Sayembara Cinta

Sayembara Cinta
77. Cinta Itu tentang merelakan


__ADS_3

Malam itu rumah besar sangat ramai , seluruh keluarga berkumpul di rumah itu untuk merayakan kembalinya Dila dari rumah sakit . Isabella juga ikut berkumpul untuk makan malam bersama di rumah itu .


Setelah Shalat Maghrib mereka segera berkumpul untuk makan malam . meja ruang makan penuh dengan aneka hidangan . dan semua berkumpul dengan wajah gembira . Tania tidak beranjak dari sisi Dila gadis itu nampak begitu bahagia .sebelum acara makan di mulai semua tuan Gunawan berdiri dari duduknya . lalu mulai berbicara dengan hangat .


" Mari bersyukur untuk malam ini , aku sungguh berharap keluarga kita akan selalu bahagia dan di berkahi dengan seluruh kebahagiaan . semoga cucu cucuku mendapat yang terbaik di hidup mereka , dan mendapatkan jodoh yang sempurna di kemudian hari . saat aku tiada .... aku berharap kalian akan terus bersama dan tetap menjaga persaudaraan hingga akhir , terakhir , semoga kalian semua selalu sehat dan panjang umur " tuan Gunawan menatap seluruh anggota keluarga dengan wajah bahagia .


" Aamiin...." semua anggota keluarga mengaminkan kata kata tuan Gunawan .


Tuan Gunawan tersenyum sambil menatap wajah Dila yang nampak sangat terharu .


" Dila ada yang ingin Dila sampaikan ? " nyonya Nisa yang berada di samping Dila menatap wajah Dila , Dila mengangguk lalu segera berdiri .


" Terima kasih...karena begitu menyayangi Dila..., terima kasih untuk Cinta dan kasih sayang kalian semua , semoga kakek selalu sehat , hidup hingga dua Ratus tahun dan melihat kami menua bersama " ucapnya sambil tersenyum . semua orang tertawa mendengar kata kata Dila . Dila segera duduk kembali setelah semua bertepuk tangan .


" Nia juga ingin menyampaikan sesuatu " Tiba tiba Tania berkata sambil berdiri . semua orang terdiam dan menatap ke arahnya . namun gadis itu segera berdiri .


" selamat Buat kak Dila yang telah kembali , semoga Tuhan memberi kakak seluruh kebahagiaan . dan terima kasih karena telah hadir dalam keluarga besar kami , semoga kakak bertemu seseorang yang memberi kakak seluruh Jiwa dan Cintanya " ucap gadis itu seraya tersenyum hangat pada Dila .


semua orang merasa terharu mendengar kata kata Tania yang terdengar sangat dewasa .


" anak mama sudah besar " ucap Nyonya Irma sambil tersenyum bahagia .


" ada lagi yang ingin menyampaikan sesuatu " Tuan Gunawan menatap Jordi . tiba tiba tuan aditya berdiri dari duduknya .


" ehm....om hanya ingin bilang , selamat datang Dila...terima kasih telah menjadi cahaya di keluarga ini , hiduplah dengan bahagia...., dan jangan pernah sakit lagi " ucapnya sambil tersenyum hangat pada Dila .


Dila sungguh merasa sangat bahagia , hingga airmata menetes dari kelopak matanya yang indah , Mak Asih yang melihat begitu banyak Cinta dari keluarga itu untuk Dila juga merasa sangat bahagia .


" ada lagi yang ingin bicara ? " Tanya Tuan Gunawan . semua hanya terdiam sambil menggeleng .


" baiklah mari kita makan bersama , Aditya...ayo pimpin Do'a " Tuan Gunawan mempersilahkan putra sulungnya untuk memimpin Do'a .


merekapun mulai menikmati makanan yang terhidang , sesekali mereka bercakap cakap santai . selesai makan para orang tua berkumpul di ruang keluarga , sementara Jordi , Tania , Isabella , Rizky dan Dila berkumpul di teras samping .


ketika mereka tengah asyik mengobrol Adam datang sambil membawa sebuah laptop sambil menghampiri Jordi , keduanya mengobrol sebentar kemudian memilih untuk meninggalkan tempat itu .


sementara Isabella tampak asyik bercerita dengan Tania , mereka kini terlihat dekat . Rizky menghampiri dila yang duduk sambil bersandar pada kursi dengan santai .


