
Suara getar handphone membuat Dila yang tengah termenung di atas ranjang terkejut . dengan buru buru ia mencari handphonenya yang beberapa hari ini ia abaikan .
Setelah mencari beberapa saat akhirnya ia menemukan handphone antiknya di dalam ransel .
Dila memeriksa panggilan masuk ternyata dari Ocha . Gadis itu segera menghubungi sahabatnya tersebut .
" Kau sudah pulang dan langsung pindah tanpa pamit ?! " Suara Ocha melengking di telepon .
" Bukan begitu ada sesuatu yang terjadi " jawab Dila yang mengerti kekesalan sahabatnya tersebut .
" Terserah kau saja " Ocha menutup teleponnya .
Dila terdiam sambil memandang handphone antiknya . Dengan lesu ia turun dari ranjang dan menuju balkon kamar . Gadis itu memandang ke halaman depan rumah , dilihatnya sebuah mobil yang sangat ia kenal berhenti di halaman rumah . Jordi turun dari mobil tersebut .
Dila buru buru berlari masuk kembali , gadis itu bergegas menuju turun ke ruang tamu yang ada di lantai bawah .
Jordi yang baru datang langsung menuju kamar tuan saka . Ada urusan pekerjaan yang harus ia bicarakan Dengan owner perusahaan itu .
Dila yang tidak sempat bertemu dengan Jordi berdiri di teras rumah dengan telanjang kaki . Sesekali ia memandang ke dalam .
Gadis itu berkali-kali menghubungi Ocha tapi tidak di angkat . Sahabatnya itu pasti sangat kesal .
Lima belas menit kemudian Jordi nampak berjalan kearahnya . Pemuda itu mengernyitkan dahi melihat Dila berdiri di depan pintu masuk .
" Apa yang kau lakukan di sini ? " Tanya Jordi .
" Ah bisa menolongku ? " Tanya Dila seraya mendekati Jordi . Gadis itu tanpa ragu meraih lengan panjang Jordi dan menarik pemuda itu .
" Ada apa ? " Tanya Jordi sambil mengikuti Dila yang memegang lengannya .
" Tolong antar aku ke rumah sebentar saja " ucapnya kemudian .
" Kau bertelanjang kaki ? " Tanya Jordi yang melihat kaki Dila yang tak memakai apapun .
" Ish...lupakan hal itu " ucap Dila sambil memandang sekelilingnya .
Mobil Jordi tiba tiba menghampiri mereka , tanpa berkata apapun Dila segera masuk ke dalam mobil , Jordi tak bisa menghentikan gadis itu , ia pun segera masuk mobil .
" Tuan kita hendak kemana ? " Tanya sang sopir .
" Tolong antar ke perumahan Indah permai " Dila menyahut cepat .
Sang sopir terdiam sambil memandang ke arah Jordi .
" Ikuti saja perintahnya " ucap Jordi .
"Terima kasih" ucap Dila dengan gembira.
Jordi menatap gadis disampingnya dengan saksama . Iya sungguh tidak mengerti jalan pikiran gadis itu .
" Kenapa kau ada di rumah kakek ? " Tanya Jordi setelah mereka meninggalkan rumah besar .
" Oh... Kakek memintaku untuk tinggal di sana , aku langsung menuju kemari ketika Pak Nurdin menjemputku di bandara " jawab Dila .
" Jadi kau berniat tinggal di rumah kakekku " tanya Jordi .
" Tidak aku hanya akan tinggal di sana sampai kakek sembuh " jawab Dila
" Aku tidak tega menolaknya " lanjutnya .
Jordi terdiam sambil menatap wajah polos Dila . gadis itu mudah sekali di bohongi , apa dia tidak tahu kakeknya hanya pura pura sakit , pikirnya .
wajah Dila benar-benar polos tidak ada ada sedikitpun riasan di wajah itu . Namun anehnya dimata Jordi gadis itu tetap terlihat sangat cantik dan manis .
" Oh ya a aku minta maaf karena tidak bisa menemanimu datang ke pesta mantanmu , apa kau jadi datang ke pesta itu? " Tanya Dila .
