
Isabella duduk di sebuah kamar dengan sedih . Sudah tujuh hari mereka berpindah pindah kota hingga sampai di Surabaya . Selama itu gadis itu hanya bisa pasrah , mendengar suara ledakan dari jurang malam itu memupus semua harapan yang ia miliki .
Jidan adalah satu satunya orang yang ia percayai . Lelaki itu ia percaya datang ke dunia untuk merubah takdir hidupnya .
Ia terlahir dari pasangan yang tidak bahagia . Ibunya adalah wanita malang yang menikahi sang ayah yang ternyata seorang penipu . Setelah orang tua angkat sang ibu meninggal dunia mereka harus hidup susah .
Penderitaannya makin bertambah besar saat sang ibu jatuh sakit , keadaan membuat ia harus bekerja ekstra hingga Bekerja di sebuah diskotik .
Nasib mempertemukan dirinya dengan Andrew , ia mengira lelaki itu pria baik karena dengan rela membantu dirinya membiayai pengobatan sang ibu . Sayang sang ibu akhirnya meninggal dunia , sebelum wafat ia menceritakan asal usul dirinya .
Selama ini sang ibu selalu mengajak ia berbicara dalam bahasa Indonesia , negara asalnya .
Ibunya bercerita di negara asalnya ia punya seorang saudara kembar perempuan yang mungkin akan menyayangi dirinya dan menyuruhnya untuk pergi ke Indonesia agar ia tidak sendirian .
Andrew sang kekasih berjanji akan membawa Isabella ke Indonesia sambil berjalan jalan menaiki kapal pesiar , namun di tengah perjalanan ia justru akan di jual kepada seseorang .
Saat tiba di Turki Isabella melarikan diri , saat itulah ia bertemu dengan seorang yang bisa berbahasa Indonesia , orang itu tak lain adalah Jidan .
Kini pria yang telah ia anggap sebagai malaikat penolong baginya telah tiada . Beberapa hari ini Isabella hanya bisa menangisi nasibnya yang kini tak punya tempat bergantung . Ia hanya bisa pasrah menerima kenyataan tersebut .
Malam itu seperti biasanya , Mike datang membawa sebuah nampan berisi Makanan ke kamarnya dan juga Rara . Gadis itu juga bernasib sama seperti dirinya , ibunya sedang sakit hingga ia ingin bekerja apa saja , dan nasib membawanya ke sarang ular .
Bela menatap Rara yang tengah tertidur pulas di sampingnya . Malam itu ia tidak bisa tidur , gadis itu masih teringat pada Jidan ,, bagaimana nasibnya ? Apa ia masih hidup ? Semua pertanyaan itu terus menghantuinya sejak melihat mobil pria itu terperosok ke jurang .
Ketika tengah asik melamun , tiba tiba terdengar suara di pintu tak berapa lama kemudian pintu kamar terbuka .
Isabella beranjak dari tidurnya ia melihat tiga orang berpakaian serba hitam masuk sambil membawa senjata .
" Isabella.." gumam seseorang yang baru masuk sambil menutup mulutnya dengan telunjuk , memberikan tanda agar ia tidak bersuara .
" Ini aku Bima..." Ucap lelaki itu sambil tersenyum .
Tentu saja gadis itu sangat gembira , ia segera membangunkan Rara yang tengah tertidur .
Ketiga pria itu membawa mereka keluar kamar dengan sembunyi-sembunyi . Lalu setelah itu mereka membawa keduanya ke sebuah mobil yang berada tak jauh dari rumah tempat mereka di sekap .
Di mobil itu Isabella menangis karena gembira , ia memeluk Bima , sahabat Jidan .
" Mana Jidan ? , Apa ia baik baik saja ? " Tanya Isabella .
" Jidan sudah tiada , kurasa kalian tahu ya g terjadi bukan " jawab Bima sambil menatap Isabella .
Isabella terdiam sambil menahan tangisnya . Tak berapa lama terdengar tembakan bersahutan dari rumah tempat Isabella di sekap . Bima dan dua tentara segera menghidupkan mobil dan membawa Isabella ke tempat yang aman .
__ADS_1
*******
Mereka tiba di sebuah rumah singgah . Seorang dokter dari kepolisian memeriksa keduanya . Setelah menjalani pemeriksaan medis keduanya di perbolehkan untuk membersihkan diri dan berganti pakaian .
Mereka kemudian melakukan pemeriksaan di sebuah kantor polisi , Bima mendampingi keduanya . Keduanya di mintai keterangan tentang apa saja yang mereka dengar saat sedang di sekap . Setelah selesai Bima bersama seorang pria membawa mereka ke bandara untuk kembali ke Bandung .
Dari cerita Bima di pesawat , Andrew berhasil di ringkus , tapi Mike berhasil kabur dengan seseorang .
Bima membawa Isabella dan Rara ke rumah dinas tuan Aditya . Atas perintah tuan Aditya keduanya mendapatkan perlindungan dan tinggal sementara di rumah itu . sambil menanti kedatangan tuan Aditya yang tengah menggelar doa bersama untuk almarhum Jidan serta mengurus masalah keluarga .
Bella Tengah termenung saat Bima tiba tiba mengetuk pintu yang sudah terbuka . Bima mengajak Bella untuk berbincang bincang di ruang tengah .