" Dila aku ingin bicara " Ucapnya pelan sambil menatap ke arah Tania dan Isabella yang tengah asyik mengobrol .


"di sini saja , katakan apa yang ingin kamu katakan di sini " jawab Dila sambil menatapnya tajam .


" Bisa kita pergi ke tempat lain " ucap Rizky setengah memohon .


" kak Rizky lagi ngomong apa ? " tania tiba tiba mendekat .


" nggak....." jawab Rizky cepat .


" palingan Curhat masalah cewek ..., iya kan kak ..? " Tania menatap Dila yang beranjak dari duduknya .


" Aku lelah..., aku tidur lebih dulu ya.." ucap Dila seraya melangkah masuk .


" Tania ikut...." tania langsung memeluk Dila yang melangkah pergi , sementara Isabella hanya menatap keduanya sambil tersenyum .


" kamu berbuat salah pada Dila ? " tanya Isabella sambil menatap curiga ke arah Rizky .


" enggak...." jawab Rizky seraya meneguk minuman yang tersedia di meja .


Isabella merasa tidak perlu mencampuri urusan keduanya , meski ia tahu ada sesuatu di antara mereka berdua . gadis itu melangkah masuk mencari keberadaan Mak Asih yang tidak terlihat dari sejak acara makan malam berakhir .


di kamar Dila , Tania duduk di tepi ranjang sambil menunggu Dila keluar dari kamar mandi . tak lama orang yang di nantinya keluar . Dila langsung menuju meja rias , mengusapkan cream malam ke wajah lalu segera mendekati Tania yang tengah duduk di tepi ranjang .


" Tania tidur dengan kakak ya malam ini " ucap Tania sambil tersenyum .


" Tidur di kamarmu sendiri " Jawab Dila menggoda .

__ADS_1


" Kak Dila... " Tania mengerucutkan mulutnya . Dila tersenyum sambil merapikan bantalnya .


" Cuci muka dan sikat Gigi dulu sana " Perintahnya pada Tania sambil tersenyum .


" Nia belum mau tidur sekarang ..., tapi ingin mengatakn sesuatu " Ucap Tania sambil duduk bersila di atas kasur .


" apa ... ada yang ganteng lagi di kampus ? " goda Dila . Tania menggeleng seraya menarik nafas panjang .


" Nia.... sudah ikhlas sekarang ...." ucap gadis itu pelan .


" apa maksudmu ? " Dila menatap Gadis di depannya sambil mengernyit .


" Nia ikhlas kalau kak Dila memilih untuk bersama dengan Kak Jordi . asal kakak bahagia..., Kak Jidan pernah Bilang Cinta sejati Itu bukan tentang memiliki , tapi tentang merelakan . Cinta yang sesungguhnya adalah tentang kebahagiaan orang yang di cintai , asal kakak bahagia dengan Kak Jordi kak Jidan pasti ikut bahagia " Ucap Nia sambil meraih tangan Dila .


" kakak Juga harus Bahagia , jangan menangis lagi untuk ka Jidan . Nia yakin kalaupun kak Jidan masih hidup dia lebih suka melihat kakak bersama pria lain tapi hidup dengan bahagia , dia tidak akan suka melihat kakak menangis " ucapan Tania membuat Dila terenyuh .


" jika kakak Yakin kak Jordi menyayangi kakak...maka terima dia " lanjut Tania sembari melepaskan genggamannya .


" Kamu habis minum apa ? " Dila mencoba bergurau .


" Ish.... Nia bicara serius kak..." tania kembali mengerucutkan bibirnya .


