
Sebelum jam makan siang, Key sudah berpamitan pada mom Lisa. Dan dengan di antar oleh sopir pribadi Dad Kim, Key menuju kediaman Aditama. Karena dirinya yang memang sudah membuat janji dengan Ayura.
"Kak Key, kenapa baru nyampe? Ayura udah nungguin dari tadi." Ayura mencebikan bibirnya sesaat setelah membukakan pintu utama.
"Maaf Ra, tadi aku bantuin tante Lisa dulu," ujar Key merasa bersalah.
"It's Oke, Ayura maafin. Karena hari ini hari sepesial kak Keyra." Ayura tersenyum memaklumi.
"Thanks Ra. Kamu emang terbaik." Key mengacungkan dua jempol tangannya ke arah Ayura.
"Jelas! Ayura gitu," sahut Ayura sembari mengibaskan rambutnya ke belakang. "Ya udah yuks kak, kita ke kamar Ayura." Ayura melingkarkan tangannya ke lengan Keyra dan sedikit menyeret tubuh teman barunya itu agar mengikuti langkah kakinya.
"Kok ke kamar? Nanti ada suami kamu. Aku malu."
"Tenang aja kak. Kak Ello dan Kak Hiro lagi gak di rumah. Mereka lagi pergi ke panti asuhan sama kak Mike juga," ujar Ayura tanpa menghentikan langkah kakinya.
"Ke panti asuhan?"
"Hmm iya, sebulan sekali kak Ello, kak Hiro dan duo obat nyamuk biasa jengukin adik-adik asuh mereka di panti," jawab Ayura. Dan sontak hal itu membuat keyra kagum sekaligus bingung.
"Duo obat nyamuk?"
"Hmm... Kak Mike dan Kak Alex," jawab Ayura terkekeh.
Walaupun sedikit bingung kenapa Alex dan Mike di juluki dengan sebutan duo obat nyamuk. Namun Key memilih untuk tak bertanya lebih lanjut.
"Ayo kak masuk! Ini kamar Ayura." Ayura mendorong pintu kamarnya dan menarik Keyra masuk ke dalam kamarnya.
"Emang gak pa-pa aku masuk ke kamar kamu?" tanya Keyra yang merasa tak enak hati.
"Gak pa-pa kak. Santai aja," jawab Ayura. "Emm..tadi Ayura udah milihin beberapa dress yang menurut Ayura cocok buat kak Key," ujar Ayura sembari menunjukan beberapa dress di atas ranjangnya. "Kakak pilih deh mana yang paling kak Key suka."
__ADS_1
Dengan perlahan, Key memilih satu demi satu dress yang ada di atas ranjang. "Ra, ini kok pendek semua dressnya. Gak ada yang lebih panjang?" Key menatap ngeri pada semua dress milik Ayura. Bukan karena jelek, tapi semua dress itu panjangnya di atas lutut. Dan Key yang biasa berpergian dengan mengenakan celana panjang terlihat kurang menyukai model dress yang di pilihkan Ayura untuknya.
"Ihh.. kak Key, semua dress ini modelnya casual. Cocok banget buat ketemu calon pacar. Lagian ini masih sangat-sangat sopan kok kak. Di jamin gak bakalan keliatan sexy."
"Tapi aku gak biasa make beginian Ra."
"Pelan-pelan kak. Nanti lama kelamaan juga bakalan biasa," ujar Ayura.
Kemarin Keyra meminta bantuan pada Ayura. Dia bercerita pada Ayura jika dirinya sudah membuat janji dengan teman prianya. Dan Key meminta bantuan Ayura untuk memake over dirinya agar terlihat lebih feminine. Karena Keyra ingin memberi kesan baik di pertemuan pertamanya dengan teman prianya itu.
"Ya udah Ra, aku pilih yang ini aja." Key menyodorakan dress berwarna dark green ke arah Ayura.
"Pilihan yang tepat," ujar Ayura sembari menerima dress yang di sodorkan Keyra ke padanya. "Ya udah yuks kak, kita make up dulu." Ayura menarik Keyra ke arah meja riasnya.
"Make up nya tipis aja ya Ra," pinta Keyra sembari menatap bingung pada banyaknya produk kecantikan milik Ayura.
