Sayembara Cinta

Sayembara Cinta
33 . Dia pemberani


__ADS_3

Jidan menghentikan mobilnya di depan sebuah swalayan . Pemuda itu membeli semua kebutuhan yang di perlukan oleh Isabella . Setelah selesai ia segera menuju kasir dengan troli yang hampir penuh .


Sang kasir hanya tersenyum melihat belanjaan Jidan yang bahkan berisi pembalut wanita . Jidan hanya terdiam melihat tatapan manis dari karyawan swalayan tersebut .


Setelah selesai iapun segera bergegas keluar dari swalayan itu . Di tengah jalan Jidan berbelok ke sebuah toko handphone ia ingin membeli charger handphone untuk Isabella .


" kak Adi kan ? " Tanya seseorang yang baru saja menghampirinya .


Jidan menatap wajah di depannya sesaat , hanya teman temannya dari komunitas pecinta alam dan kampus yang memanggilnya dengan nama itu .


" Oh..Jimy ? , Apa kabar ? " Tanya Jidan sambil mengulurkan tangannya .


" Yah.. beginilah..aku sedang mencari pekerjaan , sambil kerja ini itu " jawab Jimmy sambil menerima uluran tangan Jidan , keduanya berjabat tangan dengan erat .


"Oh..., sudah melamar kemana saja ? " Tanya Jidan sambil menunggu charger yang ia minta kepada pemilik toko .


" Aku sedang menunggu panggilan dari sebuah perusahaan , kakak tahu Jaya Group ? " Tanya Jimy .


Jidan tersenyum , bagaimana tidak ia adalah salah satu pemilik sahamnya , jawabnya dalam hati .


" Pernah dengar " jawab Jidan


" Aku melamar untuk salah satu hotelnya di Semarang " ucap Jimmy .


" Bukankah kau anak sastra " Jidan berkata sambil menatap wajah Jimmy yang dulu bercita cita menjadi dosen .


" Yah...gitu lah , aku gak bisa lanjut S2 karena terkendala anggaran " Jawab Jimmy dengan wajah sedih .


" Kau melamar ke Semarang apa tidak jauh ? " Tanya Jidan .


" Kakek dari ibuku ada di sana , aku berencana tinggal bersama mereka , dan lagi di sana dekat dengan gunung gunung indah , aku bisa mendaki jika sedang libur " Jimmy berucap sambil tersenyum senang .


" Pak ini , harganya enam puluh ribu " penjual di toko tersebut menyerahkan barang pilihan Jidan . Jidan segera mengecek pesanannya dan membayarnya .


" Oh ya kakak masih bersama Dila ? " Tanya Jimmy .


Jidan tersenyum mendengar pertanyaan itu .


" Kalian sudah putus ya ? " Tanya Jimmy .


" Ku dengar dia pergi ke Ambon hari Minggu lalu " ucap Jimmy kemudian .


Jidan terdiam sejenak mendengar perkataan mereka .


" Temanku mengirimkan foto mereka " Jimmy membuka aplikasi WhatsApp di handphonenya lalu menunjukkan sebuah foto .


" Pak pulsa simpati 100 " ucap Jimmy pada pemilik toko setelah menyerahkan handphonenya pada Jidan .


Jidan terdiam menatap wajah wajah yang berfoto bersama dengan Dila di sebuah rumah .


" Dari mana pendaki asing itu berasal ? " Tanya Jidan pada Jimmy yang tengah asik mengobrol dengan penjual handphone .


" Aku tidak tahu , temanku yang berhubungan dengan mereka " jawab Jimmy .


" Kirim foto itu padaku " ucap Jidan .

__ADS_1


" Ya..? " Tanya Jimmy bingung .


" Ada kok foto Dila yang sendiri " ucapnya seraya menunjukkan beberapa foto .


Jidan melihat semua foto yang ada di handphone Jimmy lalu mengirim beberapa foto ke nomornya .


" Jimmy ..kau dekat dengan temanmu yang berhubungan dengan pendaki asing itu ? " Tanya Jidan .


" Ya..., Dia seniorku di pendakian selain kak Bima " jawab Jimmy .


" Apa pekerjaannya ? " Tanya Jidan .


" Kurang tahu tapi dia banyak berteman dengan orang asing sih , temannya yang ini ni , Jonathan namanya , orang Jerman kalau tidak salah " jawab Jimmy .


" Oh.. baiklah " ucap Jidan seraya menyerahkan handphone milik Jimmy .


" Tolong beri tahu aku jika ada kabar terbaru mereka ya " ucap Jidan kemudian .


" Kalian bertengkar " tanya Jimmy .


" Ya..." Jawab Jidan singkat .


" Aku harus pergi, sampai jumpa " ucap Jidan seraya melangkah menuju mobilnya .Lelaki itu melajukan mobil mewahnya meninggalkan toko handphone tersebut .


Jimmy memandang kepergian Jidan sambil mengernyitkan dahi .


" Mobilnya keren , apa dia benar benar orang kaya seperti kata kak Bima " gumamnya .


* * * *


" Itu Mike tangan kanan Andrew dari mana kau dapat foto ini ? " Tanya Isabella sambil menatap tak percaya .


