
Seorang perempuan sedang berjalan kaki menyusuri indahnya kota seoul dipagi hari, ia terlihat sibuk mencari-cari alamat yang akan menjadi tempat tinggalnya saat ini.
Ialah Jang wonyoung (jw) seorang gadis cantik yatim piatu berasal dari busan yang datang untuk melanjutkan studynya sekaligus bertemu dengan paman dan bibinya di seoul. JW adalah seorang anak yang ramah,ceria, dan tentunya baik. namun setelah orang tuanya meninggal karena insiden kecelakaan saat itu, ia menjadi seseorang yang dingin namun masih terkesan ramah dan sopan.
Seoul
"hufft baru sejam saja sudah terasa setengah hari" batin JW, ia terus berkeliling namun tetap tidak menemukan alamat apartemen bibinya itu. hingga akhirnya dia menemukannya dan baru sadar ternyata memang sudah setengah hari dia berputar-putar, tadi dia memang terlalu menikmati perjalanannya hingga lupa waktu
"aishh pabo-ya!" gerutu JW pada dirinya sendiri. Pabo\=bodoh
ia segera naik ke lantai 24 dan pergi ke alamat apartemen bibinya.
depan pintu apartemen,
tingtong~~
Bel berbunyi dan dalam hitungan detik bibinya membuka pintu,
"anyeonghase-yo" kata JW sembari menunduk.
bibinya langsung menyerbu JW dengan pelukan hangat layaknya seorang ibu yang baru bertemu anaknya, JW membalas pelukan bibinya dan tersenyum, kemudian mereka masuk kedalam apartemen itu.
menurut JW apartemennya sangat layak dan bagus untuk ditinggali karena sudah dipenuhi dengan barang-barang modern rumah tangga, dan tentu saja itu bagus paman bibinya ini adalah orang sukses(keduanya seorang dokter) jadi pantas mereka tinggal di apartemen selayak ini. Mereka langsung menuju sofa dan duduk berbincang disana,
"Ajumma(bibi)" panggil wonyoung
"nde(iya)"
__ADS_1
"dimana ahjussi(paman)"
"dia sedang ke RS karena ada jadwal operasi"
"terus bibi?" tanya wonyoung
"wae-yo?(kenapa)" tanya bibi balik
"bibi gak ke RS?"
"aah.. bibi sedang cuti untuk bersih rumah karena kamu akan datang dan rencananya akan menjemputmu bersama paman, malah kau datang tanpa memberitahu dulu" jawab bibi dengan santai
"mianhae ahjumma(maaf)" wonyoung menyesal
"aniya, gwenchana (tidak apa)" ucap bibi tersenyum sambil membelai rambut wonyoung
Di kamar,
"aku ingin tidur tapi paman belum datang, kalau sampe aku tertidur sedangkan paman belum datang itu akan tidak sopan" batin JW.
"aah.. yasudah aku sebaiknya membereskan barang-barang ku saja" sembari membuka koper kemudian memasukkannya ke dalam lemari/laci yang berada di bawah tempat tidur yang baru dan disediakan bibi untuk menaruh bajunya.
JW terduduk di pinggir tempat tidur berukuran sedang untuk satuorang itu, ia menyalakan penghangat ruangan,
karena sudah terlalu capek dan lama menunggu akhirnya wonyoung tertidur.
esok paginya ia bangun dan bergegas mandi, lalu pergi ke ruang tengah disana ada bibi dan pamannya yang sedang bersiap ke RS, JW heran mengapa sepagi itu mereka berangkat secara ini masih jam 05.45,
__ADS_1
sadar akan kehadiran wonyoung, pamannya langsung datang dan memeluknya
"wonyoung kau tambah besar saja" sambil tersenyum receh, memang pamannya ini orang yang ceria
"tentu saja dia tambah besar! pabo-ya!" kata bibi tertawa sambil mencium pipi wonyoung
"good morning sayangku"ucap bibi
wonyoung langsung tersenyum dan menangis, ia tiba-tiba mengingat kedua orang tuanya yang kelakuannya sangat mirip dengan paman-bibinya ini.
bibi yang IQ-nya diatas rata-rata itu langsung paham dan memeluk JW "sayang.... sudah jangan menangis, sekarang kau adalah anak kami, kau tau kan kami sudah tidak memiliki anak, dan tuhan sekarang mengirim kau kekami untuk saling melengkapi... paham" mengecup puncuk kapala JW
JW hanya tersenyum dan mengangguk di pelukan bibinya meski masih sesenggukan
"kamsahamidah" ucap wonyoung sembari memeluk bibinya erat, sedangkan sang paman hanya tersenyum lega melihat mereka berpelukan.....
memang benar paman dan bibinya ini tidak memiliki anak karena keguguran dan semenjak itu bibinya dinyatakan tidak bisa mengandung lagi, pamannya tidak mempermasalahkan hal itu ia lebih menghargai istrinya dan berkata mereka lebih baik fokus bekerja lalu mengadopsi seorang anak karena itu jalan satu-satunya, namun pada saat akan ke panti asuhan tiba-tiba ia mendapat telfon bahwa saudaranya telah meninggal karena kecelakaan, mereka bergegas pulang dan tidak jadi mengadopsi anak karena berfikir mereka baik menjaga jang wonyoung.
hai guys👋
makasih udah singgah di cerita aku,
tinggalkan jejak dengan LIKE dan
beri saran atau kritik di KOMEN yah
I HOPE YOU ENJOY for this story:)
please follow me! untuk 10 followers pertama aku folback😚
__ADS_1