" ya ya... terima kasih , tapi Tania tidak perlu khawatir , kakak tidak akan menangis lagi " ucap Dila sambil mengusap rambut Tania .


" janji .." Tania mengulurkan jari kelingkingnya , tanpa ragu Dila menyambut jari kelingking Tania dengan jari kelingkingnya .


"Nia mau ke bawah Dulu , nanti malam Nia tidur Di sini ya ..." ucap Tania sembari beranjak .


" kak Dila sudah minum obat ? " tanya Tania sebelum melangkah pergi .


" Hemh...." Jawab Dila yang telah mengantuk .


" Have sweet dream..night night...." Tania meninggalkan Dila setelah mematikan lampu kamar dan menggantinya dengan lampu yang bercahaya redup .


Dila menatap pintu kamar yang tertutup rapat , Ia tersenyum mengingat kata kata Tania barusan .


setelah terbaring sambil melamun matanya perlahan mulai tertutup , namun tak lama pintu kamar terbuka , Dila yang telah setengah terlelap karena pengaruh obat mencoba membuka mata , di lihatnya tuan Gunawan melangkah pelan ke arahnya .


" Tidak apa apa baring saja " Ucap Tuan gunawan yang melihat Dila ingin baranjak dari tidurnya .


" kakek hanya ingin tahu jawabanmu " ucap tuan Gunawan setelah duduk di tepi ranjang .


" kek... beri Dila waktu " jawab Dila sambil beranjak dan segera duduk bersandar di bantalnya .


" hem...baiklah...kamu boleh memikirkannya lagi , tapi sungguh kakek harap kamu bisa menjadi cucu menantu keluarga ini , kamu membuat keluarga ini menjadi hangat " tuan gunawan tersenyumseraya bangkit dari duduknya .


" tidurlah ..., besok kamu harus lebih sehat ! , selamat malam Dila ..." tuan Gunawan melangkah dengan santai meninggalkan Dila yang telah terkantuk kantuk .


" malam kek..." jawab Dila seraya kembali berbaring , tak butuh waktu lama baginya untuk terlelap .


Dila terbangun saat mendengar suara gemericik air dari kamar mandi , di lihatnya jam dinding yang tergantung , baru pukul lima pagi , hal yang tidak mungkin jika Tania bangun sepagi ini . Dila menggeliat sembari menurunkan kedua kakinya ke lantai yang dingin . Ia menunggu pintu kamar mandi terbuka untuk memastikan siapa yang berada di sana .


Tak lama pintu kamar mandi terbuka , mak Asih keluar kamar dengan wajah segar karena air Wudhu .


" Oh.. Neng Dila sudah bangun . ayo wudhu dan shalat berjamaah dengan Emak " Ucap Mak Asih begitu mendapati Dila terduduk lesu di tepi ranjang .


"hemh... duluan aja mak.. Dila mau madi sekalian " jawab Dila sambil berjalan masuk ke kamar mandi .


Ketika Dila keluar kamar mandi di lihatnya Mak Asih masih duduk bersimpuh di atas sajadah di sudut kamar , ia nampak tertunduk sambil beristighfar , terdengar isakan pelan dari bibirnya .


Dila meraih mukena dari dalam lemari dan mulai melakukan Shalat , saat ia selesai di lihatnya mak Asih telah berjalan masuk entah dari mana sambil membawa nampan berisi makanan dan segelas air hangat . Dila melipat mukenanya , menggantungkannya pada sebuah gantungan baju lalu menaruhnya di dalam lemari .


" neng Dila sarapan dulu " ucap mak Asih sambil meletakkan nampan di atas meja kecil . Dila tersenyum lalu berjalan ke arah meja rias , memakai lotion ke seluruh tubuh dan wajahnya lalu mengganti baju tidurnya .


" Dila makan Di bawah aja ..." Jawabnya sambil memakai baju di ruang ganti .

__ADS_1


" Dila sudah sehat , kenapa di layani seperti pasien " gumamnya sambil meletakkan baju di ranjang baju kotor .


