adalah warga Belanda keturunan Indonesia yang menjadi korban jaringan Human traffic , Jidan pernah menyelamatkan dia ketika di minta untuk membantu interpol di Turki " jawab tuan Aditya .
" Ada lagi yang ingin kau tanyakan ?" Tanya tuan Jidan sambil menatap Dila yang terdiam setelah mereka saling membisu .
Dila menggeleng , gadis itu masih bingung dan merasa shock dengan apa yang terjadi .ia juga merasa bingung dengan hubungan Jidan dan gadis bernama Isabella itu , mereka terlihat sangat akrab .
" Baiklah bersihkan dirimu , seseorang akan mengantar kau pulang dengan mobil , ia akan berperan sebagai teman kampusmu , katakan saja mobil yang kau kendarai mogok " ucap tuan Aditya seraya bangkit .
" Baik om , terima kasih " ucap Dila sambil tersenyum .
__ADS_1
" Oh ya Dila , om harap kamu bisa merahasiakan semua hal yang terjadi hari ini kepada siapapun di luar sana " tuan Aditya berkata sebelum melangkah pergi .
" Ya om.." ucap Dila sambil mengangguk .
" Om akan pulang lebih dulu untuk memastikan keadaan aman untukmu ketika di rumah , Wira akan mengantarmu . Dan lestari akan menyiapkan keperluan mu " ucap tuan Aditya .Dila hanya mengangguk .
Tuan Aditya pergi dari rumah , sementara Dila beristirahat di sebuah kamar yang di sediakan oleh lestari , pelayan di rumah itu .
Sesaat kemudian pelayanan itu datang membawa sebuah pakaian .
" Nona pakaian ini sepertinya muat dengan tubuh anda " ucap pelayan itu .
" Milik siapa ini ? " Tanya Dila .
" Kepunyaan nona Isabella , tapi sepertinya belum pernah di gunakan , tuan muda meminta saya membelikan beberapa pakaian untuknya beberapa hari lalu " jawab lestari .
" Emh...kak siapa Isabella ?, Apa hubungannya dengan Jidan ? " Tanya Dila .
" Oh.. sepertinya kekasih tuan muda Jidan , dia tinggal di rumah ini , tapi menurut cerita nona Isabella dia yang mencintai tuan Jidan sementara tuan Jidan dia punya kekasih , tapi dari apa yang saya lihat dia sangat baik pada nona Isabella , mungkin mereka ingin menutupi hubungan mereka karena tuan besar tidak merestui " jawab lestari , pelayan di rumah itu .
Dila terdiam sesaat , ia mengucapkan terimakasih setelah pelayan itu meminta diri .
Dila segera masuk ke kamar mandi untuk membersihkan diri , setelah selesai dan berganti pakaian ia membaringkan tubuhnya di atas ranjang empuk di kamar tersebut
Hampir setengah jam kemudian pintu kamar di ketuk , pelayan tadi memberi tahu Dila ia sudah harus pulang ke rumah besar .
Dila pun meninggalkan rumah itu di antar oleh seorang petugas yang bernama Wira .
Rumah besar nampak sepi saat Dila sampai di rumah itu menjelang malam . pak Nurdin menyambut kedatangan Dila dengan wajah gembira . Sementara petugas tersebut langsung berpamitan .
Di ruang tengah Tania dan nyonya Irma tengah mengobrol dengan tuan Aditya dan tuan Gunawan sambil minum teh .
" Oh Dila kau bersenang senang hari ini ? " tanya tuan Gunawan begitu melihat kedatangan Dila .
" Iya.." jawab Dila seraya mendekati tuan Gunawan . Gadis itu mencium punggung tangannya, ia juga melakukan hal yang sama pada tuan Aditya dan nyonya Irma .Dila kemudian bergabung dengan keluarga itu .
" Kak Dila selamat datang di rumah ini " ucap Tania sambil tersenyum .
" Terimakasih " jawab Dila sambil menatap wajah tuan Aditya yang tengah menatapnya .
" Ya istirahat dulu saja " tuan Gunawan menimpali
" Kau tampak sangat lelah "
" Oh.. terimakasih kakek , Dila masuk kamar dulu " jawab Dila seraya beranjak . gadis itu melangkah dengan lesu menuju kamarnya .
" Kemana Jidan ?" Tanya tuan Aditya .
" Oh..ku dengar dia ada tugas mendadak pa " jawab tuan Aditya .
" Bukankah dia sedang dalam masa hukuman satu bulan ini ? " Tanya tuan Gunawan .
" Apa tidak sebaiknya kita menyuruh dia untuk mengurus bisnis keluarga ?, aku berencana mengembangkan berinvestasi pada sebuah pabrik " tanya tuan Gunawan tiba tiba .
" Pa..menjadi prajurit adalah pilihan Jidan sejak.kecil , kita tidak bisa memaksanya " jawab tuan Aditya .
" Aku tahu...tapi setidaknya kita bisa menawarkan hal ini padanya " ucap tuan Gunawan .
" Apa ayahmu masih berharap dia menjadi seorang petinggi TNI ? " Tanya tuan Gunawan pada nyonya Irma .
" Tidak pa..., Papa tidak pernah mengatur kehidupan kami dan cucu cucunya " jawab nyonya Irma .
" Jadi maksudmu aku suka mengatur ? " Tanya tuan Gunawan karena merasa tersinggung dengan ucapan menantunya .
" Bukan begitu pa..maksud Irma selama ini Jidan menjadi tentara karena keinginan sendiri , bukan karena kakeknya " jawab nyonya Irma mencoba menjelaskan maksud perkataannya .