" Kemana saja kau selama ini ? "Tanya Jordi tanpa menjawab pertanyaan Dila .
" Aku pergi mendaki " jawab Dila jujur .
" Dengan siapa ? " Tanya Jordi.
" Kenapa aku harus melapor padamu ? " Tanya Dila .
" Dengan lelaki yang kau sukai ? " Tanya Jordi dengan nada sinis .
" Siapa maksudmu ? , Aku pergi dengan kak Ivan dan Dedi " jawab Dila .
" Aku tahu , apa dia lelaki yang menolak cintamu ? " Tanya Jordi .
Bila tertawa mendengar pertanyaan dari Jordi .
" Mungkinkah selama ini Jordi mengira bahwa orang yang ia cintai adalah kak Ivan " gumam Dila dalam hati .
" Aku bukan seseorang yang akan jatuh cinta pada ada lelaki yang telah memiliki hubungan spesial dengan seseorang " Dila berkata sambil tersenyum .
Entah kenapa Jordi merasa gembira mendengar perkataan dari Dila . Rasa kesal pada gadis itu tiba-tiba hilang .
" Jadi lelaki itu sudah beristri" tanya Jordi .
__ADS_1
" Belum , tapi dia sudah memiliki kekasih yang sangat ia cintai " jawab Dila .
Jordi tersenyum entah kenapa ia merasa sangat lega mendengar perkataan Dila barusan.
" Kenapa kau tertawa ? " Tanya Dila heran .
" Tidak..." Jawab Jordi pelan .
" Kenapa kau pulang ke rumah " tanya Jordi
" Aku harus menjelaskan situasi yang ku hadapi pada Ocha dan kawan kawan " jawab Dila .
" Ach pak di depan belok kanan " Dila memberi arahan pada sang sopir , mereka telah sampai di perumahan tempat Dila tinggal selama ini .
" Berhenti di depan rumah berwarna oranye ya pak " ucap Dila lagi .
Sang sopir mengikut intruksi Dila , ia menghentikan mobilnya tepat di depan rumah kontrakan Dila .
" Ach terimakasih banyak " ucap Dila sambil membuka pintu mobil .
Jordi dengan cepat meraih tangan Dila .
" Tunggu dulu , mau makan siang denganku ? " Tanya nya .
" Ha..., Aku sedang sibuk ! , Lain kali saja " jawab Dila terburu buru .
" Kalau begitu makan malam , malam ini bagaimana ? " Tanya Jordi .
" Ya ya baiklah..." Jawab Dila karena terburu buru .
Jordi tersenyum mendengar jawabannya , ia melepaskan tangan Dila . gadis itupun segera membuka pintu mobil dan berlari dengan telanjang kaki menuju Rumahnya .
" Sekarang kita kemana tuan ? " tanya sang supir .
" Emh.. kita pergi ke kantor " jawab Jordi .
Pria itu begitu gembira berjumpa dengan gadis yang seminggu ini selalu mengganggu konsentrasinya .
Sementara Dila segera masuk ke dalam rumah . gadis itu memang membawa kunci rumah .
" Cha...., Cha Cha.." panggil Dila , menyebut panggilan sayang Ocha sembari masuk ke dalam .
Ocha yang mendengar panggilan dari Dila segera keluar kamar .
Dila segera berlari memeluk Ocha , gadis itu terlihat kesal .
" Ya ..aku minta maaf , tapi kau tahu aku melakukannya ini karena kakek memintaku ,, dia sedang sakit " ucap Dila sambil memeluk pinggang Ocha .
" Ach....yang benar saja ?! , Sungguh bukan begitu " jawab Dila sambil tersenyum manis .
" Aku sudah membawakan laptop dan barang barang milik mu kepada Bapak bapak yang tadi datang .
" Oh.. terimakasih , kau yang terbaik , kau tidak membawa semua milikku kan ? , Aku berencana kembali secepatnya " ucap Dila sambil berjalan menuju kamarnya .