" Bagaimana keadaanmu ? " Tanya Bima .
" Aku baik baik saja " jawab Bella datar .
" Maaf sebelumnya..kami tidak bisa langsung menyelamatkanmu saat itu , ada banyak hal yang harus kami perhitungkan . " Ucap Bima .
" Apa dia meninggal dengan tenang ? " Tanya Bella tiba tiba .
Bima menarik nafas panjang . Ia menatap wajah Bella di hadapannya . Ia tahu gadis keturunan Belanda itu menyukai sahabatnya .
" Kami hanya menemukan jasadnya yang sudah menjadi abu " jawab Bima sedih .
Bella ternganga mendengar Jawaban dari Bima . Gadis itu merasa sedih dengan akhir yang harus di jalani oleh Jidan .
" Aku tidak yakin...pasti butuh waktu yang lama bagi gadis itu untuk melupakan trauma yang kini ia rasakan . Jidan adalah cinta pertamanya " jawab Bima seraya meneguk secangkir kopi yang ia buat .
" Apa dia membenciku ? , Karena aku penyebab kematian kekasihnya " ucap Bella dengan rasa bersalah .
" Tidak ...jangan berkata begitu , semua orang bisa mengalaminya jika di situasi itu " Bima mencoba menghiburnya .
" Aku yang menyebabkan ia dalam situasi itu " Bella menyahut dengan sedih .
Bima hanya terdiam , ia tidak tahu harus berkata apa pada wanita malang di hadapannya . Keduanya terdiam hanyut dalam pikirannya masing masing .
Keesokan harinya tuan Aditya datang ke rumah tersebut . Ia berencana untuk melihat keadaan Bella , dan juga gadis lain yang di selamatkan oleh polisi yang kini dalam perlindungannya .
Bella duduk di sofa di hadapan tuan Aditya , wajahnya menunduk ia tak berani menatap wajah ayah dari lelaki yang telah tiada karena dirinya .
" Nona...aku berharap kamu bisa menjalani kehidupan yang akan datang dengan baik . Lakukan itu untuk anakku " ucap tuan Aditya setelah keduanya terdiam beberapa saat .
" Maafkan aku tuan... karena aku anda kehilangan putra yang sangat berharga " ucap Bella sedih .
__ADS_1
" Tidak...meski itu bukan kamu , dia tetap akan melakukan hal yang sama " Jawab tuan Aditya .
" Apa ada hal lain yang Jidan janjikan padamu ? , Katakan saja aku akan mencoba memenuhinya sebagai rasa tanggung jawab . Jika aku tidak bisa maka kau harus merelakan janji itu agar dia tenang di alam sana " tuan Aditya berbicara dengan tenang .
Bella menggelengkan kepalanya . Ia tidak sanggup untuk mengatakan apapun pada lelaki itu , kerena rasa bersalah .
Suara handphone tuan Aditya menyela pembicaraan mereka .
" Halo..ya Dila , ada apa sayang .." ucap tuan Aditya menjawab panggilan itu .
" Walaikumsalam " ucapnya kemudian .
" Ya..kami berhasil menyelamatkannya , ada apa ? " Tanya tuan Aditya .
" Ya benar namanya Isabella " ucap tuan Aditya membuat Bella memandang pria itu .
Tuan Aditya tampak termangu sambil menatap wajah Bella dengan seksama .
" Om akan mencoba untuk menyelidikinya lebih dulu.., cepatlah pulang ke Bandung " ucapnya kemudian .
" Ya kau juga , jaga dirimu , dan selalu pergi bersama pengawal yang om tugaskan , mengerti "
" Walaikumsalam ..." Tuan Aditya menutup teleponnya .
" Isabella...kurasa kami menemukan saudara yang kamu cari , untuk memastikan hal itu kami akan melakukan test DNA " ucap tuan Aditya membuat Bella terdiam tak percaya .
" Benarkah ? , " Tanyanya tak percaya .
" Maaf tapi kami harus memastikannya lebih dulu semua informasi yang kau berikan adalah benar , kami harus melakukan test DNA padamu lebih dulu " ucap tuan aditya membuat Bella terkejut .
" Tuan tidak percaya padaku ? , Atau orang itu yang tidak percaya ?" Tanyanya .
" Aku tidak ingin ada keraguan . Aku yang . memutuskan untuk melakukan semua ini " jawab tuan Aditya tegas .
" Apa anda keberatan nona Isabella ? " Tanya Tuan Aditya .
" Tidak tuan , saya tidak keberatan sama sekali " jawab Dila .
" Baiklah jika begitu kami akan mengurusnya " jawab tuan Aditya .
" Baik tuan " jawab Bella .
Setelah berbincang bincang mengenai prosedur pengambilan sample DNA , tuan Aditya pamit untuk pulang .
__ADS_1
Bella terdiam , siapa sebenarnya saudara ibunya apakah orang kaya ? . Kenapa hanya untuk memastikan bahwa ia adalah keponakannya ia harus melakukan test DNA , bukankah hal itu hanya membuang buang uang dan tenaga .
Isabella tidak mau ambil pusing ia segera pergi meninggalkan ruang tamu rumah itu dan berbincang bincang dengan Rara yang tengah memasak untuk makan siang .