Tuan Gunawan terdiam . Wajahnya berkerut tanda tidak suka dengan kata kata nyonya Irma .
Beruntung Bu Narti datang datang memberitahu mereka bahwa makan malam telah siap , perdebatan mereka tidak berlangsung . Anggota keluarga itu segera menuju ke ruang makan . Saat itu tiba tiba Jordi datang ke rumah bersama dengan nyonya Nisa , mereka ikut bergabung makan malam .
" Narti coba kau lihat Dila di kamarnya ? " Ucap tuan Gunawan saat menyadari Dila tidak turun .
__ADS_1
" Kenapa dia bersikap seperti tuan putri " gumam Tania .
" Dia memang tuan putri " ucap tuan Gunawan sambil menatap wajah Tania saat mendengar gumaman sang cucu . Tania dan yang lain membisu .
" Biar aku yang memanggilnya " ucap Jordi sambil beranjak dari tempat duduknya .
" Kenapa kalian hanya berdua , di mana Juan ? " Tanya tuan Aditya pada nyonya Nisa .
" Oh papanya Jordi sedang pergi ke kota Batam untuk realisasi rencana papa " jawab nyonya Nisa .
" Oh...itu bagus " jawab tuan Gunawan seraya menyuruh pelayan menuangkan makanannya .
" Ayo kita makan , mungkin Dila masih lelah " ucap tuan Gunawan seraya memimpin do'a . Mereka memulai makan malam tanpa Jordi dan Dila .
Di lantai dua Dila tengah asyik menatap panorama kota sekeliling dari balkon kamarnya . Entah kenapa hatinya merasa sepi , peristiwa yang terjadi Seharian tadi membuat gadis itu tidak bisa memejamkan matanya sedetikpun .
Ia teringat bagaimana Isabella memeluk dan mencium Jidan , bagaimana pelayanan di rumah tuan Aditya menyebut gadis itu sebagai kekasih Jidan . Namun ia juga ingat bagaimana sikap Jidan padanya yang tidak berubah .
Gadis itu menghela nafas panjang , mencoba menghapus sejuta pemikiran yang mengganggu dirinya hingga tak bisa tidur .
" Apa yang kau lakukan ? " Sebuah suara membuat gadis itu berjingkat . Di lihatnya Jordi tengah berdiri di pintu sambil menatapnya .
" Kau mengagetkan aku ! " Bentak Dila .
Jordi tersenyum melihat ekspresi wajah Dila yang terkejut .
" Kenapa kau masuk ke kamar seorang gadis tanpa permisi ? " Tanya Dila .
" Aku sudah mengetuk pintu berkali kali dan memanggilmu juga berkali kali tapi kau tidak mendengar " jawab Jordi.
" Benarkah ? , Aku tidak mendengarnya . Ada apa ? " Tanya Dila dengan wajah bingung .
" Semua orang menunggumu di ruang makan . Ayo turun !" Ajak Jordi .
" Aku masih kenyang , aku tidak mau makan " jawab Dila sambil menatap jauh ketempat kosong .
" Apa kau baik baik saja , kau tidak menelepon atau mengabariku tadi pagi ? " Tanya Jordi .
Sebenarnya seharian ini ia menanti telp Dila , namun gadis itu tidak juga menelpon dirinya hanya untuk sekedar berterima kasih .
" Terimakasih , apa kau yang menggendong aku ke kamar ? , Kenapa tidak membangunkan aku saja ? " Tanya Dila .
Jordi terdiam sambil memandang Dila ,. Gadis itu benar benar tidak tahu yang terjadi semalam , benarkan ? .
" Apa kau mengenal Jidan ? " Tanya Jordi akhirnya .
" Ya kami sama sama pecinta alam , aku tidak tahu kalau dia adalah cucu kakek " Jawab Dila dengan wajah datar .
" Benarkah hanya sebatas itu ? " Tanya Jordi lagi .
Dila terdiam mendengar perkataan Jordi . Gadis itu menghela nafas panjang seraya menatap dalam mata pemuda di hadapannya .
" Sebenarnya apa yang dipikirkan pria saat berpacaran dengan seseorang " tanya Dila tiba tiba .
" Apa maksud mu ? " Tanya Jordi .
" Saat ada seorang gadis yang begitu mencintai kamu hingga ia rela mengarungi benua untuk bersama dengan mu apa kamu akan meninggalkan kekasihmu yang tidak secantik dan sebaik gadis itu ? " Tanya Dila kemudian .
" Tentu saja , bersama orang yang sempurna itu menyenangkan " jawab Jordi .
" Bagaimana mungkin kamu bisa berkata begitu ! " Bentak Dila .
" Apa aku salah ? , Bukankah menyenangkan bersama orang yang mencintaimu begitu besar " jawab Jordi acuh .
" Jadi kau memilih orang yang mencintaimu , Dari pada orang yang engkau cintai ?" Tanya Dila .
" Iya dong di cintai itu menyenangkan , tapi mencintai kadang menyakitkan , bener nggak ? " Tanya Jordi sambil menaikkan kedua alisnya .
Dila hanya tersenyum mendengar pernyataan Jordi .
" Apa aku mengenal pria itu ? " Tanya Jordi lagi .
__ADS_1
Dila hanya membisu mendengar pertanyaan itu .
" Ayo kita turun " ucapnya seraya melangkah pergi . Gadis Itu semakin merasa pusing mendengar jawaban dari Jordi .