" Ada beberapa barang yang aku tinggal , oh ya boleh ku pakai kamarmu selama kau pergi ,aku juga sekali kali ingin tidur sendiri . Bosan tidur dengan Mimi terus " ucap Ocha .
" Kalau begitu berikan kakakmu itu padaku " ucap Dila sambil mengecek barang barangnya .
" Ambil saja kalau kau mau " jawab Ocha .
Dila tertawa , sungguh ia rela memberikan apa saja jika bisa memiliki seorang saudara atau keluarga kandung saat ini , meski ia memiliki banyak orang yang menyayangi dirinya , terkadang ia merasa ia benar benar sendiri .
Dila mengambil beberapa barang yang masih tertinggal . Lalu memasukkannya ke dlm paper bag .
" Aku harus pulang , bisa kau pesankan taksi online untukku ? " Tanya Dilla .
" Baiklah.." jawab ocha seraya melangkah mengambil handphonenya .
" Kemana tujuanmu ? " Tanya Ocha sesaat kemudian sambil memegang handphone .
" Ah...... Aku tidak tahu ,. Bagaimana ini ??! " Tanya Dilla cemas .
" Apa ? , Bagaimana bisa kau tidak tau di mana kau akan tinggal ? " Tanya Ocha .
" Sebenarnya selama ini aku selalu di antar atau di jemput " jawab Dilla sambil tertawa .
" Ah...di mana handphone ku ? , Ada no yang bisa ku hubungi dari sana ? " Ucap Dila sesaat kemudian .
" Aku memberikannya pada pak supir tadi " jawab ocha .
Dila segera menghubungi no Handphonenya . Ia menelponku berkali kali tapi tidak di jawab . Namun gadis itu tidak putus asa .
" Halo..." Suara Nurdin terdengar di telinganya.
" Halo pak..bisa beri tahu aku alamat rumah " ucap Dila dengan ragu .
" Nona di mana ? , Bukankah tadi anda pergi bersama tuan Jordi ? " Tanya pak Nurdin .
" Tadi saya hanya memintanya mengantar saya membeli sesuatu ' jawab Dila bohong .
__ADS_1
" Katakan di mana Anda sekarang , akan saya jemput " ucap pak Nurdin .
" Emh...tidak perlu , saya naik taksi online saja " jawab Dila .
" Nona jika tuan besar tahu dia bisa marah " jawab pak Nurdin .
" Emh..saya ada di rumah kontrakan " jawab Dila akhirnya .
" Tunggulah sebentar akan ada yang menjemput anda " ucap pak Nurdin kemudian .
Dila terdiam sambil menatap handphone antiknya . Kedua gadis itu segera keluar dari kamar Dila . Dila pergi mencuci kakinya lalu mengenakan sepatu sport kesayangannya yang masih tertinggal di lemari depan .
" Kapan kapan ku ajak kau menginap di sana ? " Ucap gadis itu pada Ocha yang tengah duduk di sofa .
" Apa mereka benar benar sangat kaya " tanya Ocha penasaran .
Dila mengangguk seraya tersenyum .
" Seberapa besar rumah mereka ? " Tanya Ocha lagi .
" Nanti kalau kau kesana akan tahu " jawab Dila sambil melangkah menuju teras . Keduanya berbincang sambil menunggu pak Nurdin .
Setelah hampir dua puluh menit , mobil pak Nurdin tiba di depan rumah itu . Dila segera berpamitan pada Ocha , gadis itu memeluk sahabatnya tersebut .
" Sampaikan salamku pada yang lain , aku akan datang saat kalian semua di rumah " ucap Dila.
" Sampai jumpa di kampus " Dila melepas pelukannya .
" Sumpah..mereka juga punya supir seganteng itu ? " Ocha berbicara pada Dila sambil memandang ke depan rumah . gadis itu tampak terpana .
Dila membalikkan badannya , mencoba mengetahui maksud perkataan Ocha .
Deg ! , Jantung gadis itu berhenti sejenak . Kejadian tadi pagi terlintas di benaknya .