"Siap. Ayura bakal bikin senatural mungkin," sahut Ayura bersemangat. Dia sudah tak sabar untuk memperlihatkan pada Keyra keahliannya merias wajah.
Hanya butuh waktu empat puluh lima menit untuk merias wajah Keyra. Karena Ayura memang ingin wajah remaja Key tetap terlihat natural.
Sejak kecil Keyra hanya hidup berdua dengan sang ayah, hingga Key selalu berpenampilan seperti laki-laki alias tomboy. Karena ayahnya tak mungkin mengerti bagaimana fashion wanita. Tapi jangan salah, walaupun Keyra terlihat tomboy, namun sifatnya terkesan lembut dan kalem. Tidak seperti gadis tomboy lainnya yang terkesan urakan.
"Kak Key," panggil Ayura di sela-sela kesibukannya mengepang rambut Keyra.
"Iya, kenapa Ra?"
"Kalau boleh tahu, siapa sih nama cowok yang ingin kakak temui?" tanya Ayura penasaran.
"Namanya Alex."
"Hah Alex?" Ayura menghentikan aktivitasnya mengepang rambut.
__ADS_1
"Iya Alex."
"Kakak kenal di game moba kan?" tanya Ayura lagi.
"Iya Ra. Kan kemarin aku udah cerita."
"Apa mungkin itu Kak Alex?"
Deg
Keyra terdiam. Dia tak pernah berfikir sejauh itu. Bagaimana jika benar Alex teman prianya adalah kakak angkatnya?
"Kak....."
"Enggak Ra. Itu gak mungkin," jawab Key mencoba meyakinkan diri. "Bukannya kata kamu hari ini kak Alex pergi ke panti asuhan sama kak Ello dan kak Hiro? Jadi aku yakin temen aku itu bukan kak Alex. Lagian kalau itu kak Alex, dia harusnya ikut squad Tigers. Tapi ini enggak. Dia gak masuk squad manapun."
Ayura menganggukan kepalanya. "Iya juga sih," jawab Ayura menyetujui perkataan Keyra. "Kak Key udah pernah liat foto cowok yang mau kak Key temui? Maaf ya kak Ayura nanya lagi. Abis Ayura kepo," ujar Ayura terkekeh.
"Aku sih belum pernah liat Ra. Emang gak pengen liat sebenernya. Takut insecure dan buat aku gak nyaman temenan sama dia. Ini aja aku mau di ajak ketemu karena dianya udah maksa banget. Dan aku udah gak bisa nolak lagi."
"Iya juga sih." Lagi-lagi Ayura menganggukan kepalanya. "Ayura do'a deh. Semoga ketemuannya berjalan lancar. Dan kak Key gak perlu insecure lagi. Karena hari ini kakak keliatan cantik banget," ujar Ayura bertepatan dengan dirinya yang sudah selesai mengepang rambut Key.
Setelah selesai berganti pakaian dengan dress casual pilihannya, Keyra langsung berpamitan pada Ayura dan bergegas pergi menuju mall dimana dirinya janjian dengan teman prianya.
Dan dengan langkah terburu-buru dia berjalan menuju salah satu restoran Korea di dalam mall. Karena sudah sejak sepuluh menit yang lalu teman prianya terus menanyakan keberadaannya.
Pandangan mata Keyra menyusuri setiap sudut restoran begitu dirinya memasuki pintu kaca restoran. Hingga pandangan matanya melihat sosok tak asing yang sedang sibuk dengan ponsel di tangannya.
Deg
Keyra langsung bersembunyi di balik pilar saat melihat kakak angkatnya. "Kok kak Alex ada disini sih?" gumam Key sembari mengintip di sela-sela pohon imitasi yang ada tepat di samping pilar.
__ADS_1
Deg
Lagi-lagi Keyra hanya bisa diam terpaku di tempatnya saat menyadari kemungkinan yang sangat mungkin terjadi. Bahkan saat ini jantung Keyra sudah mulai berdetak tak menentu karena rasa takut akan kemungkinan itu. "Gak mungkin kak Alex itu cowok yang mau aku temui?"