She'S Mine

She'S Mine
Tau Itu Enak


__ADS_3

Alex dan Keyra langsung melepaskan ciuam mereka saat mendengar suara yang terdengar sangat familiar di telinga keduanya.


"Dad.." Alex membelalakan kedua matanya saat melihat dad Kim dan Hiro sudah berdiri di depan lift.


Sedangkan Keyra yang melihat keberadaan mertuannya langsung bersembunyi di balik tubuh tinggi suaminya. Dia malu, sangat-sangat malu. Bisa-bisanya mereka ketahuan saat sedang berciuman panas seperti itu. Apalagi tadi Keyra juga merasa jika dirinya sedang sangat menikmati ciuman panas mereka.


"Aww.... dad sakit," pekik Alex saat dad Kim tiba-tiba menarik daun telinganya.


"Kamu ini ya, cium-cium Keyra sembarangan," omel dad Kim sembari menarik keluar putranya dari dalam lift.


"Aww... lepasin dulu dad. Ini sangat sakit," keluh Alex sembari memegang tangan dad Kim agar melepaskan capitan jari jemarinya dari daun telinga Alex.


"Lagian apa salahnya sih. Keyra kan istri Alex. Mau Alex cium atau apapun itu kan halal-halal aja," ujar Alex sesaat setelah dad Kim membebaskan telinganya.


"Halal sih halal. Tapi kamu harus tau tempat dong Kim. Dad tau itu enak, tapi apa kamu gak malu kalau ada yang liat?" tanya dad Kim sembari melirik Hiro yang saat ini berdiri di sampingnya.


"Ngapain malu?" tanya Alex saat melihat keberadaan Hiro. Dan detik selanjutnya dia langsung merengkuh tubuh Keyra seolah ingin menunjukan pada Hiro jika sekarang Keyra hanya miliknya. Entah kenapa sampai saat ini Alex merasa jika Hiro masih menjadi salah satu ancaman baginya.


Padahal Hiro sendiri terlihat biasa saja, karena sejak awal dirinya hanya menganggap Keyra sama seperti Ayura. Hanya saja dia sedikit kesal, karena tidak di rumah tidak di perusahaan, dia selalu melihat adegan semi hot yang bahkan sejak lahir dirinya belum pernah merasakannya.


Dad Kim menghela nafas berat. "Terserah kamu lah. Daddy capek ngasih tau anak keras kepala kayak kamu," ujar dad Kim yang sangat malas berdebat dengan putranya. Apalagi saat ini masih banyak pekerjaan yang menantinya.


"Ro, semua Dad serahkan ke kamu. Semoga dalam lima hari kamu bisa menyelesaikan semuanya," ucap Dad Kim yang memang sengaja mampir ke perusahaan Aditama grup untuk bertemu dengan Hiro dan memastikan semua rencana mereka tak tertunda lagi.


"Siap Dad. Serahkan semuanya sama Hiro," jawab Hiro yang sangat meyakini dalam lima hari bisa menyelesaikan proyek iklannya.


"Dad percaya sama kamu. Kalau gitu Dad ke kantor dulu. Karena setengah jam lagi akan ada meeting dengan para petinggi perusahaan daddy," pamit dad Kim dan di balas anggukan kepala oleh Hiro.

__ADS_1


"Key, daddy juga percayakan semua ini sama kamu," ucap Dad Kim sembari mengusap puncak kepala menantunya sebelum akhirnya masuk ke dalam lift.


Begitu pintu lift yang di naiki dad Kim tertutup, kini giliran pintu lift di sampingnya terbuka.


"Alex kenapa aku di tinggal?" tanya Zea yang muncul bersama susternya.


"Gue, harus siap-siap pemotretan. Ayo Key!" Alex menggandeng Keyra dan lagi-lagi meninggalkan Zea begitu saja.


"Yah, sayang sekali kamu kamu gak bisa ikut pemotretan kali ini Zea," ucap Hiro tiba-tiba.


"Memang kenapa?" tanya Zea heran.