" Mereka ada di sini " gumam Jidan sambil menarik nafas panjang .


" Di mana tepatnya kau melihat Andrew " tanya Jidan kemudian .


" Kalau tidak salah di daerah Dago " jawab Isabella .


" Kau tetaplah di rumah dan jangan keluar kompleks , mengerti " ucapnya .


" Aku juga membelikan kamu charger , jadi hubungi aku jika terjadi sesuatu " lanjut Jidan Seraya melangkah keluar rumah .


Pemuda itu menelpon seseorang sambil berjalan menuju mobilnya .


Jidan menghela nafasnya karena sang ayah tidak mengangkat teleponnya .


Pria itu segera menghubungi ajudan ayahnya .


" Sedang apa papa ? " Tanya Jidan begitu panggilan handphonenya di angkat oleh pak Dewo ajudan sang ayah .


" Beliau sedang rapat nak Jidan , apakah ada hal penting ? " Tanya pak Dewo .


" Katakan pada papa , Kurasa salah satu tikus pemburu yang sedang kita awasi sedang bersama Dila di Ambon " ucap Jidan seraya menutup teleponnya .


Jidan segera pergi dengan mobilnya setelah meminta penjaga Isabella lebih waspada . Pemuda itu mengendarai mobilnya dengan resah .

__ADS_1


" Bagaimana bisa mereka bertemu " gumam Jidan sambil terus mengemudi . Kini ia mengkhawatirkan keselamatan Dila .


Sebuah panggilan telepon membuat Jidan memasang earphone di telinganya .


" Bagaimana bisa !? " Suara tuan Aditya menggema sebelum Jidan sempat berkata apapun .


" Aku tidak tahu ..kurasa ini bukan sebuah rencana tapi mereka tidak sengaja bertemu " jawab Jidan .


" Ayah harus memastikan dia baik baik saja " ucap Jidan kemudian .


" Tidak perlu memintaku untuk itu ! , Jaga saja Isabella serahkan keselamatan Dila pada ayah , aku tidak ingin kau membuat semua lebih kacau " ucap tuan Aditya seraya menutup telponnya .


Jidan menepikan kendaraannya untuk menenangkan diri , setelah beberapa saat ia kembali berkendara menuju rumah besar .


Kendaraan yang Jidan kemudikan sampai di rumah besar tiga puluh menit kemudian . Dengan langkah cepat pemuda itu menemui pak Nurdin yang tengah berbincang dengan penjaga kebun .


" Pak..ikutlah kekamarku ada yang ingin ku bicarakan " ucap Jidan seraya malangkahkan kakinya menuju rumah .


Tanpa bertanya pak Nurdin mengikuti cucu tuannya itu .


Keduanya segera masuk ke kamar Jidan , Jidan lalu menceritakan tentang semuanya pada orang kepercayaan tuan Gunawan itu .


" Apa !? , Bagaimana bisa , tuan akan Sangat khawatir mendengar hal ini " ucap pak Nurdin penuh kekhawatiran .


" Ini sudah terjadi sekarang yang bisa kita lakukan adalah pencegahan agar tidak ada rute lain yang di tempuh Dila saat kembali agar kita bisa dengan mudah mengawasinya , bapak bisa lakukan itu ? " Tanya Jidan .


" Akan saya usahakan tuan muda " jawab pak Nurdin .


" Dan buat Dila tinggal di sini setelah pulang agar kita bisa melindungi dan mengawasi setiap orang yang berhubungan dengannya " ucap Jidan .


" Itu akan sulit , bagaimana caranya ? " Tanya pak Nurdin .


" Kita butuh kerjasama kakek " ucap Jidan sambil menghela nafas panjang .


" Tapi bukankah tuan akan tahu apa yang terjadi jika begitu " ucap pak Nurdin .


" Tidak ...kakek tidak akan bertanya apapun jika itu cara untuk membuat Dila tinggal di rumah ini " ucap Jidan .


" Bagaimana ? " Tanya pak Nurdin .


" Dila tidak bisa mengabaikan seseorang , suruh kakek berpura-pura sakit agar dia mau tinggal di sini " ucap Jidan seraya mengelus pelipisnya .


" Tuan muda sangat mengenalnya " ucap pak Nurdin sambil tersenyum .


" Karna aku mengenalnya aku jadi khawatir , dia bisa dalam bahaya karena pekerjaanku " gumam Jidan .


" Itu bukan salah tuan muda , jika Dila tahu dia tidak akan pergi dengan orang itu " ucap pak Nurdin .


Jidan terdiam sejenak mendengar perkataan pak Nurdin .


" Dila mengatakan padaku , butuh keberanian yang besar untuk menerima diriku seutuhnya " ucap Jidan sambil tersenyum masam .


" ku rasa sebagai seorang putri dari prajurit dia lebih tau apa yang akan ia hadapi jika bersamaku "


" Dan saya rasa Nona Dila memiliki hal itu , anda tahu dia begitu berani merelakan tuan saka saat dia bisa memilih hal lain " cerita pak Nurdin .

__ADS_1


" Ya..aku tahu dia adalah seorang pemberani " jawab Jidan sambil tersenyum masam .


__ADS_2