" makan di sini saja " ucap mak Asih sambil menyuruh Dila duduk di tepi ranjang .


" semua tidak ada di rumah , tiba tiba ada urusan di luar " ucap mak Asih sambil merapikan selimut .


" kakek Juga.? " tanya Dila Heran , ia melihat jam yang masih menunjukkan pukul enam . mak Asih mengangguk tanpa menoleh . meski heran Dila tak banyak tanya ia memakan beberapa suap bubur lalu meminum obat yang sudah di siapkan oleh mak Asih , ia tidak ingin membuat mak Asih khawatir .


suara handphone mak Asih yang terletak di atas sofa di sudut kamar memecah kesunyian di kamar itu . dengan cepat mak Asih meraih handphonenya .


" hemh..." ucap mak Asih setelah terdiam sesaat .


" Sudah tuan..." jawabnya singkat .


" Ya baiklah..." ucapnya lalu menatap Dila dengan sedih . mak Asih menutup Teleponya lalu mendekati Dila yang tengah menatapnya tanpa berkedip .


Tatapan mak Asih yang tiba tiba berubah membuat Dila berdiri perlahan dari duduknya .


" ada apa ...? " tanya Dila sambil menahan debaran jantungnya yang mulai tak beraturan .


" kita turun saja.. ayo neng " ucap Mak asih seraya memeluk Dila .


" katakan ada apa " ucap Dila dengan Suara bergetar .


namun mak Asih hanya membisu , ia meraih handphone Dila yang tergeletak di ranjang , lalu memasukkannya ke dalam tas mungil milik Dila yang masih tergantung di kursi meja rias . tanpa berkata apapun ia mengajak Dila keluar kamar .


" ada apa sebenarnya ? " tanya Dila sambil mulai menangis .


" Mak cerita di jalan.." ucapnya sambil menggandeng Dila menuruni anak tangga dengan gelisah , mereka terus berjalan . suasana rumah nampak sepi , hingga di halaman terdapat sebuah mobil yang tengah menanti mereka . tak lama Adam keluar dari mobil , tanpa banyak bicara ia meminta keduanya masuk mobil dan segera melajukan kendaraan tanpa berbicara apapun .


" kita kemana ? " Tanya Dila sambil menatap tajam adam yang duduk di sampingnya


" Adam ! ada apa ini ? " tanya Dila yang mulai tak sabar .


" Subuh tadi tuan besar anfal , kita sedang menuju rumah sakit tempat ia mendapatkan pertolongan " Jawab Adam setenang mungkin.


" apa ?? " Dila menatap Adam tak percaya .


" No...." Dila menggeleng gelengkan kepalanya sambil menatap Adam dengan mata berkaca kaca .


" Dila ...."


" apa dia baik baik saja ? , kenapa tidak ada yang membangunkanku ?! " teriak Dila putus asa .


Adam hanya terdiam sambil memeluk Dila yang mulai histeris , gadis itu meremas baju Adam sambil terisak isak di pelukan pria itu .


"Tidak Tuhan....Ku mohon " bisik Dila dalam hati .


" kami sengaja tidak membangunkan Eneng , karena tahu eneng masih dalam masa pemulihan " cerita mak Asih sambil mengusap usap punggung Dila yang masih menangis di pelukan Adam .


Dila hanya terdiam , tangisnya mulai mereda . gadis itu menarik nafas panjang beberapa kali untuk menenangkan hatinya , ia pun melepaskan pelukan adam dan duduk sambil tertunduk . sepanjang perjalanan hatinya tidak berhenti berdo'a untuk tuan Gunawan .


" Tuhan...kumohon jangan.., jangan sekarang . ku mohon...." berulang kali bibir Dila membisikkan kalimat yang sama .


Adam hanya menatap gadis di sampingnya dengan iba , begitu juga mak Asih . wanita itu menatap wajah Dila yang berurai air mata .


 


 


 


 


 

__ADS_1


 


__ADS_2