Dila berbalik dan menatap Ocha dengan panik .
" Kau kenapa ? " Tanya Ocha , tapi kemudian gadis itu tersenyum karena sosok tampan dan keren seperti Joy Taslim berjalan kearahnya .
" Hai..., Kau sudah siap ? " Sebuah suara yang sangat Dila kenal terdengar tepat di belakangnya .Dila terdiam di tempatnya tanpa menjawab .
" Hai kenalkan , aku Ocha " sapa Ocha sambil tersenyum manis .
' Adi...." ucap lelaki itu yang tak lain adalah Jidan , lelaki itu mengulurkan tangannya .tentu saja Ocha menerima uluran tangan pemuda tampan tersebut .
Dila memelototi Ocha yang bersikap sok manis . gadis itu segera berbalik .
" Ayo pergi " ucapnya sambil berlalu begitu saja . Jidan tersenyum ringan melihat gaya Dila , ia melambaikan tangannya pada Ocha seraya mengikuti gadis itu .
Jidan meraih tangan Dila yang hendak membuka pintu belakang , pria itu Membukakan pintu di depan dan meminta gadis itu duduk di sebelah kemudi .
Sudah hampir sepuluh menit kendaraan itu meninggalkan rumah kontrakan , keduanya terdiam selama perjalanan itu .
Dila tak berani menatap wajah Jidan yang tengah mengemudi di sampingnya , sementara Jidan juga hanya terdiam sepanjang perjalanan menuju rumah besar .
" Apa pendakianmu menyenangkan ? " Tanya Jidan memecah keheningan .
" Hem..." Jawab Dila singkat , ia tidak tahu harus bagaimana bersikap pada lelaki di sebelahnya .
" Apa kau marah padaku ? " Tanya Jidan kemudian .
Dila terdiam sambil menatap wajah di sampingnya . Kini ia makin bingung dengan hubungan mereka .
" Adi....apa kau Sungguh ..."
" Aku sungguh sungguh mencintaimu " Jidan memotong perkataan Dila yang belum selesai .
" Jangan ragu akan rasa yang ku punya , saat ini yang perlu kau tanyakan adalah tentang seberapa siap kau bisa menerima ku " Jidan menarik nafas panjang .
" Dila...., Aku menyadari bahwa tidak mudah menerima kehidupanku , aku juga tidak berhak untuk memaksamu untuk menerimanya , jadi bersikap biasa saja selama kau belum memutuskan untuk menerimaku " ucap Jidan sambil menatap jalanan di depannya .
" Bersikap biasa setelah kita berciuman ?! " Ucap Dila kesal .
Jidan tersenyum , ternyata itu yang mengganggu gadis itu .
" Apa itu ciuman pertamamu ? " Tanyanya sambil memandang Dila .
Dila mengerjap mendengar pertanyaan itu . Ia hanya terdiam sambil memandang ke tempat lain .
" Cukup katakan padaku , apa aku harus meminta maaf untuk kejadian tadi pagi , atau kau ingin aku mengulanginya " ucap Jidan kemudian .
" Kau.....!!" Dila menatap Jidan tak percaya .
" Aku akan menganggap bahwa ada yang belum selesai antara kita sampai kau memberi jawabannya . Bahwa kau bersedia menjadi teman seperjalananku yang tidak akan mudah , atau kau ingin mencari kebahagiaan lain yang kau idamkan " ucap Jidan dengan suara yang dalam .
Dila membisu , karena jujur hingga detik inipun ia tidak tahu harus bagaimana .
" Aku tidak akan menghalangi apapun keputusan yang kau ambil , pilihlah sesuai kata hatimu " lanjut Jidan sambil mengemudi .
Keduanya hanya terdiam hingga sampai ke rumah , setelah Dila turun dari mobil pria itu segera menuju garasi dan berganti mobil lalu pergi meninggalkan rumah .
__ADS_1
Dila menatap kepergian Jidan dengan tatapan kosong dari pintu rumah .
" Kau masih sama , datang dan pergi sesuka hati " gumamnya seraya melangkah menuju kamar .