"Tuan Kim, ayah Alex sudah menyediakan bonus besar jika produk kali ini laris di pasaran," ujar Hiro sengaja memanas-manasi Zea. "Apa kamu tau? Bahkan tuan Kim rela membayar Keyra sepuluh kali lipat dari honor yang gue janjikan ke elo," sambung Hiro.


'Gue tahu. Alex udah ngasih tau gue. Dan lo gak perlu ngasih tau gue lagi,' batin Zea yang merasa iri dengan bayaran yang akan diterima oleh Keyra. Apalagi menurut Zea, Keyra sangat tidak pantas menggantikan dirinya.


"Emm... mungkin rumah mewah di kawasan elit? Atau apartemen mewah di pusat kota? Ahh, bisa juga mobil sport keluaran terbaru dengan harga miliaran. Huft... andai aja gue jadi Keyra?" gumam Hiro dan langsung meninggalkan Zea. Dia sangat yakin jika saat ini si gadis mata duitan itu sedang kepanasan mendengar banyaknya uang yang bisa di hasilkan Keyra dengan menjadi salah satu model perusahaan fashion terkenal milik keluarga Alex.


~


Disepanjang pemotretan Zea hanya bisa menatap sebal ke arah Keyra dan Alex yang terlihat sangat serasi walaupun perbedaan tinggi badan di antara ke duanya yang terpaut lumayan jauh.


Ya bagi orang-orang pasti akan melihat itu sangat mengemaskan. Namun tidak bagi Zea. Karena menurutnya, hanya dirinyalah yang pantas bersanding dengan Alex.


'Gue bakal pastiin lo jadi milik gue Lex. Apalagi setelah sejauh ini gue bersusah payah buat lo masuk ke dalam permain gue,' batin Zea sembari menatap tajam ke arah Keyra. 'Apapun caranya. Gue balakan tetap jadi nyonya Alexander.'


Zea tersenyum miring saat membayangkan akan lebih banyak uang dan kemewahan yang dia dapatkan dari pada bonus yang akan di terima Keyra sebagai model.

__ADS_1


"Zea awas!" teriak Alex, saat lagi-lagi lighting hampir menjatuhi Zea yang sedang duduk di kursi rodanya.


"Aaaaa...." Zea berteriak. Takut? Tentu saja Zea takut. Apalagi ini bukan salah satu rencana yang dia buat.


Rasanya dia ingin berdiri dan langsung menghindar untuk menyelamatkan diri. Namun jika itu dia lakukan, semua kebohongannya akan terbongkar. Dan Alex akan mengetahui jika selama ini dirinya sedang berbohong.


Dengan hati yang di penuhi dengan rasa takut, Zea hanya bisa memejamkan kedua matanya. Berharap semua akan baik-baik saja.


Pyar


Terdengar suara lampu pecah. Namun Zea belum berani membuka matanya.


"Apa kamu baik-baik aja?" tanya seorang pria yang berhasil menarik kursi roda Zea.


"Zea, kamu baik-baik aja?" tanya Alex yang berakting seolah sangat panik melihat kejadian beberapa minggu yang lalu terulang lagi.


Zea membuka matanya. Dan seketika itu memeluk Alex saat melihat pria itu berjongkok di hadapannya.


"Alex...." Zea langsung menangis di pundak Alex. "Gue takut," ucapnya dengan suara serak akibat tangisannya.


"Semua udah baik-baik aja," jawab Alex dengan ekspresi datarnya. Bahkan dia berusaha melepaskan belitan Zea dari tubuhnya. 'Sial, nekat juga ini orang.'


"Makasih, makasih kamu udah nyelametin aku," ucap Zea masih memeluk Alex dengan erat.


"Jangan berterimakasih sama gue. Tapi berterimakasihlah sama orang di belakang lo. Karena dia yang udah bantuin lo," ucap Alex hingga Zea melepaskan pelukannya dan menatap ke arah seseorang yang saat ini berdiri di belakangnya.


Deg

__ADS_1


Zea diam terpaku. 'Dia?'


__ADS_2